
Tepat pukul 7 malam, Carissa tersadar dari tidurnya. Mata gadis itu mengerjap pelan.
Aveline yang menyadari kelopak mata adik sepupunya terbuka, dengan cepat menekan tombol disamping ranjang.
Sin, Ara, dan Aldre yang tengah menyantap makan malam mereka seketika terkejut dengan tindakan Aveline.
"Ada apa ka Ave? " Tanya Ara khawatir.
"Carissa sadar" jawab Aveline cepat.
Sin mendekat ke samping ranjang. Ia bisa melihat mata Carissa yang sudah terbuka lebar.
Tidak lama kemudian Isabella dan beberapa perawat datang. Mereka langsung memeriksa keadaan Carissa.
"Bisakah kalian tunggu diluar, kami harus memeriksa keadaannya" ucap salah satu suster.
Aveline mengangguk, "baik suster" lalu mengajak ketiga keponakannya untuk keluar. Membiarkan dokter dan perawat memeriksa keadaan Carissa.
Sena dan Jason datang dengan tergesa-gesa. Keduanya habis mengantarkan sahabat mereka ke lobi untuk pulang.
"Ada apa dengan Carissa? Kenaa Isabella dan perawat berlari terburu-buru? " tanya Sena khawatir.
"Carissa sudah sadar ka Sena, jadi aku menekan tombol untuk memanggil dokter dan perawat" ucap Aveline.
Sena dan Jason bernafas lega, mereka sudah sangat khawatir tadi takut terjadi sesuatu pada Carissa.
15 menit kemudian Isabella keluar, diikuti perawat yang datang bersamanya.
"Ka Bella, bagaimana keadaan Carissa? Dia tidak apa-apa kan? " tanya Ara cepat.
"Carissa tidak apa-apa. Kondisinya sangat bagus saat ini, tapi sepertinya dia masih sedikit lingkungan efek dari obat biusnya. Jadi jangan mengajaknya banyak bicara dulu ya, karena kondisinya masih lemah"
"Iya, ka Bella. Terimakasih"
"Sama-sama. Kalau begitu ka Bella permisi dulu ya. Mungkin ka Bella gak akan menjaga Sin malam ini, tapi akan tetap ada dokter lain yang memantaunya"
"Baik, ka Bella. Selamat beristirahat" jawab Aveline.
"Kalian juga, bergilir lah untuk menjaganya" Isabella pun pamit dari sana.
Karena sudah memastikan kondisi Carissa cukup baik malam ini, maka ia akan pulang sebentar.
Ia sudah meninggalkan putra bungsunya selama dua hari. Bayi gempal itu pasti merindukannya, dan sudah pasti membutuhkan asi.
Keenam orang itu kembali masuk ke dalam kamar rawat Carissa. Dengan lemas Carissa menoleh kearah pintu yang terbuka.
"Car.. " panggil Sin dan Ara berbarengan. Carissa menatap kedua sahabatnya dengan bahagia.
Sudah lama sekali mereka tidak berkumpul bersama seperti ini. "Hai" sapanya lemas.
"Jangan banyak bicara dulu ok. Kamu masih lemas " ucap Ara.
Aldre memandang ketiganya dengan senyum tipis. Jauh dilubuk hatinya, ia juga merindukan moment ini.
.
Pukul 11 malam
Suster baru saja mengantarkan makan malam untuk Carissa. Dan kini gadis itu tengah disuapin oleh Sena.
Sin masih setia berada di samping Carissa. Gadis cantik itu tidak membiarkan Sin melangkah sedikitpun.
"Kau tidak pulang, Ave? " Jason menolehkn kepalanya ke samping. Menatap adik sepupunya yang tengah sibuk dengan ponselnya.
"Aku akan pulang sebentar lagi. Ka Steven sedang dijalan" jawabnya.
Jason mengangguk kecil. Atensinya teralih pada dua pasangan muda yang sedang dimabuk asmara.
"Kalian tidak pulang? "
"Kami akan pulang bersama ka Aveline nanti" jawab Aldre datar.
Ara menatap protes kekasihnya. "Aku mau nginep, Aku mau jagain Carissa disini"
"No! Kita pulang"
"Aldreeeeeee. Aku mau disiniiiii"
"Gak sayang, sudah banyak yang menjaga Carissa, kita akan menjaganya lain waktu"
"Kamu nyebelin! Dasar jelek! "
"Terserah! "
Putra bungsu keluarga Courtland itu melengos, tidak mau menatap wajah sangat kekasih. Ia jelas tau maksud Aldre, lelaki itu tak ingin Ia dekat dengan Sin.
Sin menundukkan kepalanya, kedua tangannya saling meremat. Ada rasa sakit dan sedih dihatinya melihat interaksi Aldre dan Ara. Tapi Ia tau Ia tidak boleh kembali egois, Ia sudah berjanji pada dirinya untuk melupakan dan mengikhlaskan Aldre.
Dan Ia juga sangat paham, bahwa lelaki itu terang-terangan menjauhinya seperti dulu. Apalagi sekarang dia dan Ara sudah berpacaran, pasti dia akan menjauhkan Ara darinya.
'Sesakit ini rasanya melihat kamu sama Ara, Dre. Apakah gak ada kesempatan buat Aku memperbaiki semuanya? ' batin Sin sedih.
"Sin" panggil Sena lembut. Sin mengangkat kepalanya. "Iya, ka Sena? "
"Carissa mengajak mu bicara" ucapnya dengan senyum menenangkan.
Sin mengalihkan pandangannya pada Carissa yang menatapnya cemberut.
"Haha, maaf Car. Kamu ngomong apa tadi? "
"Kamu temenin aku disini kan? "
"Iya, aku akan nemenin kamu disini"
"Aku juga mau nemenin Carissa" rengek Ara.
Aldre mamandang datar kekasihnya. "Pulang sayang! Atau aku pergi ke club! " ancamnya.
Ara semakin memandang kesal Aldre. "Kamu tuh kenapa si jelek banget?! " pekiknya dengan sedikit kencang.
"Kamu tuh kenapa si susah banget di bilangin?! " sahut Aldre tidak mau kalah.
"Iiiihhhh Aldre!! "
"Iiihhhh Ara!!"
"Apa hah?! "
"Huaaaaa Aldre nakal, papahhhhh Aldre nakalll huhuhu" jurus terakhir yang Ara keluarkan. Gadis itu berpura-pura menangis agar sangat kekasih luluh.
Sayangnya Aldre yang sudah apal dengan tabiat gadisnya itu tidak terpengaruh sama sekali.
"Udah actingnya? " tanya Aldre dengan wajah songongnya.
Dengan teramat kesal, Ara menciumkan kakinya ke punggung kaki Aldre. Yang langsung disambut pekikan keras lelaki itu.
"Ka Ave, Ara pulang sama kaka ya" pintar Ara dengan wajah yang dibuat seimut mungkin.
"Ferrari cuma punya dua kursi kalau kamu lupa" ujar Aveline.
"Yaudah aku yang sama ka Steven, kaka sama dia! " tunjuknya tidak santai pada lelaki disebelahnya.
"Mana bisa kaya gitu? "
"Bisa! Harus bisa pokoknya! "
"Ayolah ka, pleaseeeee"
"Heh, terserah" Aveline memutar bola matanya malas.
"Yeay. Ka Aveline terbaik" Ara memberikan dua jempolnya pada Aveline.
Pintu kamar Carissa terbuka, menampilkan Steven dengan pakaian yang berbeda dari sebelumnya. Sepertinya lelaki itu baru selesai mandi, terlihat dari rambutnya yang masih basah.
Avelin menatap suaminya heran. "Tumben mandi malem-malem? "
Steven menampilkan cengirannya. "Hehehe, you know lah" ucapnya sambil menaik turunkan alisnya, menggoda sangat istri.
Bugg
Jason melemparkan bantal sofa kearah sahabatnya, yang dengan tepat di tangkap oleh si korban.
"Najis banget si lu. Punya bini masih nyolo" sewotnya.
"Sewot aja netizen. Itu namanya manusiawi, kaya lu gak aja kalau Sena lagi ngambek"
"Heh! Jangan bongkar aib anjing"
"Bongkar aib anjing? "
dengan wajah polosnya Ara bergantian menatap dua pelaku yang saling bongkar aib.
Aveline Dan Sin menepuk jidat mereka lelah. Memang harus Hati-hati bicara didepan si polos satu ini.
Sena terkikik kecil. "Bukan gitu maksudnya sayang. Ka Jason hanya mengumpat" jelasnya.
"Ouuuhhh, hehehe"
Sena melirik sang suami tajam. Yang dilirik hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.
Dan Steven hanya cekikikam tidak jelas, padahal Aveline sedang memberikan cubitan kasih sayang pada suaminya itu.
"kakak kamu, Car" ucap Sin pelan.
"sahabatnya kaka kamu"
"pantes ka Bella mengundurkan diri"
"setuju"
.....
"Jika kamu berani mengucapkan selamat tinggal, kehidupan akan memberikanmu hadiah berupa lembaran baru." - Paulo Coelho
.....
T B C?
Bye!
karakter Sin tapi Aku lupa siapa nama aslinya. yang tau boleh komen ya 😚
yang ini karakter Carissa. Aku gatau dia temen atau saudaranya dasha taran, soalnya banyak foto mereka bareng-bareng.
cantik ya, kaya barbie 😍
Dan ini karakter utama kita, Keynara. ayang bebeb si bungsu Skholvies 😍❤