I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 208 Perang melawan dewa iblis bagian 4



Avatar raksasa milik Lujuria sangatlah cantik walaupun seluruhnya dibuat dari energy berwarna pink yang agung, membuat semua yang melihat terkagum-kagum karena kecantikannya. Melihat perwujudan dari nafsu tersebut membuat tidak hanya laki-laki yang mana tergoda perempuan juga ikut jatuh hati pada perwujudan avatar miliknya, Invidia bahkan terkagum-kagum melihat avatar tersebut dia seakan-akan kehilangan niat bertempur miliknya.


“Ada apa, kau sudah menyerah” kata Lujuria yang mana sedikit demi sedikit mendekati Invidia.


“Menyerah tidak akan” kata Invidia, tombak-tombak tajam mulai muncul dan mengarah kearah Lujuria.


Namun ketika tombak-tombak es tersebut mulai mendekati dirinya, Lujuria cuman berjalan melewatinya tampa terkena serangan sedikitpun serangan Invidia seakan-akan dilancarkan agar tidak bisa mengenai dirinya.


“A… Ap… Apa yang terjadi, aku yakin tadi seranganku bisa mengenainya, kenapa bisa tidak kena sedikitpun” pikir Invidia yang terkejut karena serangannya sama sekali tidak mengenai Lujuria.


“Kau tidak perlu bingung, aku sama sekali tidak melakukan apapun” kata Lujuria, matanya mulai memancarkan energy godaan yang kuat.


“Tidak mungkin lalu bagimana kau bisa, tidak apa yang kau lakukan pada diriku” kata Invidia yang pada akhirnya menyadari tehnik Lujuria.


“Kau akhirnya menyadarinyakah, memang benar serangan tadi akan mengenaiku tetapi tubuhmu bergerak dengan sendirinya dan membuat serangan tadi meleset, aku tidak melakukan apapun semua itu hanya karena kau tidak ingin melukaiku” kata Lujuria.


“Tidak… tidak, pergi-pergi” kata Invidia, pikirannya sudah sepenuhnya dikendalikan oleh Lujuria dan sekarang ini dia tidak akan bisa berani menyerang Lujuria.


Dan ketika Lujuria sudah sangat dekat dengan Invidia, avatar milik Lujuria lalu mendekatkan ujung kuku miliknya dan menyentuh sedikit dari kening Invidia. “Trrriiinggsss….” Dalam sekejap dari kepala sampai seluruh tubuh Invidia telah dipenuhi oleh racun kuat ciptaan Lujuria racun tersebut dengan cepat menyebar dan langsung menghentikan fungsi kerja dari organ tubuh milik Invidia.


“Haaah… akhirnya selesai juga” kata Lujuria yang mana melihat Invidia jatuh mati tak berdaya, setelah itu aura avatar milik Lujuria langsung menghilang bersamaan dengan itu aura dingin dari kekuatan hukum milik Invidia langsung menghilang total tak bersisa.


“Yoo… kerja bagus” kata Codicia yang mana langsung memeriksa tubuh Invidia, dirinya langsung mengambil semua harta benda yang ada ditubuh Invidia dengan senyuman lebar diwajahnya.


“Kau ini bukannya menolongku malah langsung menjarah mayat, ingat itu adalah tubuh mantan rekanmu” kata Lujuria yang mana melihat Codicia dengan tatapan menjijikan.


“Hehehehe… justru aku berbaik hati mau menjaga harta bendanya sekarang ini” kata Codicia yang mana tetap melanjutkan perampasan harta benda milik Invidia.


Dan disaat Codicia sedang mengambil harta benda milik Invidia sebuah aura gelap, dan sebuah jiwa berbentu ular berwarna hitam mulai muncul yang mana berusaha untuk mengambil alih tubuh Codicia.


“Skill Gold power” Codicia lalu melemparkan sebuah koin emas keatas yang mana mengeluarkan cahaya terang dan mengusir jiwa hitam tersebut.


“KKSSAAAAHH….” Mengetahui kalau dirinya tidak bisa mengambil tubuh Codicia, jiwa hitam tersebut langsung masuk kedalam tubuh raksasa bermata lima tersebut, “Krrraaakk… Trrraakk…” suara tulang ditubuh raksasa tersebut mulai terdengar yang mana tubuhnya mulai bertranformasi menjadi bentuk baru. Raksasa itu sekarang menjadi lebih besar dan besarnya mencapai 20 meter selain itu beberapa bagian tubuhnya memunculkan armor es yang mengeluarkan aura iblis.


“Sialan… aku tidak menyangka kalau dia mempunyai trik seperti ini” kata Lujuria, setelah mengeluarkan perwujudan dari kekuatan hukum miliknya dirinya menjadi lemah karena kehilangan banyak tenaga.


“GRRROOAAARR….” Dan raksasa itu lalu mengarahkan tinjunya kearah Lujuria, karena kehabisan tenaga membuat Lujuria tidak bisa bergerak dan terlambat untuk menghindari serangan tersebut. “TRRRAAANGGSS…” namun ada sebuah cahaya putih yang kuat menahan serangan dari raksasa tersebut.


“Akhirnya aku terbebas juga” kata White king yang mana menahan serangan raksasa tersebut menggunakan kepalanya.


“Kelihatannya aku harus turun tangan, padahal dengan orang sebanyak ini aku mengira bisa sedikit santai” kata Tiana.


“Hahahaha… jangan seperti itu Tiana, mereka cuman kurang berpengalaman saja dan lagi sudah cukup lama aku tidak bertarung serius sekarang aku mulai bersemangat” kata White king, melihat sebuah celah dari serangan Tiana dengan kecepatan penuh White king menyeruduk raksasa tersebut “BUUUGGKK… TRRAAAKK… KRRAAK…” terdengar dari suaranya serangan serudukan dari White king membuat tulang ditubuh raksasa tersebut remuk dan setengah rusak.


“Hihihihihi… dasar kuda tua, sudah beberapa lama ini kau hidup tenang tidak kusangka kau masih kuat juga” kata Tiana yang melihat kekuatan dari White king.


“Hahahhaha… ini masih belum cukup, skill white sword : light sword of punishment” sebuah pedang berukuran biasa lalu tercipta dengan cahaya yang muncul dari tiga tanduk kristal milik White king.


“Swwuuussshhh…” dengan kecepatan yang sangat cepat pedang cahaya itu lalu menusuk langsung kearah jantung raksasa tersebut, “Crrraasstt… Krrraaassstt…” dari serangan pedang tersebut darah bermuncratan keluar dari jantung raksasa tersebut. Serangan pedang tersebut mengenai tepat dibagian saraf jantungnya dan membuat darah keluar secara cepat, karena kecepatan regenerasi milik raksasa itu membuat darah yang keluar semakin banyak.


“GRRRAAHHH….” Namun raksasa tersebut dengan cepat menutup lukannya dengan tangannya dan dari tanganya muncul energy es yang mana membekukan luka dari raksasa tersebut.


“Hohohoho…. Pintar juga, aku kira tadi kau hanyalah raksasa jelek tampa otak” kata White king.


“Kalau begitu sekarang giliranku, Chaotic Flame : Karma Cycle” dengan api yang mana lebih kuat dua kali lipat dari sebelumnya, Tiana berputar dan membuat tubuhnya berubah menjadi seperti sebuah roda api berwarna merah darah dan dengan roda api itu dia menghantam raksasa tersebut.


“BUUURRRNNN….” Serangan dari Tiana membakar habis tubuh raksasa tersebut sampai-sampai tidak meninggalkan apapun bahkan abu juga ikut terbakar habis.


“Dengan ini semuanya pasti sudah selesai” kata Tiana yang kembali kewujud manusia miliknya.


“Hmmm… padahal aku kira mahluk itu bisa sedikit menghiburku, ternyata dia cuman mahluk lemah” kata White king.


Dan disaat mereka membalikkan badan mereka jiwa ular hitam milik Invidia lalu muncul dari sisa-sisa pembakaran tersebut, kali ini jiwanya berusaha untuk melarikan diri pergi dari sana. Namun dengan cepat Lujuria menangkap jiwa ular hitam tersebut lalu dengan tangannya dia menghancurkan jiwa tersebut sampai tidak ada yang tersisa sedikitpun.


“Aku harap dengan ini kau puas dengan apa yang kau miliki sekarang saudariku, karena walaupun kau iri dengan orang lain kau tidak sadar kalau orang lain juga iri dengan apa yang kau punya” kata Lujuria yang mana meratapi kematian Invidia.


“Sudahlah ini medan perang jangan pernah tunjukan wajah sedihmu itu, kalau musuh melihatnya kau bisa-bisa dijadikan sasaran bagi mereka beristirahat saja dulu dibelakang biarkan kali ini aku yang urus sisanya” kata Codicia.


Lalu secara tiba-tiba “Buuuggkk…” lima raksasa bermata lima mulai bermunculan dan menghadang pasukan mereka, kelima raksasa tersebut berusaha untuk memangsa pasukan aliansi yang mana masih kelelahan menghadapi Invidia.


“Tampaknya aku harus keluar uang banyak kali ini, Skill gold power : The light of greed” dengan kekuatan lima belas koin emas yang mana ditengahnya terdapat sebuah permata Codicia mengaptifkan skillnya dan membuat koin-koin emas tersebut berubah menjadi cahaya, kekuatan dari cahaya-cahaya tersebut lalu menyembuhkan seluruh pasukan aliansi yang ada.


Bersambung.....


Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote yah. oK...