
Kuil adalah wilayah khusus dari para dewa besar dan jumlah kuil menunjukkan kekuatan dari dewa yang menempati kuil tersebut, kuil juga merupakan tempat bagi dewa untuk mengumpulkan iman dari seluruh pengikutnya yang mana hal tersebut akan diubah menjadi mata uang para dewa yaitu GP.
Dewa tingkat bawah biasanya memiliki satu atau dua kuil sedangkan dewa tingkat menengah memiliki puluhan kuil dan ratusan pengikut dan terakhir dewa tingkat atas yang mana satu atau lebih negara/kerajaan menjadi kekuasaannya. Tetapi hal tersebut tidak berarti untuk satu orang dewa yaitu dewa pedang Damaskus, tidak seperti dewa tingkat atas lainnya Damaskus hanya memiliki satu kuil yang mana merupakan colosseum tempat banyak orang saling bertarung satu sama lain.
Dia menjadi dewa karena banyak orang yang gakum akan legenda tentang dirinya yang merupakan seorang manusia biasa tampa latar belakang atau garis darah yang sepesial, namun hanya dengan pedangnya dia dapat naik kealam para dewa yang mana hal itu merupakan impian dari banyak orang. Ceritanya itulah yang membuat dirinya mendapatkan banyak GP karena banyak pertarung yang selalu berdoa pada dirinya pada saat akan bertarung untuk mendapatkan berkat dari dirinya.
Dan tempat kuilnya berada adalah sebuah kota kecil yang terletak dipinggiran salah satu benua fraksi putih, kota tersebut berna Avalon tempat dimana terlahirnya para prajurit handal yang melatih diri mereka dijalan pedang agar mereka bisa mencapai dewa mereka Damaskus.
Kuil Damaskus berbentuk colosseum bulat besar yang mana dikelilingi oleh lima pedang batu raksasa, orang-orang percaya kalau kelima pedang tersebut adalah puncak dari seni berpedang Damaskus yang mana dia padatkan dalam kelima pedang batu tersebut. Dan setiap harinya jutaan orang banyak yang berusaha mendapatkan ilmu pedangnya dengan cara bermiditasi di bawah pedang batu tersebut ada juga yang bahkan berusaha mengambil kepingan batu dari pedang batu itu dan memakannya agat dia dapat memahami tehnik pedang Damasku.
Legenda dari orang-orang didaerah sekitar sana juga mengatakan siapapun yang dapat memahami tehnik pedang dewa Damaskus maka dirinya akan bisa membelah ruang dan waktu dengan pedangnya, dan juga orang biasa bahkan akan dapat melawan para dewa satu lawan satu dengan tehnik pedang tersebut.
Karena tergoda oleh legenda tersebut pernah ada seorang bangsawan dari negeri yang jauh ingin menghancurkan pedang batu itu dengan mantra ledakan dan lalu membawa pecahan pedang itu, namun sebelum mereka berhasil meledakan pedang batu itu sebuah energy muncul dari pedang batu itu yang membuat pedang batu tersebut bercahaya dan lalu saat cahayanya padam bangsawa bersama seluruh bawahanya telah mati terpotong-potong.
Para warga yang tinggal disana lalu menyebut hal itu sebagai amarah dari dewa pedang, semenjak hari itu tidak pernah ada lagi yang berani berbuat macam-macam terhadap pedang batu itu. Namun sekarang seminggu sebelum dimulainya turnamen beladiri beberapa orang dari bayangan kota tepat dimana kuil Damaskus berada sedang memperhatikan pedang batu itu.
Mereka semua melihat pedang batu itu dengan niat jahat karena ingin menghancurkannya dan mengagalkan turnamen itu, mereka semua adalah mahluk kegelapan yang melayani dewa bayangan Drakula.
Sementara itu Raiya yang melihat para pengikut Drakula dalam baying-banyang tampa diketahui oleh mereka, dia telah berhasil menghilangkan seluruh hawa keberadaannya dan lalu denga hal itu dia dapat mengetahui nafas dari seseorang yang merupakan musuh dan yang bukan.
“Dari nafas dan pergerakan mereka semua kelihatannya mereka adalah propesional” pikir Raiya.
Dan lalu saat Raiya melihat lagi mereka semua dia menyadari kalau mereka memakai pakaian yang menutupi seluruh kulit mereka, dan disaat sebagian dari kulit mereka terkena sengatan matahari muncul sedikit asap.
“Vampire…., dan lagi ini semua adalah para Vampire ksatria dan pemimpin mereka adalah seorang Lord, menarik untuk dapat menyuruh Vampire kelas Lord yang langka pasti ini ada hubungannya dengan salah satu dari dewa Vampire” pikir Raiya yang sudah memutuskan akan menjadikan mereka sebagai bagian dari perburuannya.
Para Vampire itu berbaur kedalam masyrakat dan lalu mereka mulai berpencar untuk mencari beberapa informasi didaerah tersebut.
“Begitu malam tiba kita akan buru mereka semua sebelum dewa Reiga sampai disini” kata Raiya yang memberikan perintah pada seluruh anak buahnya.
“Siap tuan Raiya” kata seluruh anak buahnya.
Lalu pada malam hari ketika kebanyakan penduduk kota tersebut sedang teritidur para Vampire pengikut dewa Drakula menyerang kedalam kuil, mereka bergerak dengan sembunyi-sembunyi dari kegelapan. Para penjaga didalam kuil satu persatu mereka bunuh dengan mudahnya dan mayat para penjaga itu dihisap darahnya sampai kering oleh mereka.
Setelah itu mereka langsung bergerak menuju salah satu dari kelima pedang batu raksasa tersebut, ketika mereka ingin menempelkan bahan peledak di pedang batu raksasa itu.
“Siapa itu, semuanya buat posisi berlindung kita diserang” kata pemimpin kelompok Vampire tersebut.
Mereka panic karena tidak bisa merasakan keberadaan dari musuh yang menyerang mereka, dan lalu “Fuuuuhh….” Ketika anging kencang bertiup dua dari mereka kembali menghilang.
“Sialan…, padahal aku cuman mengedipkan mataku sebentar tapi dua orangku sudah hilang lagi, lawanku kali ini benar-benar ahli tidak ada pilihan lain..” pikir pemimpin kelompok Vampire tersebut.
“Booommsshh…” dia lalu menggunakan bom asap untuk menutupi dirinya dan bersamaan dengan asap tersebut kelompok mereka lalu bergerak berpencara kearah yang berbeda-beda.
“Lumayan, taktik melarikan diriya, dia tahu kalau tidak bisa melawan kita jadi dia memutuskan untuk mundur, selain itu mereka semua berlari kearah yang berbeda jadi kalau hanya satu yang berhasil selamat maka dia dapat menyampaikan informasi kemarkasnya, benar-benar sangat berpengalaman” kata Raiya.
Dengan satu gerakan tangan anak buah Raiya lalu juga ikut berpencar dan mengejar seluruh vampire yang melarikan diri tersebut, Raiya yang melihat para vampire itu sedang menggunakan mata dan persepsinya untuk mencari dari semua vampire itu yang mana ketuanya.
“Ketemu…” lalu ketika Raiya merasakan sebuah aura besar dari seorang vampire dia langsung berlari dengan sangat cepat mengejar vampire tersebut.
Dan benar saja yang dia kejar sekarang ini adalah pemimpin kelompo vampire itu seorang vampire lord yang sangat langkah, karena vampire sangat sulit memiliki keturunan jadi jumlah mereka sangat terbatas apa lagi vampire tingkat atas lord yang jumlahnya hanya kurang dari sepuluh orang.
“Sialan-sialan…, padahal kupikir ini misi yang mudah tetapi siapa yang menyangka bisa jadi seperti ini, pokoknya aku tidak boleh mati sekarang, aku harus terus berlari dan memberitahu hal ini pada tuan Drakula” pikir vampire lord tersebut.
Dan pada saat dia sudah sampai didepan hutan dia berhenti berlari karena dia merasakan kalau ada seseorang didepannya.
“Siapa kau…” tanya vampire lord itu.
“Aku adalah kematianmu…” kata Raiya.
Yang langsung menghilang kedalam bayangan dan dengan cepat muncul dari belakang vampire lord itu “Srraasshh…” serangan Raiya yang sangat tajam menggunakan cakar besi darahnya dapat dihindari vampire lord tersebut, walaupun dia telah kehilangan tangan kirinya untuk bisa menghindari serangan Raiya.
“Lumayan..., tapi sampai berapa lama kau bisa menunda kematian mu haaah…” kata Raiya yang kembali menghilang tampa meninggalkan jejak.
Bersambung……
Berikan dukungan kalian semua dengan cara Like, Komen, Giff, Dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya, Ok.....