Her And Bitter Memories

Her And Bitter Memories
PENGUMUMAN!!!!



KISAH Jeno dan Erick di mulai dri sini ya


Beberapa part sebelumnya hanya ide yang keluar secara random dari otak aku. Jadi mohon di maklumi jika alurnya tidak jelas. Karena author juga lagi sibuk kerja, jadi bakal jarang update.


tapi di usahakan untuk update setiap hari.


oh iya, untuk cerita ini tentang bxb atau boys love ya. jadi mohon maaf jika ada yang tidak suka atau berkenan membaca cerita ini boleh di skip aja.


judul dan cover akan menyusul seiring berjalannya cerita, karena author masih belom sempet mikirin judulnya jadi di tunggu aja ya.


mohon maaf jika akhir cerita HER AND BITTER MEMORIES tidak sesuai ekspetasi karena sejujurnya author kekurangan ide. jadi mohon dimaklumi sekali lagi.


akan author selipkan beberapa part disini nanti ya, tentang kisah Cinta Carissa dan Sin yang masih terus berlanjut.


ngetik apalagi ya, author bingung??


sekiranya ada yang mau menyampaikan ide boleh banget ya, akan author terima dengan senang hati.


**


sinopsis singkat ya


"Jen...." panggil Geo pada sahabatnya yang tengah sibuk mengerjakan tugas.


Keduanya kini tengah berada di perpustakaan kota guna mencari buku untuk bahan referensi tugas akhir mereka.


"Hmm" jawab si empu nama singkat.


Geo memilin jari-jarinya gugup. Keringat mengucur deras dari pelipisnya. Tanda bahwa dirinya tengah di landa rasa gugup dan takut.


Jeno yang sejak tadi sibuk dengan buku dan pulpen kini berhenti. Kepalanya mendongak, menatap lelaki yang baru saja memanggil namanya.


"Kenapa? Kau seperti abis di kejar maling" ucapnya heran.


Geo meneguk ludahnya gugup. Perasaan takut itu semakin besar melingkupinya.


"I-itu..."


"Erick"


"Kenapa dengan Erick?"


"Le Rosey. Selama ini Erick bersekolah di sana" ucap Geo dengan cepat setelah menarik nafas panjang.


"Le Rosey? Bukankah itu di Swiss?" tanya Jeno. Geo mengangguk membenarkan.


"Tapi--"


"Tapi?"


"Tapi Erick kabur. Dia pindh dari sana tanpa memberitau siapa pun. Pihak sekolah mengatakan bahwa Erick sudah pergi sejak melaksanakan ujian akhir, dan pihak sekolah juga tidak tau jika paman dan bibi tidak mengetahui kepergian Erick" jelas Geo.


"Bagaimana bisa?" mata Jeno menajam. Rahanganya mengetat, kedua tangannya mengepal kuat.


"Paman dan bibi baru mengetahui saat mereka berkunjung. Erick juga tidak datang saat kelulusannya. Tidak ada yang tau dimana dia. Tapi bibi Isabella sedang berusaha mencarinya"


"Brengsek!"


"cari semua tempat. pastiin kalau Erick bakal ketemu!!" perintah mutlak keluar dari bibir Jeno.


"o-okey"


tanpa bantahan Geo langsung menghubungi orang-orang Jeno, memerintahkan mereka semua untuk mencari Erick sampai dapat.


Aura yang Jeno keluarkan sangat menyeramkan, dan Geo sangat yakin sebentar lagi semua orang akan mendapatkan amukan dari lelaki itu.


Karena apa pun yang berhubungan dengan Erick, Jeno tak pernah main - main. lelaki itu akan melakukan apa saja agar Erick selalu bersamanya. Karena bagi Jeno, Erick adalah pusat dunianya. tidak ada yang boleh memilikinya selain dirinya seorang.


dahhh segitu aja bocorannya ya, idenya tiba-tiba keluar dari otak jadi harus segera di realisasi kan sebelum menghilang. Mumpung otaknya lagi lancar dan mood lagi Bagus buat nulis.


yaudahlah itu aja, author bingung mau nulis apa lagi. sekian dan terima gaji dari Noveltoon hehehe


Happy reading!!! jangan lupa like and subscribe!!!