
"Apa gadis itu berulah lagi? "
"Mm, aku rasa dia mempunyai peternakan kelinci tanpa aku tau. "
"Hahaha, kau lucu bee. "
Isabella memutar matanya jengah, melepaskan pakaiannya, dan masuk kedalam bathtub, bergabung dengan sang suami.
"Kau sexy.. " Justin berbisik ditelinga istrinya, mencoba memberikan rangsangan pada wanita yang sedang hamil tua itu.
"Apa kau buta? "
"Hahaha, bisakah aku mendapatkan pelayan istimewa malam ini? "
"Mmm, tidak. "
"Ohh, ayolah bee. "
"Diam boo, kau membuat perutku keram. "
Justin mendengus, kehamilan kali ini membuat istrinya 10x lipat lebih menyebalkan dari sebelumnya.
"Dasar tidak berprikesuamian. "
"Nyinyinyinyi. " Isabella menyandarkan tubuhnya kedada bidang sang suami, menutup kedua manik abu gelap miliknya. Nafas hangatnya berhembus berkali-kali. Sejak bertemu Aldre siang tadi, wanita itu terus merasakan kontraksi kecil, dan berlanjut hingga sekarang.
Kandungannya baru memasuki 31 minggu, tapi feelingnya mengatakan bahwa dia akan melahirkan sekarang. Jika bayinya lahir premature lagi, dia bersumpah akan menjambak rambut suaminya hingga botak.
Sejak usia 7 bulan kandungannya, suaminya itu sama sekali tidak membiarkannya tenang saat malam, dan itu membuatnya mengalami kontraksi lebih sering.
"Boo-- "
"Mm? "
"Aku akan menjabak rambutmu hingga botak, jika anak kita lahir premature lagi! "
"Ohhh, kau mau melahirkan bee? "
"Diamlah br*****k. Bau aku kerumah sakit SEKARANG!!! "
Dengan cepat Justin bangkit, berlari keluar dari kamar mandi, persetan dengan busa yang masih menempel ditubuhnya, dia mulai panik.
Isabella bangun dengan perlahan, melangkah menuju shower untuk membilas tubuhnya. "Sabar sebentar baby, kau tidak bisa keluar disini okehh? "
"BOOOOOO!!! "
"YAA, I'M COOMING!! "
"Ayo, aku sudah siap. " Isabella menghepas kasar tangan suaminya yang hendak menggenggamnya. "Aku belum berpakaian, siaaa!!! "
Justin terdiam, menatap tubuh istrinya dari atas hingga kebawah. "Boo!!! "
"Oke oke okehh, tunggu sebentar tunggu aku akan mengambil pakaianmu. Tunggu ya!! Tunggu!!! " lelaki itu kembali berlari keluar.
"Kenapa otak pintar mu tidak berguna disaat-saat seperti ini boo? " merana, rasanya sungguh merana melihat suaminya yang seperti bocah sd.
"Ini bee, ayo pakai. Cepattt cepatt cepat cepatttt. "
"Berisik!!! "
.
Suara tangisan bayi memenuhi ruangan. Justin dan Isabella tersenyum lega, putra bungsu mereka sudah lahir. Isabella bersumpah dalam hatinya, bahwa ini akan menjadi kehamilan terakhirnya.
"Selamat ya Mr and Mrs. Scander. Bayi anda sehat dan gemuk. Mirip dengan sang ayah. " ucap sang dokter.
"Hah? Lagi? " Isabella menatap geram sang suami, menjambak rambutnya kencang. "Aduhh bee, kenapa kamu jambak aku? " Justin mengaduh kesakitan.
"Diam!! "
"Kenapa wajah anak kita semuanya mirip denganmu hah? Aku tidak terima brengsek!! Ku bunuh kau Justin sialan!! " Isabella mengamuk. Dokter dan suster menatap ngeri wanita itu, mereka memilih keluar dari sana dan membawa bayi mungil itu untuk segaera dibersihkan.
"Ampun bee, kabur!!! "
"Justin!!!! "
.
"Keluar kau!! " Justin menatap melas wanita yang baru melahirkan itu, rupanya istrinya itu masih marah padanya.
"Ayolah bee, ini bukan salahku ok? Mana aku tau bahwa mereka akan mirip denganku. "
"Aku sudah cukup sakit hati melihat wajah si kembar, sekarang kau membuatku semakin sakit hati sialan!! "
"Aku kan sudah pernah bilang jangan sering-sering marah padaku nanti anak kita semakin mirip denganku. Kamu yanh tidak mau dengar. "
"Iyaishhhh!! "
"Hahahaha. " Javin tertawa puas melihat pertengkaran adik dan sahabatnya itu, membuat sang istri neyora mencubit gemas suaminya.
"Udahlah bunda, yang penting kan matanya menuruni bunda. " Isabella melunak mendengar perkataan putra sulungnya Jeven.
"Jadi-- siapa namanya ayah? " Tanya Jeno semangat.
"Jefero Nicholas Scander. "
"Booo!!!! "
"Hehehehe. "
"Kemari kau b******n!! Ku bunuh kau!! "
"Sudahlah princess. " tuan Revano melerai sang putri yang sudah ancang-ancang ingin melompat dari ranjangnya.
"Tapi pahhhh. "
"Princess! "
"Isshhhh. "
Isabella menatap penuh permusuhan suaminya. ingatkan dia untuk menjambak habis suaminya setelah keluar dari rumah sakit nanti.
....
T B C?
bye!