I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 101 Cantik seperti bunga mawar namun memiliki duri yang menyakitkan bagian ke 3



Mahluk mistik adalah entitas liar yang tersebar diberbagai hutan, mereka adalah para binatang yang mendapatkan kekuatan unik dari leluhur mereka. Para pendahulu mahluk mistik adalah hewan yang telah hidup lama dan mati dengan tenang namun tubuh mereka dirasuki oleh spirit yang tertarik terhadap hidup mahluk tersebut, para spirit yang berhasil merasuki tubuh dari para hewan yang mati itu lalu perlahan-lahan mulai mengubah bentuk tubuh sesuai dengan keinginan mereka dan lalu mereka memunculkan sifat liar dari mahluk tersebut.


 Mahluk mistik terdahulu lalu kawin dengan para hewan-hewan liar biasa yang dulunya sejenis dengan mereka, dan karena kebuasannya mereka akan menyerang apapun yang mereka anggap mangsa bahkan anak mereka sendiri jika mereka mengangap anak yang mereka lahirkan tidak berguna maka akan mereka makan. Para mahluk mistik terdahulu lalu perlahan mulai punah dan meninggalkan mahluk mistik yang sekarang ini sering bermunculan dihutan, tidak seperti pendahulu mereka para mahluk mistik yang sekarang tidak terlalu pintar dan bahkan lebih buas dari pendahulu mereka karena itulah pemburu tercipta untuk memburu para mahluk mistik yang tersebar sekarang ini.


 Dan sekarang ini salah satu peserta yang merupakan pemburu profesional sedang bersembunyi disemak belukar, dia menggunakan senjata tombak susun yang dapat dia satukan dan lepaskan jadi pendek.


 “Hmmm…, hutan para mahluk mistik adalah taman bagiku sepertinya kali ini aku akan menang dengan mudah” kata pemburu tersebut.


 Dia lalu melihat seekor badak yang memiliki tiga cula dikepalanya dan dari penglihatannya dia mengetahui kalau mahluk tersebut adalah mahluk mistik yang langkah, dia lalu naik keatas pohon dan mengambil ancang-ancang untuk menyerang mahluk tersebut.


 “Aku beruntung mahluk ini adalah badak cula berlian, dinamakan seperti itu karena cula yang ada dikepalanya tersebut sama harganya dengan berlian karena itu adalah material langkah yang katanya dicari banyak orang bahkan para dewa akan membayar mahal untuk membeli cula ini” pikir pemburu tersebut.


 Dan lalu pada saat dia ingin melompat turun dan melancarkan serangan tusukan diaatas kepala badak tersebut, “ROOOAARR…. Crrraaaasss…..” seekor singa berkepala dua langsung menerkam badak tersebut dan membunuhnya dengan mudah.


 “Sialan itu singa berkepala dua, mahluk buas itu sangat berbahaya aku harus mundur” pikir pemburu tersebut.


 Namun pemburu itu lalu melihat kalau diatas punggung singa berkepala dua tersebut terlihat seeorang gadis yang ternyata adalah Nabila, dia menggunakan artefak yang dia dapatkan dari Reiga untuk bisa memelihara mahluk mistik itu dari dekat.


 “Sila makannya pelan-pelan yah…” kata Nabila sambil mengelus kepala singa berkepala dua tersebut.


 “Sialan…, nasip sial apa ini kenapa pula aku bisa bertemu dengan gadis liar itu disini” pikir pemburu tersebut, dia adalah salah satu dari beberapa orang yang lolos dari babak penyaringan yang diikuti oleh Nabila.


 Pemburu itu lalu perlahan-lahan berjalan dari tempat tersebut, dan lalu saat dia sudah hampir keluar dari tempat itu didepanya sudah ada tumpukan mayat mahluk mistik yang terbunuh dengan kejam. Dan diatas tumpukan mayat itu disana saint dari Drakula Zodun sedang lahap menghisap darah dari para mahluk mistik tersebut.


 “Sialan…” kata pemburu itu yang tampa sengaja mengeluarkan suara.


 Zordun yang melihat pemburu tersebut langsung dengan cepat menghampirinya dia ingin memangsa pemburu itu, namun “ROOOAAAR…” muncul singa berkepal dua disampingnya dan dengan cakarnya dia menyerang Zordun “Srrraasskkhss…” Zodun lalu terhempas cukup jauh karena serangan tiba-tiba dari singa berkepal dua tersebut.


 “Kau… pergi jika tidak ingin mati” kata Nabila yang berdiri diatas punggung singa berkepala dua tersebut.


 “B.. Baik terimakasih…” kata pemburu itu yang langsung berlari menjauh dari sana.


 “Krraa... krraakk…” Zordun lalu berjalan menghampiri Nabila, dia menggeser beberapa tulangnya yang tadi beberapa telah retak karena serangan singa berkepala dua. Namun Zordun adalah seorang Vampire luka seperti itu baginya hanya seperti luka kecil yang akan sembuh dalam beberapa detik.


“Tidak aku sangka rupanya ada gadis manis yang berani menyerang diriku” kata Zordun.


 “Hahaha…. Kau punya kucing yang cukup manis juga, keberatan kalau aku mengelusnya sedikit” kata Zordun.


 “Itu tergantung, kalau dia tidak menerkammu sampai mati maka aku akan mengijinkannya” kata Nabila.


 Zordun langsung menyerang dari depan dia mengarahkan cakarnya pada Nabila namun singa berkepala dua yang ganas mampu menghindari serangan itu “Crraass…” dan berhasil mengigit tangan Zordun, setelah tangannya kanannya diterkam singa berkepala dua itu lalu langsung membanting tubuh Zordun “Boommssh… boommssh…”. Zordun yang terbanting-banting tubuhnya merasa kalau situasi dirinya sedang terdesak dan lalu “Sllaasshh…” dengan tangan kirinya dia memutuskan tangan kanannya sendiri.


 “Sialan dia lepas” kata Nabila yang melihat Zordun memotong tangannya sendiri.


 Nabila langsung turun dari punggung singa berkepala dua dan mendekati Zordun dengan cepat dan Zordunpun berusaha menyerangnya dengan tangan kirinya, namun serangan satu tangan dapat dihindari oleh Nabila dengan


mudahnya. “Srriiiingg…” Nabila lalu menggunakan skill mata Abyss miliknya untuk melancarkan serangan jiwa dari jarak dekat. Terkena dampak langsung dari serangan tersebut Zordun langsung dengan cepat pergi kedimensi bayangan.


 “Aahhkkg…. Apa-apaan tadi itu, rasanya seperti jiwaku dilahap oelh sesuatu” kata Zordun yang berlari menjauh dari Nabila melalui dimensi bayangan.


 “Dia kaburya… skillnya tadi itu benar-benar membuat seluruh keberadaannya menghilang…, ini akan merepotkan” kata Nabila, dia lalu naik kembali kepunggung Sila ( nama dari singa berkepala dua ).


 Sementar itu Lucy yang sedang menjadi perhatian banyak orang mulai merasakan sebuah pertarungan yang disebabkan oleh Nabila melawan Zordun, dan merasakan energy yang dia kenali dia langsung dengan cepat pergi menuju arah Nabila dan ditengah perjalanan dia dihadang oleh beberapa mahluk mistik.


 “Hewa-hewan menyebalkan, jari agung : jari ketiga, cakar naga, tarian naga langit” Lucy lalu dengan menggunakan ketiga jarinya dia menerjang para mahluk mistik itu.


 Dengan tariannya dan energy kuat dicakarnya dia langsung dengan cepat bergerak menuju para mahluk mistik tersebut, “Crraass… crraasstt... crraasstt... crraasstt... crraasstt...” dan dengan cepat dia menghabisi mahluk mistik yang jumlahnya mendekati puluhan tersebut. Dia dengan cepat lalu meninggalkan mayat-mayat dari para mahluk


mistik tersebut dia sama sekali tidak peduli material langka yang dimiliki mahluk mistik yang dia bunuh, baginya sekarang ini adalah untuk menjalankan perintah Reiga yaitu menemukan Adamas saint dewa raksasa dan mengalahkannya dalam pertarungan satu lawan satu.


 Sementara itu para penonton di colosseum yang menyaksikan para peserta berjuang dan bersusah payah dari monitor, setelah mereka melihat kemampuan dari Lucy dan Nabila yang luar biasa mereka langsung histeris “HOOAAAHHH…. WOOOAAHH… WUUUOOOWW…”  dalam hitungan beberapa menit keduanya sudah mendapatkan banyak penggemar dan menjadi peserta favorit para penonton.


 “Hehehe… keduanya sangat luar biasa, sangat disayangkan aku tidak bisa ikut dan melawan kedua gadis cantik itu, sudah cukup lama aku tidak melawan seseorang yang sangat kuat” pikir Grraam yang telah memegang pedang dipinggangnya.


Bersambung........


 Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin bersemangat dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok....