
Ribuan tahun yang lalu para mahluk mistik purba telah berevolusi dan mendapatkan kekuatan serta kepintaran untuk bisa melawan para dewa, dan karena para dewa/dewi sering memburu para mahluk mistik untuk dijadikan bahan pembuatan artefak membuat para mahluk mistik ini menyimpan dendam pada para dewa. Dan terjadilah perang besar bukan perang lebih tepatnya pembataian secara sepihak yang mana para dewa yang saat itu tidak ada dewa tingkat raja terbunuh satu persatu, sistem yang melihat kekacaun dibuat oleh para mahluk mistik purba tersebut membuat sistem memutuskan untuk memindahkan semua mahluk mistik yang dianggap mengancam diangkat kealam atas.
Dan karena itulah alam atas tercipta untuk para mahluk mistik purba agar bisa terkendali dengan adanya dewa tingkat raja yang menjadi lawan mereka, dan sekarang ini Reiga telah terjatuh disarang para mahluk mistik purba. Disaat dia jatuh para yang membuat para mahluk mistik purba tersebut mendatangi dirinya mereka melihat ada sesosok dewa tingkat raja yang mana sedang tergeletak tak berdaya, dan hal itu langsung membuat para mahluk mistik tertarik dan ingin melahap dirinya karena enegy besar yang ada dalam tubuhnya dapat membuat mereka menjadi lebih kuat lagi.
Namun pada saat beberapa mahluk mistik ingin menerkam Reiga tiba-tiba tubuh Reiga mengeluarkan aura merah yang mana membentuk sebuah wujud Phoenix. Aura dari Phoenix tersebut membaut takut para mahluk mistik yang ada disekitarnya dan dalam waktu singkat mereka semua langsung pergi lari ketakutan pada aura tersebut, aura Phoenix itu ternyata berasal dari artefak permata darah Phoenix yang menyatu didalam tubuh Reiga.
Aura Phoenix itu bukan cuman menakuti para mahluk mistik yang ada namun juga menyembuhkan diri Reiga dari semua luka yang ada, baik itu patah tulang, organ dalamnya yang terluka dan kulitnya yang hancur semuanya sembuh seperti semula secara ajaib. Dalam waktu tiga hari tiga malam aura itu terus menerus mengobati Reiga sampai dia sembuh secara menyeluruh dan pada hari keempat Reiga pada akhirnya tersadar dari pingsannya.
“Hmmm… dimana.. aku” kata Reiga sambil berusaha bangkit.
Disaat dia akan berdiri Reiga mulai mengecek seluruh tubuhnya dan dia merasakan kalau sudah tidak ada lagi terluka dan energy ditubuhnya sudah mulai stabil.
“Ini aneh aku sangat yakin kalau aku terkena serangan telak dari mahluk jelek itu saat menyebrang ke alam atas, namun kenapa aku bisa sembuh seingatku artefak permata Phoenix ini cuman bisa digunakan beberapa tahun sekali saat energynya penuh, namun pada saat aku menyebrang aku yakin permata ini tidak memiliki cukup energy” pikir Reiga yang mulai merasakan energy artefak didalam tubuhnya.
Setelah Reiga berdiri dia lalu mulai merasakan energy yang sangat padat diudara, tidak seperti alam bawah alam didunia atas sangat dipenuhi oleh energy. Kepadatan energy inilah yang mengisi kembali artefak permata darah Phoenix milik Reiga, dengan kepadatan energy diudara dari alam atas membuat kekuatan Reiga sedikit meningkat baik itu dari segi fisik maupun panca indranya sudah meningkat dengan drastis.
“Ini menakjubkan, tidak kusangka alam atas memiliki kepadatan energy setinggi ini” kata Reiga yang mulai merasa segar setelah menyerap sedikit energy diudara.
“Booomss…” dengan kekuatannya yang sudah terisi penuh Reiga langsung dengan cepat melompat, dan dalam sekali lompat dirinya bisa mencapai 50 meter diangkas. Peningkatan kekuatannya ini juga diikuti dengan beberapa mahluk mistik yang rupanya tertarik dengan bau energy yang dia keluarkan.
“GRRRR….” Suara geraman beberapa mahluk mistik yang ingin memangsa Reiga.
“Hmmm… aku merasakan ada aura haus darah, mahluk mistik dan tingkatannya cukup tinggi karena dia berani mengincar dewa” kata Reiga dengan senyum sinis karena merasa tertarik ingin bertarung melawan mahluk mistik dari alam atas.
Setelah mendarat Reiga lalu mengeluarkan White Nightmare miliknya dan bersiap untuk bertarung melawan mahluk mistik tersebut, “Srraakk…. Kssrraakk…” suaran semak-semak dari segala arah yang berasal dari gerakan mahluk mistik itu membuat Reiga bingung. Reiga yang terpancing suara-suara dari semak-semak tersebut mulai melihat keseliling dirinya dan berusaha untuk menebak dari arah mana mahluk itu akan menyerang.
“Sialan…., mahluk ini pintar, dia menggunakan semak-semak untuk membuatku bingung” kata Reiga yang berusaha mengaptifkan mata dewanya namun tetap tidak bisa menemukan mahluk mistik tersebut.
Dan ketika Reiga sedang fokus menggunakan mata dewanya tiba-tiba dari belakang dirinya sesosok bayangan besar menghampiri dengan cepat dari belakang, Reiga yang mulai merasakan nafsu ingin membunuh dari belakangnya langsung dengan cepat berputar “Crrraaaaannggss….” Dengan pedangnya Reiga dapat menahan serangan dari mahluk mistik tersebut.
“Sssssshhh….. kau luamayan juga…. Untuk seorang dewa yang baru naik tingkat…. Ssshhhh….” Kata mahluk mistik tersebut yang ternyata adalah seekor ular raksasa.
Ular tersebut memiliki panjang hampir 52 meter dan lebar 10 meter yang membuat ular itu bisa melahap seekor gajah, dengan sisik hijau yang tebal dan lima buah tanduk dikepalanya lalu dapat berbicara membuat Reiga mengetahui kalau ular ini adalah mahluk mistik kuno yang sudah lama punah dialam bawah.
“Haaa…. Sssshhh… ada apa dewa kecil…. Apa kau takut melihat wujudku yang agung ini…. Sssshh…” kata ular tersebut yang melihat wajah Reiga yang sedikit terkejut melihat dirinya.
“Haaah…. Tidak juga, aku cuman merasa heran saja, bagaimana bisa ulat kecil sepertimu bisa berbicara denganku, benar-benar aneh” kata Reiga yang memancing emosi ular tersebut.
“SSSSSSHHH…… KURANG AJAR, MATI KAU” teriak ular itu yang marah dan dengan mulutnya yang lebar
“Boommssrrr…..” namun walaupun serangan ular tersebut sangat cepat tetapi dengan pegerakan kaki Reiga dia dapat menghindari serangan ular tersebut dengan mudahnya. “Srraass… srraasss… ssrraasss…” dan bukan hanya menghidar Reiga juga mengambil kesempatan ketika ular itu menyerang untuk menebas tubuhnya yang panjang.
“Cih… kulitnya keras sekali” pikir Reiga yang hanya memberikan sebuah luka goresan kecil di tubuh ular itu.
“SSSSRRRAAAHHH…… KURANG AJAR AKAN KUBUNUH KAU DISINI, skill poison Orb” ular tersebut marah karena dilukai oleh Reiga, dia juga mengeluarkan skillnya sebuah orb racun yang melayang dikeluarkan ular tersebut dari kelima tanduknya.
“Swwiiinnnss…. Wuussshh….” Kelima orb racun itu langsung bergerak dengan cepat kearah Reiga.
“Cepat sekali” kata Reiga yang berusaha menghindari kelima orb racun tersebut.
Kelima orb itu bergerak sangat cepat layaknya lebah yang bergerak dengan cepat untuk menyengat mangsanya, kecepatan kelima orb itu membuat Reiga kesulitan karena dia tahu kalau terkena sedikit saja maka akan berakibat fatal.
“Ssssshh…. Percuma saja kau menghindari terus, orb racunku itu bergerak secara otomatis mengkuti perintahku dan kecepatannya hampir melewati kecepatan suara, jadi menyerah saja dan jadilah santapanku” kata ular tersebut sambil melihat Reiga dengan tatapan mengerikan.
“Sialan.., ular ini ternyata memiliki skill yang sangat merepotkan” kata Reiga yang berusaha menghindar, Reiga terus bergerak dia melompat kesana kemari tetapi orb-orb racun terus mengejarnya.
Lalu Reiga memiliki sebuah ide dia langsung bergerak kearah ular hijau bertanduk lima tersebut dan ingin menyerang kelima tanduk yang ada dikepalanya.
“Ketemu, itu dia kelemahan ular tersebut, dia mengendalikan orb-orb ini menggunakan kelima tanduk dikepalanya dan jika aku memotongnya maka semua akan selesai” pikir Reiga yang dengan cepat berusaha menebas tanduk ular hijau itu.
“Sssshhhh… hehehe… kau naif….” Kata ular tersebut sambil melihat Reiga.
“Boosssmm… crrraassshh….” Dan pada saat Regia baru menyadari kalau dia sudah terjebak sebuah orb keenam yang disembunyikan ular hijau itu di balik kepalanya dengan cepat menghantan sisi kiri Reiga.
Dengan cepat juga Reiga berusaha menebas orb itu menggunakan pedangnya namun sedikit racun dari orb itu mengenai tangan kirinya.
“Sssshhh…. HAHAHAHAHA….. sekarang kau sudah tamat…. Walaupun cuman sedikit saja tetapi racunku sangat mematikan, dewa tingkat raja yang tidak memiliki gelar seperti dirimu ini akan sangat mudah mati terkena racunku” kata ular hijau itu dengan tawa yan menyeramkan.
“Sialan…. Tidak ada cara lain lagi” kata Reiga dengan tatapan dingin.
Reiga yang melihat lengannya terkena racun dan lalu dia menyadari kalau racunnya akan segera mengalir ketubuhnya, dia kemudia mengarahkan pedangnya ditangan kanannya kearah lengan kirinya dan kemudian “Srrraaasssshhh….”.
“Kau gila…” kata ularhijau bertanduk lima tersebut yang melihat Reiga memotong lengan kirinya sendiri.
Bersambung.......
Berikan dukungan kalian agar novel ini semakin cepat dan rajin update dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote kalau kalian semua menyukai cerita yang ada didalam novel ini, Ok.....