
Puluhan mahluk pelahap darah memakan semua yang mereka lihat dihadapan mereka, baik itu hewan, serangga, orang, atapun mahluk mistik semuanya mereka lahap tampa meninggalkan sisa sedikitpun. Seluruh mahluk yang bergerak akan menjadi makanan bagi mereka dan sekarang ini kuil agung dewa Azazel yang mana memegang nama dewa suga gelap sedang menjadi incaran dari para pelahap darah tersebut, mereka beramai-ramai menuju kuil miliknya dengan kecepatan yang tinggi.
Dan begitu mereka telah keluar dari hutan mereka melihat sebuah cahaya dan dinding hitam yang pekat, didalam sana terasa hawa dari energy hitam yang sangat kuat dan para pelahap darah yang merasakan hawa tersebut langsung dengan cepat menerjang ketempat tersebut. Dengan mulut mereka dan indra perasa milik mereka yang kuat para pelahap darah mulai melaju dengan cepat kearah tempat tersebut, mereka tergoda dengan sebuah sumber energy kuat yang ada ditempat tersebut dan begitu mereka telah sampai didepan gerbang kuil Azazel, “Buusskkk…” salah satu dari mereka yang mana berbentu tubuh seperti gorila dengan kepala serigala memukul gerbang tempat itu dengan kuatnya.
Namun gerbang kota yang mana telah diperkuat tidak bisa mereka tembus begitu saja, “Buusskk… Buusskk… Buusskk… Daarrrkk…” para mahluk pelahap darah tersebut beramai-ramai meyerang dari berbagai arah namun mereka tidak bisa merusak gerbang kuil milik Azazel.
“Seperti yang dewa Azazel katakan mereka telah datang” kata Metatron yang mana melihat dari atas langit, dirinya terbang bersama beberapa orang yang juga merupakan ras Satans.
“Hmmm…. Haruskah aku bakar mereka dengan api gelapku” kata Uriel satans wanita yang mana memiliki lima pasang sayap dipunggungnya.
“Jangan dulu kita habiskan saja energy mereka, dan jika gerbang itu tidak bisa menahannya maka kita serang mahluk-mahluk itu dengan satu formasi besar” kata Mickael, dia adalah Satans dengan 3 pasang sayap dipunggungnya.
“Begituya rencana yang bagus juga, ka tahu semakin aku lihat semakin jijik ketika aku melihat mereka semua” kata Uriel, dengan pedangnya yang mana dibalut dengan api hitam dia ingin menebas para pelahap darah tersebut karena jijik dengan bentuk tubuh mereka.
Namun ketika para pelahap darah merasakan ada aura gelap dari atas mereka, “Crriieekk… Criiieekk… Criiieekk…” salah satu dari pelahap darah tersebut yang mana memiliki tubuh kelinci raksasa dengan lima tanduk dikepalanya.
“Buummsshh…” dan dengan sebuah lompatan kuat mahluk pelahap darah tersebut melompat kearah para satans yang melihat mereka dari atas, “Wuuussshhh….” Mahluk pelahap darah yang mana berbentuk kelinci tersebut lalu melayang didepan mereka bertiga. Melihat mahluk pelahap darah tersebut yang mana muncul secara tiba-tiba didepannya ketiga satans itu terkejut karena kemunculannya, “Bruussstt…” mahluk pelahap darah itu lalu menyemburkan cairan berwarna merah gelap kearah mereka bertiga.
“Cih… menjijikan, Skill Dark controller : Dark Flame” Uriel yang mana mengetahui kalau cairan yang dikeluarkan oleh mahluk tersebut sangatlah berbahaya, langsung membakar cairan itu menggunakan pedangnya, dia melapisi pedangnya dengan api hitam yang mana berasal dari element kegelapan yang sangat kuat dan menebas cairan tersebut sampai menguap dengan cepat.
“Criieekk… Criieekk… Criieekk…” mahluk pelahap darah itu lalu berteriak karena kesal serangannya tidak berhasil melukai mereka bertiga.
“Buugghhhkk…” Mickael yang mana melihat kalau mahluk pelahap darah tersebut tidak bisa terbang mengambil kesempatan tersebut “Buugghhkkk… Buugghhkkk…” dia menerjang mahluk itu dan memberikannya beberapa pukulan kuat “BUGGHHKK… BOOMMSSHH….” Dan dengan sebuah tendangan yang kuat Mickael menendang jatuh mahluk pelahap darah tersebut. Tetapi ketika melihat kembali didaratan mahluk pelahap darah itu tidak mati walaupun dirinya sekarat karena serangan dari Mickael tetapi mahluk pelahap darah itu berusaha berdiri kembali dan bersiap untuk melompat lagi.
“Mahluk ini kuat juga, tanganku kesemutan memukulnya” kata Mickael yang merasakan sakit ditangannya setelah memukul mahluk pelahap darah barusan.
Sisik-sisik merah kehitaman yang mana dimiliki oleh mahluk pelahap darah tersebut memiliki kekuatan untuk menetralisir sebagian besar serangan, dan dengan kekuatan penyembuhan yang luar biasa dari kekuatan hukum darah monster para mahluk pelahap darah dapat sembuh dari luka apapun selama otak dan jatung mereka tidak terluka.
“Kelihatannya kita meremehkan mereka, lihat mereka telah mengganti target mereka semua dan sedang bersiap untuk menyerang kita” kata Metraton.
“Jadi harus bagaimana sekarang, panggil dewa Azazel ??” tanya Uriel.
“Tidak perlu ayo kembali kerencana awal saja, hanya saja kita buat sebuah formasi yang lebih kuat untuk membunuh mereka semua” kata Mickael.
“Wuuusshh… Wuuusshh… Wuuusshh…” ketiganya lalu mengambil posisi masing-masing, mereka membentuk sebuah segitiga dan dengan sayap mereka partikel-partikel kegelapan mulai muncul dengan menggunakan skill pollute wings. Skill yang mereka gunaka itu lalu dikendalikan dan membentuk sebuah kurungan gelap segitiga, “Buuukkssss….” Dan dengan cepatnya kurungan itu lalu terjatuh dan menahan semua mahluk pelahap darah yang ada didepan mereka.
“Formasi segitiga pembunuh diaktifkan” kata Metraton, dengan menggunakan sayapnya dia memperkuat kurungan tersebut dan menambah energy gelap didalamnya
“Aktifkan…” kata Uriel, dengan pedangnya dia menciptakan api gelap yang mana membentuk lima pedang hitam pekat.
“Trriinnggss…. Aktifkan” kata Mickael, dengan menggunakan sarung tinju miliknya yang mana merupakan sebuah artefak dirinya berusaha memperkuat pedang hitam milik Uriel.
Kelima pedang hitam itu lalu berubah bentuk menjadi lima kesatria berzirah gelap yang mana terbentuk dari aura kegelapan, “Srriiinggss… Srriiinggss… Srriiinggss… Srriiinggss…” lalu kelimanya mengeluarkan pedang mereka, “Wuusshh… Wuusshh… Wuusshh… Wuusshh…” dan dengan cepat menerjang kedalam formasi tersebut. Didalam formasi itu “Crraasstt… Crraasstt…” terdengan suara pedang yang mana sedang menebas “Crraasstt… Crraasstt…” suaranya sangatlah kuat sampai-sampai bisa didengar dari luar “KRRIIIEEKK…” namun tidak terlihat apapun dari dalam kurungan segitiga kegelapan tersebut yang ada hanyalah suara pembantaian yang dilakukan ketiga satans tersebut.
Segitiga pembunuh adalah suatu formasi yang mana diciptakan menggunakan kekuatan alami element kegelapan, yang mana jika ada mahluk hidup yang terperangkap didalamnya maka mereka akan kemampuan dari kelima indra milik mereka dan dengan bantuan dari lima kesatria hitam yang dibuat dari aura kegelapan mahluk-mahluk pelahap darah yang terkurung didalam sana akan dibantai oleh mereka, tampa bisa melakukan apapun dan hanya bisa bertanya-tanya siapa yang membunuh mereka.
“Dengan ini mereka pasti sudah dipastikan mati” kata Mickael, dia lalu menurunkan penjagaannya dan tampa perintah dari Metraton mendekati formasi segitiga pembunuh tersebut.
“Jangan gegabah Mickael, kita belum tahu mereka sudah mati apa belum” kata Metraton.
“Hahaha… kau terlalu serius, bagaimana mungkin ada yang bisa selamat dari formasi kita” kata Mickael, lalu tiba-tiba “Trraanngss…. Crrraasstt…” sesosok mahluk pelahap darah yang mana berbentuk katak dengan sayap kelelawar keluar dari dalam formasi tersebut, dia berhasil keluar setelah memakan rekan-rekannya sendiri dan menjadi lebih kuat lagi.
Setelah menembus tubuh Mickael “Buusshh…” katak itu lalu berusaha untuk pergi namun.
“JANGAN HARAP KAU BISA LARI” kata Uriel, dengan pedangnya dia berusaha menebas mahluk pelahap darah tersebut “Trrraannggss…” namun kulit katak tersebut telah menjadi lebih kuat dari sebelumnya sehingga bisa menangkis serangan dari Uriel.
“Trrsss…” walaupun begitu api hitam milik Uriel tetap bisa melukai tubuh katak tersebut, dan dengan cepat “Buusshh…” mahluk pelahap darah itu melompat lari kedalam hutan setelah berhasil menghindari serangan-serangan dari Uriel.
“Sialan jangan kabur” kata Uriel yang mana ingin mengejar mahluk pelahap darah tersebut.
“Uriel jangan kejar dirinya” kata Metraton, diriny sudah membawa Mickael dan terbang kembali kedalam kuil Azazel.
Uriel yang mengerti maksud dari Metraton langsung terbang kembali bersama dirinya, namun api amarah dimatanya masilah belum padam dan berikutnya dia ingin menuntaskan seluruh mahluk-mahluk tersebut.
Bersambung……