
Dewa pedang hitam dewa yang terlahir dari sebuah pedang yang dirasuki oleh puluhan ribu roh pendendam, sama seperti senjata ilahi buatan Reiga yang mana terdapat roh iblis Zepar didalamnya. Dewa pedang hitam awalnya hanyalah sebuah pedang bewar hitam biasa dirinya dibentuk dari batu metorit hitam yang ditempat oleh pandai besi handal selama 30 hari, didalam proses pembuatannya pandai besi itu memiliki cara yang gila untuk memurnikan pedang nya yaitu dengan cara menggunakan darahnya untuk memurnikan pedang tersebut.
Hari demi hari pedang itu ditempa “Tung… tung… tung…” suara palu yang lalu berubah menjadi bisikan kebencian mulai terdengar oleh sang pandai besi, dia menempa pedang itu sedikit demi sedikit pedang tersebut mulai terbentuk namun pandai besi itu tidak menyadari kalau dirinya juga mulai berubah sedikit demi sedikit. Pandai besi itu mulai bersikap kasar pada orang-orang disekitarnya dirinya juga mulai melakukan pemukulan terhadap istri dan anaknya, sampai pada hari dia menyelesaikan pedang hitam tersebut dihari itu juga dia membunuh istri dan anaknya sendiri melihat hal itu para warga berusaha menahan pandai besi itu namun mereka malah menjadi mangsa dari pedang hitam itu.
Malam itu darah mulai mengalir dan mayat mulai menumpuk satu desa telah menjadi tumbalnya, namun sang pandai besi yang sudah menggila mulai mencari korban kembali distiap jalannya dirinya terus membantai seluruh mahluk hidup yang dia lihat selama satu tahun dirinya terus membunuh dan sudah ratusan mahluk telah menjadi korbannya. Hingga pada akhirnya dirinya tidak sengaja bertemu dengan Damaskus sang dewa pedang pandai besi yang gila itu kemudian berhenti dia melihat Damaskus yang berdiri didepannya seakan melihat sebuah gunung yang sangat besar, dia tidak bisa melakukan apapun hanya bisa terdiam melihat keagungan dari Damaskus.
“Kau bukan petarung, kau hanyalah mahluk buas yang mengamuk tampa tujuan, tidak pantas untuk berdiri dibelakangku” kata Damaskus yang tiba-tiba berada disampingnya.
“Srraass… srraass… srraass… srraass… srraass… srraass…” dan lalu tampa disadari oleh pandai besi tersebut dirinya sudah ditebas menjadi beberapa potongan kecil, dan bukan cuman tubuhnya pedang yang dia pegang juga ikut ditebas dan terpotong menjadi dua oleh Damaskus. Melihat pedang yang hancur dan pandai besi yang mati itu Damaskus lalu langsung pergi dari sana tampa berkata apapun, hari demi hari telah berlalu tubuh dari pandai besi itu telah berubah menjadi sebuah kerangka dan lalu meninggalkan pedang yang rusak berkarat dan lalu setelah beberapa tahun pedang tersebut pada akhirnya mewujudkan tubuh manusianya dan pada akhirnya dia diangkat menjadi dewa oleh sistem dia diangkat menjadi dewa pedang hitam.
Dan lalu sekarang ini Drakula yang tadinya berusaha menyerang Reiga diacara yang diselenggarakan oleh Damaskus secara tiba-tiba “Srraasshh…” dewa pedang hitam dari belakang menebas Drakula dari belakang sampai dia pingsan, Reiga yang melihat hal itu merasa terkejut karena yang dia tahu kalau dewa pedang hitam itu telah membuat aliansi dengan Drakula dan sekarang dia menebasnya dari belakang.
“Maaf atas ketidak nyamanannya semuanya silahkan kalian melanjutkan menonton pertandingan dibawah, aku akan mengurus orang ini” kata dewa pedang hitam yang lalu pergi membawa Drakula yang lemas.
“Tadi itu benar-benar tidak terduga ya Reiga” kata Borus.
“Tehnik pedang yang luar biasa” kata Hill.
“Yah dia hebat dia bisa menjatuhkan Drakula dalam sekali serang” kata Borus.
“Iya tehnik nya sangat hebat sampai dia hampir bisa menipu mata seluruh dewa yang ada disini” kata Reiga.
“Hmm… apa maksudmu barusan??” tanya Borus.
“Yah kalau bisa dilihat dari mata biasa memang benar sekali kalau serangannya mengenai titik fital, namun itu salah sebelum dia menyerang tadi dia telah melapisi pedangnya dengan energy bewarna hitam dan pada saat dia menyerang Drakula bukan pedannya yang menyentuh tubuh Drakula tetapi energy itulah yang menyerang dan membuat Drakula pingsan, aku tidak tahu energy seperti apa itu tetapi yang pasti tidak ada luka sama sekali ditubuh Drakula” kata Reiga.
“Haaaa… jadi itu cuman taktik mundur saja” kata Borus.
Dan lalu Drakula yang pingsan dibawa oleh dewa pedang hitam dia membawa Drakula menuju gua didekat hutan, dan didalam gua tersebut sudah ada beberapa pengikut Drakula yang telah menunggu dirinya. Para pengikut Drakul tersebut membawa banyak mayat entah dari mana seluruh mayat tersebut berasal dari berbagai macam ras, dan juga ada beberapa hewan mistik besar yang ikut mereka bunuh.
Tidak lama kemudian Drakula pada akhirnya sadar dari serangan dewa pedang hitam dia langsung melihat disekelilingnya.
“Dimana ini, dimana sisialan Reiga itu” tanya Drakula.
“Kau sudah sadar, disini adala markas rahasia kita” kata dewa pedang hitam.
Drakula yang melihat dewa pedang hitam langsung dengan cepat menyerang dewa pedang hitam menggunakan
cakarnya “Srraaangg… Trraaanggs…” namun serangan dari Drakula dapat ditangkis oleh dewa pedang hitam dengan mudahnya.
“Tenangkan dirimu” kata dewa pedang hitam yang lalu menendang Drakula singga terhempas kedinding gua.
“Sialan kau, APA MAKSUDMU TADI MENGHALANGIKU” kata Drakula yang masih marah karena kehilangan saintnya.
Beberapa hari yang lalu sebelum dimulainya turnament beladiri ditempat kuil dewa pedang hitam yang mana terdapat sebuah rumah kayu hitam kecil dan didalamnya terdapat sebuah pedang hitam yang tertancap disebuah batu besar, dikuil itu terdapat ratusan orang bandit dan tentara bayaran yang sedang bertarung satu sama lain untuk mendapatkan berkah dewa pedang hitam. Mereka yang dapat memenangkan pertarungan sampai mati itu akan mendapatkan kekuatan tambahan dari dewa pedang hitam karena itulah banyak bandit dan beberapa petarung gila yang datang kekuilnya, dimalam tersebut “Crrass… srrasshh…” puluhan orang langsung terbunuh bersamaan dengan kemunculan sebuah bayangan hitam yang besar.
“Siapa kau, berani sekali kau memasuki daerah kekuasaanku” kata dewa pedang hitam.
“Hehehehe… jangan marah, aku Drakula sang dewa bayangan datang ketempat ini ingin menawarkan sesuatu padamu” kata Drakula dengan wajah sombong.
“Drakula, kau adalah dewa tingkat menengah tingakatanmu memang jauh lebih tinggi dariku tetapi jangan kira kau bisa berbuat seenaknya disini” kata dewa pedang hitam yang lalu mengeluarkan pedangnya.
Dia mengeluarkan sebuah pedang bewarna hitam kemerahan dari dadanya dan seakan-akan hidup pedang tersebut memiliki suara detak jantung “Dukk-dukk… dukk-dukk… dukk-dukk…”.
“Hehehe itu dia jantung pedang, skill unik miliknya yang mana mengubah jantungnya menjadi sebuah pedang, skill itu sudah membunuh banyak dewa yang berusaha menantang dirinya diwilayah kekuasaannya” pikir Drakula yang melihat keunikan pedang dari dewa pedang hitam.
Drakula lalu perlahan-lahan mendekati dirinya dan dengan cepat sudah berdiri disamping, dan lalu dia membisikan sesuatu ketelingan dewa pedang hitam mendengar ucapan dari Drakula membuat wajah dari dewa pedang hitam langsung terkejut. Dia mendengarkan sebuah rencana jahat dari Drakula yang mana akan membuat Damaskus dan dewa tingkat atas lainnya jatuh berlutut dibawah kakinya.
Dan lalu sekarang ini Drakula yang sedang terpuruk dihajar habis-habisan oleh dewa pedang hitam.
“Ingatlah rencananya, pada akhirnya kau juga bisa membalas Reiga kapanpun kau mau” kata dewa pedang hitam.
“Yaah.. maaf aku tadi sedikit marah” kata Drakula.
Tidak lama kemudian datanglah seorang Vampire kelas kesatria mendatangi Drakula dia membawakan jantung segar pada Drakula.
“Tuanku hamba datang untuk melapor” kata Vampire itu.
Drakula lalu memakan jantung yang dia bawa sebagai persembahan “Craaauss… Crraauuss…” jantung yang masih berdarah itu lalu dilahap oleh Drakula dalam sekali lahap dengan mudahnya.
“Apa yang ingin kau sampaikan” tanya Drakula.
“Saya ingin menyampaikan kalau persiapan formasi darah ilahi sudah berada ditahap 80 % dan dalam beberapa hari dapat diaktifkan” kata Vampire itu.
“Terlalu lambat suruh semuanya bekerja lebih cepat, aku ingin formasi itu dapat diaktifkan besok” kata Drakula yang ingin cepat-cepat membalas Reiga.
“B..Baik t..tuan” kata Vampire itu yang ketakutan merasakan aura dari Drakula, dia lalu pergi meninggalkan tempat itu dengan cepat.
“Sebentar lagi, hanya sebentar lagi aku bisa menghilangkan senyum diwajahmu itu Reiga dan lalu mengubahnya menjadi wajah penuh putus asa disaat aku membunuh semua pengikutmu” kata Drakula yang sudah terbayang akan menghabisi seluruh pengikut Reiga dan juga dirinya.
Bersambung.......
Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin bersemangat dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok...