
Sebuah daratan kosong yang terhalangi bukit disisi depannya dan lautan lepas disisi belakangnya, daratan kosong yang tidak dihuni oleh orang-orang namun menjadi tempat beberapa mahluk mistik untuk bersarang karena tempatnya yang sulit untuk bisa dijangkau oleh orang-orang. Namun kehidupan tenang mahluk mistik akan berakhir sebab kematian akan menuju kesana, berjalan dengan kakinya dengan aura hitamnya yang pekat membuat dirinya semakin ditakuti oleh mereka yang memiliki energy lemah.
Kekuatan kuat yang mendekati wilayah tersebut mulai dirasakan oleh para mahluk hidup yang ada disana, saking takutnya para mahluk mistik tersebut mengigil ketakutan hanya dari merasakan aura milik Reiga dan pada saat mereka melihat sosoknya turun dari gunung mereka melihat sosok gelap yang sangat menakutkan menaiki kuda mati berkaki enam disertai oleh beberapa orang-orang dan hewan yang telah menjadi mayat dibelakangnya.
“Maju bunuh mereka yang tetap tinggal, dan ampuni mereka yang pergi” kata Reiga yang memerintakan seluruh boneka mayat miliknya untuk menyerang sarang mahluk mistik diwilayah miliknya.
Para boneka mayat yang terdiri dari dewa tingkat raja dan mahluk mistik tingkat bawah, raja dan setengah saint lalu menyerang sarang mahluk mistik yang ada disana. Walaupun mereka sudah mendengar perkataan Reiga akan siapa yang pergi akan diampuni oleh dirinya namun masih ada beberapa mahluk mistik tingkat saint yang berusaha menghadapi para pasukan boneka mayat milik Reiga, “Crrrraasstt… Krrraasstt…” mahluk mistik tingkat saint tersebut adalah serigala bewarna emas yang mana pertahanannya sangat kaut sampai beberapa dewa tingkat rajapun tewas saat menghadapi dirinya.
Namun pada saat singa emas tersebut berhadapan dengan ular hijau yang dimodifikasi oleh Reiga, keduanya mulai berhadapan secara seimbang namun singa emas tersebut mulai kewalahan menghadapi boneka mayat ular hijau raksasa tersebut karena racun yang dia miliki membuat dirinya sulit untuk dihadapi oleh singa emas tersebut. Racun ular tersebut memang tidak menembus kulit dari singa emas namun udara yang sangat beracun tersebut mulai masuk kedalam tubuh singa emas dan melemahkan seluruh tubuhnya, dan disaat singa emas mulai kabur pandangannya disaat itulah “Crrraassstt…” boneka mayat ular hijau raksasa mengigit perutnya sampai robek dan menanamkan dan dari taringnya dia menyuntikkan racun yang sangat mematikan.
“Cukup berhenti, tidak perlu dikejar lagi mereka sudah tidak memiliki keinginan untuk bertarung lagi, tidak perlu sampai dihabisi semuanya” kata Reiga yang melihat beberapa mahluk mistik mulai berhamburan pergi.
Mereka ketakutan akan kekuatan Reiga yang kuat membuat mereka kabur meninggalkan sarang mereka, dan disaat semua mahluk mistik disana telah pergi sebuah token berbentuk bulat perungu mulai muncul dihadapan Reiga token tersebut melayang kearah Reiga dan mulai mengenali Reiga sebagai tuannya.
“Ping… ping… ping… selamat pada dewa kematian Reiga karena telah berhasil membersihkan wilayahnya dari para pengganggu” kata pemberitahuan sistem yang muncul didepan Reiga.
“Jadi begitu token ini kemungkinan adalah alat yang digunakan para 100 dewa raja terkuat yang lainnya untuk mengendalikan kota mereka, menarik aku penasaran kekuatan apa yang tersimpan dari token ini” kata Reiga yang lalu mengalirkan energy yang dia punya ketoken yang dia pengang tersebut.
Dan saat Reiga mengalirkan energynya sebuah informasi tentang cara penggunakan token tersebut mulai bermunculan satu demi satu dikepalanya, bagaiakan sebuah komputer yang menerima imformasi baru otak Reiga dipenuhi dengan berbagai mantar formasi untuk pertahanan dan pengaturan yang bertujuan untuk mengatur kotanya menjadi lebih baik.
“Bagus mulai konstruksi kotanya” dalam sekejap dari bawah tanah rumah-rumah dan dan jalanan batubata rata mulai bermunculan satu demi satu, dan juga sebuah tembok besar yang mengelilingin kota itu membentuk sebuah tulisan formasi sihir penghalang yang mana akan menyerang siapa saja yang dianggap musuh bagi Reiga.
“Yaaaay…. Dengan begini kota kita sudah selesai dibuat, sekarang masalahnya adalah bagaimana dengan penduduk kotanya apa kita harus menculik orang-orang agar mereka tinggal disini…??” kata Diana yang mana mengucapkan sebuah ide gila dikepalanya.
“Cara apa??” tanya Diana yang penasaran.
Dan dalam satu bulan lebih kota milik Reiga yang sepi telah dipenuhi oleh beberapa orang, dan banyak juga pedanggang yang berjualan dikotanya semua ini bisa terjadi karena rencana yang dia buat dengan menyebarkan kalau dirinya akan menerima puluhan murid maka banyak petarung tingkat dewa yang ingin mendaftarkan diri mereka, namun untuk bisa menjadi muridnya mereka harus melewati beberapa rintangan yang mana rintangan tersebut ada didalah satu gunung yang berada disekitar kota milik Reiga. Mereka harus memanjat gunung tersebut dan mengambil sebuah bendera yang tertancap disana, namun tidak semudah itu saja mereka juga harus menghadapi beberapa boneka mayat saat naik kegunung tersebut.
Banyak orang yang mencoba tapi sampai sekarang cuman ada 10 orang yang berhasil naik kegunung tersebut dan menjadi murid Reiga, dan karena Reiga hanya membuka pendaftaran untuk menjadi muridnyaa setahun sekali hal itu membuat minat para petarung untuk pergi kesana dan mempelajari medan gunung disana agar mereka dapat dengan mudah menyelesaikan ujian untuk menjadi murid Reiga saat diadakan nantinya.
Ke 10 murid Reiga tersebut mendapatkan arahan dari Reiga disaat hari pertama sementara di hari kedua mereka melatih skill mereka dengan menghadapi Diana yang juga merupakan senior mereka, dari latih tanding itu Reiga dapat menilai bakat dan kemampuan mereka semua setelah Diana dengan mudahnya mengalahkan ke 10 muri itu Reiga lalu memberikan mereka masing-masing sebuah obat untuk memperkuat tubuhnya. Obat itu bewarna hitam pekat dengan bentuknya yang oval seperti capsul membuat mereka agak ragu untuk meminumnya, dan disaat mereka meminum obat tersebut kekuatan mulai mengalir didalam tubuh mereka dan dengan skill milik Reiga yaitu Crazy Docter dia sedikit demi sedikit mengubah bentuk tubuh para muridnya menjadi bentuk yang ideal bagi mereka.
Dan setelah efek obatnya berakhir mereka semua bertambah kuat dan ada yang bahkan naik ketingkatan yang lebih tinggi, hal ini kemudia langsung tersebar keseluruh alam atas dan menjadi pusat perhatian para petarung disaat itu lah para pedagang datang dengan barang dagangan mereka meramaikan kota terbut.
“Bagus tidak sia-sia aku menjumpai mahluk serakah itu, ternyata dia memiliki pengaruh sebesar ini” kata Reiga yang membahas tentang perjumpaannya dengan dewa iblis keserakahan Codicia.
Sebelumnya Reiga juga menjumpai Codicia diwilayahnya dengan mudal nekat dia menawarkan kesepakatan pada Codicia yaitu kesepakatan dimana para pedangang dari sisinya dapat berjualan secara bebas tampa perlu membayar pajak selama 10 tahun, namun dia harus membantu Reiga untuk membagikan informasi tentang Reiga yang menerima murid dan peforma para murid-muridnya tersebut. Dan dari sanalah berita tentang Reiga menyebar sangat cepat bahkan sampai ketelinga dewa air hitam yang selama ini mencari-cari siapa pembunuh muridnya.
“Reiga yah…, tombak penguasa langit itu tidak salah lagi dialah yang telah membunuh muridku dan mencuri harta bendaku” kata dewa air hitam yang mana mempersiapkan pasukannya, dia memutuskan untuk pergi kewilayah milik Reiga.
Sementara itu Reiga sendiri yang sekarang ini sedang duduk didalam mansion miliknya mulai merasakan hawa nafsu membunuh dari jarak puluhan ribu kilo meter.
“Hooo… akhirnya ada juga yang berani datang, tampaknya ini akan menjadi menarik” kata Reiga yang mana sambil mengurus dokumen-dokumen pekerjaannya.
Bersambung.........