I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 259 Para jendral pelahap darah bagian 3



Melihat kalau Diana dapat bertarung seimbang melawan jendral pelahap darah ciptaannya, naga tampa kepala tersebut lalu mulait bergerak dan menggunakan cakarnya yang besar dia berusaha untuk menyerang para dewa/dewi yang ada disekitarnya “Crrrraaaasss…” dengan satu kali cakaran seluruh mahluk yang ada disekitar dirinya dan bahkan pelahap darah jendral tersebut terkena serangannya. Mereka terhempas jauh karena serangan cakaran dari naga tampa kepala tersebut beberapa dewa raja terkuat bahkan langsung tumbang karena serangannya, sementara itu Diana yang mana juga ikut terkena serangan cakaran naga tampa kepala itu berhasil menahan sebagian besar serangannya, walaupun beberapa tulang tangannya retak karena berusaha untuk menahan serangan dari naga tampa kepala tersebut.


“Sialan mengganggu saja” kata Diana, menggunakan energy kekuatannya di berusaha untuk menyembuhkan dirinya sendiri.


“Trraanggss…” sementara itu melihat kalau Diana sedang terluka pelahap darah jendral langsung menyerang dirinya, dia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan langsung menyerang menggunakan pedang miliknya.


“Lumayan juga kau” kata Diana yang mana masih terluka akibat serangan naga tampa kepala tersebut.


“Menyerahlah aku tahu kau tidak bisa memegang pedangmu untuk waktu yang lama, terima saja kematianmu maka aku jamin kau tidak akan mati tersiksa” kata jendral pelahap darah tersebut.


“Trrranggss… Krraanggss… Triinggss… Triinggss… Triinggss…” Diana yang mendengarkan ucapan itu langsung mulai marah dia menyerang jendral pelahap darah dengan serangan yang liar, bahkan membuat luka tusuk beberapa kali ditubuh jendral pelahap darah. Merasa kehilangan banyak energy karena serangan pedang Diana, jendral pelahap darah langsung mundur “Srrraaahh…” dan membuat jarak dari Diana, serangan pedang milik Diana telah dialiri kekuatan albino demon yang mana dapat menetralisir setiap energy yang ada didunia dan karena Diana telah mencapai tingkatan dewa raja terkuat tubuh albino demon yang diapunya juga ikut meningkat dan dapat dengan mudah menghapus energy dalam tubuh lawannya.


“Grrrr…. Energy aneh itu menghapus kekuatan hukum darah monster yang ada didalam tubuhku, tampaknya aku hanya bisa menggunakan trik itu” pikir pelahap darah jendral tersebut.


Energy hukum darah monster terkumpul didalam jantungnya dan kemudian dengan kekuatan tubuhnya dia menciptakan lima buah jantung berbeda didalam tubuhnya, “Duk-duk-duk… Duk-duk-duk… Duk-duk-duk…” jantung-jantung itu dipindahkan dan diletakkan keberbagai tempat didalam tubuhnya. Diana yang mana menggunakan mata dewanya melihat hal itu dan menyadari satu hal yang pasti.


“Jadi begituyah, kalau akau ingin membunuhnya maka aku harus menghancuran semua jantung itu secara bersamaan, karena kemampaun regenerasi yang diapunya kalau hanya hancurkan satu maka dia dapat menyembuhkannya dalam sekejab mata” pikir Diana yang mana melihat jantung-jantung dari jendral pelahap darah tersebut.


“Grrrr…. Bagus sekarang mari kita lanjutkan” kata jendral pelahap darah tersebut, “Buussh…” dengan langkah kaki kuat dia lalu langsung menerjang kearag Diana dengan cepat.


“TRRRAAANGGSS….” Sebuah tebasan kuat yang mana mengandung sejumlah besar energy darah monster dilancarkan kearah Diana, dan ketika Diana menangkis serangan tebasan itu dia lalu merasakan tangannya mati rasa karena energy darah monster mulai menguat dan merusak tubuhnya. Walaupun dia memiliki tubuh unik iblis albino tetapi jumlah energy hukum darah monster labih banyak dari apa yang bisa dia netralkan, hal itu membuat Diana kelelahan dan hampir tidak kuat menahan serangan pedang dari jendral pelahap darah tersebut.


“Krraanggss…” dan menggunakan kekuatan otot tangannya Diana menepis pedang jendral pelahap darah, “Srraasstt… Srraasstt…” dan memberikannya dua tebasan yang mengenai kedua jantung jendral pelahap darah tersebut. Tetapi saat Diana ingin melanjutkan serangannya “Buusskk…” jendrala pelahap darah itu langsung menendangnya untuk menjauhkan Diana dari dirinya, “Sshhh….” Dan dengan cepat jendral pelahap darah itu langsung menyembuhkan dirinya bahkan jantung-jantung yang dirusak oleh Diana langsung ikut sembuh dengan kekuata regenerasi yang diapunya.


“Cih… padahal tinggal tiga lagi” kata Diana yang kesal karena telah melewatkan kesempatan bagus.


“Ziinnggss….” Dan dengan satu kali perintah dari jendral pelahap darah tersebut nyamuk raksasa tersebut langsung dengan cepat menyerang kearah Diana, “Ziinggss… Ziinggss… Ziinggss…” dengan kecepatan yang luar biasa dan gerakan yang tak terbaca nyamuk tersebut langsung berusaha untuk mendekati Diana, “Swwuusshh… Swwuusshh… Swwuusshh…” Diana yang mana melihat nyamuk itu mulai merasakan bahaya dan berusaha untuk menyerangnya “Swwuusshh…” namun walaupu sudah diserang berkali-kali Diana tidak bisa dapat melancarkan serangan pedangnya, nyamuk itu bergerak dengan sangat lincah dan sangat sulit untuk diserang menggunakan pedang Diana.


“Ziiinngggss…” dan pada saat nyamuk itu sudah berada didekat Diana “Boomsshh…” tampa diduga nyamuk itu meledak dan ledakannya sangat kuat namun yang paling penting didalama ledakan tersebut terlihat sebuah kabut asap merah didalamnya. “Wuusshh…” Diana yang mana terkena ledakan itu langsung mengalami luka parah, dan dia beruaha menyembuhkan dirinya menggunakan obat-obatan yang dia bawa.


“Sialan… efek obatnya tidak bisa menandingin kekuatan kabut asap merah ini, luka-luka ini terasa seperti menguras tenagaku, tampaknya aku harus bertarung lebih serius lagi” pikir Diana, dia lalu menyiapkan kuda-kudanya diudara.


“Hmmm… apapun yang kau lakukan semua itu hanya akan percuma, lebih baik kau matilah dengan tenang karena tidak akan ada yang bisa mengalahkan kami sang pelahap darah yang melahap dunia-dunia” kata pelahap darah jendral tersebut.


“Hahahaha…” Diana yang mendengarkan perkataan jendral pelahap darah tersebut langsung tertawa dibuatnya.


“Kenapa kau tertawa, tidak ada yang lucu dari perkataanku” kata jendral pelahap darah yang terlihat kesal dengan tawa dari Diana.


“Maaf-maaf saat kau mengatakan tidak ada yang bisa mengalahkan kalian aku jadi teringat seseorang, dan orang itu adalah yang terkuat didunia ini jadi sangat sulit bagiku membayangkan dia kalah dari mahluk setengah-setengah seperti kalian ini” kata Diana yang menghina ras pelahap darah.


“Baik kalau begitu, kau boleh mati bersama dengan orang yang kau katakan tadi” kata jendral pelahap darah tersebut, “Krrrraaakkss…. Crraassstt… Crraassstt… Crraassstt…” dari dalam tubuhnya keluar sebuah bola darh raksasa dan dari dalam bola darah tersebut bermunculan puluhan nyamuk pelahap darah raksasa yang mana sama seperti nyamuk yang sebelumnya.


Dengan satu gerakan dari tangan sang jendral pelahap darah itu para nyamuk langsung beramai-ramai terbang kearah Diana “Ziinggss… Ziinggss… Ziinggss… Ziinggss…” dengan kecepata yang sangat cepat mereka terbang menuju arah Diana. Akan tetapi Diana yang mana sedang dalam keadaan fokus yang sempurna itu dengan cepat “Busssh…” melewati para nyamuk dan juga melewati jendral pelahap darah itu.


“Pedang iblis putih, tarian bunga lili : mekarnya sang iblis putih” Diana yang mana telah menguasai pedang tingkatan tertinggi menyerang para pelahap darah tersebut menggunakan tehnik pedangnya dan “Srrassstt… Srrassstt… Srrassstt… Srrassstt… Srrassstt… Srrassstt… Srrassstt…” dalam sekejap mata para nyamuk pelahap darah tercabik-cabik karena pedangnya sementara itu sang jendral pelahap darah yang mana juga ikut terkena serangan pedangnya “Crraasstt… Crraasstt… Crraasstt… Crraasstt…” jantungnya hancur dan cuman jantungnya yang terkena serangan sementara tubuhnya tidak terluka sama sekali.


“I… In… Ini tidak mungkin terjadi, kami adalah yang terkuat… Aaaggkksstt…” kata jendral pelahap darah tersebut yang mana langsung mati terbunuh karena kelima jantungnya hancur karena serangan pedang Diana.


Bersambung….