I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 186 Kambing Iblis jelmaan kerakusan Bagian 3



Sang iblis kambing yang mana merupakan ingkarnasi dari kerakusan dan seorang dewa yang terlahir dari kematian, keduanya saling berhadapan satu sama lain kegelapan mereka berdua saling beradu dan semakin lama semakin pekat karena keudanya memiliki element kegelapan yang sangat murni. Dan ketika keduanya saling beradu serangan “TRRAAANGGSS…..” sebuah kabut gelap yang luar biasa kuatnya menyebar disekitar mereka membuat sebuah fenomena agung yang mana dapat dilihat oleh orang-orang yang bahkan jaraknya jauh dari ribuan kilometer, disaat yang sama dikastil dewa iblis Arogan sang penguasa dosa kesombongan melihat fenomena tersebut dan langsung tahu apa yang sebenarnya terjadi.


 “Kalau sirakus itu selamat akan kubunuh dia dengan tanganku sendiri” kata Arogan.


 “Hmm…. Apa kau tidak terlalu kejam… diakan masih salah satu dari kita” kata Acedin yang mana sedikit mengantuk.


 “Walaupun dia memang adalah salah satu dari kita tetapi aku tidak bisa membiarkan tindakannya tersebut terlalu lama” kata Arogan.


 “Kenapa… dia cuman menghabisi sampah biasa” kata Invidia yang berusaha menutup-tutupi tindakan Guila.


 “Hmm…. Kita pikirkan itu nanti, sekarang ayo kita pergi ketempat sang penguasa langit Aeria, dengan darahnya aku yakin Susano akan keluar dari tidur panjangnya” kata Arogan yang mana membawa Acedi dan Invidia pergi ketempat dewa raja terkuat rangking ke 5.


 Sementar Reiga disisi lain sedang bertarung sengit melawan Guila yang mana telah bertransformasi menjadi raksasa berkepala kambing, dan walaupun tubuhnya sepuluh kali lipat lebih besar dari sekarang tetapi kecepatan yang diapunya malah semakin cepat seakan-akan wujudnya yang sekarang membawa peningkatan drastis pada setiap aspek dalam kekuatan yang diapunya.


 “Raksasa macam apa kau ini, kenapa kau cepat sekali” kata Reiga yang sedari tadi kesulitan melakukan serangan balik.


 “Kekekekeke… SeOrang peMbuRu HaruSlaH bIsa meMbuRu mANgsaNya deNGAn cepAT” kata Guila.


 “Pedang kematian, tehnik ketiga : mekarnya mawar kematian, pemakaman tampa air mata” dengan kekuatan tehnik pedangnya Reiga membuat sebuah bunga mawar yang indah dan dengan kekuata aura pedangnya membuat Guila melihat sebuah ilusi yang mana dia kehilangan warna dari matanya.


 “Apa ini… kenapa semuanya berwana abu-abu” kata Guila yang terkejut melihat semuanya kehilangan warna.


 “Tik… Tik… Tik… Tik… Tik…” dan pada saat dia memegang dadanya dia melihat sebuah air hitam yang berbau seperti darah.


 “Apa ini, apa ini adalah darahku kenapa-kenapa aku bisa berdarah” kata Guila yang terpengaruh sangat dalam oleh tehnik pedang Reiga.


 Dan disaat seluruh warna mulai kembali kedalam matanya “Crrraasst…. Srrraaasst… Crrraasstt…” seluruh tubuhnya sudah tertebas dan tersayat-sayat, “Buuggrrhhkk…” diapun langsung terjatuh karena serangan dari Reiga tepat mengenai setiap saraf motorik yang diapunya membuat dirinya lumpuh tida bisa bergerak.


 "Aaagggkkk… KeNApa akU TIdak Bisa berGerAK??” kata Guila yang mana terjatuh ditanah, dia tidak bisa menggerakkan seluruh tubuhnya dikarenakan setiap saraf motorik yang diapunya telah terputus oleh tebasan dari Reiga.


 “Haaah… ini pertama kalinya aku kelelahan menggunakan tehnik pedangku, sebaiknya kau jangan bergerak aku telah mengubah energy pedangku menjadi ratusan bilah pedang yang mana saat aku ayunkan mereka menebas semua saraf motorik milikmu secara bersamaan” kata Reiga.


 “TiDAk muNGkiN…. DaN Aku YakIN tElaH menGhiNdaRI SErangAN MilIkmU TaDI” kata Guila.


 “Hmmm… itu karena aura pedang tingkat kelima yang aku punya yaitu area pedang, dengan areaku aku memotong kenyataan pada dirimu yang mana menciptakan sebuah ilusi didepan matamu, dan pada saat itu kau hanya menghindari serangan pedang pertama tampa bisa menyadari tebasan kedua” kata Reiga.


 “Kekekeke… Kekekekek….” Guila tiba-tiba tertawa melihat Reiga yang berjalan mendekati dirinya.


 “TIdaK Ada NaMUn kAU Lupa AkaN satU HaL BahWa AkU Juga AdalAH dewa RaJA teRkUat, hukum diaktifkan, hukum iblis, hukum kegelapan, hukum angin : area makan sang iblis” Guila lalu menciptakan area miliknya dan dalam sekejap area tersebut menyebar kesekitaran tempat tersebut, 10 meter dari jarak tempatnya memunculkan sebuah mulut-mulut yang mana seperti akan melahap apapun dihadapan mereka.


 “Hmmm…. Kau pikir kau bisa mengalahkanku dengan area yang menjijikan seperti ini, Hukum diaktifkan, hukum kematian, hukum kehidupan : area tampa kehidupan” Reiga lalu melawan balik area milik Guila dengan miliknya, kedua area tersebut saling bertabrakan satu sama lainnya.


 “Kekekekek…. Tujuanku sama sekali bukalah hal itu, aku tahu kalau kau dapat melawan area yang aku punya namun areaku ini spesial dan memiliki suatu hal yang khusus” kata Guila yang mana didalam area miliknya mulut-mulut tersebut mengeluarkan setetes darah, dan darah-darah tersebut terkumpul menyatu menjadi berbentuk buah merah darah “Crrraauussshhtt…” Guila lalu melahap buah merah darah tersebut dengan lahapnya.


 Setelah memakan buah tersebut tubuh Guila yang tadinya seluruh sarafnya telah terputus seluruhnya kembali tersambung, dia lalu bisa berdiri kembali dengan kakinya dan bukan hanya itu saja tubuhnya menjadi dua kali lebih besar dan sekarang dia berada ditinggi 20 meter besar tubuhnya. Dan bukan cuman itu saja dia sekarang memiliki empat lengan, bulu-bulu yang terbuat lebih kuat dari besi, dan mata ketiga ditengah dahinya.


“KEKEKEKEKE…. SekaRang BagaImaNa, Apa Kau bIsa mengAlaHkaN DIriku Wahai Dewa KemaTian Reiga” kata Guila yang mana dari tubuhnya mengeluarkan aura yang sangat menakutkan.


 “Pedang kematian, tehnik kedua : tusukan penghancur, satu tusukan bunuh emosi ribuan tusukan hancurkan


perasaan” Reiga lalu bergerak dengan cepat menggunakan gerakan kaki yang diapunya, seakan-akan gerakannya menciptakan beberapa bayangan dan dengan cepat dia menusuk sepuluh tempat ditubuh Guila disaat yang sama.


 “Crrraaasstt… Crrraaasstt… Crrraaasstt… Crrraaasstt… Crrraaasstt…” tubuh Guila tertusuk-tusuk namun Guila sama sekali tidak merasakan rasa sakti dan tidak bergerak sedikitpun.


 “Kekekeke….PercUma SajA, TubUhkU yang SekarAng TIdak MungKIn kAu kalaHkan” kata Guila yang mana sama sekali tidak merasakan rasa sakit ataupun apapun dari serangan pedang Reiga.


 “Hmmm…. Apa kau yakin tentang hal itu, skill Soul Harvest” pada saat Reiga menusukkan pedangnya dia dengan skillnya menarik jiwa-jiwa yang menderita didalam tubuh Guila, dia menariknya secara paksa semua jiwa-jiwa tersebut.


“Hmmm…. APa Yang kaU LakUkan, keNApa aKu meRasA keHIlangAn kekUatAnKU” kata Guila yang mana kehilangan seluruh jiwa korban-korbannya yang ada didalam perutnya.


 “Hahahahaha… jiwa-jiwa ini mengatakan untuk membalaskan dendam mereka dan membunuh dirimu, jadi Guila apa kau sudah siap sekarang adalah serangan balasan dari diriku” kata Reiga yang mendapatkan sejumlah besar energy dari ratusan jiwa-jiwa yang ada didalam tubuh Guila.


 “KaAAAAaaaaagGGGhhh… KeMbaLIKan MereKA seMUA ADalaH MIlikkU” kata Guila yang menjerit dengan amarahnya.


 Namun disaat Guila berjalan dengan cepat kearah Reiga tiba-tiba saja tiga buah cahaya mengikat tubuh Guila, “AAaaaggjhhhkkk….” Ikatan tersebut begitu kencang sampai membuat Guila menjerit kesakitan.


 “APA INI…. KENAPA TIDAK BISA LEPAS” teriak Guila dengan suara yang menyeramkan.


 “Itu adalah formasi yang dibuat khusus untuk menangkap monster seperti dirimu” kata Reiga yang mana mendekati Guila secara pelan-pelan, pedangnya WhiteNightmare mulai bergetar karena energy yang besar tersalurkan kedalam pedang tersebut.


Bersambung.......


Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff dan Vote yah, agar ceritanya semakin bagus dan updatenya semakin sering lagi, Ok......