I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 203 Kutukan naga kedengkian bagian 2



Jiwa-jiwa yang mana dijadikan tumbal sihir naga es tersebut mulai menyatu satu sama lainnya menjadi sangat liar karena mereka telah berubah menjadi jiwa gelap, dan dengan ganasnya jiwa gelap tersebut menyerang Reiga dengan bentuk tubuhnya yang mana tak beraturan.


“Hmm…. Lumayan juga, karena jiwanya sudah rusak parah jadi bentuknya sama sekali tak beraturan karena itulah serangannya sama sekali tidak bisa diprediksi” kata Reiga yang mana mengamati tindakan dari jiwa hitam tersebut.


Reiga lalu terbang dengan cepat memutari jiwa gelap tersebut dan menggunakan skill Unholy Flame miliknya dia mulai membakar jiwa gelap tersebut, “GRRRAAAAAHHHH….” Jiwa hitam tersebut mulai berteriak kesakitan api milik Reiga mulai mengikis jiwa gelap tersebut. Karena takut akan dihancurkan jiwa gelap tersebut lalu mulai mengecilkan tubuhnya dan lari dengan kecepatan tinggi, melihat jiwa itu bergerak Reiga memutuskan hanya akan mengejarnya untuk melihat apa yang dia lakukan.


Dan tiba-tiba saja jiwa tersebut melihat seekor mahluk mistik berbentuk singa bertanduk sapi, ketika tubuh kuat milik mahluk mistik tersebut jiwa gelap tersebut langsung dengan cepat merasuki tubuh mahluk mistik itu. Reiga melihat sebuah pemandangan yang menarik tersebut langsung mengingat kejadian dialam bawah yang mana membuatnya harus berhadapan dengan Lycan dewa dunia bawah ( bab 86-88 ).


“Haaah…. Kenangan buruk itu kembali lagi, sialan” kata Reiga yang mengingat betapa sulitnya dirinya untuk membunuh Lycan yang terus menerus berganti tubuh.


“GRRRAAAHHH….” Mahluk mistik tersebut lalu berubah wujud menjadi setengah manusia setengan singa yang mana dilengkapi tanduk sapi dikepalanya.


“Wow… kekuatannya naik pesat dari mahluk mistik tingkat raja menjadi mahluk mistik tingkat saint” kata Reiga yang melihat energy mahluk mistik yang dirasuki tersebut menjadi berlipat ganda.


“Grrraaaaahh….. Buummsshh…” dan dengan kecepatan yang cepat mahluk mistik yang kerasukan tersebut menyerang Reiga dengan cakaran ditangannya, “Crrraanggss… Crrraanggss… Crrraanggss…” dengan cepat dia melancarkan serangan bertubi-tubi kearah Reiga.


Namun bagi Reiga yang tingkatannya sudah mencapai tingkatan dewa raja terkuat serangan mahluk mistik tersebut sangatlah lambat dimatanya, dan Reiga hanya bermain-main sambil melihat performa dari jiwa gelap tersebut yang mana telah merasuki tubuh mahluk mistik tingkat raja.


“Cuman begini sajakah, mengecewakan” kata Reiga, dan dengan trisula ditangannya “Crrraaassstt….” Dia menusuk tubuh dari mahluk mistik tersebut dan dengan skill Soul harvert yang dia punya dia memanen jiwa gelap tersebut dan melahap semua energy yang diapunya.


Dan setelah mengambil tubuh mahluk mistik tersebut Reigapun langsung terbang kembali ke lima kota, dan dengan kecepatan tinggi dia dapat sampai kelima kota dengan beberapa detik disana Reiga telah melihat penghianat yang mana merupakan pengikut Invidia sedang disiksa oleh Susano, dia tidak diijinkan untuk mati karena Susano yang terus memberikan energy kehidupan pada dirinya jadi mau bagaimanapun Susano menghar dirinya dia tidak akan mati dan hanya dapat merasakan rasa sakit dari penderitaan tidak bisa mati.


“Aaaaaggghhkk… Bu.. Bunuh aku” kata penghianat pengikut Invidia tersebut.


“Setelah semua ini kau pikir kau dapat mati dengan tenang, aku akan membuatmu mengeluarkan semua yang kau tahu walaupun itu artinya harus memakan waktu yang lama” kata Susano yang sedang bersiap untuk menyiksanya.


Reiga yang melihat hal tersebut lalu mengeluarkan pedangnya “Srrraasstt…” dan memenggal kepala penghianat tersebut dan dengan skillnya dia melahap jiwa dari penghianat itu, dari jiwa itu Reiga mendapatkan semua informasi yang diketahui penghianat tersebut mulai dari jumlah prajurit, rencana mereka, dan informasi penting seperti besar kekuatan dari ke 3 dewa iblis penguasa dosa.


“Kenapa kau membunuhnya” kata Susano.


“Cara ini lebih efesien, aku tidak mau membuang waktu untuk sampah yang tidak penting” kata Reiga yang perkataannya mulai menyadarkan  Susano.


Reiga lalu memegang pundak Susano dan menransfer informasi yang dia dapatkan dari jiwa penghianat tersebut, disana terlihatlah bahwa Arogan datang kelima kota untuk mencari Susano namun karena tidak mendapatkan hasil apapun Arogan langsung menyerang kelima kota menggunakan para bawahannya. Dan nampak Yomu yang terlukan parah diampuni oleh Arogan dengan sarat dirinya harus menjadi bawahan dari Arogan dan memakai tato formasi perbudakan milik Arogan.


Melihat memori tersebut membuat Susano semakin marah terhadap Arogan, bukan cuman pernah menyerang wilayahnya namun juga sudah memperbudak muridnya kesabaran dari Susano sudah habis dan dia ingin sekali langsung maju dan membunuh Arogan dengan kedua tangannya. Namun Susano tahu kalau diaa pergi sekarang maka hanya akan seperti mengantarkan nyawa sendiri karena dia tidak akan tahu perangkap apa yang sudah ada diddalam istana milik Arogan, mengetahu kemarahan dari Susano membuat Reiga memiliki sebuah rencana yang mana mereka akan menyerang langsung kewilayah Arogan istanan kegelapan, ide gila itu terpikirkan oleh Reiga karena dia mengetahui kalau Susano dapat dengan mudah mengubah susunan jalan yang ada didepannya dan hal itu dapat membuat pasukan berangkat kewilayah Arogan lebih mudah karena tidak ada halangan dari jalan di istanan kegelapan tersebut.


Reiga bersama dengan Diana dan Zero lalu pergi dari lima kota meninggalkan Susano dan Aeria untuk mengurus kota mereka, namun mereka memiliki sebuah perjanjian yang mana akan memutuskan tanggal penyerangan mereka ke istana kegelapan. Sementara itu Invidia yang bawahannya terbunuh menerima sebuah sinyal kematian dari bawahannya.


“Bawahan miliku telah dibunuh tepat dilima kota, dan bukan cuman itu saja jiwa yang dia miliki juga sudah diambil” kata Invidia.


“Hmmm…. Kelihatannya mereka sudah mengetahui sebagian besar informasi dari kita, karena mengambil informasi dari jiwa itu lebih mudah dari pada menyiksa orang” kata Arogan.


“Hooaamm…. Gak bisa ya kita serang aja mereka satu persatu, lebih gampang karena melawan semuanya sekaligus pasti akan merepotkan” kata Acedin.


“Ada benarnya juga perkataanmu itu, namun kita harus lebih berhati-hati sebelumnya rencana penyerangan kita digagalkan dan sekarang ini moral pasukan kita sedang menurun aku tidak mau membuat gerakan yang sia-sia” kata Arogan.


“Cih…. kalau begitu kita serang saja dulu kota-kota kecil diseketar, melihat mereka hidup tenang gak memikirkan apapun membuat aku iri saja” kata Invidia


“Tidak perlu seperti itu juga karena aku yakin mereka akan datang sendiri kesini, karena sekarang ini mereka tahu kalau kita cuman tinggal bertiga dan pasukan mereka telah dibantu oleh pasukan milik Susano, tapi aku yakin mereka tidak tahu kalau kita memiliki teman baru disini” kata Arogan.


Dan disebelah Arogan ada seseorang yang duduk sambil meminu the panas dia terlihat seperti orang tua bijak sana yang berumur 60 tahunan dan mengeluarkan aura wibawa yang sangat kuat, selain itu ada sebuah aura yang menakutkan keluar dari tubuhnya dan aura tersebut membuat Invidia dan Acedin menjadi sedikit menghindari dirinya.


“Kalau begitu sekarang kita bisa minta bantuanmu yah, dewa raja peringkat 11 dewa hakim surgawi Ludex Albius” kata Arogan.


“Jangan salah sangka Arogan, kami hanya menolong dirimu karena kami memiliki masalah dengan Reiga, jadi kita sama sekali tidak memiliki hubungan rekan seperti yang kau katakan” kata Ludex Albius, dari bayangannya terlihat seperti dua orang yang berbicara secara bergantian namun kenyataannya hanya ada satu orang yang berbicara.


Bersambung........


Berikan dukungan kalian dengan cara like, komen, giff, da vote yah agar novelnya semakin bagus dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok....