I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 122 Tugas pertama sang dewi



Semenjak Lucy berubah menjadi seorang dewi Reiga memutuskan untuk membanngun kuil baru diwilayah Gu dia memanggil ratusan pengikutnya untuk mengambil alih seluruh wilayah milik Gu, tampa ampun seluruh pengikut Reiga membunuh semua pengikut Gu yang melawan dan mereka yang tidak patuh terhadap Reiga dapat memilih pergi atau mati. Namun karena banyak rumor baik tentang kepemimpinan Reiga membuat banyak orang-orang yang dulunya tertindas didaerah itu mengikutinya dan membangun kota baru, kota tersebut didedikasikan untuk Lucy yang menjadi dewi pejuang dan mereka yang setia terhadap Lucy maka dapat berkesempatan mempelajari tehnik bela diri Lucy.


 Setelah 3 bulan berlalu kota telah berhasil dibangun dengan stabil walaupun ada beberapa bangunan yang belum selesai dibangun namun kotanya sudah cukup untuk bisa ditinggali ribuan orang, setelah menyelesaikan masalah kota yang baru Reiga memerintahkan Lucy untuk menyerang dewi kebejatan untuk menjadi pengalaman dirinya melawan dewi dengan kekuatannya yang baru. Dengan 500 prajurit ras Ghoul, 1.500 pasukan boneka mayat tingkat rendah dan 5 orang ras satans ( anak buah Azazel ), Lucy memimpin mereka semua untuk maju menyerang wilayah dewi kebejatan tersebut.


 Sementara itu Reiga cuman melihat dari jauh dia akan membantu jika situasinya memburuk, dewi kebejatan adalah dewi yang terlahir dari nafsu bejat orang-orang dirinya mengambil bentuk seorang wanita menyeramkan dia terlihat seperti nenek-nenek berusia 70 tahun dengan rambut putih kust yang sangat panjang dia juga memiliki tinggi sekitar 7 meter, 4 tangan dan juga sepasang mata mereh yang menakutkan. Dewi itu biasa meminta tumbal anak-anak berusia dibawah 10 tahun untuk dia makan dan jika ada desa yang menolak permintaannya maka dia akan menyuruh seluruh pengikutnya untuk membakar dan membunuh seluruh orang yang ada didesa tersebut, diwilayahnya jika para pengikut dewi kebejatan terlihat dijalanan maka para penduduk akan menyembunyikan anak mereka didalam rumah dan jika ada anak kecil yang terlihat dimata mereka maka mereka akan membunuh dan meminum darahnya sambil menyembah-nyembah nama dewi kebejatan.


 Hal inilah yang diincar oleh Reiga untuk mengalahkan dewi ini terlebih dahulu dari segi kekuatan dia lebih lemah dari dewa racun, dari segi wilayah tempatnya adalah yang paling kecil beserta pengikutnya sangat sedikit lalu ketika Lucy berhasil mengalahkan dewi tersebut maka para warga disana pasti akan sangat berterimakasih padanya dan akan mulai menyembah dirinya.


 “Situasinya terlihat bagus baik rencana ataupun pasukan sudah sempurna, namu seluruh pengikut dewi kebejatan adalah manusia ataupun ras demon yang kekuatannya sudah ditingkatkan dengan darah anak-anak, untuk mengalahkan satu dari mereka maka akan butuh lebih dari 10 pejuang Ghoul” pikir Reiga yang melihat kalau pasukan yang dipimpin Lucy sudah sampai didekat kota dimana kuil utama dewi kebejatan berada.


 Seluruh pasukan Lucy dari ras Ghoul semuanya dilengkapi dengan armor baja hitam yang mana lebih kuat dari baja biasanya dan juga mereka memakai senjata tombak panjang yang membuat mereka ungul dalam hal jarak, lalu mereka juga memiliki pasukan boneka mayat yang dapat menjadi bidak tumbal untuk setiap penyerangan. Ketika Lucy sudah sampai disana dia melihat kalau dewi kebejatan sudah menyambut dirinya, dia berada dalam sebuah formasi yang mana membuat dewa/dewi untuk tidak bisa masuk kedalam wilayahnya.


 “Hihihihi… seorang dewi yang baru lahir mau menyerangku, aku benar-benar beruntung karena bukan Reiga yang maju jadi aku tidak perlu lagi memindahkan kuil utamaku, Hihihihihi…” kata dewi kebejatan dengan tawa yang menjijikan.


 “Nenek tua aku berikan kau sebuah kesempatan untuk datang kemari dan matilah ditanganku sekarang, maka aku berjanji untuk tidak membunuh seluruh pengikutmu serta melepaskan kuil-kuil kecilmu yang lainnya” kata Lucy yang memberikan hawa yang mengancam.


 Lucy yang sedang berjalan dengan kaki telanjang beserta tangan kosong terlihat sangat camtik, walaupun kata-katanya kasar namun kecantinkannya hampir membuat pengikut dewi kebejatan yang beridir debelakangnya terpesona olehnya.


 “Grrrr…. Raaaaahh…. GADIS KECIL BERANI SEKALI KAU MENGGODA PARA PENGIKUTKU, AKAN AKU BUNUH KAU DISINI SEKARANG JUGA” kata dewi kebejatan yang menyuruh seluruh pengikutnya untuk maju.


 Dengan satu gerakan tangan pengikut dewi kebejatan langsung maju dengan cepat seekan ketakutan akan amarah dewinya mereka berlarian maju untuk menyerang Lucy, namun ketika mereka maju ribuan boneka mayat langsung maju menghalangi jalan mereka “Srrasaaasstt… Crrraaassstt….” Para pengikut dewi kebejatan sangat kuat sesuai dengan prediksi Reiga walaupun serangan mereka asal-asalan dan tidak mahir menggunakan senjata


namun fisik mereka sangat kuat hampir menyamai fisik dari ras raksasa.


 “Pasukan tombak maju, bersiaplah siapapun yang keluar dari kerumunan boneka mayat maka lemparkan tombak kalian kearahnya, jangan biarkan satu orangpun bertahan hidup” kata Lucy.


 Dengan arahan dari Lucy para pasukan bersenjata ras Ghoul tersebut langsung bergerak mundur kebelakang para boneka mayat, dan ketika para pengikut dewi kebejatan muncul dengan sigap para pasukan Ghoul melemparkan tombak mereka “Crraasstt… crraasstt… crraasstt… crraasstt… crraasstt…” seketika puluhan tombak menusuk tubuh mereka membunuh mereka ditempat.


 Dewi kebejatan yang melihat pengikutnya satu persatu mati dengan mudahnya mulai marah.


 “Dasar sialan…. Tidak berguna kalian semua…. Skill jiwa terkutuk” dewi kebejatan lalu mengeluarkan sesosok jiwa dari tangannya, jiwa tersebut terbuat dari ratusan anak-anak yang mati ditangannya.


 Reiga yang melihat jiwa itu langsung beridiri dari tempat duduknya, dia kelihatan seperti melihat makanan berkualiatas tinggi ketika melihat jiwa tersebut.


 “Luar biasa…, sungguh jiwa yang sangat gelap, dalam sekali lihat aku bisa tahu kalau aku menyerapnya maka kekuatanku akan semakin kuat lagi” kata Reiga.


 “Rasakan amukan dari jiwa terkutuk miliku…” dewi kebejatan lalu memerintahkan jiwa itu untuk menyerang Lucy.


 Kemudian jiwa terkutuk itu lalu terbang dengan cepat “Wuuuussshh….” Namun jiwa terkutuk itu melewati Lucy dan terbang jauh kearah Reiga.


 “In… ini… apa yang terjadi?????” kata dewi kebejatan yang terkejut ketika jiwa terkutuk yang dia ciptakan lepas dari kendalinya.


 “Hahahaha…. terimakasih padamu nenek tua atas makanan kelas atasnya” kata Reiga yang langsung mengambil jiwa terkutuk tersebut dengan skillnya.


 “Zuuummm….” Dan ketika dewi kebejatan masih terkejut dengan jiwanya diambil secara tiba-tiba formasi penghalang yang diapunya langsung menghilang, pada saat formasi penghalang tersebut menghilang Lucy dengan cepat berlari kearah dewi kebejatan.


 “Jari agung, jari keenam : tinju kekosongan + skill ukiran dewi ( kekuatan meningkat 75 % )” dengan cepat dia mengarahkan tinjunya kewajah dewi kebejatan, “Booosshh…” Lucy melompat dan memukulnya hingga terhempas jauh.


 “Aaaaggghhhkkk…. Sakit-sakit-sakit, dasar bocah sialan kau baru bangkit menjadi dewi dan kau sudah berani memukul wajah cantikku” kata dewi kebejatan yang berusaha bangun, namun tidak bisa karena keseimbangannya kacau akibat otaknya terguncang dengan serangan pukulan Lucy.


 “Taaak… taaak… taaak…” Lucy lalu berjalan perlahan kearah tengah kota dan para warga yang melihat


dirinya langsung terpesona dengan kecantikan yang dia miliki, baik itu laki-laki, perempuan, orang tua ataupun anak-anak semuanya terpukau dengan wajah cantiknya. parasnya yang canti serta berkat dari ukiran dewi yang memunculkan goresan emas ditubuhnya membuat dirinya terlihat semakin agung, dan beberapa orang yang melihatnya langsung berlutut ketika dia lewat.


 “Dewi kebejatan, kau sudah lama menguasai tanah ini dengan ketakutan dan terror, hari ini aku Lucy sang dewi pejuang dari fraksi hitam akan mengambil alih tanah ini dan menghancurkanmu disini sekarang juga” kata Lucy.


 “GADIS SIALAN…..” dewi kebejatan yang terluka lalu langsung mencoba menyerang Lucy dengan amarah, dia menyerang menggunakan tusukan tajam dari tangannya


 Namun karena perbedaan kemampuan bela diri yang dimilikinya Lucy dapat dengan mudah menghindari serangan tusukan tersebut dan “Crraaasst….”.


 “Jari agung, jari keempat : tombak langit, tombak petir” dengan tusukan secepat kilat petir Lucy langsung menembus jantung milik dewi kebejatan dengan mudahnya, serangannya membuat jantung milik dewi kebejatan hancur berkeping-keping.


 Bersamaan dengan serangan tersebut tubuh dewi kebejatan langsung menghilang berubah menjadi butiran cahaya.


 “B.. bagaimana… k.. kau bisa…” kata dewi kebejatan yang lalu menghilang menjadi butirang cahaya.


 Tidak memperdulikan perkataan dari dewi kebejatan Lucy langsung berjalan perlahan masuk kedalam kuil milik dewi kebejatan, didalam sana telah menunggu lima orang ras satans yang dipimpin oleh Uriel sang wakil dari Azazel.


 “Dewi Lucy…” kata Uriel sambil menyerahkan inti dari kuil utama milik dewi kebejatan.


 Bentuk dari inti kuil tersebut terlihat seperi batu dengan wajah nenek-nenek seram yang dengan empat lengan yang sangat mengerikan.


 “Ttrraaanggsss….” Dengan sekali genggaman tangannya dia menghancurkan inti tersebut dengan mudahnya.


 “Bahkan sampai intinya saja sudah menjijikan, aku penasaran bagaimana para pengikutnya bisa bertahan melihat wajahnya itu” kata Lucy yang mengelap sisa-sisa inti kuil dewi kebejatan dengan sapu tangan.


 “Terimakasih atas kerja keras anda dewi” kata Uriel.


 “Bangunlah ini semua karenamu juga yang sudah mengikuti rencananya” kata Lucy.


 Beberapa menit sebelumnya ketika Lucy sudah melihat wilayah dari dewi kebejatan dirinya langsung melihat formasi pelindung yang menolak dewa/dewi lain masuk kewilayahnya, karena itulah dia langsung menyuruh Uriel dan timnya untuk terbang memutari tempat itu dan menghancurkan formasi mereka disaat Lucy dan yang lainnya  menarik perhatian mereka.


 “Hmmm… nyamm… nyamm… dia hebat pengalamannya memimpin wilayahku sepuluh tahun yang lalu disaat aku tidak ada ternyata sangat berguna, nyamm… nyamm… sepertinya aku tidak perlu khawatir lagi mengenai dirinya soal mengurus wilayahnya sendiri” kata Reiga yang melahap energy gelap dari roh terkutuk tersebut dan membebaskan mereka setelah memakan setiap energy gelap yang ada.


 Setelah Lucy keluar dari kuil dewi kebejatan dia melihat kalau seluruh  warga yang ada disana sudah berlutut dan menyembah dirinya.


 “Terimakasih dewi… terimakasih… terimasih dewi… terimakasih….” Kata seluruh warga yang ada disana, mereka meresa lega karena sudah lepas dari gengaman dewi kebejatan yang selama ini meneror keluarga mereka.


Bersambung..........


Berikan Like, Komen, Favorit, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai ceritanya, Ok......