I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 260 Pedang putih sang dewi iblis



Diana yang mana telah berhasil mengalahkan jendral pelahap darah tersebut memancing perhatian dari sang naga tampa kepala itu, dan ketika dia melihat kalau Diana memiliki tubuh fisik iblis albino membuat naga tampa kepala itu semakin tertarik padanya.


“Grrrr…. Ternyata dia adalah keturunan dari Diablo yah, Geheheheh…. Tampaknya aku memiliki sedikit keberuntungan disini” pikir naga tampa kepala tersebut, tubuhnya lalu bergetar dan dari sisik-sisiknya bermunculan beberapa buah jantung merah yang berdetak.


“Krraasstt… Trraasskk…” dan dari setiap jantung-jantung tersebut terbentuklah para jendral-jendral pelahap darah yang mana berjumlah puluhan orang, dan mereka semuanya menatap kearah Diana dengan tatapan yang mengerikan dan kelihatan sangat jelas kalau mereka semuanya mengincar Diana. Para dewa/dewi raja terkuat yang lainnya menyadari hal tersebut dan langsung berusaha untuk menahan para jendral pelahap darah itu.


“Hei jangan kira kalian bisa berbuat seenaknya, itu benar kalau kalian ingin melawannya lawan dulu kami” kata para dewa dan dewi para raja tersebut yang menghentikan para jendral pelahap darah tersebut.


“Cih… dasar serangga-serangga pengganggu, akan kuhabisi kalian semuanya” kata naga tampa kepala tersebut, dengan ujung lehernya dia mengeluarkan asam merah beracun.


Asam merah itu lalu menyebar keseluruh area yang mana mencakup para dewa/dewi yang ada disana, melihat hal itu mahluk mistik tingkat dewa ratu phoenix membakar sayapnya dan langsung terbang mengelilingi daerah sekitarnya dengan api miliknya Tiana yang man telah mengalahkan Oroci dan mendapatkan beberapa artefak dari wilayah Arogan menjadi semakin kuat. “Buurrnnn….” Api miliknya melelehkan setiap cairan asam  tersebut dan mengubahnya menjadi asap uap, setelah itu Tiana langsung menerjang naga tampa kepala tersebut dengan api diseluruh tubuhnya.


“Buurrnn… Buurrnn… Buurrnn…” serangan bertubi-tubi dari api dewa phoenix langsung membakar tubuh dari naga tampa kepala tersebut.


“Bagaimana dengan itu, apa kau merasakan sedikit kepanasan” kata Tiana yang berada dalam wujud dewa phoenixnya.


“Kau pikir bisa melukaiku dengan serangan serendah itu” kata naga tampa kepala itu, dia melapisi tubuhnya dengan caira merah kental seperti slime yang membuat tubuhnya sulit untuk dilukai.


“Trraanggss… Boomsshh… Krraasstt…” disisi lain para dewa/dewi raja terkuat sedang bertarung sengit melawan para jendral pelahap darah yang mana mengincar Diana, tetapi dengan tehnik pedang miliknya “Trranggss… krraanggss… Srraanggss…” Diana dengan mudahnya melawan empat jendral sekaligus. Para dewa dan dewi raja terkuat yang melihat hal itu merasa kagum dengan tehnik pedang milik Diana, mereka bagaikan melihat sesosok dewi yang sedang menari dengan pedang miliknya.


“Pedang iblis putih, amarah sang iblis : tebasan pembunuh dewa” Diana memusatkan sebagian besar energy miliknya disebilah pedang miliknya dan dengan pedang tersebut dia melemparkan sebuah tebasan kuat, dan tebasan itu sangat cepat membuat ketiga dari empat jendral pelahap darah yang melawannya terbunuh karena kepala mereka terpotong oleh serangan pedang milik Diana.


“Grraahh… Krraaakk….” Para jendral pelahap darah yang mana mati terbunuh karena serangan pedang tersebut langsung jatuh karena kepala mereka terpenggal oleh pedang milik Diana.


“Cih dasar tidak berguna” naga tampa kepala yang melihat para pelahap darah ciptaannya terbunuh langsung bergerak, dengan asap kabut merah yang keluar dari tubuhnya dia membuat para pelahap darah jendral yang mati tersebut berubah, “Crraakk… Krrrasstt… Trraasst…” dari tubuh mereka langsung keluar mahluk-mahluk pelahap darah berbentuk serangga aneh yang mana terbang dengan cepat kearah para dewa/dewi raja terkuat lainnya.


“Krrieek… Krrieek… Krrieek…” suara mereka sangatlah menjijikan dan membuat para dewa yang ada disana menjadi tidak nyaman, para serangga tersebut lalu bergerak terbang dengan cepat kearah para dewa/dewi raja terkuat dan mereka langsung meledakkan diri mereka “Boommsshh… Boommsshh… Boommsshh… Boommsshh…” para serangga itu meledak dan menyebarkan kabut merah darah yang mana sangat beracun bagi setiap mahluk hidup yang ada diplanet Erras.


“Tidak bisa dibiarkan, hukum diaktifkan area dewi iblis putih” Diana yang melihat hal itu langsung dengan cepat menyebarkan area miliknya untuk menetralisir setiap kabut-kabut merah beracun yang tersebar disekitarnya.


Dan para dewa/dewi raja terkuat yang ada disana langsung merasa baikan setelah racun kabut darah ditubuh mereka telah dinetralisir oleh area milik Diana, sedangkan para mahluk mistik tingkat dewa yang lainnya mulai fokus untuk menyerang naga tampa kepala tersebut, mereka menyadari bahaya yang ditimbulkan jika membiarkan naga tampa kepala itu hidup dan beramai-ramai menyerangnya dengan tehnik terkuat mereka. “BOOMMSHH… TRRAASSST….” Seekor rusa biru dengan tanduk petir dikepalanya menjadi pemimpin mahluk mistik tingkat dewa yang ada disana, dan dengan petir dari tanduknya dia membuat tubuh dari naga tampa kepala itu menjadi kaku.


“Semuanya aku telah mengurung naga ini dengan petir miliku, sekarang adalah saatnya untuk kita semua menghabisi dirinya” kata rusa biru petir tersebut.


“BOOOOMMSSHHH….” Serangan gabung dari berbagai element diluncurkan oleh para mahluk mistik tingkat dewa tersebut, dan serangan itu sangatlah kuat saking kuatnya ruang yang ada disekitar sana berguncang karena kekuatan serangan gabungan itu.


“Gahahahaha…. Lumayan juga, walaupun kalian lebih lemah dari Oroci tetapi aku akui diri kalian karena telah memberikan luka ditubuhku” kata naga tampa kepala tersebut.


“Kau… janga bilang kau memiliki hubungan dengan Oroci” kata Tiana yang penasaran.


“Gahahaha… memang benar dia adalah salah satu pesuruhku, tetapi diahanyalah mahluk rendahan, bahkan perintah kecil untuk memberika jutaan tumbal padaku tidak bisa dialakukan dia hanyalah sampah yang memang pantas mati” kata naga tampa kepala tersebut.


“Sialan jadi kau yang membuat ular kurang ajar itu membantai keluargaku, jangan harap kau bisa hidup sekarang ini” Tiana yang marah karena mengetahui kebenaran dari serangan Oroci ratusan tahun yang lalu mulai marah, api merah ditubuhnya mulai menguat dan berubah menjadi sebuah api cantik berwarna putih.


Semua yang ada disana merasakan kepanasan karena hawa dari api putih milik Tiana tersebut, bahkan sungai yang ada disekitar sana menguap karena api putih milik Tiana yang sangat panas. Dengan api putih dari amarahnya dia langsung menerjang naga tampa kepala itu dengan liarnya, “Buurrnn… Boommsshh… Boommsshh… Boommsshh…” serangannya sangatlah liar dan berbahaya karena bukan cuman lawannya yang terlukan tetapi dirinya juga ikut terluka karen terus menghantam naga tampa kelapa tersebut dengan tubuhnya.


“Burung gila ini kelihatannya ingin membuatku mati bersama dirinya, api putih itu memang sangat berbahaya karena diriku yang sekarang tidak bisa menggunakan tehnik terkuatku tampa adanya kepalaku, walaupun sangat sia-sia tetapi aku harus menggunakan cara itu jika ingin hidup” pikir naga tampa kepala tersebut, dia merencanakan sesuatu yang membuatnya harus mengorbankan sesuatu.


Bersambung…..


Berikan dukungan kalian semua dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote yah agar novel ini tetap lanjut dan ceritanya jadi lebih menarik lagi, Ok.....