
Turnamen beladiri kuil lima pedang adalah sebuah tournament yang diselenggarakan oleh para pengikut dewa pedang Damaskus atas perintah dari dewa mereka, turnamen ini dilakukan setiap 10 tahun sekali yang mana hadiah dari setiap turnamen adalah artefak-artefak langkah yang sangat diinginkan banyak orang. Karena hal itulah yang membuat banyaknya orang yang ingin berkompetisi dalam turnamen ini, terlebih lagi pemenang bukannya cuman mendapatkan hadiah artefak tetapi juga akan diberikan saran tentang beladiri langsung dari dewa pedang itu sendiri.
Karena itu setiap diselenggarakannya turnamen ini pasti akan ada banyak orang-orang dari berbagai benua yang berbondong-bondong mendatangi kota Avalon, baik itu para pejuang yang akan beratarung didalam arena ataupun para bangsawan yang hanya ingin melihat turnamen tersebut. Bukan cuman mahluk entitas bawah yang melihat turnament tersebut para dewa yang merupakan entitas kelas atas juga berbondong-bondong meninggalkan kuil mereka untuk pergi kekuil dewa Damaskus, dan setiap berlangsungnya turnamen itu Damaskus akan membuka pembatas wilayah agar para dewa dapat memasuki wilayah kuilnya.
Dan sekarang ini turnamen akan berlangsung para warga kota Avalon mulai berkusaria karena kedatangan turis dari wilayah lainnya merupakan lading bisnis bagi mereka, setiap jalan di kota tersebut dipenuhi dengan kios penjualan makanan dan sufernir khas kota Avalon tersebut. Dan sekarang ini seorang perempuan muda memakai pakaian tertutup sedang berjalan-jalan dikota tersebut, dengan cepatnya dia mendatangi setiap kios makanan yang ada disana dan dengan santainya memborong setiap makanan yang dia sukai.
“Nyammm.. nyaamm… nyaammm” dia lalu melahap seluruh makanan yang sangat banyak itu dengan cepat dan lahap.
Melihat seorang gadis kecil dengan segunung makanan membuat orang-orang disekitar memperhatikan dirinya, dengan wajah imut dan mata yang hitam pekat para warga disan masih tidak percaya kalau seorang gadis seimut itu bisa memiliki nafsu makan sebesar itu.
“Hmm…hmmm…, makanan disini semuanya sangat enak-enak” kata Nabila yang berjalan sendirian dikota Avalon.
Sebelumnya beberapa menit yang lalu pada saat kelompok pengikut Reiga telah sampai dipelabuhan kota Avalon, ketika mereka sudah berhasil mendarat dikota tersebut Lucy, Nabila, Rael, Rial, Lea, Azazel, Dagan, dan Leon. Berkumpul ditempat untuk membahas rencana mereka selama berada dikota Avalon tersebut.
“Eheem… dengarkan aku semuanya ini cuman akan aku katan satu kali tapi kita harus ingat kalau tujuan kita disini adalah untuk memenangkan turnamen tersebut, jadi aku harap kita bisa focus dan tidak bermalas-malasan dikota ini” kata Lucy.
“Jadi kita sekarang harus langsung pergi mendaftarkan diri” kata sambil melompat-lompat Lea.
“Tidak juga kita tidak perlu terburu-buru, karena kita adalah partisipan dengan mewakili seorang dewa tingkat atas jadi kita bisa santai selama dua hari” kata Lucy.
“Hmmm…, kenapa bisa begitu??” tanya Dagan yang heran.
“Karena turnamen ini sangat banyak diminati jadi banyak orang yang mendaftarkan dirinya, karena itulah akan diadakan babak penyaringan yang mana itu adalah battle royal, dimana didalam satu pertarungan akan diletakan lebih dari seratus orang dalam arena dan yang bertahan akan dipilih masuk kedalam babak yang sebenarnya” kata Lucy.
“Aku mengerti, tapi apa hubungannya dengan kita yang mewakili dewa tingkat atas??” tanya Rial.
“Karena dewa tingkat atas cuman ada beberapa didunia dan juga kekuatan mereka setara dengan dewa penyelenggara turnament ini, dari sanalah Damaskus memberikan perlakuan khusus pada partisipan dewa tingkat atas untuk langsung masuk kebabak yang sebenarnya” kata Lucy.
Dan pada saat Lucy sedang menjelaskan panjang lebar tentang tournament tersebut Nabila dengan santainya pergi seorang diri, dengan langkah kaki yang dia ciptakan sendiri dia dengan gampangnya pergi dari sana tampa diketahui oleh Lucy dan yang lainnya.
“Ok apa ada pertanyaan yang lain, jika tidak ada kita harus segera pergi penginapan aku sudah memasan beberapa kamar untuk kita” kata Lucy.
“Eehmmm… anu” Azazel lalu mengangkat tangannya.
“Ya ada apa??” tanya Lucy.
“Yah ini bukan masalah turnament sih, tapi aku merasa kalau kita kehilangan seseorang disini" kata Azazel yang melihat kalau Nabila sudah tidak ada.
Lucy yang mendengarkan ucapan Azazel langsung kehilangan sebagian besar tenaganya, dia bisa menebak kalau Nabila akan membuat masalah dikarenakan Nabila adalah yang paling muda diantara mereka semua. Tetapi kenyataan kalau Nabila sudah membuat masalah begitu mereka baru beberapa menit mendarat membuatnya sakit kepala.
“Tuan Reiga bagaimana bisa kau tahan dengan kelakuannya” pikir Lucy.
“Hahaha… sebaiknya kita tetap tenang lagi pula kita membicarakan Nabila tidak mungkin akan ada bahaya yang bisa mendatanginyakan” kata Leon yang berusaha menenangkan Lucy.
Mendengar perkataan dari Lucy seketika mereka semua teringat dengan kemampuan mengerikan dari Nabila, terutama Dagan yang jiwanya pernah terluka parah akibat serangan dari Nabila.
“Sekarang dengan segenap kemampuan kalian cari bocah itu dan bawa dia kehadapanku, sebelum ada korban yang berjatuhan” kata Lucy dengan wajah yang serius.
Mendengar perintah dari Lucy mereka langsung bergerak dengan cepat, mereka semua berpencar untuk mencari keberadaan dari Nabila. Lucy, Lea, Rial, Rael, dan Leon pergi ke dalam kota untuk mencari Nabila sementara itu Azazel dan Dagan terbang diangkasa untuk mencari Nabila dari atas langit.
Lalu setelah beberapa menit mencari pada saat yang bersamaan Lucy dan Leon akhirnya melihat Nabila, setelah mengetahui keberadaannya Lucy lalu menyuruh Dagan dan Azazel untuk berkumpul disana. Sesampainya mereka semua disana mereka sudah terlamabat sudah ada korban akibat perbuatan Nabila disana yang membuat banyak kerumunan melihat hal itu, Lucy langsung sakit kepala ketika dia melihat lima orang pria sedang tergeletak dibawah kaki Nabila dan salah satu dari orang itu kepalanya diinjak-injak olehnya.
“K..K..Kau apa yang sudah kau perbuat” kata Lucy yang menjumpai Nabila.
“Ooooh kalian, dari mana aja aku cari-cari gak jumpa, kalian nyasar ya???” kata Nabila dengan wajah polos tidak bersalah ( sambil tetap menginjak kepala orang di kakinya ).
“KAU YANG NYASARRR….” Teriak Lucy dengan penuh emosi.
“Hmmm… kurasa sekarang bukan waktu yang tepat membahas hal itu, maksudku bukannya lebih bagus kita tanya apa yang terjadi” kata Leon sambil menunjuk kebawah kaki Nabila.
“Aaahh…, benar apa yang terjadi kenapa pula kau sampai bisa membunuh orang-orang ini??” tanya Lucy.
“Hmmm… begini ceritanya, tadi pada saat aku sedang berjalan-jalan dan makan jajanan dijalanan mereka berlima lalu datang menghampiriku dan menghalangi jalanku” kata Nabila yang sedang bercerita.
“Lalu salah satu dari pria ini yang terlihat seperti bossnya bilang begini” kata Nabila yang sedang bercerita.
“Adek manis kok sedirian aja mau om-om temenin gak” kata pria tersebut yang kepalanya sekarang ini sedang diinjak oleh Nabila.
“Dan lalu karena muka mereka menjijikkan jadi aku menolaknya, namun mereka bersikeras dan memegang tanganku sampai makananku jatuh semua, jadi aku marah dan menghajar mereka” Kata Nabila yang merasa bangga dengan perbuatannya.
“Oooh…. Jadi mereka semua ini pedo ya, tapi itu bukan artinya kau bisa menghabisi orang-orang seenaknya” kata Lucy.
“Eeeh.., aku gak bunuh kok kan aku bilang cuman menghajar aja, selain patah tulang aku juga udah patahin kelamin mereka semua jadi mereka gak bisa berbuat macam-macam lagi” kata Nabila dengan wajah bangga.
Mendengar ceritanya barusan Azazel, Leon, Dagan, dan Rial langsung ngilu dibuatnya, mereka juga sudah menetapkan dipiran mereka kalau mereka tidak akan mencam-macam dengan Nabila.
“Kerja bagus, sekarang ayo kita ke penginapan” kata Lucy yang memuji tindakan Nabila ( jangan ditiru ).
Sementara itu didalam colosseum sudah dimulai tournament tersebut yang mana sudah ada 100 lebih peserta didalam arena yang ditemana 10 binatang mistik buas yang membuat penonton semakin histeris, dan lalu diatas arena telah berkumpul puluhan dewa yang menonton acara tersebut dan ditengah-tengah para dewa itu yang menjadi pusat perhatian adalah dua orang dewa. Yang pertama penyelenggara turnamen sang dewa pedang Damaskus dan kedua sang pedatang baru diantara para dewa yang naik ketingkat tinggi dengan kurun waktu 12 tahun Reiga, keduanya menjadi pusat perhatian para dewa dan juga keduanya memperhatikan satu sama lain aura yang mereka keluarkan sangat tenang namun menyimpan keinginan untuk bertarung satu sama lain mereka berdua sama-sama ingin tahu siapa yang lebih kuat diantara mereka berdua.
Bersambung…………..
Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok....