
Kematian adalah sesuatu yang paling ditakuti didunia ini dan setiap mahluk hidup pasti akan takut jika sudah berurusan dengan kematian, bahkan mahluk pelahap darah yang mana bergerak seperti monster dan membunuh banyak mahluk juga akan takut jika dihadapkan dengan kematian. Dan raja pelahap darah sekarang ini sedang ketakutan karena dia telah melihat ingkarnasi dari kematian didepan matanya, wajahnya mengigil ketakutan dan tubuhnya mengeluarkan keringat dingin ketika dia melihat mata Reiga.
“Mahluk apa dia sebenarnya, kenapa aku merasa ketakutan hanya dari melihat tatapan matanya itu” pikir Raja pelahap darah.
Reiga yang melihat ketakutan dimata raja pelahap darah langsung berjalan secara perlahan-lahan mendekati dirinya, tetapi saat Reiga mendekatinya raja pelahap darah mulai perlahan lahan bergerak mundur.
“Hei… ada apa, bukannya kau tadi yang bilang akan membunuh dan memakanku kan, jadi kenapa takut ayo sini” kata Reiga, dia telah menyimpan amarahnya dibalik senyumannya itu, semua itu dikarenakan seluruh bawahannya telah ditindas oleh para pelahap darah dan hal itu membuatnya murka.
“Grrrr… sialan jangan kira kau bisa dapat dengan mudah mengalahkan kami” kata raja pelahap darah, dengan kekuatan hukum darah monster yang diapunya dia membuat tubuhnya membesar menjadi sesosok raksasa dengan ketinggian 25 meter.
Dengan merubah tubuhnya dia menjadi lebih percaya diri dan memandang rendah Reiga, namun melihat raja pelahap darah yang memperbesar tubuhnya Reiga hanya terdiam dan memasang muka heran.
“Ngapain dia membesarkan tubuhnya, bukannya itu akan jadi lebih mudah untuk aku tebas” pikir Reiga yang memikirkan kebodohan raja pelahap darah.
“Roooaarrr…” dengan segenap tenaganya raja pelahap darah berusaha menyerang Reiga dengan tinju yang dia punya, namun Reiga yang tidak menganggap raja pelahap darah sebagai musuhnya hanya mengangkat pedangnya kearah tinju raja pelahap darah tersebut.
“Trrriinnggss…” dengan sekali sentuhan dari ujung pedangnya Reiga dengan mudahnya menghentikan tinju raksasa raja pelahap darah, bahkan raja pelahap darah sama sekali tidak bisa menggerakan tangannya seakan-akan pedang milik Reiga mengunci tangannya.
“Ap-apa yang, Grrrr…. Kenapa aku tidak bisa menarik kembali tanganku” kata raja pelahap darah yang berusaha untuk menarik tangannya.
“Srrasshh… Srrasshh… Crrasstt… Crrasstt… Crrasstt…” lalu secara tiba-tiba tangan kanan milik raja pelahap darah terpotong-potong dan terbelah menjadi potongan kecil.
“Boommssh…” melihat tangannya yang mana terpotong tersebut raja pelahap darah langsung tahu kalau yang ada didepannya tidak bisa dilawan, dan dengan menggunakan insting miliknya raja pelahap darah berusaha untuk kabur dari Reiga, dirinya berusaha untuk berenang pergi dari sana.
“Hmmm… kau pikir kau bisa lari, asal tahu saja tidak ada satupun didunia ini yang bisa lari dan bersembunyi dari kematian” kata Reiga, dengan memadatkan kekuatan hukum kematian dan energy pedang didalam pedangnya Reiga langsung menebas kearah raja pelahap darah tersebut.
“Srrrraaassshhh….” Sebuah serangan energy pedang dengan jarak yang sangat panjang dilancarkan mengarah langsung dengan cepat kearah raja pelahap darah, dan ketika raja pelahap darah berbalik melihat kebelakangnya “Crrrraassstt….” Dia melihat kematiannya sendiri didepan matanya, bersama dengan kematian itu nyawanya hilang dan lepas dari tubuhnya dengan sebuah penyesalan kalau dirinya seharusnya tidak pernah melawan sang kematian.
“Haaaah…. Akhirnya selesai juga, sekarang aku punya waktu beberapa menit sebelum dipaksa kembali kealam atas” pikir Reiga, dengan cepat dia langsung menyebarkan area miliknya dan dengan kekuatan hukum kehidupan miliknya dia menyembuhkan para dewa/dewi dan pengikut mereka, beberapa yang telah mati bahkan hidup kembali karena kekuatan dari hukum kehidupan milik Reiga.
Disaat Reiga sedang menyembuhkan semua yang ada disana “Tuukkk…” tiba-tiba dari belakang dirinya Nabila langsung dengan cepat memeluknya, dia sangat senang bertemu dengan Reiga kembali sampai dirinya tidak bisa menahan diri dan memelukn Reiga didepan orang-orang. Lucy yang melihat itu merasa kesal karena dia kalah cepat dari Nabila.
“Hmmm… biarin aja dari pada kau wanita tua otak otot” kata Nabila sambil memeluk Reiga dengan erat.
“Apa kau bilang tadi” kata Lucy yang marah dengan ucapan Nabila.
“Ada apa, apa kau sudah sangat tua sampai-sampai telingamu tidak berfungsi lagikah” Kata Nabila.
“Hahhahaha…. Mereka berdua ini masih sama seperti dulu, tidak berubah sama sekali hahahah…. Aku khawatir dengan masa depan mereka” pikir Reiga yang mana merasakan nostalgia melihat keduanya saling bertengkar satu sama lain.
“Tuanku selamat datang kembali” kata Raiya yang mana langsung dengan cepat berlutut dihadapan Reiga.
“Haahaha… Raiyakah kau sudah bertambah sangat kuat rupanya, bahkan kau juga telah menjadi dewa tingkat atas, bagus-bagus” kata Reiga yang melihat sejumlah energy besar dari tubuh Raiya.
“Wuusshh….” Dan dari atas langit Azazel langsung turun bersama dengan para satans yang lainnya, mereka menundukkan kepala mereka kepada Reiga yang mana adalah asalmula mereka.
“Azazel kau juga sama, sudah beberapa tahun dialam atas dan kelihatannya sudah lebih dari ratusan tahun dialam bawah, tempat ini benar-benar tidak berubah dan semakin cantik” kata Reiga yang melihat ketujuh benua dialam bawah dengan mata dewa miliknya, matanya menghitam dan mengeluarkan puluhan cahaya-cahaya kecil bagaikan langit malam.
Dengan mata dewa miliknya dia melihat sosok dari raksasa Jotuun yang mana tergeletak pingsan, dan dari jarak jauh Reiga langsung menyembuhkannya dengan cepat. Sementara itu mayat dari raja pelahap darah yang mana masih mengambang dilautan secara tiba-tiba menghilang dan masuk kedalam sebuah retakan dimensi, Reiga yang merasakan adanya retakan dimensi disana langsung menyadari kalau tubuh dari raja pelahap darah telah hilang.
“Jadi mahluk itu masih mau makan lagikah, kelihatannya ini akan menjadi merepotkan” kata Reiga sambil melihat keatas, dia menggunakan mata dewa miliknya untuk melihat celah dimensi tempat monster naga tampa kelapa itu berada.
Dan didalam celah dimensi tersebut mayat dari raja pelahap darah langsung berubah dan mengecil menjadu segumpalan darah, dan dengan cepat monster naga tampa kelapa itu langsung melahapnya “Booommssshhh….” Lalu sejumlah besar energy hukum darah monster langsung menguat didalam tubuhnya. Segala macam nutrisi yang mana telah dilahap oleh raja pelahap darah sekarang telah mengalir dengan derasnya kedalam tubuh monster naga tampa kepala itu, Reiga yang melihat hal itu dengan samar-samar langsung mendapatkan sebuah firasat buruk.
Dan benar saja celah dimensi tempat monster naga tampa kepala itu langsung retak dan hampir hancur begitu saja, monster naga tampa kepala itu mengamuk dan ingin menghancurkan celah dimensi tempat dirinya dikurung.
“Hahahahhahaha…. Walaupun lebih sedikit dari yang aku duga tetapi ini cukup, ini lebih dari cukup untuk menghancurkan kurungan dimensi sialan ini, Hahahahahhaa…..” kata mahluk naga tampa kepala tersebut, dirinya dengan kekuatan yang dia serap sedang berusaha untuk menghancurkan celah dimensi tempat dia terkurung.
Bersambung…..
Berikan dukungan kalian semua dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote yah, agar novel ini tetap lanjut dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok.....