I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 235 Monster raksasa merah VS penguasa surga gelap bagian 3



Mahluk pelahap darah adalah mahluk yang misterius dan asing didalam dunia Erras, eksistensi mereka merupakan sebuah bencana bagi para mahluk hidup bagi seluruh kehidupan didalam planet Erras, bukan cuman rakus dan jumlah mereka yang dapat bertambah banyak tetapi kekuatan dan daya tahan mereka yang sangat kuat juga merupakan lawan yang sangat sulit bagi para dewa-dewa dialam dunia Erras. Karena hal itulah Azazel sekarang ini berada dalam situasi yang gawat saat ini karena dia tidak mengetahui kekuatan daya tahan dari para mahluk pelahap darah tersebut.


“Krrieekk.. kekeke…” ketawa mahluk pelahap darah yang mana tertawa melihat Azazel terluka parah karena serangannya.


Karena dia berhasil selamat dari serangan skill Azazel mahluk pelahap darah itu memakan mayat-mayat dari rekan-rekannya yang tewas, “Crrasst… Crrauugkss… Crrauugkss… Crrauugkss… Glluppss…” dia memakan mereka yang tewas dan meninggalkan yang masih hidup “Sssshhh…” dengan memakan daging rekan-rekannya mahluk pelahap darah itu kemudian sembuh dari setiap luka dari skill kegelapan milik Azazel dia juga semakin besar menjadi sesosok monster berukuran 5 meter.


“Buuusshhtt….” Mahluk pelahap darah yang mana mirib dengan rusa bertanduk tersebut lalu melompat kearah belakang Azazel, dia kemudia menaiki tubuh dari mahluk pelahap darah raksasa katak tersebut dan hal yang membuat Azazel terkejut ketika dia melihat kalau mahluk pelahap darah itu membunuh dirinya sendiri “Crrasstt… Krrasstt… Trraasst…” dia menusuk tubuhnya menggunakan tanduk yang dia punya, “Trraaass…. Trriiikk…” darahnya kemudian bercucuran dan menetes ketubuh mahluk pelahap darah raksasa itu. “Brrraakkss…. Krraaakktt…” mahluk pelahap darah raksasa katak tersebut lalu bangkit kembali, setelah menerima darah dari rekannya yang lebih kecil luka-luka dari tebasan pedang milik Azazel pulih dalam sekejap, “Boomssh…” dia lalu berdiri kembali dengan kedua kakinya setelah itu dia memegang mayat rekan pelahap darahnya yang mana lemas karena kehabisan darah.


“Crraauukksstt…. Glluuppss…” dia lalu memasukannya keadalam mulutnya dan melahap bulat-bulat rekan mahluk pelahap darahnya itu, Azazel yang melihat hal itu berusaha untuk mengembalikan stamina miliknya energy gelap mulai berkumpul kembali kedalam tubuhnya sedikit demi sedikit dirinya mulai bisa mengembalikan energy miliknya. Tetapi saat Azazel berusaha mengumpulkan energy miliknya mahluk pelahap darah raksasa katak tersebut mulai merasakan energy gelap yang mana mulai semakin kuat disekitarnya, dia lalu melihat kearah Azazel dan mulai merasakan energy gelap yang kuat didalam tubuh Azazel.


“Slluussrrpp…” hal itu lalu membuat mahluk pelahap darah raksasa itu semakin bernafsu untuk melahap Azazel, dia kemudian  mengambil tangan kirinya yang putus “Trraakk… Ssshhh…” dan dengan energy hukum darah monster dia menyambungkanya kembali seperti sedia kala. Lalu dia berjalan perlahan-lahan menuju arah Azazel “Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh…” tidak berdaya karena kehabisan tenaga Azazel cuman berdiam diri karena tubuhnya kaku kehabisan energy yang ada didalam tubuhnya.


“Gehehehe… sekarang mari kita lahap makanan utamanya” kata mahluk pelahap darah raksasa katak tersebut, dengan tangannya yang memiliki selaput lendir dirinya berusaha untuk memegang Azazel tetapi, “Crraasstt… Crraasstt… Crraasstt…” serangan dari puluhan tombak berterbangan dari para pengikut Azazel.


Mereka menggunakan skill milik mereka untuk menyerang mahluk pelahap darah raksasa itu agar dirinya menjauhi Azazel, “Grrr…” marah karena waktu makannya diganggu mahluk pelahap darah raksasa katak itu lalu mengganti incarannya dan mulai pergi kearah kuil Azazel, “Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh…” raksasa pelahap darah itu lalu mendekati kuil Azazel dan saat dia sudah sangat dekat para pengikut Azazel mulai ketakutan karena baru menyadari kalau mahluk itu sangat menakutkan dan sangat besar.


“Sialan dia besar sekali, apa kita bisa menghadapi mahluk sebesar ini, percuma bahkan dewa Azazel saja tidak bisa mengalahkannya” kata para pengikut Azazel yang mulai putus asa ketika melihat sosok pelahap darah raksasa katak tersebut.


“Kekekeke…. Matilah kalian mahluk-mahluk bersayap” kata pelahap darah raksasa katak tersebut, “Booommssshh…” dengan tangan kirinya dia berusaha untuk memukul pelindung dari kuil Azazel tersebut tetapi dia sama sekali tidak dapat menggores pelindung itu.


“Hahahha… kita selamat, iya dia tidak bisa menembus formasi pelindung kuil kita” kata para prajurit satans pengikut Azazal.


“Hmm… lumayan juga…” kata pelahap darah raksasa katak tersebut, dia lalu mengalirkan hukum darah monster miliknya kedalam pedangnya dan melapisi lalu mempertajam pedang miliknya.


“Srraannggss… Trraannggss….” Dan dengan pedang miliknya dia menebas formasi pelindung tersebut, “Trraannggss… Trraannggss… Trraannggss…” pelahap darah raksasa katak tersebut semakin liar menebas formasi pelindung kuil Azazel. “Krraakk… Trraakkss…” formasi pelindung milik kuil Azazel.


“Sialan bagaimana ini, kita akan mati” kata para prajurit satans pengikut Azazel.


“Srraasstt… Buurrnn…” kemudian ada api hitam yang mana membakar pelahap darah raksasa katak tersebut, api hitam itu membuat pelahap darah raksasa kata itu mundur karena kesakitan terbakar oleh api tersebut.


“Gehehehe… mahluk kecil kita bertemu lagi, bagaimana keadaan temanmu yang satu lagi itu” kata pelahap darah raksasa katak tersebut.


Mendengar perkataannya tersebut Uriel lalu terpancing emosinya dan langsung maju menyerang pelahap darah raksasa katak tersebut, namun hal itu merupakan pancingan oleh pelahap darah raksasa katak tersebut dan dengan sigap menggunakan pedangnya yang besar dirinya “Srraanggss….” Dia berusaha untuk menyerang Uriel “Wusshh…” tetapi walaupun begitu Uriel yang mana memiliki kecepatan terbang yang sangat cepat dapat menghindari serangan pedangnya. “Srraasstt…” Uriel lalu menebas tubuh pelahap darah raksasa katak tersebut dan dari tebasannya api hitam muncul membakar luka-luka dari pelahap darah raksasa itu.


“Gaaahh… sialan” kata pelahap darah raksasa tersebut, dan pelahap darah raksasa itu lalu mengumpulkan energy hukum darah monster didalam perutnya kemudian “Crrraastt…” semburan racun merah yang beracun keluar dari mulut pelahap darah raksasa tersebut.


“Skill Dark Flame : Dark Fire Fortress” dengan menggunakan api hitam miliknya dia membentuk sebuah pelindung besar yang membakar hampir semua cairan racun merah dari pelahap darah raksasa tersebut.


“Ttssshh…” namun karena perbedaan kekuatan mereka beberapa cairan racun darah merah berhasil menembus skill milik Uriel dan menetes mengenai lengan Uriel.


“Khhh….” Uriel yang mana merasa kesakitan karena cairan merah beracun tersebut langsung melemah dan perlahan-lahan jatuh ketanah.


“Gehehahaha…. Rasakan itu, kau sekarang akan mati kesakitan karena racun miliku” kata pelahap darah raksasa katak tersebut.


“Buusssshhh…. Wuussshhh…” melihat temannya yang mana terkena racun, Metraton yang mana merupakan satans tercepat langsung terbang menyelamatkan dirinya.


“Buuugggkkk….” Namun melihat hal itu pelahap darah raksasa katak tersebut lalu langsung menyerang menggunakan pedang miliknya, dia ingin menebas kedua satans tersebut dengan sekali tebasan.


“Crrrraaanggss… Krraaanggss…” namun sebuah bayangan hitam yang mana dengan cepat menebas dan juga menghancurkan pedang pelahap darah raksasa itu muncul entah dari mana, bayangan asing tersebut lalu pergi menuju arah Azazel yang mana sedang kelelahan.


“Hahaha… ternyata kau…” kata Azazel yang melihat wajah dari sesosok bayangan hitam tersebut.


“GRRRR…. SIAPA KAU SIALAN….” Kata pelahap darah raksasa katak tersebut yang mana kesal dengan bayangan hitam tersebut.


Bersambung…….


Berikan dukungan kalian semua dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote yah, jika kalian menyukai cerita yang ada didalam novel ini, agar penulis semakin bersemangat dan semakin rajin Updatenya OK......