I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 97 Formasi pedang darah hitam



Didalam arena colosseum telah terjadi pembantaian besar-besaran yang dibuat Zordun dia telah membantai lebih dari 60 orang lebih peserta di dalam arena colosseum, setelah itu dia berdiri dengan tegak dihadapan pria dari klan raksasa tersebut. Marah karena kedua lengannya telah dipotong oleh Zordun raksasa itu langsung dengan ganas menginjakkan kakinya yang besar keara Zordun, namun sebelum raksasa itu berhasil menginjaknya “Srraangg… krraaanggss…” sebuah rantai yang terbuat dari darah para peserta muncul dan mengikat raksasa tersebut.


“*&^$)!@$$^**&%$” Zordun lalu membacakan mantra dan lalu bersamaan dengan mantra yang terucap dari mulutnya “Srraangg… srraangg… srraangg… srraangg…” rantai-rantai lainnya kemudian muncul dan mengunci raksasa tersebut.


 “Penyihir…, seorang Vampire lord yang bisa menggunakan skill dan sihir, benar-benar menarik” kata Reiga yang melihat Zordun membacakan sebuah mantra.


 “Hahaha… bagaimana dia sangat kuat bukan, saint milikku itu” kata Drakula yang tiba-tiba muncul dari belakang Reiga dan Borus.


 “Hmmm… jadi begitu, dia dapat bertahan dari sinar matahari lewat mantra yang dia gunakan dan lagi skill yang dia dapat pasti itu pemberia dewa vampire songong ini” pikir Reiga.


 “Raksasa itu sekarang sudah berada dalam formasi sihir yang dia buat, sudah jelas sekarang dia akan menjadi  tumbal Zordun untukku” kata Drakula.


 Dan lalu seluruh darah yang ada diarena tersebut mulai berkumpul dan membuat wujud menjadi sebuah pedang panjang yang berukuran 2 meter, Zordun langsung melompat kearah raksasa tersebut dan “Srraassshh…….” Dengan buasnya dia menebas tenggorokan raksasa itu. “Srriiiihhh…. Tiik-tiiik… tiiik-tiiik” darah raksasa itu langsung berhamburan dan menghujani seluruh arena.


 “Uuuwwwwwoooohhh….. Hoooohh….” Para penonton langsung bersorak-sorak akan kematian dari raksas itu, kematian dan darah adalah hiburan bagi mereka semua.


 Dan lalu babak penyisihan pertama telah berakhir yang mana hanya meninggalkan 5 orang tersisa selain Zordun, setelah menghabisi raksasa itu Zordun langsung berlutut dai seakan sedang berdoa didepan mayat raksasa tersebut. Bersamaa dengan doa Zordun mayat dari raksasa itu kemudian mengering seakan-akan seluruh darah di mayat itu sudah dihisap sepenuhnya sampai habis.


 “Hahaha… bagus-bagus sekali sudah cukup lama rasanya aku tidak merasakan darah dari klan raksasa” kata Drakula yang merasakan darah dari raksasa itu dimulutnya.


 Mengetahui kalau klannya sudah terbunuh dan dijadikan tumbal Hill sang dewa para raksasa langsung mengeluarkan aura kuat, dia mengarahkan auranya pada Drakula seakan dia mengancam Drakula kalau dia akan menghabisi dirinya sekarang juga.


 “Hohohoho… seperti biasa kau selalu bisa membuat musuh dimanapun kau berada” kata Borus.


“Hei tenangkan sedikit dirimu, kau tentu tahukan kalau setelah dia masuk kedalam arena maka hidup dan matinya tidak akan bisa terjamin lagi” kata Drakula yang sedikit kaget dengan sikap dari Hill.


 Mengetahui kalau dirinya sedang dilihat oleh banyak dewa Hill langsung menghilangkan auranya, Hill langsung turun kebawah arena dan dengan kekuatannya dia mengambil jasad dari raksasa yang telah mengering tersebut. Dia membawa jasad itu kearah gunung terdekat dan lalu menghancurkan jasad itu menjadi abu dengan kekuatannya dan menyebarkan abunya kesekitar gunung tersebut.


 “Semoga kau bisa tenang dialam sana” kata Hill yang berdoa pada pejuang dari klan raksasa yang telah tumbang tersebut.


 Reiga yang melihat hal tersebut langsung dengan cepat menyusul Hill, dia lalu berdiri dibelakang Hill dengan tenang dan disaat Hill telah menyelesaikan doanya Reiga langsung menggunakan skillnya untuk menarik jiwa dari raksasa yang telah mati tersebut. Dengan kekuatannya Reiga langsung mengirim jiwa itu kealam baka yang mana membantu raksasa yang mati agar langsung pergi dan tidak tersiksa dialam orang hidup.


 “Terimakasih….” Kata Hill yang melihat tindakan dari Reiga.


 “Kau tenang saja, selama Vampire itu bertarung didalam arena dan jika tidak ada yang menghalangi maka aku bisa jamin dia akan mati dengan cara yang mengenaskan” kata Reiga yang lalu langsung pergi kembali ketempat para dewa berkumpul.


 “Hahahaha…., dia sangat percaya diri pada pengikutnya, boleh juga” kata Hill yang mengikuti Reiga dari belakang.


Reiga dan Hill lalu sampai kembali diatas arena colosseum mereka berdua lalu melihat kalau para dewa yang ada disana sedang melihat kearah arena dengan wajah yang tegang, Reiga dan Hill lalu melihat apa yang terjadi dibawah sana dan ketika mereka melihat hal tersebut mereka dikejutkan dengan seekor mahluk yang sangat langkah.


 Mahluk itu dengan santainya membunuh para peserta yang ada disana dengan mudahnya, sementara para dewa yang lain bertanya-tanya dan ingin mengait mahluk itu menjadi pengikutnya cuman Reiga sendirilah yang melihat dengan tatapan lemas setelah tahu kalau yang ada dibawah sana adalah mahluk ciptaannya yaitu Nabila.


 Hal itu terjadi beberapa jam sebelumnya ketika Nabila telah ditemukan oleh Lucy dan kelompoknya mereka lalu pergi kepenginapan mereka, dan begitu mereka sampai disana Nabila langsung merasakan dari instingnya kalau ada sesosok mahluk yang kuat berada disekitar penginapan tersebut. Dengan instingnya dia lalu mencari keberadaan mahluk itu sambil berjalan santai bersama yang lainnya, dan lalu dia melihat Zordun bersama dua pengikutnya yang menggunakan jubah hitam lewat disebelahnya.


Mengetahui kalau mahlukitu adalah sebuah ancaman Nabila lalu langsung ingin menyerang Zordun, namun pada saat dia akan menyerang Zordun dia dihalangi oleh Lucy yang memegang tangannya dengan kuat.


 “Jangan buat masalah….” Kata Lucy yang sudah mengetahui apa yang ingin dilakukan oleh Nabila.


 “Orang itu berbahaya… harus segera dimusnahkan…” kata Nabila.


 “Yaa… aku tahu itu aku juga bisa merasakan kekuatannya barusan dan dari bau darah ditubuhnya dia kelihatannya seseorang dari ras Vampire” kata Lucy.


 “Jadi apa yang harus kita lakukan nona Lucy, haruskah kita singkirkan dia malam ini” kata Rial.


 “Jangan ingatlah kalau disini bukan hanya bangsawan dan petarung saja yang hadir, tetapi para dewa juga ikut datang mengamati gerak-gerik kita” kata Lucy.


 “Tapi bahaya harus segera disingkirkan” kata Nabila yang bersikeras ingin membunuh Zordun.


 “Tenang saja aku yakin kita pasti akan mendapatkan kesempatan itu, karena aku yakin kalau kita bisa bertemu diarena nanti” kata Lucy.


 Lalu Lucy dan yang lainnya mulai memesan kamar untuk diri mereka masing-masing, sementara itu Nabila yang masih penasaran dengan Zordun memutuskan untuk mengikutinya. Dia mengikuti Zordun sampai kearena colosseum disan ada staff yang menahan dirinya.


 “Maaf hanya bagi para pesertalah yang boleh masuk kedalam ruang tunggu peserta” kata staff itu.


 Lalu setelah berpikir panjang Nabila langsung memutuskan untuk daftar masuk babak penyaringan, dan sampai disinilah cerita tentang bagaimana dia bisa ada didalam babak penyaringan kedua. Walaupun begitu Nabila dengan hebatnya mengalahkan setiap peserta yang maju menghadapi dirinya, dengan kemampuan transformasi miliknya dia mampu mengubah wujud dari tangan kanannya menjadi sebuah tombak dan tangan kirinya menjadi perisai tebal.


 Dan dengan kecepatan gerakan kaki yang dia miliki banyak peserta sudah jatuh menjadi korbannya, sementara itu mahluk mistik singa kepala dua yang merupakan satu-satunya mahluk mistik yang dimasukkan kedalam arena tersebut juga ikut membantai para peserta dan sampai pada akhirnya para peserta tinggal beberapa orang Nabila dan singa kepala dua itupun saling berhadapan.


 Singa kepala dua seperti namanya adalah mahluk singa yang berukurang dua kali lipat lebih besar dari beruang, singa kepala dua memiliki ciri khas yaitu berkepala dua dan sangat ganas hal itu dikarenakan setiap kepala memiliki perut masing-masing yang membuat singa kepala dua menjadi pemangsa yang sangat rakus. Singa ini juga memiliki kemampuan untuk mengintimidasi lawan yang labih lemah darinya yang membuat lawannya tidak bisa bergerak selama beberapa detik.


 Lalu Nabila dan singa kepala dua saling berhadapan satu sama lain Nabila mulai menyerang singa kepala dua itu dengan ganas menggunakan tombaknya “Trranngss…” namun singa kepala dua yang cerdik dapat menghindari serangan dari Nabila, singa kepala dua lalu membalas serangan dari Nabila dengan serangan cakar yang dimilikinya “Srrraaannggss…” dengan tangan kirinya sebagai perisai dia dapat menahan serangan singa kepala dua. Keduanya saling serang dan saling bertahan satu sama lain dengan kecepatan yang sangat cepat yang bahkan sangat sulit dikuti mata orang biasa.


 “Woooohh…. Hebat.... hebat…. Seranggg…” para penonton pertandingan tersebut menjadi histeris karena kehebatan kedua mahluk tersebut, satunya adalah mahluk mistik yang terkenal akan kebuasannya dan satunya lagi adalah seorang gadis yang diciptakan dari ratusan mayat.


 Dan bukan hanya para penonton dibawah yang histeris para dewa yang berada diatas menyaksikan pertandingan juga bersemangat melihat kemampuan gadis yang mereka tidak ketahui itu, sementara itu Reiga yang melihat gerakan Nabila sadar kalau saat ini Nabila menekan kemampuannya karena dia tahu kalau singa kepala dua bukan tandingan dari kemampuan skill mata Abyss miliknya.


 “Gadis ini…. Jadi begitu dia menjadikan singa kepala dua sebagai latihan tehnik bertarung nya, apa dia masih kesal karena seri dengan Lucy waktu itu” pikir Reiga yang melihat pertarungan Nabila.


Bersambung...........


Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin semangat dan ceritanya jadi jauh lebih menarik lagi, Ok...