
Lucy yang mana telah berhasil menyelamatkan negara matahari hitam dirinya langsung pergi membawa raksasa Jotuun, dengan menggunakan sebuah syal putih transparan yang mana menutupi seluruh tubuh raksasa Jotuun tersebut dan dengan mengalirkan energy kedalam syal tersebut tubuh besar raksasa Jotuun yang mana memiliki tinggi 30 meter langsung hilang bagaikan sebuah ilusi. Para prajurit dari negeri matahari hitam yang melihat hal tersebut merasa kagum pada Lucy yang mana bukan hanya cantik tetapi juga sangat kuat, dan hal itu menambahkan kekuatan keyakinan milik Lucy dan membuatnya semakin kuat.
Sementara itu disisi lain sudah banyak dewa-dewi netral yang mati terbunuh karena kuil-kuil mereka diserang dan dihancurkan oleh para mahluk pelahap darah yang berjumlah ribuan, para pelahap darah yang mana telah melahap banyak mahluk hidup langsung kembali kedalam celah dimensi. Didalam celah dimensi para pelahap darah yang mana telah dipenuhi oleh energy langsung diubah menjadi gumpalan jantung dan menjadi makanan dari mahluk aneh naga tampa kepala tersebut, mereka membnuh dan memakan para mahluk-mahluk lainnya dan menjadi nutrisi bagi mahluk tersebut.
“Belum cukup… masih belum cukup… aku perlu energy lebih banyak lagi” kata mahluk aneh naga tampa kepala tersebut, semakin banyak dia makan semakin kuat dirinya pula dan semakin rusak jugalah celah dimensi yang mengurung dirinya.
Ditempat lain Azazel yang melihat para pengikutnya dibantai oleh pelahap darah raksasa yang mana dengan tinjunya menghancurkan dan membuat para satans jatuh karena energy hukum darah monster miliknya, tidak bisa tahan melihat kalau para pengikutnya terbantai Azazel langsung menerjang pelahap darah tersebut. “Wuusshh…” dengan cepat Azazel langsung mengarahkan pisau hitam miliknya untuk menebas pelahap darah raksasa tersebut “Crrrassstt… Srraasstt…” tetapi dengan tangan kananya dia menangkis serangan tebasan dari Azazel tersebut.
“Kehehehehe…. Kena kau mahluk terbang bodoh” kata pelahap darah raksasa katak tersebut, dengan pedang miliknya dia melakukan tebasan cepat kearah Azazel.
“Trraannggss…” Azazel yang mana berusaha menangkis serangan dari pelahap darah raksasa katak tersebut jatuh karena tidak bisa menahan serangan kuat itu.
“MATI KAU….” teriak pelahap darah raksasa katak tersebut, dia mengarahkan serangan tusukan kearah Azazel yang mana telah jatuh tak beradaya.
“Skill Blood Armor : Titan Blood Knife” dengan skill milik Raiya dia menciptakan pisau darah raksasa yang mana memiliki panjang 15 meter dan lebar 4 meter, dan dengan pisau merah besar tersebut Raiya melemparkannya kearah pelahap darah raksasa katak tersebut.
“Trrraaakkkssss……” dengan pedang miliknya pelahap darah raksasa katak tersebut menangkis lemparan pisau raksasa tersebut.
“RRROOOAARRR…..” pelahap darah raksasa itu lalu marah besar dengan Raiya, dia lalu mengalirkan energy hukum darah monster kesuluruh tubuh miliknya dan memperkuat setiap otot-otot yang diapunya.
“Buusshh…” dengan satu gerakan cepat pelahap darah raksasa katak tersebut langsung berada didepan Raiya, dia lalu memegang pedang miliknya dengan kedua tangannya dan mengangkatnya keatas.
“Sialan skill Shadow Drive” Raiya yang mana merasakan bahaya langsung berusaha untuk menghindar dengan cara menyelam kedalam bayangan menggunakan skill miliknya.
“TRRAAAANNGGGSSS….” Dan sebelum tubuh Raiya sepenuhnya masuk kedalam bayangan pelahap darah raksasa tersebut langsung memberikan sebuah tebasan vertikal kuat, “BOOMMSSHH…” dengan satu tebasan darinya tanah disana hancur berantakan dan Raiya terlempar keluar dari bayangannya dan mendapatkan luka-luka berat dari serangan tebasan tersebut.
“Aaaaaakkkggghhh…… sialan energy aneh itu membatalkan skill miliku” pikir Raiya yang berusaha untuk menahan sakit, “Buuggkkhhtt…” dengan menggunakan ekor miliknya dia dapat mendarat dengan selamat.
“Wuussshh…” Azazel yang mana melihat Raiya terluka parah langsung pergi untuk menghampiri dirinya, dia lalu mengeluarkan sebuah botol obat dengan cairan merah terang dari penyimpanan miliknya.
Dengan menahan rasa sakitnya Raiya langsung meminum seluruh obat tersebut dan seluruh sel-sel dari darah ghoul miliknya langsung bekerja dengan cepat, tulang-tulangnya yang patah mulai menyambung kembali sedangkan luka-luka ditubuhnya mulai berhenti mengalirkan darah bahkan mulai menutup.
“Haaah-haah… aku lengah tidak kusangka dia memiliki kemampuan untuk menghentikan skill miliku” kata Raiya yang mana masih kelelahan.
“Booms… booms… booms….” Pelahap darah raksasa itu lalu berjalan dan mendekati mereka berdua, dia kemudian tersenyum dengan ekspresi wajah yang menyeramkan sambil melihat kedu dewa tersebut tidak beradaya dibawahnya.
Dia kemudian mengangkat tangan kanan miliknya yang mana memegang pedang dan ingin mengakhiri mereka berdua, “Ngiiiiinggss…” namun pelahap darah raksasa itu melihat kebelakang karena mendengar suara dengungan, “Ngiiiiinggss…” dan dari belakang dirinya dengan cepat terbang sesosok mahluk. Melihat hal itu pelahap darah raksasa katak itu lalu mengumpulkan energy hukum darah monster yang diapunya kepusat perutnya, “Brrruusshh…” dia lalu menembakkan peluruh aira merah yang beracun kearah mahluk terbang tersebut, “Ngiiinnggss… Ngiiinnggss… Ngiiinnggss…” namun dengan cepat sosok itu menghidari setiap pelurua air beracun yang ditembakann.
Dan sesampainya dia sudah berada didepan wajah pelahap darah raksasa katak tersebut, ternyata sosok yang terbang itu adalah Nabila yang mana menggunakan kemapuanya untuk berubah wujud dan memunculkan sayap capung dipunggungnya. Menggunakan kemampuan berubah bentuk yang diamiliki Nabila mengubah kedua tangannya menjadi lebih keras dari pada berlian dan dengan kedua tangannya dia “Buuggsshh…. Buuggsshh…. Buuggsshh….” Memukuli pelahap darah raksasa katak tersebut, pukulan-pukulan kuat yang dilancarkan Nabila membuat beberapa sisik merah miliki pelahap darah raksasa katak tersebut mulai berjatuhan dan nampak sangat jelas kalau dari pukulan Nabila mengandung energy kegelapan yang mendominasi, energy gelap tersebut mulai menghapus kekuatan hukum darah monster yang dimiliki pelahap darah raksasa katak itu.
“Krriiiieekkk…” melihat dirinya yang mana tidak bisa melawan Nabila, pelahap darah raksasa tersebut lalu memanggil bantuan dari para pelahap darah yang kecil lainnya.
Pelahap-pelahap darah lainnya yang mana berukuran 5-7 meter tersebut lalu melompat-lompat kearah Nabila, mereka berusaha menyerang Nabila menggunakan racun yang mereka punya. Dan ada beberapa dari mereka yang mana mengeluarkan tanduk dari kepala mereka dan menembakkannya kearah Nabila, meraksa terganggu karena para pelahap darah tersebut Nabila lalu memanggil para mahluk mistik peliharaan miliknya.
“ROOAARR… ROOAARR….” Para mahluk mistik dari berbagai jenis lalu muncul dari gelang yang dia miliki dan mereka semua menyerang para mahluk pelahap darah yang mana berusaha menyerang Nabila.
Tetapi pada saat Nabila mengeluarkan para mahluk mistik yang diapunya disaat itulah pelahap darah raksasa katak tersebut mengambil kesempatan untuk menyerangnya, “Buuugghh….” Dengan tangan kirinya dia memukul Nabila seperti memukul serangga. “Buuusshh…. Boooommsshh…” Nabila yang terhempas jauh dari sana langsung memberikan kesempatan bagi pelahap darah raksasa tersebut untuk kabur, dan Nabila yang kesal ketika melihat lawannya kabur dari pertarungan langsung menggunakan semua energy kegelapan yang diapunya dan dengan kemampuan khusus miliknya dia menciptakan ekor yang mana memiliki jarum bisa diujungnya, dan dengan jarum beracun tersebut “Buusshhh…. Crrraasstt…” Nabila lalu menembakkannya kearah pelahap darah raksasa itu dan tepat sasaran mengenai bagia belakang jantung pelahap darah raksasa itu.
“KRRIEEEKKK….” Pelahap darah raksasa katak tersebut lalu menjerit kesakitan karena serangan jarum beracun Nabila, sebuah kandungan racun yang sangat kuat disuntikan kedalam racun tersebut yang mana terbuat dari energy kegelapan murni. “Buusshh…” Nabila lalu melompat dan ingin menghabisi mahluk pelahap darah tersebut.
“Jarig agung, jari keenam : tinju penghancur” Nabila yang mengumpulkan kekuatannya ditinju miliknya lalu ingin memukul punggung dari pelahap darah raksasa katak tersebut.
“Krraakk… trraaangss…” namun sebuah retakan dimensi muncul dan “Wuusshh…” membawa masuk pelahap darah raksasa katak tersebut, “Booomsshh…” Nabila yang mana sudah menyiapkan tehniknya langsung mencoba untuk menyerangnya tetapi dia terlambat dan berakhira menyerang tanah kosong.
“Cih… dia larikah” kata Nabila yang merasa kesal mengetahui lawannya kabur melarikan diri darinya.
Bersambung….