
Pada saat itu tanah bergetar gunung-gunung mulai bergerak dan suara-suara berisik seperti guntur yang turun dari langit mulai terdengar, semua itu disebabkan oleh satu hal yaitu latihan tanding antara dewi gila yang memiliki kekuatan menghancurkan dan raksasa terkuat yang mana sedang belakar tehnik bela diri. Satu minggu setelah mereka berdua tengah beradu pukulan raksasa Jotuun mulai dapat membaca setiap serangan dari Lucy, bahkan dirinya sekarang sudah bisa menghindari beberapa serangan milik Lucy dan memberikan sebuah serangan balasan padanya.
“Hmm… perkembangannya cukup cepat juga” kata Lucy yang mana sedang menikmati melatih raksasa Jotuun.
“Buusshh… Buusshh… Buusshh…” bagaikan seorang petinju raksasa Jotuun melancarkan serangan pukulan cepat kearah Lucy, “Wuusshh…” namun Lucy yang terbang dapat menghindari setiap serangan pukulan dari raksasa Jotuun tersebut.
“Rrrr….” Raksasa Jotuun yang melihat kalau pukulan cepatnya tidak berpengaruh lalu mulai merencanakan sesuatu, “Boomssh…” dia melompat kearah belang dan lalu “Swwwuusshh….” Menggunakan kaki kanannya untuk memberikan serangan tendangan berputar yang kuat, “Wrruussshh…” tendangannya sangat kuat sampai-sampai hutan yang ada dibawahnya ikut tertarik oleh anginnya. Lucy yang mana juga ikut tertarik oleh angin serangan tendangan kakinya tidak bisa menghidar “Buuusskkk…” dia lalu menerima serangannya tendangan kaki, “Wuuuusshhh…” Lucy lalu terhempas sangat jauh sampai kearah gunung “Booommsshh…” di gunung itu dia lalu berdiri dan untuk pertama kalinya serangan dari raksasa Jotuun memberikannya sebuah luka.
“Uuhhuukkk…., lumayan juga kau bisa meningkat sebanyak ini hanya dalam waktu satu minggu” kata Lucy yang mana mengeluarkan batuk darah dari mulutnya.
“Raaaahhh.. Haa-haa-haa…” terika raksasa Jotuun yang mana merasa senang, dirinya sudah satu minggu melawan Lucy tetapi baru kali ini serangannya berdampak pada Lucy dan hal itu membuatnya sangat senang karena dia tahu itu artinya dirinya sudah bertambah kuat.
Dan kembali kemasa sekarang raksasa Jotuun yang mana sekarang ini sedang melawan pelahap darah raksasa berarmor, dirinya sekarang sedang diunggulkan walaupun dia melawan musuhnya dengan tangan kosong “Buuskk… Buuskk… Buuskk…” tangan besi miliknya membuat armor raksasa pelahap darah tersebut mulai rusak. “Srrrassshh….” Sementara itu raksasa pelahap darah berarmor yang mana berusaha untuk menebas raksasa Jotuun sama sekali tidak bisa memberikan luka para padanya, raksasa Jotuun selalu dapat menghindar ataupun menangkis setiap tebasan dari pelahap darah raksasa berarmor dan hal itu membuat dirinya menerima luka kecil untuk menghindari luka fatal.
“Ssssshhhh….” Luka-luka dari kedua raksasa yang saling berhadapan tersebut lalu pelahan-lahan mulai sembuh, akan tetapi raksasa Jotuun yang mana tidak mendapatkan luka serius sembuh lebih cepat dari para pelahap darah raksasa berarmor, “Boomsshh…” dirinya lalu melompat sedikit kebelakang sambil menggunakan kaki kirinya untuk memberikan tendangan lurus yang kuat “BUUSSSKKK…” karena tendangan tersebut raksasa pelahap darah berarmor terhempas jauh sampai kelautan. “Brruusshh…” raksasa pelahap darah tersebut lalu berusaha untuk berenang kembali kedaratan “Buurrss… Buurrss… Buurrss…” dan disaat dia sudah hampir sampai didaratan, “Buusskk…” dengan tendangannya raksasa Jotuun menendang kepala pelahap darah raksasa berarmor tersebut sebelum dia sempat untuk berdiri.
“Rrooaarr….” Raksasa pelahap darah yang marah lalu memegang kaki raksasa Jotuun dan berusaha untuk melemparkan dirinya kearah lautan, namun dengan tangan kirinya “Buusskk… Buusskk… Buusskk… Buusskk…” raksasa Jotuun memukuli kepala pelahap darah raksasa berarmor tersebut, “Trrraanggss…” pukulan raksasa Jotuun sangatlah kuat dan membuat armor kepala milik pelahap darah raksasa berarmor tersebut hancur berkeping-keping.
Namun disaat raksasa Jotuun ingin menghabisi musuhnya dia merasakan energy berbahaya dari arah atas kepalanya, dan benar saja diatasnya sudah melayang raja pelahap darah yang mana berada dikondisi yang buruk, tangan kanannya putus dan tubuhnya dipenuhi oleh luka-luka yang mana sudah mau tertutup karena kecepatan regenerasi yang dia miliki. Melihat raja pelahap darah yang mana dipenuhi oleh luka-luka raksasa Jotuun hanya berdiri diam tak berbuat apa-apa, dia tahu walaupun raja pelahap darah tersebut terluka parah dia tidak mungkin dapat mengalahkan raja pelahap darah tersebut.
“Hei… bisa kau minggir, dia itu rekanku” kata raja pelahap darah yang memandang rendah raksasa Jotuun.
Lalu raksasa Jotuun mulai melihat dibelakang raja pelahap darah kalau Lucy dan raja naga merah telah tergeletak sekarat, melihat rekannya yang terluka parah membuat raksasa Jotuun marah dan mulai melupakan rasa takutnya “Boommsshh…” dengan sebuah lompatan raksasa Jotuun langsung telah berada diatas raja pelahap darah, “Buusshh… Buusshh… Buusshh… Buusshh… Buusshh…” dia lalu memberikan ratusan pukulan cepat dari tangan kanan dan kirinya. “Wuuusshh… Wuuusshh… Wuuusshh… Wuuusshh…” namun dengan kecepatan terbang miliknya raja pelahap darah langsung dengan cepat menghindari setiap serangan pukulan-pukulan yang dilancarkan.
“Cih dasar mahluk tidak sadar diri” kata raja pelaha darah, “Wuusshh…” dengan cepat dirinya langsung berpindah tempat didekat wajah raksasa Jotuun “Buusshhkkk….” Dan dengan kekuatan tangannya dia memukul raksasa Jotuun hingga dirinya terlempar jauh “BOOMMSSHH…” dan jatuh sekarat karena pukulan kuat yang dilancarkan oleh raja pelahap darah membuat tulang leher raksasa Jotuun retak dan rusak parah, bahkan untuk raksasa Jotuun yang mana memiliki regenerasi yang cepat menyembuhkan patah tulang disekitar lehernya itu adalah hal yang sangat sulit dikarenakan saraf otak miliknya hampir rusak karena serangan tersebut.
Raja pelahap darah lalu langsung mendekati pelahap darah raksasa berarmor yang mana sedang terbaring sekarat karena pukulan-pukulan kuat dari raksasa Jotuun, dan dengan satu kali sentuhan dengan tangan kirinya “Crrrassstt… Crrraakkttt….” Tubuh dari pelahap darah raksasa berarmor tersebut langsung mengecil dan menciut, dengan dibalut oleh energy hukum darah monster pelahap darah raksasa berarmor tersebut langsung berubah menjadi segumpal jantung yang mengandung energy besar hukum darah monster.
“Crraassstt… Crrraauusskk… Crrraauusskk… Glluuppss…” raja pelahap darah lalu memakan jantung tersebut, “Sssshhhh….. Crrraassttiikk…” tangan kanannya yang putus langsung tumbuh kembali bahkan kekuatan miliknya langsung bertambah kuat, “Crrakksstt… Crrakksstt… Crrakksstt…” armor miliknya lalu tumbuh kembali terbentuk dari kristal darah merah yang mengeras seperti baja, sebuah pedang yang tercipta dari daging, darah dan tulang keluar telapak tangan kanan miliknya. “Ssrriiinnggsss….” Dengan satu kali tebasan dari pedangnya raja pelahap darah langsung memotong awan dilangit dan bahkan hampir merusak pembatas dimensi yang ada dialam bawah.
Para dewa dan dewi yang mana terlihat oleh mata raja pelahap darah langsung ketakutan karena aura kuat dari kekuatan hukum darah monster milik raja pelahap darah, mereka sampai tidak bisa berbuat apa-apa karena ketakutan bahkan menggerakka jari saja mereka sangat kesulitan, mereka ditekan oleh kekuatan yang sangat kuat dan udara disekitar mereka menjadi sangat berat bahkan membuat semau orang yang ada disana kesulitan untuk bernafas.
“Buusshhh….” Namun diantara para dewa/dewi tersebut ada beberapa dewa yang lainnya melompat kearahnya, dengan tangannya yang telah diperkuat menjadi berlian Nabila berusaha untuk menyerang raja pelahap darah “Trraanggsskk…” namun dengan armor miliknya raja pelahap darah bahkan tidak menghindari serangan tinjuannya, dia hanya diam saja dan menerima serangan tinju dari Nabila seperti bukan apa-apa raja pelahap darah hanya diam tidak merasakan apapun.
“Dasar tidak tahu diri” kata raja pelahap darah, “Buusskkk…” dengan sebelah tangannya dia menampar Nabila sampai terlempar jauh kelautan lepas “Brruusshh…” Nabila terhempas dan terluka parah hanya karena satu kali pukulan dari raja pelahap darah tersebut.
“Srrraannggss… Srrraannggss… Srrraannggss… Srrraannggss…” Azazel yang melihat sebuah kesempatan dimatanya dengan cepat langsung menyerang raja pelahap darah menggunakan kedua belati yang diapunya.
Namun secara tiba-tiba raja pelahap darah yang mana diserang oleh Azazel langsung lenyap dan menghilang dari matanya.
“Apa… yang tadi itu, jangan-jangan adalah sebuah bayangan” pikir Azazel yang mana melihat kalau wujud dari raja pelahap darah menghilang dari hadapannya.
“Lambat…” kata raja pelahap darah, “Buusskkk…” sebuah tendangan kuat dirinya membuat Azazel jatuh ketanah “Boommsshh…” Azazel yang ditendang jatuh ketanah langsung menerima luka-luka berat dan bahkan seluruh tulang-tulang ditubuhnya hancur berkeping-keping.
Raja pelahap darah lalu mendarat dan melihat Azazel yang terluka parah tersebut, dia ingin memakan tubuh dari Azazel untuk meningkatkan kekuatan yang diapunya dan disaat raja pelahap darah ingin memakan Azazel “Crrraasstt…” dari belakang tubuhnya tertembus sebuah cakar besi merah yang keluar dari bayangan.
“Jangan harap kau bisa menyentuh rekanku” kata Raiya yang muncul dari bayangan milik raja pelahap darah.
“Ooooh… aku lupa kalau ada orang seperti dirimu, lumayan juga tetapi apa cuman itu saja kekuatan yang kau punya” kata raja pelahap darah, dengan kekuatan regenerasi miliknya raja pelahap darah langsung menahan tangan kanan Raiya yang mana tertancap ditubuhnya.
“Sialan tanganku tidak bisa aku tarik” pikir Raiya yang mana mencoba untuk menarik tangan miliknya dari tubuh raja pelahap darah.
“Crraakk… Crraasstt…” lalu dengan cara yang mengerikan raja pelahap darah memutar kepalanya sendiri agar dirinya bisa melihat Raiya yang berada dibelakangnya, dan dengan pedang ditangan kanannya dia berusaha menyerang Raiya yang mana tidak bisa bergerak kemana-mana “Srrrrassstt….” Dan darah bercucuran keluar.
Bersambung…..