
Para boneka mayat ciptaan Reiga langsung menyerang dari berbagai arah dan hal itu membuat sang naga monster darah langsung menyerang dari berbagai arah juga, kekuatan yang tidak fokus tersebut langsung menurun jumlah energy yang dia keluarkan dan lama kelamaan kabut merah kehitaman yang dikeluarkan dari tubuhnya mulai terserap kembali. Sang naga monster darah itu menyerap kembali kabut darah kehitaman tersebut untuk menambah kekuatan yang diapunya, “Crrasstt… Srrasstt…” sementara itu para boneka mayat langsung menyerang dari berbagai arah menggunakan gigitan dan cakaran mereka.
“Rooaarrr….” Sang naga monster darah itu kemudian mengamuk “Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh…” dan beberapa bagian tubuhnya meledak-ledak dengan sendirinya, naga monster darah tersebut menggunakan daging miliknya untuk berubah menjadi bom-bom area.
“Hmm… tampaknya aku harus berusaha lebih keras lagi, mahluk itu walaupun isi kepalanya sudah tidak ada lagi tapi dia tetap punya banyak trik yang menyebalkan” kata Reiga.
Menggunakan kekuatan dari sabit miliknya Reiga berusaha kembali untuk menyerang kearah naga monster darah tersebut “Srraasshh… Srraasshh… Srraasshh…” serangan beruntun dari tebasan-tebasan sabit milik Reiga mulai memberikan dampak, tetapi “Sshhh….” Regenerasi yang dimilik oleh naga monster darah tersebut semakin cepat dan luka serangan dari sabit Reiga mulai tertutup dengan sendirinya. Sementara itu Reiga yang mana telah kehabisan tenaga karena penggunaan kekuatan dari sabit tersebut sangatlah banyak, namun Reiga tetap lanjut untuk berdiri walaupun dia merasa kesulitan karena tidak bisa benar untuk berdiri.
“Hahahaha…. Tampaknya kita berada dalam situasi yang sangat gawat” kata Cronos yang mana melihat keadaan Reiga sedang kesulitan untuk berdiri.
“Tidak juga, aku rasa cuman kau saja yang berada didalam situasi buruk” kata Reiga yang mengingatkan pada Cronos kalau dirinya pernah dibelah menjadi dua oleh tebasan dari Reiga.
“Hahahha…. Aku tahu itu, tapi kawan kita ini memiliki kekuatan penyembuhan yang sangat luar biasa” kata Cronos, dia melihat Treant yang mana mengeluarkan energy penyembuhan yang luar biasa kuatnya bahkan Reiga yang berada didekatnya mulai pulih tenaga miliknya.
“Crraakkss… Trraannggss…” tiba-tiba sebuah retakan dimensi yang mana muncul dari belakang Reiga mulai terbentuk, retakan dimensi tersebut mengeluarkan seorang badut yang mana menari-menari diudara dengan pisau ditangan kirinya dan bendera hitam putih ditangan kanannya.
“Hei-hei-hei-hei…. Apa kabar kalian semua, apa kalian sehat semua cuaca sangat bagus sekarang yah” kata Zero yang mana secara tiba-tiba muncul dari belakang Reiga.
“Kau masih hidup rupanya, kupikir kau sudah mati dari awal tadi” kata Reiga yang mana melihat Zero yang mana melihat terlihat semakin konyol dengan pakain berjarum-jarum.
“Hei-hei-hei… apa kau tidak mengingat aku adalah pahlawan didalam novel ini” kata Zero yang mana sedang memuji dirinya sendiri.
“Kau ngomong apa lagi kau ini, kalau cuman mau buat kacau sebaiknya kau pergi dari sini aku sedang punya urusan dengan mahluk gila satu itu” kata Reiga yang mana melihat kearah naga monster darah.
“Heheheheh… aku tahu itu karena itulah aku memberikan kau ini” kata Zero yang mana melemparkan artefak bendera hitam putih miliknya.
“Ziiinggss….” Dalam sekejab sabit milik Reiga bergabung dengan sendirinya dengan artefak bendera hitam putih milik Zero, kekuatan yang ada didalamnya lalu juga ikut bertambah semakin besar dari sebelumnya. “Zuunggss… Zuunggss… Zuunggss…” dan ketika Reiga mengayunkannya terdengar bagaikan sebuah ruang khusus telah terbentuk disekitaran sabit tersebut, dan sangat nampak kekuatan dari hukum ruang telah tergabung didalam sabit tersebut.
“Dan bukan cuman itu saja, mereka semua juga memiliki hal yang ingin diberikan pada dirimu” kata Zero.
“Wuusshh… Buusshh…. Fuusshh….” Lalu dalam sekejap para dewa dan dewi dari alam atas dan bawah muncul menggunakan kapal-kapal terbang, mereka semua dibawa ketempat Reiga bersama dengan para mahluk mistik tingkat dewa yang mana juga ikut bergabung untuk melawan naga monster darah tersebut.
“Hei…. Kau tidak melupakan kami kan” kata Riana yang mana langsung merangkul Reiga, “Zuusshh…” dalam rangkulannya dia menyalurkan energy dari api phoenix miliknya pada Reiga.
“Aku juga tidak akan mnyerah untuk mendapatkanmu” kata Lujuria, dia mengambil kesempatan dan menyium pipi Reiga “Mmmhh…” lalu kekuatan dari iblis nafsu teraliri kedalam tubuh Reiga.
“Guru… aku juga saat ini berakhir… tolong menikahlah denganku” kata Diana yang mana melihat Reiga dengan tatapan malu-malu dengan wajahnya yang memerah, “Taakk…” dia memegang tangan dari Reiga dan mengalirkan kekuatan dari iblis albino kedalam tubuh Reiga.
“Hei kau jangan melupakan kami, walaupun masih sedikit lemah tetapi kami telah berhasil memperlajari kekuatan hukum” kata Lucy dan Nabila yang berada disampingnya.
Mereka berdua kemudian mengalirkan kekuatan hukum kekacauan dan hukum Abyss kedalam tubuh Reiga, dan dari para dewa-dewi yang ada disekitar sana juga ikut mengalirkan kekuatan hukum milik mereka untuk bisa digunakan oleh Reiga, setelah mendapatkan kekuatan hukum dari para dewa dan mahluk mistik tingkat dewa tersebut Reiga mulai merasakan kekuatan yang sangat besar sedang tercampur aduk didalam tubuhnya. Sabit hitam milik Reiga kemudian mulai berubah bersamaan dengan kekuatan hukum yang banyak tersebut, “Krraakk… Traannggss…” energy hitam yang menutupi sabit tersebut mulai retak dan menciptakan sebuah sabit berwarna hitam dan putih, dari sabit tersebut memunculkan aura dari asal mula yang ada diseluruh planet Erras.
“Hahahhaha…. Sekarang aku mengerti, jadi ini yang dinamakan takdir dari sang penguasa bintang yang disebutkan oleh sistem itu, tampaknya aku juga harus ikut bergabung” kata Cronos, dirinya kemudian memberikan pada Reiga kekuatan hukum ketiga miliknya kekuatan hukum tersebut adalah kekuatan dari hukum bintang yang mana telah diajarkan oleh sang penguasa bintang gurunya pada dirinya, dan setelah jutaan tahun berlatih semua itu dia berikan pada Reiga agar dirinya bisa naik menjadi penguasa bintang.
“Aku dapat merasakannya, didalam diriku aku dapat merasakan kekuatan yang sangat besar sedang membara didalam diriku, inikah kekuatan dari dunia” pikir Reiga yang mana mulai merasakan kekuatan mulai mengalir keseluruh tubuhnya.
“Rooaaarrr….. Booommsshh….” Naga monste darah tersebut lalu mulai merasakan bahaya datang dari arah Reiga, dan dengan nafas naga miliknya dia menembakkan puluhan bom darah monster darah kearahnya, “Booomssh… Booomssh… Booomssh…” namun para dewa-dewi dan mahluk mistik tingkat dewa tersebut beramai-ramai menghalangi serangan dari sang naga monster darah tersebut.
Dan Reiga yang mana mulai menyusuaikan diri dengan kekuatan barunya menggunakan jubah langit malam yang diapunya untuk menutupi tubuhnya, “Buusskkk…” dan dari dalam jubah langit malam tersebut sesosok raksasa yang mana mirib dengan avatar dewa kematian milik Reiga mulai muncul dihadapan semua orang, dengan sabit raksasa yang memancarkan aurora kekuatan ditangannya “Buusshh….” Dengan ccepat dia melaju kearah naga monster darah tersebut dan “Srrraasshhh….” Menyerang dengan sekuat tenaga hingga membuat sebuah luka besar ditubuh naga monster darah itu.
Bersambung….