
Ara termenung, setelah mengingat kejadian enam tahun lalu. Saat dirinya masih begitu naif dan bodoh.
Ceklek
Suara pintu yang terbuka membuat Ara menoleh, tersenyum begitu melihat sosok yang selama enam tahun tak pernah dilihatnya.
"Carissa" Ara berhambur memeluk sahabatnya. Air matanya menetes, pelukan mengerat.
"Hey! Aku baru datang dan sudah dihadiahi air mata? Perutku tidak akan kenyang dengan itu" protest Carissa. Ara terkekeh, menghapus air matanya, kemudian menatap sebal sahabatnya itu. Sudah kembali lebih dari sebulan tapi baru menemuinya sekarang? Tidak sopan.
"Kenapa baru datang sekarang? "
"Ya kamu kenapa gak nemuin aku duluan? "
"Ya-- aku takut diusir"
Carissa sontak tertawa kencang, "yaampun. Yakali aku tega ngusir kamu, ra. Emangnya aku sin"
"Yakan aku gak tau, siapa tau kamu masih marah"
"Maaf ya, kemaren aku abis ngurusin kerjaan"
"Udah selesai? "
Carissa mengangguk, "mm. Baru selesai kemarin. Aku mau nemenin kami sampai masalah ini selesai, makannya aku selesain pekerjaan aku secepat mungkin"
"Thank you" mereka kembali berpelukan.
Carissa menatap sahabatnya ragu, namun akhirnya menberenaikan diri untuk berbicara. "Ada sesuatu yang mau aku katakan sama kamu, Ra. Ini tentang Sin"
"Sin? " Ara mengernyit bingung. Sin? Ada aoa dengan Sin, apa terjadi sesuatu?
"Kamu ingat, saat kamu berpacaran dengan si bajingan itu. Sin yang memperkenalkan kalian" Ara mengangguk. Dia ingat saat Sin membawa Thomas ketika mereka sedang berkumpul, saat itu Aldre sedang siduk dengan persiapan olimpiadenya.
"Kamu tau kenapa Sin ngelakuin itu? " Tanya Carissa. Ara menggeleng. "Dia cemburu sama kamu. Kami tau Aldre menyukai kamu Ra, dan Sin cemburu karena dia suka sama Aldre"
"Dia ngenalin kamu sama Thomas supaya Aldre benci kamu. Keluarga Skholvies dan keluarga Alfan adalah musuh sejak lama, itu kenapa Aldre sangat membenci Thomas, karena dia mengenal seberapa busuknya mereka"
Ara terkejut, kenapa Sin begitu tega padanya. "Harusnya Sin gak perlu ngelakuin itu, dia bisa bicara baik-baik sama aku, aku akan jaga jarak dari Aldre"
"Tapi Aldre gak akan senang, Ra. Sin sudah pernah ngungkapin perasaannya dan minta dia untuk menjauh dari kamu. Tapi kamu tau jawaban Aldre? Dia dengan tegas menolak, Ra. Bahkan Aldre berteriak pada Sin karena menganggap Sin egois"
"Kamu tidak tau sejak saat itu hubungan mereka merenggang, Aldre terus menjaga jarak dengan Sin. Dan sekarang Sin menghilang, Ra. Kami gak bisa menemukan dimana dia! Aku takut Sin kembali bekerja sama dengan Thomas"
"Dia orang yang nekat, segala keinginannya haru terwujud, semua harus sesuai seperti yang dia mau"
"Apa Aldre tau? "
"Ya, aku sudah menjelaskan semuanya padanya"
Ara meremat rambutnya, air matanya kembali mengalir deras. Carissa segera memeluk sahabatnya, dia tau seberaoa beratnya ini bagi Ara.
Bukan, bukan Aldre yang ada dipikirannya sekarang, tapi sosok lain pada dirinya yang tadi sempat berbicara dengannya, Cloe. Sin tidak akan pernah lolos darinya.
"Ka Bella-- tidak mungkin tidak mengetahuinya kan? " Carissa tersadar, dia lupa soal Isabella Courtland. "Aku tidak berpikir tentang ka Bella" ucap Carissa.
"Ka Bella mungkin akan menyerahkan Sin pada kita, tapi--" Ara ragu untuk mengatakannya, dia tidak mau Carissa takut padanya.
"Alter egomu? "
"Kamu tau? " Carissa mengangguk. "Aku tau, ka Sena memberi tauku saat aku baru saja tiba. Setelah itu aku bertanya pada ka Galih"
"Cloe, sosok yang paling berbahaya. Dia yang menghabisi seluruh bajingan itu saat hari kejadian. Dia tidak akan melepaskan Sin, Car. Cloe tidak akan membiarkannya lolos"
"Sin pantas mendapatkannya, Ra. Dia terlalu bodoh karena obsesinya"
"Kamu masih menganggapnya sahabat setelah apa yang dia lakukan sama kamu? Kalau itu ka Bella, aku yakin Sin sudah mati sejak lama"
"Apapun yang terjadi padanya nanti, aku tidak akan merasa bersedih sama sekali" ucap Carissa marah.
Ara terdiam, dia bingung harus bereaksi seperti apa. Disatu sisi ia marah, tapi di sisi lain ia tidak ingin terjadi sesuatu pada sahabatnya itu, bagaimanapun Ara ingin mendengar sendiri alasan Sin melakukan semua hal ini.
.....
Disebuah rumah didalam hutan, tiga orang dengan seorang wanita dan tiga pria tengah berdiskusi soal rencana mereka.
"Aku butuh penjelasan detail soal rencanamu" ujar gadi itu. Sin, Sinfanka Forist, sahabat Ara dan Aldre selain Carissa. Orang yang sudah berani berhianat dan menjebak Ara.
"Tenanglah sayang, akan ku jelasakan ok " ucap lelaki dihadapannya. Roxy, saudara angkat Aldre yang begitu membencinya karena merasa bahwa Aldre merebut posisinya sebagai pewaris.
"Kau terlalu bertele-tele"
"Rencananya mudah, aku hanya ingin kau memancing gadis bernama Ara itu keluar. Sisanya biar aku yang urus"
"Apa yang ingin kau lakukan padanya? " Tanya Sin meming pada lelaki itu.
"Aku akan menjadikannya sebagai pancingan untuk saudaraku tersanyang, Aldre Skholvies! Aku tau dia sangat mencintai wanita itu"
"Kau tau bahwa kai tidak bisa menyentuhnya sembarangan" ucap Thomas yang sejak tadi diam. "Kenapa kau masih mencintainya? " Roxy menatap Thomas remeh.
"Bukan itu bodoh" seru Thomas kesal.
"Lalu? Godfather? Dia tidak akan berani denganku. Tidak ada orang bodoh yang berani menyentuh keluarga Romanov begitu saja"
"Tentu saja ada" sahut Metio, sepupu Thomas. Roxy menaikkan sebelah alisnya, mendengus. "Who? "
"The godmother princess of hell"
"Tidak ada hubungannya dengan dia? "
"Sial aku melupakan soal dia" Sin mengumpat, seketika dia tau bahwa rencana mereka pasti akan gagal.
"Tentu saja ada, Roxy. Aku pikir kau tau soal keluarga Godfather"
"Dia adalah putri kandung Godfather. Putri kesayangannya lebih tepatnya, Isabella Courtland. Yang artinya dia adalah kaka kandung Ara, dan kau juga harus tau bahwa Aldre adalah adik ipar dari Black sweeper" jelas metio.
"Jadi pastikan rencanmu benar-benar matang untuk melawan mereka" lanjutnya, setelah itu berlalu pergi darisana.
Roxy terdiam begitupun Thomas dan Sin. Siapa yang tidak kenal dengan Godmother, dia serautus kali lebih gila dari Godfather, sang ayah. Hanya orang tidak waras yang berani menantangnya secara langsung.
"Kau yakin ingin melanjutkan rencana ini Roxy? " Tanya Thomas.
"Tentu saja, aku tidak akan membiarkan bajingan itu lolos begitu saja"
"Bagaimana dengan mu Sin? " menoleh pada satu-satunya wanita disana.
"Kau? "
"Sejujurnya aku tidak ingin melanjutkan ini, aku tidak ingin lagi berurusan dengan Isabella. Tapi bajingan ini mengancamku! " ucap Thomas frustasi.
"Tidak ada gunanya untuk mundur, kita lanjutkan saja" ucap Sin pasrah. Toh, sudah sangat terlanjur untuk mundur sekarang, jadi lebih baik melanjutkan rencana mereka.
"Keputusan yang tepat, Sin" Roxy menyeringai. Persetan dengan Godmother, Keluarga Romanov akan melindunginya.
.....
T B C?
bye!