I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 255 Monster naga tampa kepala bagian 2



Sebuah celah dimensi yang hancur mulai membuat kekacauan dimana-mana, para mahluk hidup dialam atas dan bawah merasakan guncangan dari kekacauan yang diakibatkan oleh monster naga tampa kelapa tersebut, sementara itu dipuncak gunung tertinggi dialam atas tempat dimana kepala monster naga tersebut disegel.


“Kahahahaha…. Akhirnya-akhirnya tubuhku telah berhasil membebaskan diri, Hahahahahaha….” Teriak kepala naga yang tersegel tersebut.


“Begituyah…, tampaknya benar kata sistem kehancuran memang tidak bisa dihindari dan harus ada yang memimpin ditengah kehancuran ini” kata Cronos yang mana berdiri disebelah batu tempat kepala naga tersebut disegel.


“Khahahaha…. Kenapa kau terus memasang wajah sok tenang seperti itu, sebentar lagi setelah aku bebas kaulah yang akan pertama aku bunuh” kata kepala naga yang tersegel.


“Hmmm… boleh saja itu jika kau mempunyai kekuatan untuk membunuhku, maka datanglah jika kau berani” kata Cronos, dia lalu terbang pergi dari sana dia terlihat terbang jauh tinggi melewati admosfir, Cronos yang mana adalah dewa waktu tidak pernah terlihat selama beribu-ribu tahun itu semua karena dirinya menjaga segel kepala naga digunung tertinggi dialam atas.


Sekarang ini karena segelnya sudah terlepas maka Cronos tidak punya kewajiban lagi untuk duduk disana, dia lalu langsung pergi dan menembus pembatas dimensi yang diciptakan oleh sistem. Diatas admosfir tempat sistem mengatur segalanya dari atas sana Cronos datang dan untuk menemuinya, dia lalu bertemu dengan sesosok perempuan yang mana memakai pakaian serba hitam seperti seseorang yang menghadiri pemakaman.


“Sudah cukup lamayah kita tidak bertemu” kata Cronos yang menyapa sistem.


“Kau sedang apa kau kemari??” tanya sistem yang mana melihat Cronos dengan pandangan dingin, sistem terlihat seperti gadis muda yang mana wajahnya berubah-ubah.


“Tidak ada aku hanya ingin mengambil barangku yang tertinggal disini” kata Cronos, dia lalu berjalan melewati sistem dan mengambil sebuah garis merah panjang yang mana ada didalam lautan semesta tersebut.


“Trrraaanggsss…” garis merah itu lalu berubah menjadi sebuah pedang merah tipis yang panjang, dengan memegang pedang tersebut kekuatan Cronos menguat dan bertambah berkali-kali lipat.


“Sudah lama akhirnya dengan ini aku sudah lengkap” kata Cronos, dia lalu kembali kealam atas dan berdiri diatas langit menunggu sang naga monster lepas dari segelnya.


“Sudah jutaan tahun berlalu kau rupanya masih belum bisa melepaskan dendamu Crono, karena itulah guru pernah bilang kalau kau sama sekali tidak cocok untuk menjadi kaisar bintang” kata Sistem, dia mengingat kembali masa lalu disaat dia Cronos dan ketiga lainnya melayani kaisar bintang sebagai muridnya.


Sementara itu dialam bawah Reiga yang melihat kerusakan parah dari celah dimensi mulai menyadari kalau energy dialam bawah meningkat secara drastis, dia lalu melihat disekitarnya dan menyadari kalau para mahluk yang ada sedang kesakitan karena menerima energy kuat secara tiba-tiba.


“Gawat kalau begini terus mereka semua bisa tewas, hukum diaktifkan + Artefak jubah langit malam diaktifkan : Alam semesta langit malam” dengan kekuatan area hukum dan artefak jubah langit malam miliknya Reiga menutupi seluruh 7 benua, dan setiap mahluk hidup yang ada masuk kedalam area miliknya.


Didalam area miliknya terlihat seperti mereka sedang berada diangkasa malam yang penuh dengan bintang-bintang, dan dengan masuk kedalam area tersebut para mahluk yang tinggal ditujuh benua tidak lagi merasakan kesakitan akibat menyerap energy terlalu banyak. Didalam area itu energy yang mana berasal dari alam atas diserap masuk kedalam area Reiga dengan cara disaring dan diperlembut agar para mahluk dari alam bawah dapat dengan mudah beradap tasi dengan energy dari alam atas, dan disaat Reiga sedang berusaha untuk menyaring seluruh energy yang kuat tersebut.


“ROOAAARR…” Sesosok mahluk meyeramkan yang mana sangat besar terlihat diamata semua orang dari alam bawah, dia terlihat seperti naga namun lebih menakutkan dengan tidak adanya kepala dan banyak mata bermunculan disekitar lehernya, mahluk itu lalu melihat Reiga dan para mahluk penghuni alam bawah.


“Sialan…., aku tidak bisa melawannya dengan keadaanku sekarang ini, kalau dia menyerang maka aku hanya bisa menguatkan pelindung dari area milikku” pikir Reiga yang mana melihat naga tampa kepala tersebut.


“Grrrrr….” Naga tampa kepala tersebut lalu langsung terbang pergi kealam atas tampa memperdulikan Reiga dan para mahluk alam bawah yang lainnya, mereka merasa lega karena naga tampa kepala tersebut telah pergi dari hadapan mereka namun disatu sisi Reiga yang mana merasa tidak dianggap merasa kesal.


“Cih…. dasar sialan aku tidak dianggap, dasar kadal tampa kepala beraninya dia itu” kata Reiga yang mana melihat naga tampa kepala tersebut tidak menganggap Reiga sama sekali.


Sementara itu Lucy, Nabila, Raiya dan Azazel yang mana melihat wajah Reiga langsung tahu dengan jelas kekesalan dari tuan mereka tersebut, karena telah bersama selama puluhan tahun mereka jelas mengetahui sikap buruk tuan mereka itu. Lalu dialam atas sendiri Zero yang mana memiliki kekuatan hukum ruang merasakan ada getaran besar yang mengacaukan ruang disekitarnya.


“Hmmm… batu kristal tabu ini beraksi, apa mungkin mahluk itu lepas” kata Zero yang mana sedang melakukan penelitiannya, dia berada didalam dimensi ciptaannya sendirin dengan ratusan mayat-mayat dari segalam macam spesies yang terpotong-potong akibat penelitiannya.


“Tuan Zero ada masalah” kata seseorang dengan cadar hitam putih yang menutupi wajahnya.


“Ada apa, cepat katakan padaku” kata Zero yang lanjut memotong-motong mayat dari mahluk mistik dimeja penelitiannya.


“Ada mahluk aneh yang terlihat seperti naga raksasa, namun dia sama sekali tidak memiliki kepala terlebih lagi beberapa orang kita yang berusaha mendekatinya langsung mati berubah menjadi gumpalan darah” kata bawahan Zero tersebut.


“Begituyah… bagaimana dengan situasi Reiga??” tanya Zero.


“Tuan Reiga menerima sebuah alat dari dewa Cronos, dan dengan alat itu dia pergi turun kealam bawah dan tampaknya dia belum kembali dari alam bawah” kata bawahan dari Zero.


“Kalau dia tidak ada maka ini akan sulit, siapkan seluruh pasukan kita dan katakan pada mereka untuk bersiap untuk mati” kata Zero, dia lalu keluar dari dimensi miliknya dan bersiap untuk bertarung.


Disisi lain disemua tempat dialam atas semuanya, baik itu para dewa maupun mahluk mistik mereka semua merasakan bahaya besar telah datang energy merah yang mana dipandang jijik oleh setiap mahluk dari alam atas mulai menyebar dengan cepat dan memenuhi hampir semua alam atas. Para mahluk mistik yang mana tidak tahan lagi dengan energy tersebut langsung mengamuk “ROOAARR… GRRROOAARR…” mereka mengumpulkan semua bawahan mereka dan berencana untuk mencari asal dari energy merah yang menjijikan tersebut.


“ROOOOAAAARR….. AKU TELAH BEBAS, DAN UNTUK KALIAN MAHLUK DIPLANET ERRAS AKAN MERASAKAN AMARAHKU KARENA TELAH BERANI MENGURUNGKU SELAMA JUTAAN TAHUN” teriakan kuat dari naga tampa kelapa tersebut menggema keseluruh alam atas, dan para dewa raja terkuat langsung merasakan sebuah bahaya besar akan datang, semua itu disebabkan oleh satu mahluk dan sesosok mahluk tersebut adalah mahluk yang dapat menghancurkan segalanya yang ada diplanet Erras.


Bersambung…..