
Malam hari mansion Courtland
Ara terbangun dari tidurnya tepat saat Cindy mengantarkan makan malamnya. Ara bangkit dari posisi tidurnya.
"Selamat malam, Ara. It's time to dinner" sapa Cindy sambil meletakkan nampan diatas meja sofa.
"Malam, ka Cindy. Ehh, kok makanannya ada dua? " Ara mengernyit heran.
"Dia juga butuh energi kan? " Cindy menunjuk sosok disebelah Ara yang baru saja membuka mata.
Ara membelalak kaget. "Aldre!! " serunya. "Kok kamu masih ada dikamar Ara?! "
"Apasih Ra! Emangnya kenapa kalau aku dikamar kamu? " Tanya Aldre sewot.
Cindy menggeleng kecil, "udah ah, ka Cindy gak mau nontonin keributan kalian. Dahh, ka Cindy keluar dulu ya, jangan lupa dimakan, itu vitamin juga"
Ara mengangguk, tertawa malu. "Terimakasih ka Cindy" istri dari William itu melangkah keluar, tidak ingin mengganggu dua sejoli yang baru bertemu itu.
"Ayo" ajak Aldre.
"Ayo kemana? "
"Ya makan. Kamu gak mau makan emangnya? Yaudah Aldre abisin kalo gitu"
"Apasih Aldre. Kamu tuh gak jelas tau gak"
Keduanya pun turun dari ranjang, menikmati makan malam mereka yang sedikit terlambat.
.
Di Rumah sakit
Jason yang malam ini bertugas menjaga Carissa sudah terlelap beberapa menit lalu. Carissa menatap sang kaka yang terlihat lelah. Sejak datang lelaki itu tak bicara apapun padanya, hanya membaringkan tubuhnya disofa, lalu tertidur tidak lama kemudian.
"Aku akan menolak operasinya jika mereka menggunakan Sin sebagai pendonor" Carissa bergumam kecil.
"Semoga Sin baik-baik saja" matanya terpejam penuh harap.
"Dia akan baik-baik saja, Carissa" kedua mata Carissa kembali terbuka. Pandangannya langsung terarah ke pintu, dimana sosok kaka sepupunya berdiri.
"Ka Justin... " Carissa cukup terkejut. Ia tak mendengar suara pintu terbuka, tapi kaka sepupunya itu sudah berdiri diambang pintu.
"Apa kaka mengejutkanmu? " Tanya Justin yang berjalan masuk dan kembali menutup pintu.
"Sedikit. Tapi bisakah ka Justin hilangkan kebiasaan kaka yang berjalan tanpa suara? Kaka menyeramkan tau" keluhnya.
"Hahaha, maafkan kaka sayang. Bagaimana keadaanmu? "
"Hm, better. Ka Bella? "
"Dia sedang istirahat. Valerie dan Fero merindukannya, jadi ia tidak datang sekarang"
"Aku mengerti"
Justin mengelus lembut rambut Carissa. Mengecup pelan kening adiknya. "Tidurlah. kau harus banyak istirahat, putri kecil"
Carissa merengut, menggeleng kecil. "Aku sudah tertidur seharian, ka Justin" rengeknya.
"Sin akan dipindahkan ke Rehabilitas untuk menjalani perawatan. Ia mengalami trauma berat dan harus belajar menghilangkan obsesinya" Jelas Justin.
Carissa menatap sedih sang kaka."Tapi aku boleh menjenguknya kan? " Justin mengangguk, "tentu. Jika kau sudah sembuh"
Tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka. Perlahan gadis itu terlelap, dan Justin yang berjaga disebelahnya.
Sedangkan dikamar Isabella
"Bunda, ayah mana? " Tanya Valerie yang tiba-tiba terbangun. Isabella mengecup pipi tembem putri bungsunya. "Ayah dirumah sakit, sayang. Menjaga bibi Carissa"
"Valeri mau liat bibi"
"Nanti kita liat bibi sama-sama ya. Sekarang Valerie bobo dulu, ok " Valerie mengangguk, kembali memeluk tubuh kecil adiknya.
Isabella tersenyum kecil, lalu ikut terlelap.
.
Cup cup cup
Ara menggeram kecil, tangannya berusaha menyingkirkan tubuh Aldre yang memeluknya erat.
Sejak mereka selesai makan tadi, Aldre langsung menyerangnya dengan ciuman-ciuman kecil diseluruh permukaan wajahnya.
"Al... Udah ihhh" Aldre tak mengindahkan rengekan gadisnya. Lelaki itu masih sibuk dengan kegiatannya.
Cup cup
"Alllllll!! "
"Bawel! " Aldre menyerang bibir merah Ara. ********** lembut tanpa nafsu sedikitpun.
"Alhhh mmmhhhh stophhhh" setelah hampir 2 menit Aldre melepaskan ciumannya.
Ara terengah, bibirnya bengkak. Aldre mengecup sekali lagi bibir manis yang akan menjadi favoritenye itu.
Matanya menatap lekat Ara. Merekam wajah manis yang akan selalu dicintainya. "Ara tau kan perasaan Aldre sekarang? " Tanya Aldre lembut. Ara mengangguk.
"Jadi jangan kecewain Aldre lagi ya? Aldre gak mau kehilangan Ara"
"Iya Aldre. Ara janji, Ara gak akan kecewain Aldre lagi. Maafin Ara "
"Aldre udah maafin Ara sejak lama. Mulai sekarang Ara punya Aldre dan Aldre punya Ara. Gak boleh deket-deket sama cowok lain, Aldre juga gak akan deket sama siapapun kecuali Carissa"
"Hahaha, iya Al. I love you"
Aldre tersenyum bahagia mendengar kata cinta dari bibir gadis pujaannya. "I love you too"
Ara memajukan badannya, memagut bibir Aldre lebih dulu. Mereka kembali berciumn, menyalurkan perasaan bahagia yang mengalir dihati mereka.
"Hayooo, kamu ngapain? Gak sopan ngintipin orang pacaran" Ceeyora istri Charles menegur sang suami yang tengah berdiri mengendap di depan pintu kamar adik bungsunya.
Charles mendelik, "kamu tuh gak sopan ngagetin suami tau gak! " sewotnya. "Yeuuu kamu sendiri ngapain ngintipin adik kamu lagi pacaran? " seru Ceeyora kencang.
"Ssstttt, jangan kenceng-kenceng nanti mereka denger! "
"ARAAAAA KA CHARLES NGINTIP NIH! " dengan sengaja Ceeyora berteriak kencang. Charles kelabakan, lelaki itu dengan cepat berlari kabur dari sana.
Didalam kamar. Ara dan Aldre terkejut mendengar teriakan Ceeyora. Keduanya pun berjaln kearah pintu, mendapati kaka iparnya yang tengah tertawa.
"Ka Ceeyora? Mana ka Charles? " Tanya Ara yang masih shock.
Ceeyora menunjuk arah suaminya berlari. "Ka Ceeyora gak ngeliat apa-apa kan? " Tanya Ara lagi dengan khawatir.
"Tenang aja, aman ko. Lain kali pintunya di kunci ya" Ceeyora berjalan hendk kembali kekamarnya, tapi belum dua langkah wanita itu berbalik. "Ngomong-ngomong, lipstick kamu bagus juga Ra "
"Ka Ceeyoraaaaa"
Ceeyora melambaikan tangannya, berlalu pergi dari sana.
"Aldre jelek!! "
"Lahh??"
.
"Kamu kenapa lari-larian gitu? Kaya abis dikejar setan aja" Tanya Nemora pada Charles yang terengah.
"Gak apa-apa"
"Boong, abis ngintipin orang ciuman itu dia ka" sahut Ceeyora dari atas. Charles kembali mendelik pada sang istri.
"Ciuman? Siapa? " Tanya Nemora bingung.
"Pengantin baru" jawab Ceeyora santai.
Senyum Nemora tersungging begitu mengertu maksud perkataan adik iparnya. Tangannya ter ulur menarik telinga adik sulungnya itu.
"Aduhhh aduhh, kakaaaa. Kenapa telinga Charles ditarik? Aduhh aduuuuhh" Charles berteriak kesakitan.
"Kamu gak sopan ngintipin adik kamu! "
"Ya kan Charles gak tau ka. Aduh ka, ampunnn. Udah dong sakit ini!! "
Ceeyora tertawa heboh, tidak berniat membantu suaminya sama sekali.
"Ada apa ini? " Tanya Harves yang baru datang.
"Ka Harves tolong dong bininya diketekin aja. Sakit loh ini! " adu Charles pada suami kakanya.
"Heh! Ngomong apa kamu? " Nemora melototkan matanya, tangannya semakin kencang menarik telinga adiknya.
"Aduhhhh ka, ini namanya penganiyayaan" keluh Charles. "Bodo amat! "
"Nemora, sudahlah. Kesian Charles, lagipula ini sudah malam, lanjut besok aja" Ujar Harves.
"Ka Harvesssss"
"Hahahaha, sudah sudah. Ayo sayang, aku menunggumu sejak tadi tapi kau sibuk dengan adikmu"
"Salahkan saja pria tua nakal ini"
Charles mencebikkan bibirnya. Memang salahnya melihat adik bungsunya berciuman? Dia kan hanya ingin memastikan keadaan adiknya.
......
T B C?
Bye!