
Jeno termangu sesaat. Patricia selingkuh? Omahnya? Tapi kenapa? Apa opah selalu bersikap kasar pada omah selama pernikahan mereka?
Javin menelisik setiap reaksi yang Jeno keluarkan, kepala bocah itu pasti sedang dengan berbagai macam pertanyaan saat ini.
"Paman yakin otak mu pasti bertanya-tanya kenapa omah mu berani melakukan hal itu, iya kan?" Javin kembali membuka suara.
Dengan cepat Jeno mengubah posisi duduknya menjadi berhadapan dengan Javin.
"Ceritakan pada ku semuanya, paman" seru Jeno.
"Apa yang ingin kamu tau?"
"Kenapa omah berani berselingkuh dari opah? Apa selama ini opah bersikap jahat? Lalu kenapa keluarga Scander bersikap buruk pada bunda? Lalu--"
"Kkkkk, pelan-pelan boy. Paman akan menjelaskan semuanya pada mu ok"
Helaan nafas ringan meluncur bebas dari pria berusia hampir 50 tahunan itu. Javin mengubah posisinya menjadi duduk, berhadapan dengan keponakannya itu.
"Jezin adalah orang yang baik tadinya, ramah, sopan, dan merupakan sosok laki-laki yang sangat lembut.
Dan Patricia, dia adalah adik angkat Revano. Patricia juga resmi masuk ke dalam keluarga Courtland sejak usia 13 tahun, meski sama sekali tak mendapat restu dari ayahnya, Revano tetap membawa Patricia masuk ke dalam keluarganya"
Kepala Jeno meneleng ke samping dengan raut bingung yang begitu kentara. "Revano? Grandpa?"
Javin mengangguk. "Ya, grandpa mu. Revano sangat menyayangi Patricia kecil yang penurut dan tidak pernah melawan perkataannya. Tapi sejak remaja Patricia memang nakal, urakan, sering bolos sekolah, berkencan dengan banyak lelaki, bahkan minum-minum dengan teman-teman nya disaat usianya bahkan belum legal sama sekali"
"Jezin adalah teman nongkrong Revano saat senior high school. Jezin jatuh cinta pada Patricia saat untuk pertama kalinya Revano membawa Patricia ke tongkrongan nya. Lelaki jatuh cinta pada pandangan pertama pada seorang gadis yang baru saka di temuinya.
Revano bukan tidak menyadari bahwa temannya itu menyukai adiknya, tapi ia tidak mau ambil pusing karena paras cantik Patricia membuat banyak lelaki terpesona padanya. Jadi Revano pikir perasaan Jezin hanyalah perasaan kagum sesaat"
Javin melirik Jeno yang begitu khidmat mendengarkan ceritanya. Dirinya sengaja memberi jeda untuk sengaja melihat reaksi bocah itu. Dan yang dirinya dapati adalah Jeno dengan keadaan yang setengah melamun namun telinganya tetap fokus mendengarkan cerita yang keluar dari mulutnya.
Satu sudut bibir Javin tertarik, dugaannya tak pernah salah. Akhirnya ia bisa melihat versi lain dari adik dan sahabatnya.
"Lima tahun kemudian, saat Jezin sudah mendapatkan gelar S1 nya dan mengambil alih perusahaan keluarga, Jezin datang ke mansion Courtland untuk menemui Revano guna meminta restu dari temannya itu untuk menikahi Patricia.
Tapi.... Revano menolak, dia mengatakan bahwa Jezin berhak mendapatkan yang lebih baik dari adiknya"
"Kenapa grandpa menolak lamaran opah?" Jeno bertanya dengan suara lirih.
"Karena grandpa mu tau bagaimana tingkah laku adiknya, Jeno. Dan dia tidak mau, jika temannya itu menyesal suatu saat nanti.
Tapi Jezin adalah Jezin dia persis seperti putranya tidak akan pernah melepaskan orang yang dia cintai"
"Setelah berhasil membujuk Revano, Jezin dan Patricia akhirnya menikah. Hanya butuh satu tahun pernikahan sampai Jezin akhirnya mendapatkan pewarisnya"
"Ayah?"
"Ya, ayah mu. Jeno... Ayah mu bukanlah sosok seperti ini dulu. Dia sosok yang ceria, lucu, ramah, lembut, tidak pernah marah, dan sangat attractive. Tapi perselingkuhan yang di lakukan ibunya membuatnya menjadi sosok yang tidak bisa lagi aku kenali"
Javin menerawang jauh, ingatannya berputar saat dirinya dan Justin masih menjadi anak-anak. Matanya berkaca-kaca, bibirnya melengkung ke bawah, suasana hatinya berubah menjadi buruk. Selalu seperti jika dirinya kembali mengenang masa kecil mereka dulu.
Jujur saja, Javin sangat kehilangan sosok sahabatnya. Dirinya harus kembali mengenali Justin dari awal karena kejadian itu membuat Justin berubah menjadi orang yang buruk. Tempramen, dingin, tidak punya hati, bahkan berani melayangkan kepalan tangannya pada siapapun yang berani mengusik ketenangan nya.
"Sejak kecil, bahkan sejak usianya masih 1 tahun Jezin selalu membawa Justin ke mansion Courtland, ia ingin putranya memiliki teman dan tidak merasa sendirian di saat ia dan sang istri tak bisa menemaninya.
Karena saat itu Justin adalah anak tunggal, dan disini dia bisa mendapatkan banyak teman. Karena ada ka Deva, aku, Nemoura, dan saudara kembar kami Acnelyne"
Dan disinalah awal mula perselingkuhan Patricia di mulai. Rasa bosan akan hubungan rumah tangganya di tambah pertemuannya dengan mantan kekasihnya yang tidak di sengaja membuat Patricia akhirnya berani mengambil tindakan bodoh itu.
Wanita itu berselingkuh dengan mantan kekasihnya, Patricia hampir tidak pernah ada di rumah dan saat itu Justin tidak mau ambil pusing kemana ibunya pergi, karena yang dia tau ibunya adalah kaum sosialita yang bahkan jarang diam di rumah"
"Tapi yang mereka lakukan tidak hanya sekedar selingkuh, Patricia bahkan berani berhubungan dengan lelaki yang bukan suaminya. Wanita itu juga berani membawa selingkuhannya masuk ke dalam mansion Scander.
Saat itu, Jezin sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri selama 1,5 tahun dan selama itu juga dirinya tak pernah sekali pun pulang. Tapi betapa terkejutnya Jezin saat ia kembali, dia justru mendapati istri tercintanya tengah mengandung"
Javin kembali menjeda kalimatnya untuk kembali melihat reaksi Jeno. Bocah itu sepertinya shock, terlihat dari cara Jeno mengambil nafas dengan tarikan nafas berat.
Setelah mengamati reaksi Jeno, Javin kembali melanjutkan ceritanya. "Jezin tau istrinya berselingkuh, ia menekam wanita itu untuk jujur padanya. Tapi Patricia terus mengelak, ia berbohong dan mengatakan bahwa ia menyusul Jezin namun saat dirinya datang suaminya justru dalam keadaan mabuk.
Dan Jezin jelas mengelak, karena selama sejak menikah dengan Patricia, dia tak pernah lagi menyentuh alkohol"
"Justin mengamati pertengkaran kedua orang tuanya dari balik pintu kamar. Anak itu tidak mencoba mencari tau atau apapun, ia hanya diam seolah dirinya tidak pernah mendengar apapun.
Sampai saatnya anak dalam kandung Patricia lahir dan kecurigaan Jezin terbukti, karena anak itu sama sekali tidak mewarisi gen miliknya. Wajahnya justru mirip dengan sosok yang sangat Jezin kenali.
Patricia hanya bisa menangis saat itu, ia takut suaminya akan menceraikannya. Ia tidak mau berpisah, karena sejujurnya ia sangat mencinta Jezin. Tapi rasa bosan yang menderanya membuatnya justru menjadi hilang akal"
Mata biru Javin terpejam erat, menghembuskan nafas secara perlahan untuk menekan rasa sesak di dadanya sebelum menjelaskan bagian dimana akhirnya sifat sahabatnya mulai berubah.
"Setelah keluar dari rumah sakit dan kembali ke rumah, Patricia mengenalkan bayi laki-laki yang ia beri nama Andreas pada Justin. Namun tanpa melihat bayi itu Justin mengatakan bahwa, "dia bukan adikku. Dan tidak akan pernah menjadi adikku!"
Sejak saat itu, sifat Justin mulai berubah dia bahkan menjauh dari keluarganya. Justin juga keluar dari rumah dan memilih tinggal di kontrakan karena ia tidak sudi satu rumah dengan ibunya. Di tambah, Jezin tidak mau menceraikan Patricia, dia masih memberikan kesempatan pada Patricia untuk berubah.
Tapi sayangnya.... Patricia kembali mengulangi kesalahan nya dengan orang yang sama. Sampai saatnya Andreas berusia 6 tahun, Patricia kembali bertemu dengan ayah kandung Andreas dan kembali menjalin hubungan di belakang Jezin"
"Satu alasan kenapa Patricia membenci Isabella dulu, karena ketika itu ketika Patricia membuat janji temu dengan ayah kandung Andreas di taman, Isabella tak sengaja melihat keduanya berciuman.
Isabella adalah gadis kecil yang tak pernah berbohong pada papahnya, ia mengatakan segala hal yang dia tau atau bahkan dia rasakan pada papahnya dengan jujur.
Saat itu di tengah acara keluarga tiba-tiba Isabella bertanya pada sang papah yang membuat Revano akhirnya mengetahui tingkah busuk adiknya yang coba Jezin sembunyikan selama bertahun-tahun"
"A-apa..... A-pa yang bunda tanyakan?" tanya Jeno dengan perasaan kacau.
"Isabella kecil berusia 8 tahun bertanya, "papah, kenapa mommy berciuman dengan lelaki lain di taman? Apa daddy tidak marah?"
Pertanyaan itu meluncur bebas dari bibir kecil itu, dengan suara yang cukup lantang membuat seluruh orang yang ada saat itu bisa mendengarnya.
Revano jelas terkejut dengan pertanyaan putrinya, tapi ia juga tau bahwa putrinya tak mungkin berbohong padanya"
"Patricia mencoba mengelak, tapi sebelum dirinya bisa membuka mulut Justin sudah lebih dulu menyelanya.
Jeno.... Sejak awal, ayah mu sudah tau perselingkuhan yang di lakukan mommy nya. Karena dia melihat sendiri mommy nya bersama lelaki lain di atas ranjang yang biasa mommy dan daddy tempati bersama"
Nafas Jeno tercekat, dirinya seolah kehilangan seluruh oksigen yang dimilikinya. Tubuhnya bergetar hebat, dengan rasa sesak yang menghantam dadanya.
"Ayah...."
****
See you!!