
Denga diselimuti oleh aura merah darah yang mana sangat menyengat ke 25 dewa raja pelahap darah itu langsung menyerang kearah para dewa/dewi raja, mereka menyerang dengan liar karena dengan kemampuan regenerasi mereka serangan dari dewa dan dewi tidak ada apa-apanya. “Boomsshh…” beberapa dewa yang menggunakan skill ledakanpun tidak bisa menghancurkan tubuh dari dewa raja pelahap darah itu, karena menggunakan sisik naga dewa raja pelahap darah tersebut manahan sebagian besar serangan kuat dan menyembuhkan luka-luka menggunakan kemampuan regenerasi mereka. “Crrassstt… Krraasstt… Trraanggss…” bahkan para mahluk mistik tingkat dewa tidak dapat mendekati naga tampa kepala tersebut, karena para dewa raja pelahap darah itu menjaga dirinya dan tidak membiarkan satu mahlukpun mendekati dirinya.
“Sialan… aku kira tadi sudah membunuhnya, tetapi tidak aku sangka dia dapat hidup kembali setelah aku potong kecil-kecil, apa jangan-jangan itu ada hubungannya dengan serangga merah barusan” pikir Diana.
Dan disaat dirinya tidak fokus dua dewa raja pelahap darah menghampiri dirinya dan menyerang kearahnya, “Crraanggss… Krraanggss…” serangan mereka berdua mampu ditangkis oleh Diana tetapi “Trranggss… Srraanggss…” Diana yang kesulitan menghadapi dua orang dewa raja pelahap darah tidak dapat memberikan serangan balasan. “Buurrrnnn….” disaat Diana sedang kesulitan Tiana sang dewi phoenix langsung datang membantu dirinya, dia menggunakan api miliknya untuk menyerang kedua dewa raja pelahap darah tersebut.
“Perlu bantuan dewi iblis kecil” kata Tiana yang sedang menggunakan wujud manusia miliknya.
“Terimakasih untuk bantuannya tetapi aku bukanlah iblis kecil seperti yang kau katakan” kata Diana, dia lalu memperbaiki posisi kuda-kuda miliknya.
“Hohoho… bagus kalau begitu ayo mari kita habisi mereka berdua” kata Tiana yang mana menggunakan api miliknya sebagai pedang.
“Pedang iblis putih, tarian bunga lili putih : mekarnya sang iblis putih” serangan tarina pedang dari Diana langsung menyerang kearah titik-titik lemah yang mana tidak tertutupi oleh sisik naga, “Crrasstt… Srrasstt… Krraasstt…” serangan pedang dari Diana langsung membuat kedua dewa raja pelahap darah tersebut lumpuh karena sebagian besar saraf mereka sudah terpotong.
“Bagus sekarang giliranku, Skill Burning Sword” Tiana yang mana melihat kesempata itu langsung menyerang kedua dewa raja pelahap darah tersebut dengan pedang api miliknya, dan dengan satu kali tebasan Tiana langsung membakar habis kedua tubuh dewa raja pelahap darah tersebut.
“Gaaaahh… Krraaahh….” Kedua dewa raja pelahap darah tersebut langsung kesakitan karena terbakar oleh tebasan dari api Tiana, bahkan api milik Tiana langsung merusak tubuh dari kedua dewa raja pelahap darah tersebut.
“Bagaimana… apa berhasil” kata Diana yang memeriksa kedua dewa raja pelahap darah tersebut menggunakan mata dewa miliknya.
Dan benar saja kedua dewa raja pelahap darah tersebut terbunuh karena setiap sel-sel yang ada didalam tubuh dewa raja pelahap darah itu terbakar habis oleh api phoenix milik Tiana, namun melihat kedua dewa raja pelahap darah miliknya terbunuh naga tampa kepala tersebut langsung dengan cepat memunculkan lima mahluk serangga pelahap darah, “Ziiinnggss… Ziiinnggss… Ziiinnggss…” dengan cepat para serangga pelahap darah tersebut langsung terbang kearah kedua dewa raja pelahap darah tersebut. Melihat hal itu Diana langsung tahu kalau para serangga tersebut adalah pertanda buruk, dengan cepat Diana langsung melesat kearah para serangga itu “Bussshh…” dan menggunakan skill miliknya dia memunculkan lima tombak dan melemparkannya “Wuusshh….” kearah kelima serangga pelahap darah tersebut “Crrasstt… Crraasstt… Crraasstt…” tiga dari lima serangga pelahap darah tersebut langsung terbunuh karena serangan tombak dari Diana.
Namun dua serangga pelahap darah yang lain langsung dengan cepat melewati Diana yang ada dihadapannya “Swwuusshh…” Diana sudah berusaha untuk menyerang kearah kedua serangga tersebut tetapi “Ziinnggss…” serangan darinya berhasil dihindari oleh kedua serangga tersebut.
“Cih… JANGAN BIARKAN MEREKA MENDEKATI KEDUA TUBUH MATI ITU” teriak Diana dengan keras pada Tiana.
“Tenang saja tidak akan ada yang bisa lepas dari api phoenix milikku, skill Burning Wings” dengan sayap terbakar miliknya Tiana langsung membakar kedua serangga tersebut menjadi abu “Buurrnn…” dan bahkan kedua serangga tersebut habis hangus terbakar.
Tetapi sang naga tampa kepala tersebut lebih licik dari yang mereka duga dan ternyata dirinya melepaskan lebih dari lima ekor serangga pelahap darah, tujuh serangga pelahap darah langsung muncul dari atas mereka terbang dengan kecepatan tinggi “Ziinggss…” dan langsung menuju kearah dua mayat dewa raja pelahap darah tersebut “Buussh… Buussh… Buussh…” serangga pelahap darah itu langsung meledakkan diri mereka dan melepaskan energy hukum darah monster yang kuat diudara. Kedua dewa raja pelahap darah yang mati tersebut secara cepat langsung menyerap energy hukum darah monster yang ada diudara, “Krraakss… Crrasstt…” kedua dewa raja pelahap darah tersebut langsung bergerak kembali dan luar biasanya lagi mereka membelah tubuh merekan menjadi enam orang.
“Sialan kita terkecoh oleh para pelahap darah itu” kata Diana yang mana melihat dewa raja pelahap darah itu membelah dirinya menjadi enam.
“Skill Burning Sword” Tiana langsung menyerang dengan pedang api miliknya dan membakar keenam dewa raja pelahap darah yang mana sedang berusaha membelah dirinya.
“Wuuussshhh….” Tetapi dari balik api yang panas itu para dewa raja pelahap darah itu keluar dengan luka-luka bakar ditubuh mereka, satu dari enam dewa raja pelahap darah itu terbunuh karena api milik Tiana yang mana sangat kuat tersebut.
“Diana pergilah cari bantuan dari para dewa raja yang lainnya, dan juga cari keberadaan Reiga karena dia satu-satunya orang yang aku percaya dapat mengatasi semua masalah ini” kata Tiana yang mana menyuruh Diana untuk pergi mencari Reiga.
“Tapi bagaimana denganmu, aku tidak yakin kalau kau bisa mengalahkan mereka berlima sendirian” kata Diana yang mana melihat keara Tiana dengan wajah khawatir.
“Hahahaha…. sepertinya kau melupakan satu hal yang penting, apa kau lupa aku adalah salah satu dari banyak mahluk yang dapat menghancurkan dunia ini Tiana sang mahluk mistik tingkat dewa pemimpin para phoenix yang agung” kata Tiana yang mana berusaha untuk meyakinkan diri Diana agar pergi mencari Reiga.
“Baik aku mengerti, jaga dirimu baik-baik” kata Diana, “Buusshhkk…” dengan cepat Diana langsung cepat pergi menjauh dari tempat itu, melihat hal tersebut para dewa raja pelahap darah langsung ingin menyusul dirinya.
“BOOMMMSSHH…” sebuah bola api yang mana sangat besar dilemparkan oleh Tiana untuk menghalangi jalan para dewa raja pelahap darah itu.
“Kalau kau ingin mengejar dirinya maka kalian harus melewati mayatku dulu” kata Tiana yang mana melihat para dewa raja pelahap darah tersebut dengan tatapan penuh percaya diri.
“Menghalangi…. Bunuh-bunuh… bunuh-bunuh… bunuh-bunuh…” kata para dewa raja pelahap darah yang mana melihat kearah Tiana dengan keinginan membunuh yang sangat besar.
Bersambung…..