Her And Bitter Memories

Her And Bitter Memories
BAB 18. DANIEL TAU (REVISI)



Entah apalagi yang adiknya itu lakukan. Daniel merasa bahwa semakin hari dia semakin tidak mengenali lelaki itu, aneh rasanya melihat anak itu begitu santai seperti ini.


Setelah membuat keributan dan membuat semua orang khawatir, dia dengan santainya berpesta pora di bar. Daniel tidak tau lagi bagaimana menghadapinya, otaknya sudah tak lagi berfungsi.


Aldre baru saja mendatangi salah satu markas mafia besar di Amerika, membuat keributan disana karena mereka berani berbuat curang dalam kontrak kerjasama. Dia memukuli anak sulung mafia tersebut hingga sekarat, dan anehnya adalah tidak satupun dari mereka menyerangnya, dan kini dia sedang menari bersama ****** dibar. Benar-benar gila.


"Akan kutendang wajahnya begitu dia selesai menari. " gumamnya kesal.


Aldre berjalan kembali kesofa, lelaki itu sempoyongan, kepalanya berputar.


Brukk!!


Daniel benar-benar melakukan yang dikatakannya, kakinya menendang keras wajah adiknya. "Hahaha ughh." Aldre yang terjatuh hanya tertawa. Mungkin kewarasannya memang sudah hilang.


"Ayo pulang. " tangannya menarik paksa tubuh Aldre yang tengah berbaring dilantai, namun Aldre menghempaskan kasar lengan kakanya. "Akhhh, aku gak mau pulang! Ka Daniel pulang aja sendiri, dasar kolot! "


"Aldreeee.... "


"Ngeng ngeng ngeng wushhhh brum brum brum, ngiu ngiu ngiu jub jub jub......"


"Hah, tampan tapi tolol! "


Daniel hanya membiarkan lelaki itu, mengoceh terus tanpa henti, biarkan saja dia, dia akan lelah sendiri nanti. "Semoga ayah tidak mendapatkan berita apapun. " harapnya.


Drrrttt drttt


"Haiasshhhh. " Daniel hampir saja mengeluarkan umpatannya begitu merasakan getaran pada ponselnya. Dia bersumpah akan membanting benda ini jika yang menelpon adalah sang ayah.


Matanya membola sempurna, ini bahkan lebih buruk dari sang ayah. "Haissshh! " Daniel bergagas mengangkat tubuh berat adiknya, menyeretnya keluar dari bar. Menghempas kasar lelaki itu ketanah, sebelum mengangkat panggilan pada telponnya.


"Kau tidak perlu menyeretnya seperti itu Daniel! "


"Hah? "


"Berbalik! " Daniel berbalik dengan cepat. Bolehkah dia menenggelamkan saja dirinya di rawa-rawa sekarang?


"Hai ka Leo, hehehe."


"Dia mabuk lagi? "


"Y-yahhh, seperti itulah. "


"Aku sudah mendengarnya, anak ini diluar ekspetasi kita ternyata. "


"Hahaha. "


"Aku akan membantumu membawanya kembali, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu. "


"H-huh? O-oh baiklah. "


.


Daniel melangkah kearah sofa dengan gugup, setelah memastikan Aldre tertidur nyaman dikamarnya.


Jika itu ayahnya atau Kevin dia masih bisa bersikap santai. Tapi ini Leo, Leo Vorest! Jangankan dirinya, Isabella bahkan segan berbicara dengannya.


"Duduklah Daniel, tidak perlu gugup seperti itu. " Leo menatap geli yang lebih muda, padahal dirinya sudah bersikap sesantai mungkin. Memang aura kulkas hidup sulit dihalau.


Daniel mengangguk terbata, duduk perlahan dihadapan lelaki itu. "Apa yang ingin ka Leo tanyakan ?"


"Mm. "


"Selama enam tahun mengawasinya-- apa kau tau dia pernah tinggal di Rusia? "


Daniel mengangguk pelan, "ya, aku tau. Aku yang mengurus kepindahannya. " jelas Daniel.


"Apa kau tau bahwa dia memiliki orang tua angkat disana? " Daniel kembali mengangguk, "ya aku tau. "


"Kau tau siapa orang tua angkatnya? " Daniel menggeleng. "Tidak, dia tidak pernah mengatakannya. "


"Mm, kenapa ka Leo menanyakan itu? Apa ada masalah? "


"Ya. "


"Apakah sangat besar? " Tanyanya penuh kekhawatiran. Jika itu hal kecil tidak mungkin seorang Leo Vorest akan ikut campur, tapi-- jika sampai dia turun tangan, itu berarti ada hubungannya dengan dunia bawah.


"Daniel... "


"Adikmu terlibat dengan salah satu keluarga yang paling disegani di Rusia dan dunia. Mereka orang-orang yang berbahaya, Daniel. Sangat berbahaya."


Daniel menoleh sebentar ke arah kamar Aldre, sebelum kembali menatap sosok dihadapannya dengan bingung "Maksud ka Leo? "


"Romanov. "


Daniel terkejut, sangat tekejut. Apa katanya? Romanov? Tidak mungkin! Ini pasti salah kan? Ka Leo pasti keliru!


"Ka Leo bercanda? ya kan? "


......


T


B


C


?


bye!