I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 74 Ras yang terbuang



Setelah mendapatkan Pedro sebagai bawahannya Reiga lalu meninggalkan masalah peperangan terhadap Killa semuanya kepada Agnus. Dia ingin melihat kelayakan Agnus sebagai seorang calon raja dan Agnus menyanggupi permintaan Reiga tersebut.


 Lalu setelah Agnus mendapatkan berbagai macam informasi dari mata-mata Pedro dia memutuskan pergi dari wilayah dewa Aegis dia pergi ketempat-tempat dekat pantai untuk menyebarkan obat darah dewa dan mengambil hati para rakyat. Dengan cepat Agnus mengambil hati banyak warga dan juga mendapatkan dukungan dari para dewa sekitar melihat semuanya berjalan lancar membuat Reiga merasakan perasaan tidak enak.


 “Semuanya berjalan terlalu lancar, seakan-akan seperti langit tenang sebelum badai datang” pikir Reiga yang memiliki perasaan buruk.


 Tetapi Reiga tetap pada pendiriannya sendiri dia tetap memilih untuk membiarkan Agnus menangani sisanya untuk memenangkan perang dengan tangannya sendiri. Sementara itu Killa yang masih focus dengan pasukannya dia tetap terus menambah jumlah pasukan dirinya lalu seseorang menggunakan sebuah jubah hitam datang menghampirinya.


 “Tuan Killa.., uhuuk…uhuuk…, aku punya sebuah berita yang buruk” kata pria itu, dia terlihat seperti seorang pria tua yang terlihat sakit-sakitan.


 “Berita buruk.., berita seburuk apa sampai kau harus datang sediri ??” tanya Killa.


 “Ini soal pangeran Pedro dari berita yang aku dapatkan dari informan kita, dia mengatakan kalau pangeran Pedro telah sepenuhnya mendukung pangeran Agnus” kata laki-laki tua itu.


 “APA ?!!.., tidak mungkin si Pedro yang sombong itu mau mengalah terhadap adiknya sendiri seperti itu” kata Killa yang terkejut dengan berita tersebut.


 “Tetapi tuanku informasi ini dapat dipastikan, pada saat itu informan kita sendiri yang melihat pangeran Pedro pergi bersama pangeran Agnus untuk menyebarkan obat darah dewa, dan juga informan kita melihat kalau pangeran Pedro terlihat seperti bawahan didepan pangeran Agnus” kata laki-laki tua itu.


 “Cih… sialan dengan kata lain Agnus telah mendapatkan bantuan dari para bangsawan dan juga rakyat biasa” kata Killa.


 “Benar tuanku sekarang keadaan kita sudah sangat gawat, jika kita membiarkan dia terus tumbuh bukan tidak mungkin ada dewa-dewa dari fraksi putih yang aka ikut maju bersama dirinya” kata laki-laki tua itu.


 “Aku tahu itu, tapi sekarang ini pasukan yang baru kita bentuk belum memiliki pengalaman yang cukup dan kemampuan mereka masih dibawah rata-rata jika dibandingkan dengan pasukan pribadi dari bangsawan, dan ada juga pasukan tentara bayaran yang dimiliki Pedro itu membuatku semakin sakit kepala” kata Killa.


 “Kalau begitu haruskah aku maju untuk turun tangan secara langsung tuan??” kata pria tua itu.


 “Jangan.., kau itu salah satu kartu As ku jika ada dewa yang muncul maka cuman kau yang bisa menghadapinya, suruh saja beberapa orang dari klanmu untuk mengani masalah ini” kata Killa.


 “Baik tuan.., uhuuk…uhuuk…, saya akan segera melaksanakan perintah anda” kata pria tua itu dengan lemas sakit-sakitan dia lalu pergi dari sana.


 “Aku mengharapkan berita baik darimu monster tua” kata Killa.


 Dan malamnya ditempat Agnus menginap salah satu kota didekat pantai yang terkena wabah miasma ciptaan Reiga. Ditempat itu Agnus sedang mengerjakan tuganya dia menghitung biaya perjalanan dan memikirkan rencana selanjutnya yang akan dia lakukan dia bekerja dengan giat sampai tengah malam.


 “Kau belum tidur pangeran Agnus” kata Merlin yang menjumpai Agnus.


 “Oooh.. iya ini masih ada beberapa hal yang harus kukerjakan” kata Agnus.


 “Hohoho… bagus-bagus, bersemangat itu boleh tetapi ingatlah untuk beristirahat” kata Merlin.


 “Aaah iya nanti, aku baru saja menemukan beberapa informasi yang aneh” kata Agnus.


 “Hmmm… informasi seperti apa..??” tanya Merlin dengan penasaran.


 “Disini aku mendapatkan informasi dari mata-mata Pedro kalau sebelum ayahku jatuh koma, Killa pergi dengan beberapa pasukannya kebenua lain namun tidak ada yang tahu kebenua mana mereka pergi, lalu saat dia kembali dia terlihat seperti membawa beberapa orang bersama dengannya dan orang-orang itu terlihat seperti orang-orang yang terkena sakit dan memiliki tubuh lemah” kata Agnus.


 “Hooo.. jadi mungkin saja dia iba dengan mereka lalu memutuskan membawanya untuk dirawat dikerajaan” kata Merlin.


 “Awalnya para mata-mata itu juga berpikir begitu, tetapi saat mereka melihat lebih lama lagi mereka melihat sikap dari Killa dan para pasukannya terhadap orang-orang itu sangatlah tidak biasa” kata Agnus.


 “Tidak biasa bagaimana maksudnya ??” tanya Merlin.


 “Hormat mereka terlihat memperlakukan orang-orang asing itu dengan sangat hormat dan para bawahan yang pergi ikut bersama dengan Killa terlihat seperti ketakutan saat berbicara dengan mereka, hal ini sangat aneh mengigat sikap dari kakakku yang hanya mementingkan kekuatan diatas segalanya untuk bisa menghormati para orang sakit sama sekali tidak mungkin” kata Agnus.


 “Dengan kata lain para orang-orang tersebut memiliki sebuah kekuatan yang membuat para bawahan pangeran Killa, dan juga cukup kuat sehingga membuat pangeran Killa menghormati mereka semua” kata Merlin.


 “Sialan… apa-apaan orang itu tubuhnya memakai baju besikah, keras sekali kaki jadi sakit” kata Agnus.


 “Terimakasih banyak pangeran, sekarang biarkan orang tua ini yang mengurus semuanya” kata Merlin.


 Merlin lalu mengambil tongkatnya dari bayangan dibawah kakinya dan mengucapkan sebuah mantra “@##%$**&^” tiga bola api lalu muncul didepan Merlin ketiga bola api itu kemudia menyatu dan membentuk sebuah tombak api.


 “Matilah mantra sihir api : Fire javelin” tombak api tersebut dengan cepat meluncur kearah orang tersebut.


 Namun dengan kelincahan yang dia punya orang tersebut dengan cepat melompat keluar dari ruangan Agnus


“Booomssh..” namun dia tetap terkena beberapa luka bakar karena ledakan mantra tersebut sangat kuat.


 “Dasar kakek tua, perhatikan dulu tempat dimana kau meledakkan sesuatu” kata Agnus yang melihat kamarnya berantakan karena ledakan mantra Merlin.


 “Hohoho… mohon maafkan aku pangeran Agnus aku sudah terlalu tua jadi sulit untuk melihat keadaan disekitarku” kata Merlin.


 “Dasar kau ini, tapi tunggu dulu jadi maksudmu kalau aku ada didekat musuh apa kau akan meledakkan aku juga bersama dengan musuh” kata Agnus.


 “Hohoho… yah siapa yang tahu mungkin juga iya, tapi jangan khawatir anda punya artefak pertahanan yang cukup kuat untuk menankis mantra sihirku” kata Merlin.


 “Sudahlah aku jadi sakit kepala berbicara denganmu, lebih baik kita kejar dulu dia” kata Agnus.


 Mereka berdua lalu mengejar orang asing tersebut karena luka bakar yang disebabkan oleh Melin membuat orang itu melambat gerakannya. Sementara itu Agnus mengejar dirinya dengan cepat selain bersama Merlin dia juga ikut membawa banyak pasukan bersamanya kira-kira ada sekitar 50 orang dan pada saat ditengah sebuah hutan.


 “Sialan aku punya firasat kalau ini adalah jebakan” pikir Agnus.


 Dia lalu mencari-cari dalam kantung yang dia punya dan mengeluarkan beberapa artefak salah satunya adalah artefak tingkat legenda tongkat pohon ribuan tahun ( sebuah tongkat yang dibuat menggunakan pohon yang telah hidup selama lebih dari ribuan tahun yang terpotong karena terkena sambaran petir, berkat dari petir tersebut tongkat itu memiliki dua macam energy didalamnya yaitu energy alam dan energy kehancuran petir ).


 “Kakek tua ambil tongkat ini untukmu, pastikan kau menggunakannya dengan baik” kata Agnus sambil menyerahkan artefak tersebut.


 “Terimakasih banyak tuanku” kata Merlin.


 “SEMUANYA DENGARKAN AKU TETAP WASPADA TERHADAP SEKITAR KARENA ADA KEMUNGKINAN INI ADALAH JEBAKAN” teriak Agnus.


 Mendengar teriakan Agnus dari jauh orang asing itu kemudian berhenti berlari dan berbalik arah melihat kearah Agnus dan pasukannya. Mendapatkan kesempatan itu pasukan Agnus lalu mengepung orang tersebut sehingga membuat dirinya tidak punya tempat untuk berlari.


 “Kau sudah terkepung sekarang, menyerahlah maka aku mungkin akan mengampuni nyawamu” kata Agnus.


 “Ha… Hahahahaha…. terkepung bagus juga, dengan begini aku tidak perlu repot-repot sembunyi-bunyi lagi” kata orang asing tersebut.


 Mendengar ucapan dari orang tersebut membuat Agnus langsung mendapatkan sebuah perasaan buruk dan lalu dia bersiap langsung dengan pedangnya. Sementara itu orang asing tersebut tiba-tiba mengeluarkan aura yang sangat kuat seakan hewan buas yang melihat mangsanya, tubuhnya mulai membesar “Craak…Craaaaassskk…” jubahnya lalu terkoyak karena tubuhnya yang besar. Bulu-bulu mulai bermunculan tubuhnya mulai bertransformasi “Aaaawoooooonggs…..” dia lalu melonglong seperti serigala buas.


 “Sialan itu ware wolf, salah satu dari ras yang terbuang” kata Agnus yang merasa kalau dia kalau nyawanya sedang terancam.


 Sementara itu Reiga melihat Agnus dari atas langit ketinggian 2.000 meter dari atas permukaan tanah menggunakan tubuh astralnya sehingga dia tidak bisa dideteksi oleh orang lainnya.


 “Ware wolf salah satu dari ras yang bisa dibilang ras abadi, menarik sekali” kata Reiga yang melihat kejadian hal itu.


Bersambung.......


Berikan dukungan kalian dengan cara like, komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok.....