
Satu minggu telah berlalu sejak Reiga bertarung didalam arena, disaat Reiga sedang berada dipenginapan banyak orang yang mendatanginya terutama wakil ketua arena yang meminta maaf karena para stafnya yang berbuat seenaknya, dan juga untuk mengundang Reiga masuk menjadi bagian dari mereka. Bukan hanya arena saja yang mengundang Reiga banyak bangsawan dan para pedangang yang menginginkan dirinya bekerja untuk mereka, kebanyakan karena melihat kemampuan bertarung Reiga yang mengalahkan Diablo dan Manticore didalam arena tersebut.
“Sialan aku tidak bisa istirahat dengan tenang beberapa hari ini, banyak sekali yang datang menganggu tapi yang lebih mengangguku adalah perempuan ini” pikir Reiga yang duduk disebuah restoran yang mana didepannya adalah Diablo yang mengenakan pakaian wanita cantik dengan ditutupi oleh sedikit armor ditubuhnya.
“Hmmm… kenapa???” tanya Diablo yang heran melihat tatapan sinis Reiga.
“Kau tanya kenapa, seharusnya aku yang tanya kenapa selalu saja tampa diundang muncul dimanapun aku berada bahkan sampai kekamar tidurku pun bisa kau masuki, sebenarnya apa maumu Haah…., kauingin menyerang psikisku??” kata Reiga yang jengkel dengan kelakuan Diablo.
“Hehehe… kakekku pernah bilang kalau kau menginginkan sesuatu maka kau harus berusaha untuk mendapatkannya” kata Diablo dengan wajah bangga.
“Woi aku bukan barang tahu…” kata Reiga yang melihat Diablo sebagai perempuan dengan keterbelakangan mental.
Reiga lalu melihat Diablo secara seksama sebelumnya dia terlihat seperti pria manis dengan wajahnya yang bulat dan mata yang berwarna seperti berlian, dan sekarang dia memakai pakaian feminin wanita yang mana memancing mata banyak orang.
“Hmmm…. Ada apa lihat-lihat kau jatuh cinta padaku yah??” kata Diablo dengan senyum manis diwajahnya.
“Gak cuman penasaran saja kenapa gadis seperti dirimu memakai pakaian laki-laki diarena, dan juga aku yakin nama Diablo itu juga palsukan??” kata Reiga yang melihat Diablo dengan rasa penasaran.
“Hahahahaha…. memang Diablo adalah nama dari seorang iblis legendaris yang pernah mengguncang alam atas ini, karena aku ingin menyembunyikan identitasku di arena karena itu aku menggunakannya namanya, nama asliku itu Diana salam kenal yah guru Reiga” kata Diana ( Diablo ) yang memberikan nama aslinya pada Reiga.
“Tapi Diablo dan Diana yah orang tuamu pasti mengidolakan Diablo sampai memberikan kau nama sama dengannya” kata Reiga.
“Aku tidak punya orang tua mereka membuangku ketika aku dilahirkan, sejak kecil aku besar digang kumuh disana setiap harinya aku harus berjuang demi mendapatkan makanan, aku juga pernah dihajar sampai hampir mau mati dulu tapi semuanya berubah sejak aku bertemu dengan kakek, dia baik dan mau merawatku dia juga yang mengajarkan aku bertarung menggunakan pedang hari-hari kami damai disini saat itu sampai kelima orang itu datang dan mengacaukan segalanya” kata Diana yang mana aura membunuh karena kebenciannya meluap keluar dari tubuhnya.
“Dia dibuang oleh orang tuanya dan juga diincar…., sudah kuduga wanita ini pasti albino demon” pikir Reiga yang melihat kalau Diana menggunakan rambut palsu untuk menutupi rambut putih aslinya.
Ras demon terkanal karena ciri khasnya yang memiliki tanduk dan ekor yang memiliki racun didalam tubuhnya dan juga element kegelapan kuat yang mereka punya, namun dalam khasus tertentu akan terlahir sesosok demon yang mana tidak memiliki energy element kegelapan demon itu akan memiliki tanduk putih dan rambut putih serta sebuah ekor tampa racun, bukan cuman itu saja demon tersebut juga tidak memiliki kecocokan terhadap element api, air, tanah, petir, dan cahaya sehingga banyak dari albino demon dibuang oleh orang tua mereka saat mereka lahir.
Dengan melahap inti energy dari lawannya albino demon akan dapat mencuri sebagian besar kekuatan dari lawan yang dia bunuh dan juga kemungkinan kecil akan mendapatkan skill mereka yang berbasis non element, hal itu membuat para raja dewa dan para pemimpin mahluk mistik ketakutan karena mereka melihat Diablo yang semakin hari semakin kuat, Diablo lalu terus melanjutkan memburu para dewa raja dan mahluk mistik tingkat saint atau dewa sehingga dia menjadi terlalu kuat dan bahkan hampir menguasai alam atas sendirian. Namun peringkat pertama dari 100 raja dewa maju menghadapi dirinya Cronost sang dewa waktu menggunakan kekuatannya untuk menghapus Diablo dari keberadaan dunia, dengan kekuatannya dia membuat Diablo menua sehingga tubuhnya hancur menjadi debu, dan sejak saat itulah para demon mendapatkan peringatan untuk membuang albino demon yang lahir didalam ras mereka.
“Cerita yang sangat menarik, Diablo demon terkuat tidak dapat mengalahkan Cronost tetapi dari yang aku tahu sifat dari Cronost sangat misterius karena dia adalah satu-satunya 100 terkuat dewa tingkat raja yang tidak memiliki wilayah kekuasaan dan hampir tidak menampilkan wujudnya” pikir Reiga yang mendengarkan cerita dari Diana.
“Aku baru mengetahui hal ini pada saat hari dimana kakekku terbunuh, kelima orang itu rupanya adalah para dewa raja yang menempati 100 terkuat dan mereka menginginkan jantungku, lebih tepatnya kekuatan dari jangtung demon albino yang dapat menanggkal semua element” kata Diana.
Seketika mendengar perkataan dari Diana membuat Reiga teringat kembali akan pedangnya White Nightmare yang dapat menetralisir semua serangan energy yang menyerangnya, dari sifat yang ditahu kemiripan keduanya hampir sama dan hal itu membuat Reiga curiga kalau pedangnya sebenarnya dibuat dari jantung iblis albino namun yang dia tidak tahu adalah kenapa bisa pedangny itu dapat jatuh kealam bawa menjadi serpihan pecahan-pecahan kecil.
“Jadi apa hubungannya cerita ini dengan ingin aku menjadi gurumu itu” kata Reiga yang mulai penasaran.
“Eeehh gak ada aku cuman cerita agar membuat suasananya jadi makin bagus aja, dan kalau untuk aku ingin menjadi muridmu itu karena kau kuat dan tehnik pedangmu itu sangat menarik jadi aku putuskan saja langsung mau jadi muridmu” kata Diana yang langsung mengucap semuanya dan menghancurkan suasana serius barusan.
“Yaampun… gadis ini sudah gak bisa ketolong lagi, pikirannya benar-benar sudah rusak parah” pikir Reiga yang merasa akan sangat merepotkan kalau berada didekat Diana.
Dan pada saat Diana sedang mencoba meyakinkan Reiga untuk menjadi gurunya tiba-tiba ratusan perajurit kota langsung mengepung tempat makan tersebut, para prajurit itu juga lalu mengarahkan tombak mereka pada Reiga.
“Hmmm…. Apa-apaan ini” kata Reiga yang mengeluarkan aura gelap yang sangat kuat, saking kuatnya beberapa prajurit kota langsung pingsan dibuatnya.
“T… to… tolong tenangkan diri anda… kami datang kemari atas perintah penguasa utama kota ini, dia meminta anda untuk menemuinya sekarang juga” kata orang yang mewakili para prajurit kota yang mengepung Reiga.
Mengetahui siapa yang memanggil dirinya membuat Reiga langsung menarik kembali auranya tersebut.
“Sialan tidak kusangka salah satu dari 7 dewa iblis akan memanggilku, dan lagi dia adalah dewi yang paling tidak ingin kujumpai” kata Reiga dengan wajah cemas dimukanya, karena dia tahu kalau melawan Lujuria sang dewi iblis nafsu adalah hal yang paling sulit.
Bersambung.........