I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 143 Keluar dari kota iblis



“Krrraaakk….. Trrraakk…. Booommsshh….” Tiba-tiba di kota tempat sang penguasa nafsu berada dilamda suatu gempa yang aneh, dan diluar kota tersebut dari bawah tanah muncul seekor ular raksasa yang menakuti para pemburu.


 “Krraasss…. Uwaaarggghtt…” dari dalam mulut ular raksasa itu muncullah dua orang pria dan wanita keluar seperti sebuah muntahan.


 “Lari-lari… mereka jelmaan mahluk mistik…” kata orang-orang yang ada disana, mereka semua berlari ketakutan melihat sosok boneka mayat ular hijau raksasa milik Reiga.


 Kota dari salah satu dari 7 dewa iblis adalah kota yang banyak dihindari oleh para petarung tingkat raja dan banyak didatangi oleh para pedangang, semua itu diakarenakan satu hal yaitu sang penguasa kota yang merupakan dewa iblis adalah orang-orang yang sangat ditakuti karena kekejaman mereka, para petarung juga menghindari kota-kota mereka karena mereka tahu kalau mereka berani memasuki kota mereka maka nasip mereka hanya akan menjadi bawahan atau mati ditangan mereka.


 Sedangkan untuk para pedangang yang terus berdatangan karena kota milik dewa iblis terbilang aman karena tidak akan ada yang berani macam-macam dikota mereka, namun hari ini semua itu dipatahkan oleh seorang pria yang mana dirinya mengacaukan kastil milik Lujuria yang merupakan salah satu dari 7 dewa iblis, dan juga menjadi satu-satunya yang bukan seratus dewa raja terkuat yang masih hidup setelah bertarung melawan mereka. Dan sekarang pria itu sedang membersihkan dirinya disungai didekat kota setelah berhasil kabur dari Lujuria.


 “Aaahhkk…. Ini bau, padahal ular ini punya sayap tidak bisakah kau menggendongku naik keatas punggungnya dan terbang saja” kata Diana yang mencoba membersihkan dirinya.


 “Haaah…. Aku maunya juga seperti itu, namun sayap dari elang gunung emas lebih kecil dari tubuh ular hijau tanduk lima, karena itu walaupun dia bisa melayang untuk sementara waktu tapi dia tidak bisa terbang karena perbedaan ukuran sayapnya dan tubuhnya tidak seimbang” kata Reiga.


 “Haaah… iya-iya, tapi hehehe… sekarang kau sudah jadi guruku kan” kata Diana yang melihat Reiga seperti seekor kucing yang melihat ikan didepan matanya.


“Cih… akan kupikirkan kalau untuk masalah itu” kata Reiga yang merasa sedikit malas.


 “Eeeeh… gak bisa gitu, sekarang aku sudah gak bisa masuk kedalam arena lagi karena membantumu, jadi sebagai seorang laki-laki kau harus bertanggung jawab karena sudah menodai diriku ( maksudnya nama baiknya yang dinodai )” kata Diana dengan wajah yang pura-pura sedih.


 “Uuuggkk… Oke-oke sekarang kau jadi muridku, puas… ayo cepat bersihkan dirimu kita pergi dari sini” kata Reiga yang langsung keluar dari sungai.


 “Yeaaaay… siap guru” teriak Diana yang senang.


 Pada saat Reiga dan Diana sedang bersiap untuk pergi tiba-tiba saja, Reiga merasakan sebuah perasaan kalau dirinya sedang dilihat oleh seseorang.


 “Hmm… walaupun cuman sekilas tapi aku merasakan kalau ada yang sedang mengintai, hebat juga dia bisa menghindari mata dewaku” kata Reiga yang mana mengaptifkan mata dewanya untuk melihat seluruh arena disekitarnya dalam radius 10 Km.


 “Hmm… ada apa??” kata Diana yang melihat Reiga mengaptifkan mata dewanya.


 “Cihh… kalau kau tidak mau keluar maka akan kupaksa kau…. otoritas tanah hitam diaktifkan” Reiga yang mulai kehilangan kesabarannya mulai mengaptifkan otoritas tanah hitam yang diapunya, dan dalam hitungan detik area 10 meter dari dirinya sudah menjadi tanah mati.


 “Krrss… krrss… Swwuuusssshh….” dari balik bayangan semak-semak muncul beberapa orang memakai jubah hitam, mereka mencoba kabur karena merasakan bahaya dari area tanah hitam milik Reiga.


 “Kau pikir bisa kabur setelah mencoba mengamatiku seperti itu, jari agung, jari pertama : jalan penguasa, telunjuk kehancuran” Reiga lalu mengumpulkan sebuah energy ledakan yang super besar disebuah telunjuk jarinya, dan dengan kecepatan suara dia melemparkan energy tersebut.


 “Booossmmhh…” ketika energy kecil tersebut menyentuh tubuh mereka sebuah ledakan yang mana terbilang cukup kecil mulai muncul, ledakan itu sengaja dibuat Reiga tidak mematikan karena dia hanya ingin menahan mereka dan bukan untuk membunuh mereka.


“Aaagghh…. Brruukkk… trrruuukkk…” saat ledakan tersebut mengenai mereka tiba-tiba tubuh dari orang-orang tersebut mulai menghilang dan hanya menyisakan satu orang yang mana tergeletak kaku dibawah tanah.


“Dan-tadaaan…. Hiyaaahh….” pria berjubah hitam tersebut lalu melompat sambil salto diatas kepal Reiga, dan mendarat dengan gaya.


 “….-_-…” Reiga lalu melihat pria tersebut dengan wajah datar, dengan wajah dingin tersebut Reiga lalu menendang pria tersebut “Buuggss…. Boommssh…” tendangan Reiga sangat kuat sampai dia menghantam hancur sebuah pohon besar.


 “Guru ayok kita pergi, dia cuman orang gila” kata Diana.


 Mereka berdua lalu berusaha pergi sambil mengacuhkan pria tersebut, namun dengan cepat pria itu kembali melompat kedepan Reiga dia seakan-akan tidak merasakan sakit setelah terkena tendangan dari Reiga dirinya dengan santainya bergaya didepan mereka berdua.


 “Tunggu sebentar kalian berdua, aku ucapkan selamat bagi kalian karena sudah menemukan diriku jadi aku akan memberikan kalian sebuah hadiah yang istimewa” kata pria terserbut.


 Dia lalu kemudian memegang jubahnya dan melemparkan jubahnya itu diatas langit, dan dari balik jubah tesebut terlihatlah seorang pria tampan yang memakai pakaian badut yang ketat dengan rambut setengah hitam dan putih pria itu terlihat sangat mencolok. Reiga yang melihat hal tersebut diam membatu karena tidak tahu harus berkata apa tentang pria yang ada didepannya.


 “Selera pakaianmu jelek kawan” kata Diana dengan wajahnya santainya.


 “Uuuggghhhkkk… sialan kau, bagaimana mungkin…. Uhhuuukkk…. gaya pakaianku yang terkenal ini kau b.. bilang jelek…. Uhhuukk….” kata Zero ( Bab 137 salah satu dari seratus dewa terkuat, dewa kegilaan Zero ) yang mana berbicara sambil batuk berdarah, perkataan dari Diana tadi sangat melukai harga dirinya dan merusak organnya.


 “Orang ini dari yang kulihat kupikir dia cuman orang gila biasa, tetapi energynya sangat aneh itu terus berubah-ubah, dari cahaya ke api, dari api ketanah, dari tanah kekegelapan, energynya terus berubah-ubah tak menentu seakan seperti menari-nari” pikir Reiga setelah melihat Zero dengan seksama.


 “Kau apa lihat-lihat, maaf yah aku ini pria yang lurus jadi janga terlalu berharap” kata Zero yang mencoba menghina Reiga.


 “Srrraassshhhtt….” Reiga yang mendengar perkataan dari Zero lalu menebas kepalanya, dengan kecepatan dan keindahan dari bentuk pedangnya Zero tidak bisa melakukan apapun dan hanya biasa membiarkan kepalanya tergeletak ditanah.


 “Cih…. Ayo kita pergi, tinggalkan saja mayatnya disini untuk dimakan hewan-hewan” kata Reiga yang menyuruh Diana ikut pergi bersama dirinya.


 Dan pada saat Reiga dengan Diana ingin pergi dari tempat itu tiba-tiba saja muncul sebuah perasaan bahaya dibelakang mereka berdua dan dengan cepat mereka berdua langsung bersiap untuk bertarung.


 “Ha… hahahahhahahahahahahaha…… itu sakit sekali, tahu gak kau tidak boleh motong kepala orang sembarangan orang itu nanti akan tersinggung dan akan membunuhmu loh” kata Zero yang mana kepalanya melayang kembali ketubuhnya, dan seakan tidak terjadi apapun luka tebasa Reiga yang ada dileher Zero menghilang begitu saja.


“Ohhh… begituyah tapi maaf saja aku tidak pernah mendengar perkataan apapun dari orang-orang yang kutebasa kepalanya selama ini” kata Reiga yang mulai merasakan aura pembenuh dari tubuh Zero, auranya sangat pekat dan bagaikan ratusan jarum mereka menusuk seluruh tubuh Reiga untuk memberikan peringatan bahaya padanya, Diana yang ada disana mulai berkeringat karena ketakutan setelah merasakan aura itu.


 “Eeeeehh…. Bagus-bagus-bagus…., berarti aku yang pertama dong… Hehehe… hahahah” kata Zero yang mana melihat Reiga dan Diana dengan mata yang sangat menakutkan.


Bersambung.....


Tetap berikan dukungan kalian semua dengan cara Like, Komen, Vote dan Giff yah.