
Perang adalah suatu kejadian yang sebuah kelompok atau negara yang lebih dari dua atau lebih saling bertempur satu sama lain untuk memperjuangkan beberapa hal yang mereka anggap berharga seperti harta, wilayah, ras, dan agama. Perang membawa bencana bukan cuman pihak yang berperang tetapi juga mereka yang dekat dengan kejadian wilayah perang tersebut akan terkena imbas dari perang tersebut. Perang dapat juga berakhir panjang sampai beberapa tahun sampai dimana ada sebuah kesepatakan damai atau salah satu pihak kalah dengan yang lainnya.
Sementara itu Nabila yang sedang maju berperang dimedan perang dia maju sendirian menghancurkan formasi musuh. Mereka yang tidak kuat mentalnya akan mati dilahab jiwanya sementara mereka yang memiliki mental yang kuat dapat dengan mudah terbunuh dengan kemampuan transformasi tangannya yang dapat dia ubah menjadi tombak yang dapat menembus perisai, cakar yang membelah tubuh manusia seperti tahu, dan juga tinju raksasa yang dapat menghancurkan musuh dalam sekali tinju.
“Mati…mati….mati…. kalian….mati” kata Nabila yang sedang menggila di mendan perang.
Melihat kekacauan yang dibuat oleh Nabila dengan cepat Rial memberikan aba-aba menutup formasi sayapnya dan menjepit pasukan musuh dari dua sisi. Pasukan dari kubu negara Terian terkepung dari sisi kanan dan kiri sementara dari depan ada pasukan jarak jauh yang menyerang dan juga ada Nabila yang mengamuk dengan kekuatan besar.
“Dasar payah apa yang kalian lakukan..” kata Guila yang marah karena melihat pasukannya terkepung.
“Kelihatannya gadis itu bukanlah mahluk biasa, melihat ketahanannya dan kemampuannya untuk bisa melahap jiwa seseorang kemungkinan besar dia adalah mahluk dari dunia bawah” kata Foria.
Mahluk dunia bawah adalah tempat asing dimana disana adalah benua buatan yang diciptakan oleh dewa tingkat raja, dewa dunia bawah tetapi karena perang dia terbunuh oleh penghianatan dari salah satu ras ciptaannya yaitu ras vampire dan sekarang dunia itu masih ada dan para mahluk yang ada disana sangat kuat karena telah terkontaminasi oleh darah dewa dunia bawah.
“Sialan dari pada terus seperti ini lebih baik aku maju saja” kata Guila.
“Jangan, simpan tenagamu” kata Justin yang menghentikannya.
“Lalu apa diam dan melihat pasukan kita dihancurkan begitu saja, tidak mungkin” kata Guila.
“Akan kuperintahkan tiga jendral termasuk yang memimpin pasukan kita untuk maju menghadapi gadis itu, dan kalau mereka kalah kau bisa lakukan apapun yang kau mau” kata Justin.
“Cih terserah kau saja” kata Guila yang kesal dengan keputusan Justin.
“Ketiga jendral atas nama dewa keadilan aku perintahkan kalian untuk maju” kata Justin yang memberikan perintah lewat telepati.
Ketiga jendral yang tadinya berada ditengah pasukan dengan cepat menggunakan kuda, mereka maju dengan cepat menerjang Nabila yang bertarung sendirian. Sementara itu Reiga yang melihat Nabila sedang diincar oleh ketiga jendral langsung menghubungi Rael pemimpin pasukan pemanah untuk melindunginya dari belakang.
“Rael.., maju kedepan lindungi Nabila dengan busurmu” kata Reiga lewat telepati.
“Gadis kecil kegilaanmu sekarang akan berakhir” kata salah satu jendral yang membawa tombak mengarahkan senjatanya kearah Nabila.
Nabila yang melihat jendral itu langsung memperkuat mata Abyssnya dan jendral itu.
“Aaaangghh…sialan kau” kata jendra itu yang terjatuh dari kuda dan kepalanya kesakitan akibat serangan mata Abyss milik Nabila yang melukai jiwanya.
Rael yang melihat kesempatan itu langsung tidak menyianyiakannya dia dengan tepat menembak kearah kepala jendral itu.
“Crooooossth” anak panah Rael langsung menembus kepala jendral itu dan membunuhnya ditempat.
“Mati….gampang sekali????” kata Nabila yang heran jendral tersebut mati dengan mudah.
Sementara itu salah satu jendral yang lain turun dari kudanya dan berusaha untuk menyerang Nabila dari belakang disaat dia tidak melihatnya. Dengan menggunakan pedang pendek dan perisai kecil dia dengan cepat melesat kearah Nabila.
“Mati kau…” kata jendral itu yang melompat kearah Nabila dan ingin menebasnya.
“Krataaaak…” tetapi Nabila bukanlah manusia melainkan Naberius yang terlahir dari ciptaan kumpulan mayat. Dengan kemampuan tubuhnya Nabila memutar kepalanya 180 derajat sehingga sehingga dia dapat melihat jendral itu dan ketika mata mereka bertemu karena mental jendral itu yang lemah jiwanya dengan mudah ditarik oleh Nabila dan dia mati dengan mata menghitam yang kosong akibat kehilangan jiwanya.
Sementara itu satu jendral yang terakhir melihat kedua rekannya mati langsung mundur dan berusaha untuk berbicara dengan ketiga dewa.
“Dewa…tolong dia setan dia sangat menakutkan..tolong segera aktifkan diagram sihir kabut agar kami bisa mundur” kata jendral itu yang berlari ketakutan.
“Tidak berguna, pengecut seperti dirimu lebih baik mati saja” kata Justin.
“Apa yang kau lakukan dia jendral terakhir kita di pasukan ini” kata Foria yang marah dengan kelakuan Justin.
“Tenanglah kita sama sekali tidak membutuhkan jendral pengecut seperti dia” kata Justin dengan tegas.
“Yah itu benar Foria, jika Justin tidak membunuhnya maka akulah yang akan membunuhnya, tetapi yang dikatakan jendral itu benar kalau kita ingin memenangkan perang ini kita haru menggunakan kabut untuk memundurkan perajurit kita lalu memborbardir pasukan musuh yang terjebak dalam kabut itu” kata Guila.
“Hmmm… itu boleh juga, segera aktifkan diagram sihir kabut” kata Justin yang setuju dengan saran dari Guila.
Tiga lembar gulungan kemudian diaktifkan menciptakan lingakaran sihir kecil disekitar penggunanya yang meniupkan kabut besar menutupi medan perang dan para perajurit pihak negara Terian langsung mundur ketika kabut terlihat dimedan perang. Pihask pasukan Matahari hitam langsung kesulitan karena tidak dapat melihat musuh dengan jelas sementara pihak negeri Terian samar-samar dapat melihat dalam kabut tersebut dan dengan cepat bergerak mundur.
“Hmmm jadi itu diagram sihir kabut ya, memang kecil tetapi samar-samar aku merasakan adanya sihir ilusi didalamnya, ok naga emas maju kipas asap itu sampai hilang” kata Reiga yang langsung menyuruh ke 7 naga emas untuk maju.
“Aktifkan skill golden wind : golden desert storm” ketujuh naga emas itu mengaptifkan skillnya secara bersamaan dan menghapus langsung kabut ilusi itu.
Setelah itu para pemegang diagram sihir dibunuh oleh pasukan pembunuh yang muncul entah dari mana. Para pembunuh itu dengan sigap membunuh ahli sihir yang menggunakan digram sihir dan juga menghancurkan ketapel dan ballista menggunakan bom sihir. Bukan cuman itu saja para pembunuh dari pihak Reiga juga ikut membawa 3 orang dari klan naga bersama mereka.
“Skill Red flame : Burning hands” para naga merah itu kemudian memunculkan api besar dari tangan kanan mereka lalu dengan ganas api tersebut membakar para prajurit dari pihak tiga dewa yang sedang mundur.
Disaat mereka melihat rekan mereka mati terbakar mereka memutuskan untuk menjauh dari api tersebut tetapi mereka tidak bisa lari karena keempat sisi jalan depan, kanan, kiri, dan belakang telah ditutup. Para prajurit yang mulai putus asa tersebut kebingungan memikirkan bagaimana mereka bisa kalah lalu saat itulah Reiga muncul dihadapan mereka.
“Para prajurit dari negeri Terian aku Reiga dewa tanah hitam dengan ini menawarkan pada kalian sebuah keselamatan yang dimana jika kalian mau menyerah maka kalian akan dijamin akan keluar dari sini hidup-hidup” kata Reiga yang berbicara pada seluruh pasukan Terian.
Para pasukan yang telah kehilangan jendral mereka sekaligus semangat juang mereka tidak punya pihan lain selain memilih untuk menyerah pada dewa Reiga. Disaat para prajurit dari pihak Terian telah menjatuhkan senjata mereka Guila dengan cepat langsung menerjang Reiga dengan pedang besarnya.
“Traaankks…” tetapi dapat dengan mudah ditangkis oleh Reiga.
“Sialan akulah lawan mu” kata Guila.
“Heeh cuman kau saja bakalan mudah” kata Reiga yang langsung menjaga jaraknya.
“Bukan cuman dia” Justin kemudian langsung hadir bersama dengan Foria.
“Hooooh sekarang kroyok tiga, boleh juga tetapi aku juga punya bantuan” kata Reiga yang kemudian datanglah dewa beruang dan dewa tombak. Bersamaan dengan dewi pembunuh yang tidak menunjukkan wujudnya menunggu kesempatan menyerang ketiga dewa.
“Haaah cuman mereka dewa-dewa peringkat rendah bisa apa” kata Guila dengan sombongnya.
“Siapa bilang cuman mereka” kata Reiga.
Tiba-tiba bumi berguncang guncangan yang ditimbulkan seakan seseorang sedang berajalan. Dan dari langit jatuh dan mengahacurkan daerah sekitar yang membuat banyak orang terlempar karena raksasa Jootun hadir disana yang membuat ketiga dewa tercengang dibuatnya.
“Ayo mulai perang kelas para dewa” kata Reiga dengan senyum sinis.
Bersambung............
berikan like dan komennya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin menarik lagi
dan juga berikan vote kalian jika menyukai cerita di novel ini ya OK.....