I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 82 Maju kemedan perang, gerombolan serigala bagian ke 4



Dewa armor terlahir 50 tahun sebelum kedatangan Reiga, dia adalah entitas spirit yang terbentuk dari sebuah armor yang dipakai oleh seorang prajirit selama puluhan tahun. Selama kehidupannya prajurit tersebut memakai armornya untuk maju kemedan perang dan juga banyak membantu orang-orang disekitarnya dan ketika prajurit itu mati karena usia armor yang dia kenakan dipajang oleh para cucunya sebagai kenangan leluhur mereka. Dan keluarga perajurit tersebut dikenal sebagai bangsawan kesatria yang baik hati kumpulan dari energy postif dari banyak penduduk lalu masuk kedalam armor pendahulu mereka menciptakan sebuah wujud manusia yang menggunakan armor silver.


Spirit tersebut meniru kelakuan dari tuannya, dia menolong banyak orang dan melawan para penjahat sehingga dia dipuja dan disembah sebagai dewa oleh orang-orang. Dari situlah dunia mengakui dewa armor sebagai dewa kelas bawah dan memberikan dia berkah inti kuil yang mana dapat dia gunakan untuk menyimpan kekuatan iman ( GP ) dari para pengikutnya.


Lalu sekarang ini dewa armor tersebut telah mati terbunuh secara mengenaskan oleh mahluk yang bukan dewa. Aegis yang marah melihat salah satu temannya mati terbunuh langsung ingin maju menyerang.


“Tunggu, biarkan kami yang maju terlebih dahulu” kata dewa penjelajah.


Aegis dihintikan oleh dewa penjelajah dia dan dewi kupu-kupu ingin menyerang bersama dengan dewa tinju untuk membalaskan perbuatan dari Fenrir yang mana telah menginjak-injak harga diri dari dewa. Melihat tekat dari kedua rekannya itu Aegis kembali tenang dan menyerahkan semuanya pada mereka bertiga.


“Hahaha ada apa…., cuman tiga yang maju, kenapa tidak sekali semua saja” kata Fenrir.


“Kau terlalu banyak bicara” kata dewa penjelajah.


Dewa penjelajah lalu berjalan kearah Fenrir, dia berjalan santai menuju Fenrir  bingung dengan apa yang dilakukan dewa tersebut Fenrir memutuskan untuk langsung melompat maju menyerang dewa penjelajah. Tetapi saat dia menyerang menggunakan pisaunya “Srriiiiinghhh…” serangan yang dia lancarkan tidak mengenai tubuh dari dewa penjelajah.


"Buuugghhss….” Dewa penjelajah lalu memukul dengan keras kearah Fenrir.


“Ada apa ini, pada hal tadi aku dengan sangat jelas menebasnya tetapi, kenapa bisa tidak kena” pikir Fenrir yang bingung.


Lalu pada saat Fenrir sedang bingung dengan skill yang digunakan oleh dewa penjelajah tiba-tiba dari arah belakang Fenrir dengan cepat dewa tinju “Buuugghhss… buugghhs.. buugghhs..” dia memberikan Fenrir pukulan cepat, sepuluh pukulan dilancarkan dalam satu nafas.


“Aaaaaggkkhhsss…” Fenrir langsung terluka parah, setiap tulang yang ada ditubuhnya telah diremukkan oleh dewa tinju sehingga membuat dirinya tidak bisa bangkit.


“Skill Fairy wings : sayap merah untuk para pendosa” dewi kupu-kupu lalu mengeluarkan ratusan kupu-kupu merah dari sayapnya.


Kupu-kupu tersebut terbang dan bergerak kearah Fenrir walau gerakan dari kupu-kupu tersebut lambat tetapi ketika kupu-kupu itu mendekat dewa tinju langsung menghindar agak jauh dari Fenrir. Dia menghindari kupu-kupu tersebut karena dia telah mengetahui kekuatan dari para kupu-kupu merah tersebut.


“Sialan… ini gawat, aku bisa merasakan perasaan bahaya dari kupu-kupu itu” pikir Fenrir.


Lalu saat ratusan kupu-kupu tersebut menyentuh tubuh Fenrir “Booomsssh... booomsshh… booomsssh…booomsssh…” para kupu-kupu tersebut meledak dan membakar tubuh Fenrir. Tubuhnya terbakar habis dan dalam api panah tersebut Fenrir berusaha dengan kuat bangkit.


“Panas sekali, bukan cuman itu saja aku merasa kalau seluruh tubuhku perlahan-lahan melemah, racunkah” pikir Fenrir.


Skill Fairy wings merupakan skill dari dewi kupu-kupu yang menciptakan keajaiban tergantung pada warnanya keajaiban dari dewi kupu-kupu bisa jadi sebuah keselamatan atau bencana.


“Menyerahlah api dari kupu-kupu merahku bukan cuman akan membakar tubuh lawan-lawanku, tetapi itu juga menyebarkan racun kedalam tubuh yang membuat tubuh mati rasa, jadi kau tenang saja kau tidak akan merasakan rasa sakit ketika mati nanti” kata dewi kupu-kupu dengan matanya yang memandang rendah Fenrir.


“Menyerah kau bilang, hahahahaha…. tidak akan ada kata menyerah dalam kamus para Ware wolf, kami akan terus berjuang sampai mati untuk mencapai tujuan kami” kata Fenrir.


Lalu dengan sisa dari kekuatannya dia mengangkat tinggi-tinggi belati ditangan kanannya dan secara mengejutkan “ Crraaaassstt….” dia dengan berani menusuk dirinya sendiri dengan belati tersebut. Dan benar saja tempat yang dia tusuk oleh belati tersebut kehilangan efek dari kupu-kupu merah sehingga membuat sebagian besar api yang


“Hahahah… dasar orang gila, aku tahu dia itu punya regenerasi super, tetapi aku tidak menyangka dia akan melakukan hal itu” kata dewa penjelajah.


“Srraasshh.. srraasshh..” Fenrir lalu menenbas tubuhnya beberapa kali untuk menghilangkan seluruh api ditubuhnya. Caranya melepaskan diri sangat esktrim tetapi juga efesien karena bukan cuman api dari kupu-kupu merah yang menghilang racun pelumpuh dalam tubuhnya juga ikut diserap oleh belati tersebut.


“Tampaknya belati itu memiliki kekuatan, untuk menyerap kekuatan dewa dan cuman kekuatan dewa saja” pikir Aegis yang melihat kalau Fenrir tidak terserap energy nya setelah terkena belati tersebut.


Fenrir yang dengan cepat sembuh dari luka sayatan belati tersebut langsung menerjang dengan cepat kearah dewi kupu-kupu. Dia memutuskan untuk membunuh yang paling menyusahkan terlebih dahulu, api dari dewi kupu-kupu memiliki efek racun yang menyusahkan baginya, lalu saat Fenrir telah sangat dekat dengan dewi kupu-kupu.


“Skill perjalanan sang dewa” dewa penjelajah lalu mengaptifkan skillnya, dia menghentakkan kakinya ketanah.


Disaat dewa penjelajah mengaptifkan skillnya Fenrir tiba-tiba jatuh, kakinya lemas seakan tidak memiliki tenaga. Gelombang energy yang diciptakan oleh dewa penjelajah dengan cara menghatam tanah dengan kakinya meyebar kearea tertentu dan tergantung pengguna skill tersebut siapapun yang terkena gelombang ini otaknya dapat dengan mudah dikendalikan oleh sang dewa, walau cuman beberapa menit saja.


“Hooo… kenapa apa kau tidak bisa berdiri karena sudah terlalu tua haa..” kata dewa penjelajah.


“AAArrrrrroooowwwnnggg….” Fenrir lalu mengaptifkan skill beast roar miliknya.


Dan dengan skillnya dia dapat bebas dari pengaruh dewa penjelajah, disaat yang bersamaan Fenrir yang telah bebas lalu beridiri dan menyerang dewi kupu-kupu. “Srraaanggs…” dia menyerang dengan belatinya, tetapi dewi kupu-kupu dapat menahan serangan dari Fenrir menggunakan sayapnya yang sekarang berubah menjadi warna biru “Srraannggsss… srraanggss… ssrraanggss…” walaupun serangannya berhasil ditangkis tetapi Fenrir tetap dengan buas menyerang dewi kupu-kupu, disaat yang bersamaan ketika belati Fenrir menyentuh sayap dewi kupu-kupu belati tersebut menyerap beberapa energy dari dewi kupu-kupu yang membuat Fenrir semakin kuat sedangkan dewi kupu-kupu melemah sedikit demi sedikit.


“Jangan kira cuman dia saja yang kau hadapi” kata dewa tinju yang dengan cepat muncul dibelakang


Fenrir.


Dan dengan kuatnya dia mengaptifkan skill water wave fist miliknya dan “Crraassshhtt…” menghancurkan beberapa organ milik Fenrir, kesempatan itu tidak disia-siakan oleh dewi kupu-kupu dia langsung mundur agak jauh dari Fenrir dan sekali lagi membakarnya menggunakan kupu-kupu merah. Berbeda dari sebelumnya jumlah kupu-kupu merah yang dia ciptakan mencapai ribuan dan membuat api yang sangat besar membakar seluruh tubuh Fenrir.


“Haaah… haaah… haah…, apa berhasil” kata dewi kupu-kupu yang kelelahan karena sebagian besar energy nya sudah diambil oleh belati milik Fenrir dan dia juga menggunakan skill dengan energy besar.


Fenrir yang terkena api tersebut tebakar sampai beberapa tulangnya hampir kelihatan karena sebagian besar daging ditubuhnya sudah terbakar. Regenerasinya juga telah melambat akibat racun yang ada telah masuk keseluruh tubuhnya.


“Hoo.. bagus dengan begini mahluk itu pasti mati…” kata dewa penjelajah.


“Janga lengah, kita tidak tahu hal gila apa yang bisa dia lakukan” kata dewa tinju.


“Haha… kau terlalu khawatir tenang saja, kita bisa menghabisinya perlahan-lahan” kata dewa penjelajah.


lalu disaat dewa penjelajah sedang berbicara dengan dewa tinju belati milik Fenrir lalu dengan cepat melesat kearahnya dan “CCRRAAASSSHHTT…” tangan milik dewa penjelajah tertusuk oleh belati tersebut. Energy ditubuhnya lalu terhisap dengan cepat lewat belati tersebut dan dalam hitugan detik dewa penjelajah mati kering karena seluruh energy yang dia punya telah diserap habis oleh belati tersebut.


Bersambung..........


Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin semagat dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok.....