
Setelah Nabila naik ketingkat dewa dia berusaha mengambil alih wilayah dewa api hitam namun para penghuni wilayah tersebut tidak terima dengan dirinya, karena sebagian besar dari mereka adalah orang-orang dari ras demon yang biasanya menggunakan hukum dewa api hitam untuk berbuat semena-mena. Dan karena dewa api hitam sudah tidak ada lagi mereka jadi tidak bisa bebas lagi beberapa pengikut setia dewa api hitam mengumpulkan banyak orang untuk membuat kekacauan disekitar kuil milik Nabila, mereka berharap dengan kekacauan yang mereka buat dapat mengusir Nabila pergi dari wilayah ini namun mereka salah sangka.
“Kalau kalian tidak mau patuh maka kalian bisa pergi, tetapi kalau kalian berani mengacau disini maka jadi makananku saja” kata Nabila.
Nabila yang marah karena perbuatan dari bekas pengikut dewa api hitam dengan kejamnya menarik jiwa-jiwa mereka dan memakannya, setelah itu tubuh mereka dia berikan pada lima mahluk mistik peliharaannya untuk mereka makan. “Crraauuss… Trraasshh…” pemandangan mengerikan dari lima mahluk mistik dan Nabila yang membantai para pengacau tersebut membuat warga takut, sebagian dari warga disana lalu memilih untuk meninggalkan wilayah tersebut karena takut dengan Nabila namun ada juga mereka yang biasanya ditindas memutuskan untuk tetap tinggal dan menjadi pengikut Nabila dengan harapan akan memberikan mereka kehidupan yang makmur.
“Kalau kalian ingin pergi maka pergilah, tetapi kalau kalian mengikutiku maka akan kuberikan sebagian kecil kekuatanku bagi mereka yang setia” kata Nabila yang meninggalkan para mayat untuk dimakan para mahluk mistik peliharaannya.
Mendengar ucapan dari Nabila membuat mereka semua terdiam karena didalam hati mereka terpikir kalau pada akhirnya mereka memiliki kesempatan untuk bisa bangkit dari keterpurukan mereka, dan mereka bisa bangkit untuk tidak ditindas lagi karena kelemahan mereka akan membuat mereka ditindas dan hanya dengan kekuatanlah mereka dapat bangkit.
Melihat wilayah Nabila yang sedikit kacau membuat Reiga sedikit khawatir dan dia lalu memerintahkan Lucy untuk membawa beberapa bantuan diwilayah Nabila yang baru, dalam waktu kurang dari 3 bulan wilayah-wilayah bekas para dewa fraksi hitam itu akhirnya sudah stabil dan keempat wilayah tersebut dibangun sebuah kuil yang menyembah empat dewa dengan patung tengkorak hitam sebagai intinya yang melambangkan diri dari dewa Reiga.
“Setelah begitu lama pada akhirnya sudah ada beberapa dewa yang ada dibawahku, dengan begini aku jadi tidak khawatir lagi akan masalah para iblis agung itu, biarkan mereka yang mengurusnya sekarang mari kita urus masalah utama” kata Reiga yang sedang berada di puncak gunung hutan agung, tempat pertama kali dia dikirimkan didunia ini sebagai dewa.
Dengan sepasang pedang di kedua tangannya dan juga sebuah sayap yang terbuat dari boneka mayat yang mana telah dia perkuat dengan berbagai skill penguatan, “Wuussshh…” dia langsung terbang dengan cepat keatas langit Reiga terbang dengan sangat cepat karena sayapnya. Setelah dia terbang melewati admosfir dia tidak sadar kalau dirinya dilihat dari bawah oleh para pengikutnya, termasuk Lucy dan Nabila yang melihat kepergian Reiga dengan wajah yang sedih namun mereka berusaha tetap tegar karena mereka percaya kalau mereka dapat bertemu dengan dirinya lagi.
Setelah Reiga menembus admosfir dia akhirnya merasakan dorongan kuat dari pembatas dimensi yang membatasi kedua alam tersebut, “Srraaass… Srraaass…” namun dengan kedua pedangnya dia menebas penghalang dimensi dan akhirnya masuk kedalam dimensi kekosongan tempat dimana para dewa yang berhasil akan naik ketingkat raja dewa dan yang tidak akan dihapuskan secara permanent. Didalam dimensi tersebut pikiran dan tubuh Reiga seakan ditekan oleh kekuatan kasat mata yang sangat kuat.
“Aaakkhh…. Tubuhku seperti akan ditekat dan akan hancur jika terus begini” pikir Reiga yang menahan rasa sakit.
Namun secara tiba-tiba jiwa iblis agung Zepar yang ada didalam pedangnya mengamuk “GRROOOAARR…” dia meraung karena marah kesakitan, karen raungan itu meringankan tekanan energy yang diterima Reiga. Dengan cepat Reiga langsung mengalirkan semua kekuatannya kedalam pedang White Nightmare, energy cahaya mulai muncul didalam pedang tersebut yang mana menetralisir sebagian besar tekanan energy yang ada.
“Bagus…” kata Reiga, dia lalu lanjut terbang keatas untuk keluar dari dimensi kekosongan tersebut.
Namun pada saat Reiga sedang melanjutkan perjalanannya tiba-tiba dia melihat seekor mahluk yang sangat mengerikan berenang didalam dimensi kekosongan, mahluk tersebut memiliki delapan sayap seperti naga dan tubuh yang mirip dengan naga disertai delapan cakar yang dia punya. Namun yang lebih mengerikan lagi adalah kepalanya yang terlihat seperi leher panjang dengan mulut besar seperi cacing raksasa dengan ribuan taring didalam mulutnya, dan puluhan mata di liher panjangnya tersebut.
“Mahluk apa itu, hanya melihatnya saja sudah memberikan perasaan yang sangat menakutkan” kata Reiga yang merinding melihat sosok mahluk tersebut.
“Grrrooaarrr….” Mahluk itu lalu membukan mulutnya lebar-lebar dan seakan ingin melahap Reiga dia menggunakan energy dalam dimensi kekosongan untuk menarik Reiga masuk kedalam mulutnya.
Reiga lalu terbang dengan sangat cepat menjauhi mahluk tersebut namun karena menggunakan energy pedang barusan membuat dia kelelahan, Reiga lalu semakin dekat dengan mulut dari mahluk itu.
“Sialan aku tidak bisa menjauhinya lagi, kalau begitu cuman ini satu-satunya jalan” kata Reiga yang dengan cepat terbang menuju mulut mahluk menakutkan tersebut.
“GRRRAAAAAHHH…..” mahluk itu lalu menjerit kesakitan karena kedua pedang Reiga mulai mengikis energy ditubuhnya.
“Hahahahaa… bagaimana rasanya, akan kubuat mulutmu ini penuh dengan darah” kata Reiga yang terus menebas kemana-mana.
“Grrrr…. KkRaaaahh……” mahluk itu lalu memuntahkan Reiga.
“Bagus aku sudah keluar” kata Reiga.
Tetapi mahluk itu marah karena Reiga sudah melukai dirinya dan dengan sejumlah besar energy dia kumpulkan dimulutnya dia lalu “BUUSSSHHH…” menembakkan energy tersebut, bagaikan ratusan rudal dari pesawat tempur serangan tersebut membuat Reiga terluka parah. Walaupun Reiga sudah menggunakan tehnik pedangnya untuk menangkal serangan mahluk itu namun dia masih tidak bisa menahan sebagian besar serangan nafas tadi.
“Sialan….” Teriak Reiga yang memilih pergi dengan cepat pada saat ada kesempatan.
Melihat Reiga yang kabur mahluk itu hanya berdiam diri dan kemudian dia kembali mengumpulkan energynya
lagi didalam mulutnya, mahluk itu sedang bersiap untuk menembakkan serangan kedua.
“Sialan… dia ingin menyerangku lagi, dan dari energy yang dia kumpulkan terlihat kalau serangan ini lebih kuat dari yang tadi” kata Reiga.
“BUUUSSSHH….” Pada saat mahluk tersebut menembakkan nafasnya Reiga lalu mengeluarkan jiwa Zepar yang ada dalam pedangnya dan kemudian melahap jiwa tersebut, dengan melahap jiwa iblis agung dia lalu mendapatkan tenaga dalam jumlah yang sangat besar dan kemudian dia mengalirkan seluruh tenaga tersebut ke arah pedan White Nightmare lalu menggunakan energy putih misterius untuk menjadi sebuah pelindung.
Dan disaat nafas mahluk itu mengenai Reiga “BOOMMSSHH….” Nafas itu menyebabkan ledakan besar yang membuat Reiga terdorong kealam atas, dan kerena energy asing dari pedang White Nightmare membuat Reiga dapat bertahan walaupun terkena luka yang cukup parah. Disaat Reiga sudah menghilang menembus alam atas mahluk itu cuman melihat Reiga dengan tatapan kosong.
“Dapat bertahan dari seranganku….., lumayan…., jika aku bisa malahapnya mungkin aku bisa meninggalkan tempat busuk ini…” kata mahluk itu yang ternyata bisa berbicara, mahluk itu kemudian berenang kembali kedalam dimensi kekosongan yang mana tidak ada yang tahu ada apa sebenarnya didalam dimensi itu.
Dilain sisi Reiga yang berhasil masuk ke alam atas menyebabkan sebuah fenomena dimana muncul retakan besar dilangit alam atas yang membaut para dewa kelas raja menjadi bingung, karena sudah ratusan tahun belum ada satu dewapun yang bisa naik kealam atas. sementar itu Reiga yang menyebabkan fenomena tersebut terjatuh didalam hutan “Boommsshh…” karena lukanya dia pingsan ditengah hutan tersebut.
Bersambung........
Tetap dukung novel ini dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote ya agar ceritanya semakin menarik dan semakin bagus lagi, Ok... Ok....