I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 90 Ketenangan sebelum badai



Setelah Reiga kembali dari kerajaan Emas agung dia meninggalkan beberapa bawahannya pada Agnus untuk bisa membantu dirinya membangun kuilnya di wilayah kerajaan Emas agung, Agnus yang sudah dicuci otaknya oleh Reiga dengan senangnya dia membantu Reiga mendirikan kuilnya secara tersembunyi karena masih ada banyak orang-orang dari fraksi dewa putih didalam kerajaan. Untuk sementara waktu Agnus bergerak diam-diam membantu para pengikut Reiga sambil menyingkirkan para pengikut dewa fraksi putih.


 Reiga yang berada didalam kuilnya sekarang ini sedang bersama dengan Lucy dia berlatih tehnik bela diri bersamanya, namun karena perbedaan besar dari segi kekuatan dan jumlah energy maka Reiga menekan sebagian besar kekuatannya agar Lucy dapat mengimbangi dirinya. Jauh didalam hutan telah mereka berdua telah beradu pukulan dan tehnik satu sama lain “Drraasshh… Baammsshh… Srraasshhtt…” keduanya menggunakan energy didalam tubuh mereka untuk melancarkan serangan kupulan dan tehnik beladiri mereka.


 “Hebat… benar-benar hebat dalam waktu beberapa bulan tuan Reiga sudah menguasai seluruh tehnik beladiri yang kubuat” pikir Lucy.


 Reiga lalu menggunakan tehnik jari keenam yang mana dinamakan jari kekosongan, tehnik tersebut membuat penggunanya mengalirkan energy keseluruh otot tangan dan lalu disaat mengenai target seluruh energy tersebut akan dilepaskan disaat yang bersamaan. Prinsip dari tehnik keenam ini adalah menjadikan tinju memiliki kekuatan daya ledak yang sama seperti sebuah serangan meriam, tergantung pada besar energy dan daya tahan tubuh dari pengguna tehnik jari kekosongan ini serangan tinju yang bisa dihasilkan bahkan bisa menghancurkan sebuah gunung besar.


 “Hahaha…. Keren sekali tehnikmu ini, jika kau adalah seorang dewi maka dengan tehnik ini bisa membuatmu menguasai banyak daratan” kata Reiga.


 “Booommsshh….” Kedua tinju mereka saling beradu satu sama lain dan menciptakan gelombang energy yang sangat besar.


 Setelah saling beradu tinju Lucy yang memiliki tubuh lebih lemah dari Reiga tercampak cukup jauh, lalu pada saat Reiga melihat Lucy yang tercampak tersebut dia terbang mengejar dirinya dengan cepat.


 “Sialan… jika aku terkena batu tersebut maka beberapa tulangku bisa patah” pikir Lucy yang melihat ada batu besar yang berada dibelakangnya.


 Lalu pada saat Lucy sudah dekat dengan batu besar tersebut dia mentup matanya seakan-akan dia seperti sudah pasrah akan terkena batu tersebut, “Trraaakk…”.


 “Eeeh…, kok gak sakit ya???” pikir Lucy yang merasa kalau tubuhnya sudah berhenti terlempar.


 Dan pada saat Lucy membuka matanya dia melihat wajah pria tampan yang kulitnya sangat putih sama seperti melihat bulan purnama dimalam yang bersalju.


 “Kau tidak apa-apa??” tanya Reiga yang rupanya berhasil menagkap Lucy, dan sekarang ini sedang menggendong Lucy dikedua tanganya.


 Setelah ditanya Reiga dia lalu sadar kalau saat ini dia telah beradalam dalam gendogang Reiga, menyadari situasinya tersebut kulit putih pucat Lucy langsung berbah menjadi merah tomat malu dan senang bercampur aduk menjadi satu membuat dirinya tidak bisa berpikir jernih untuk sementara waktu.


“EEEEH….., aku…., Kenapa…., Bagaimana….,” pikir Lucy yang pikirannya saat ini tidak bisa jernih karena saat ini dirinya begitu dekat dengan Reiga.


 Sementara itu Reiga yang melihat wajah Lucy yang memerah seperti tomat merasa lucu dengan hal itu, dia berpikir kalau saat ini Lucy sedang menggunakan suatu tehnik pertahanan yang membuat wajahnya memerah seperti tomat.


 “Kau tidak apa-apa, wajahmu merah sekali tehnik barukah” kata Reiga pada Lucy yang melihat wajahnya.


 “Ini-ini-ini…. Aku baik-baik saja….  Cuman sedikit kepanasan saja setelah berlatih barusan” kata Lucy yang gugup pada Reiga.


 Sementara itu dari kejauhan Nabila yang awalnya juga ingin ikut berlatih bersama mereka berdua memasang muka cemberut ketika dia melihat kalau Lucy sedang digendong putri ditangan Reiga, wajahnya yang cemberut benar-benar sangat imut bagaikan seorang anak kecil yang direbut es krim dari tangannya begitulah wajah Nabila sekarang ini hanya saja ada beberapa aura hitam yang keluar dari tubuhnya dengan hawa ingin membunuh yang kuat.


 Merasakan hawa pembunuh yang cukup kuat sehingga membuat Reiga merasakannya tamap sengaja dia menjatuhkan Lucy ketanah.


 “Aduh…” kata Lucy yang tidak sengaja dijatuhkan oleh Reiga.


Reiga lalu melihat kearah belakang tempat dimana aura membunuh itu berasal dan dia mendapati kalau aura tersebut berasal dari Nabila yang sedang jongkok melihat Reiga dan Lucy berduan dari tadi, Nabila melihat Reiga dengan tatapan yang aneh sambil memperlihatkan wajah cemberut. Melihat wajah Nabil yang imut Reiga langsung merasa melihat seekor hamster kecil yang sedang ngambek didepannya.


 “Imut….” Pikir Reiga yang melihat wajah Nabila.


 Nabila lalu berdiri dan langsung berlari kearah Reiga dengan sebuah pukulan dia memukul perut Reiga dengan sekuat tenaga, namun karena perbedaan kekuatan yang cukup besar Reiga hanya merasa gatal terkena pukulan tersebut.


 “Sa… sakit..” pikir Nabila yang melancarkan serangan tinju keperut Reiga.


 Melihat kalau sepertinya tangan Nabila kesakitan karena pukulan tersebut Reiga lalu berinisiatif dia mengusap kepala Nabila dengan lembut seperti sedang mengusap hewan kecil Reiga lalu merasakan sebuah ketengan saat mengusap kepalanya, Nabila sendiri yang tadi awalnya marah ketika diusap kepalanya langsung tenang.


 Sementara itu Lucy yang dilupakan melihat Nabila dan Reiga dengan senyuman yang dingin, merasa dillihat Nabila lalu melihat kearah Lucy dia lalu menjulurkan lidahnya dan mengejek Lucy ditempat “Blleehh…”, Lucy yang merasa terhina terbakar oleh api amarah.


 Lalu Reiga yang sama sekali tidak menyadari situasi sadar kalau dia tadi telah menjatuhkan Lucy, dengan wajah khawatir Reiga lalu mendatangi Lucy.


 “Aaaah.., kau tidak apa-apa, tadi maaf sudah menjatuhkan mu…” kata Reiga yang merasa canggung.


 “Hmmmm…. Aku tidak apa-apa kok..” kata Lucy yang lalu berdiri dan membersihkan bajunya.


 Nabila lalu dari belakang Reiga memeluk dirinya sepeti anak kecil yang tidak mau ditinggalkan oleh orang tuanya dia memegang baju belakang Reiga, sementara itu Lucy yang melihat kearah Nabila memancarkan aura persaingan yang sangatkuat.


 “Bocah berani juga kau” kata Lucy yang berbicara dengan Nabila lewat tatapan matanya.


 “Memang kenapa, yang tua seharusnya bisa mengalah sama yang muda” kata Nabila yang membalas lewat tatapan matanya.


“Hoooo… kecil-kecil kau sudah berani melawan” kata Lucy lewat tatapan matanya.


 “Melawat nenek tua sepertimu memangnya aku takut” kata Nabila lewat tatapan matanya.


 “Nenek tua katamu, ok sekarang ini juga mari kita bertarung” kata Lucy lewat tatapan matanya.


 Sementara itu Riega yang melihat kedua gadis itu saling bertatapan merasakan aura permusuhan yang kuat dari keduanya.


 “Mereka sangat dekat” pikir Reiga yang salah sangka membaca suasana yang ada disana.


 Sementara itu ditempat lain dibenua hitam tempat tinggal para penyembah dewa kegelapan, disan tinggal mahluk-mahluk kejam dan buas yang mana disana cuman memiliki satu peraturan yang mana kekuatan adalah segalanya. Dari pemimpin kota bahkan sampai raja ditentukan melalui pertarungan, dan salah satu dewa yang menduduki tempat disana adalah salah satu dewa bayangan Drakula yang dulunya adalah dewa Vampire hitam.


 Dia adalah salah satu didalam kuilnya dia mendengar kalau penciptanya telah bangkit dan juga berhasil dibunuh oleh seorang dewa fraksi hitam.


 “Menarik sekali…, Krraaaussstt….” Kata Drakula yang terlihat sedang melahap sebuah benda yang mirip dengan jantung manusia.


 Dia adalah mahluk yang memakan mangsanya lewat bayangan dan para pengikutnya selalu memberikan dirinya sebuah jantung segar yang diambil dari para mahluk cerdas seperti manusi, elf, setans, bahkan Vampire yang juga ras yang sama dengannya.


“Aku sangat ingin melihat wajah dari orang yang telah membunuh penciptaku” kata Drakula sambil membersihkan bekas darah dari mulutnya.


Bersambung........


Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, Dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok.....