
Raksasa Jotuun adalah salah satu dari 3 mahluk di planet Erras yang mana dulunya pernah menjadi ancaman karena dapat menghancurkan dunia ( Dua lainnya adalah raksasa Titan dan Beruang gunung hitam ), raksasa Jotuun punah karena diri mereka sendiri yang mana terlalu sombong dan mereka menganggap diri mereka lebih tinggi dari siapapun. Sehingga pada akhirnya mereka membuat marah para dewa/dewi alam atas yang mana telah menduduki posisi rangking raja terkuat, para dewa/dewi itu lalu membumi hanguskan mereka semua namun karena kekuatan fisik dan kebuasan dari raksasa Jotuun beberapa dewa raja terkuat mati ditangan mereka, tetapi walaupun mereka sempat memberikan perlawanan tetap saja mereka tidak bisa mengalahkan puluhan dewa/dewi raja terkuat dan pada akhirnya harus punah dialam bawah.
Sementara itu raksasa Jotuun yang mana diciptakan oleh Reiga mulai merasa gelisah karena ditinggalkan oleh tuanya kealam atas, dia terlihat seperti anak kecil yang ditinggalkan sendirian oleh orang tua miliknya dan tidak tahu harus berbuat apa-apa, walaupun dirinya diciptakan dari kumpulan boneka mayat yang mana berjumlah jutaan namun dengan diciptakannya sebuah jiwa untuknya, Reiga menggunakan lebih dari jutaan GP untuk membuat sebuah jiwa yang mana mengandung kepribadian. Walaupun dirinya sudah memiliki kepribadian tetapi jiwanya masihlah baru seperti anak kecil yang baru terlahir dia menganggap Reiga sebagai orang tuanya dan mematuhi setiap perintah darinya, dan ketika Reiga pergi dirinya seperti kehilangan arah dan tidak tahu harus melakukan apa.
“Heei… pria besar kenapa kau bengong saja, sudah lama tidak bertemu tetapi kedaanmu terlihat sangat menyedihkan” kata Lucy yang mana datang dari langit, dia melihat raksasa Jotuun yang mana sedang duduk ditanah sambil bengong tidak melakukan apapun.
“………” raksasa Jotuun yang melihat Lucy ada disana tidak melakukan apapun selaih duduk diam tampa berkata apa-apa.
Lucy terus mencoba untuk berbicara dengan raksasa Jotuun tersebut tetapi seakan tidak memperdulikan keberadaan Lucy raksasa Jotuun hanyalah diam dan bengong melihat langit, marah karena tidak diacuhkan oleh raksasa Jotuun dengan mengumpulkan energy kuat ditinjunya “Buuugghh…” dia memukul wajah raksasa Jotuun dengan kuatnya “Boommsshh…” raksasa Jotuun yang mana terkena pukulan langsun diwajahnya langsung jatuh ketanah karena kekuatan pukulan milik Lucy.
“Haaah…. Akhirnya kau memperhatikanku” kata Lucy yang mana melihat wajah marah raksasa Jotuun.
“Rrrroooaarrr…” raksasa Jotuun yang marah berusaha untuk menyerang Lucy, “Busshh…” tetapi Lucy dengan mudahnya menghindari serangannya dengan melompat keatas.
“Jari agung, jari keenam : Tinju penghancur” dengan menggunakan tehnik bela dirinya Lucy lalu memusatkan sejumlah besar energy disatu tangannya dan dengan tinju tersebut, “BUUUSSHHH….” Dirinya memukul kepala raksasa Jotuun sampai membuatnya menyium tanah.
“Booommsshh…” namun dengan kekuatan fisiknya raksasa Jotuun menghancurkan tanah disekitarnya dengan menggunakan kedua telapak tangannya, debu asap yang diciptakan dari serangan tersebut lalu membuat Lucy tidak bisa melihat raksasa Jotuun.
“Hmmm…. Boleh juga kalau begitu aku juga akan sedikit serius, Jari agung, jari keempat : tombak langit, tombak hujan” kata Lucy dirinya lalu memusatkan energy pada siku dan keempat jarinya dan dengan kecepatan yang sangat tinggi dia memberikan serangan tusukan kearah bawahnya.
“Boomssh… Boomssh… Boomssh… Boomssh… Boomssh…” dengan cepat tangannya bergerak dan serangan yang dialancarkan sangatlah banyak, bagaikan sebuah hujan yang turun kebumi serangan tusukan miliknya juga turun untuk menghujani targetnya.
Namun disaat debu asap dibawahnya menghilangnya Lucy dikejutkan karena raksasa Jotuun sudah tidak ada disana, “Wuusshh…” dan secara tiba-tiba raksasa Jotuun sudah ada dibelakang Lucy dan dengan menggunakan tangannya dirinya berusaha untuk menyerang Lucy.
“Wuusshh… Wuusshh… Wuusshh…” namun walaupun dia mencoba untuk menyerang kearah Lucy tetapi serangannya dengan mudah dihindari, bahkan tidak ada satupun serangan miliknya yang dapat menyentuh sehelai rambut Lucy.
“Kau lambat” kata Lucy, “Buusshh… Buusshh… Buusshh…” dengan menggunakan tehnik kakinya dia menginjak udara dan dengan cepat telah berada didepan wajah raksasa Jotuun.
“Buuggh… Buuggh… Buuggh…” tampa menahan diri raksasa Jotuun memberikan serangan bersusun pada wajah raksasa Jotuun, “Boommsshh…” serangan tinjuan miliknya lalu membuat raksasa Jotuun tidak bisa mendarat denga benar dan bahkan membuatnya jatuh dengan gaya bebas.
“Hahahhaha…. Cara mendarat yang bagus” kata Lucy yang mana tertawa diatas langit, dirinya menertawai raksasa Jotuun yang mana terjatuh tampa dengan cara terlentang dan membuat beberapa tulangnya remuk beberapa.
“Hmmm… bagus kalau kau sudah sembuh, aku akan pergi duluyah besok aku akan datang lagi” kata Lucy “Buusshh…” dengan cepat dirinya langsung terbang menghilang dari tempat tersebut.
“Raaaahh….” Raksasa Jotuun marah karena dia tidak bisa berbuat apa-apa melawan Lucy yang mana tehnik dan kecepatan miliknya lebih baik dari dirinya.
“Grrrr….” Dengan kekesalan diwajahnya raksasa Jotuun lalu berjalan mendekati sebuah gunung ditempat tinggalnya dan lalu “Buugghh… Buugghh… Buugghh…” dia memukuli gunung tersebut seakan-akan bukan apa-apa, “Buusshh….” Gunung tesrsebut perlahan-lahan mulai hancur berkeping-keping karena serangan pukulan dari raksasa Jotuun.
“RAAAAHHH….” Pada hari itu semua orang-orang yang tinggal didekat gunung tersebut mendengar suara amarah dari raksasa Jotuun, sementara itu para dewa yang mana merupakan bagian dari fraksi Reiga mendengar suara tersebut dan mereka hanya tersenyum karena pada akhirnya raksasa Jotuun bereaksi akan sesuatu.
“Hahahhaa… wanita otak otot itu berhasil membuatnya bergerakkah, boleh juga idenya itu” kata Nabila yang mendengarkan suara dari raksasa Jotuun, dia dengan santai duduk bersama puluhan mahluk mistik peliharaan miliknya.
Esok paginya Lucy kembali datang dengan senangnya, dia telah bersiap kembali untuk menghajar raksasa Jotuun tetapi disaat dia terbang dia dekejutkan dengan sebuha batu besar yang terlempar kearahnya, “Buussh… Wuusshh…” dengan cepat Lucy lalu menghindari batu besar tersebut “Buurrss…” batu itupun jatuh dan menyebabkan banyak kekacauan didekat hutan.
“Hmmm… batu apa ini, kenapa bisa terbang kearahku” kata Lucy yang bertanya-tanya.
Dan tiba-tiba dari arah belakangnya terlempar tiga buah batu kembali, “Buurrss… Buurrss… Buurrss…” karena kesal Lucy lalu menggunakan tinjunya untuk menghacurkan kegita batu tersebut dalam sekali pukulan. “Roooaarr…” lalu dari bawahnya telah menunggu raksasa Jotuun yang mana telah bersiap dan melompat kearah Lucy, terkejut karena hal itu Lucy hanya bisa terdiam dan ditangkap oleh tangan kanan raksasa Jotuun.
“Lepass…” kata Lucy, “Buuuggkk…” sambil memukul tangan kanan raksasa Jotuun dengan kerasnya.
Tidak tahan dengan pukulan dari Lucy yang mana menghancurkan tulang tangannya, raksas Jotuun lalu melemparkan Lucy ketanah dengan kuatnya “Buuukkkss….” Namun setelah raksasa Jotuun melihat lagi Lucy sama sekali tidak terluka sedikitpun bahkan aura ditubuhnya semakin besar dan ganas.
“Ok…. kau mau main kasar, mari kita main agak kasar” kata Lucy, “Buussshh….” Dengan cepat Lucy melesat kearah perut raksas Jotuun “Buuggkkk…” dan menggunakan kedua tangannya dia memukul raksaa Jotuun sampai dia terhempas jauh.
“Buusshh… Boommsshh… Boommsshh…” raksasa Jotuun dibuat terhempas sampai dirinya menghantam dan menghancurkan tiga gunung.
“Haaaah…. Bagus sekarang sudah cukup untuk hari ini, cepat sembuhlah besok aku akan kembali menghajarmu lagi” kata Lucy, dia langsung dengan cepat terbang pergi.
Sementara itu raksasa Jotuun yang mana ditinggalkan dengan kondisi patah tulang diseluruh tubuhnya mulai berusaha untuk beridiri kembali, “Buuhhkk…” dengan cepat dia berusaha untuk memperbaiki tulang-tulang ditubuhnya. Lalu ketika dia berdiri kembali dia mulai memasang kuda-kuda miliknya “Wuusshh…” raksasa Jotuun lalu mulai berlatih untuk meninju, perkembangan luar biasa dari raksasa Jotuun yang mana selama ini hanya menyerang secara asal-asalan mulai belajar bertarung karena semua itu dia lakukan untuk bisa mengalahkan Lucy.
Bersambung.......