
Dua bulan kemudian pernikahan Ara dan Aldre akhirnya terlaksana. Harusnya sejak satu bulan yang lalu, tapi sayangnya saat itu Aldre memiliki pekerjaan mendesak diluar kota yang mengharuskannya pergi satu minggu sebelum acara pernikahannya, dan lelaki itu baru kembali dua minggu yang lalu.
Diruang makeup Ara duduk didepan cermin, menatap pantulan dirinya yang sudah mengenakan gaun pengantin, dan wajahnya yang di poles makeup. Menambah aura kecantikan dan keanggunan seorang Keynara Revano Courland, yang sebentar lagi akan berubah menjadi Keynara Revano Skholvies.
"Tenang Ara tenang" Ara bergumam sambil menghembuskan nafas perlahan. Dirinya gugup, kakinya bahkan sampai gemetar saking gugupnya. Ara takut tidak bisa melangkah dengan baik menuju altar.
Charles muncul dari balik pintu. Tubuhnya mematung, matanya berkaca-kaca begitu melihat adik kesayangannya yang sudah berbalut baju pengantin.
"Adik kaka sebentar lagi jadi milik orang..." Ucap Charles sendu.
Ara berbalik menatap sang kaka dengan sedih. " Matanya berkaca-kaca, bibirnya melengkung ke bawah.
"Sssstttt, jangan nangis sayang. Ini hari bahagia mu jadi kamu tidak boleh menangis" Charles merengkuh tubuh Ara ke dalam pelukannya.
"Kaka... Hiks hiks"
"Mulai sekarang kamu akan menjadi tanggung jawab suami mu. Turuti perkataannya dan jadilah istri yang baik ya? Ara harus bisa menjaga diri dengan baik mulai sekarang, karena sudah tidak memiliki kewenangan lagi untuk menjaga Ara. Hak itu sudah di ambil penuh oleh Aldre"
"Ka--kaka... Ara mau sama kaka hiks hiks"
"Kaka akan selalu sama Ara. Ara bisa hubungi kaka kapanpun" Charles mengusap air matanya yang perlahan mengalir. Hatinya terasa berat melepaskan adik kecilnya. "Ayo, Aldre sudah menunggu" ajaknya.
Ara melepaskan pelukannya, pipinya basah oleh aliran sungai beruntung makeupnya tidak luntur. Ara mengecup pipi Charles, kemudian memeluk erat kakanya sekali lagi.
Charles menarik lembut tangan Ara, membantunya berjalan keluar. Hari ini sesua permintaan Ara, dirinyalah yang akan mengantarkan sang adik ke Altar, menyerahkan Ara pada lelaki yang akan menjadi suaminya dalam beberapa menit ke depan.
Didalam gereja, keluarga besar Courtland, dan keluarga besar Skholvirs duduk rapih saling berdampingan. Bersiap menjadi saksi janji suci kedua anak bungsu mereka yang akan menyatu sebentar lagi.
Di bswah tangga Altar, Aldre berdiri bersama Galih yang tengah merapihkan jasnya. Lelaki itu luar biasa gugup, mimpinya selama ini untuk berdiri di altar bersama akhirnya akan terwujud.
"Jangan gugup little boy. Tarik nafasmu perlahan, itu akan membuat mu lebih tenang" ucap Galih.
Aldre melakukan yang dikatakan sang kaka, menarik nafasnya lalu menghembuskannya perlahan. Lelaki itu melakukannya berulang kali, dan itu membantunya lebih tenang.
"Better?" Tanya Galih. aldre mengangguk dengan senyum tipis yang menghiasi wajahnya.
"Thank you, ka"
"Aku hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan seorang kaka"
Aldre bergerak maju memeluk Galih. Pelukan erat yang sudah lama tidak Galih dapatkan dari adiknya itu.
"Jadilah suami yang baik, jangan pernah melibatkan wanita atau lelaki lain dalam rumah tangga kalian. Mengerti?"
"Sangat mengerti"
Setelah menepuk sekali bahu Aldre, Galih beranjak menuju kursi duduk tepat disamping sang suami. Kevin dengan sigap mengelus punggung istrinya, ia mengerti pasti rasanya berat melepas adik kandung satu-satunya untuk hidup bersama wanita pilihan Aldre.
Penjaga mengumumkan kedatangan pengantin wanita. Aldre bersiap pada posisinya, begitu pun para tamu yang mulai berdiri.
Pintu gereja terbuka, menampilkan sang pengantin wanita yang berbalut gaun putih indah dan mewah. Membuatnya terlihat begitu elegan bak seorang putri, sebuah mahkota berwarna putih menempel begitu cantik di atas kepalanya. Tangan kirinya menggenggam sebuket bunga berwana putih senada dengan gaun pengantinnya, sedangkan tangan kanannya menggenggam erat lengan sang kaka yang hari ini sang pengantin wanita minta menjadi sosok yang mengantarkannya menuju altar.
"Kamu siap?" Tanya Charles lembut. Ara mengangguk kecil sebagai jawaban.
Charles menarik nafas pelan, kakinga mulai melangkah secara perlahan mengantarkan sang adik menuju altar. Didepan mereka, ada Valerie, Kiransa, dan Harena. Ketiganya menjadi Bridesmaid cilik.
Saat sampai dipertengahan, Charles berhenti tepat di setelah sang papah. Revano bangkit, berdiri disisi kiri putrinya. Ara tersenyum, melingkarkan tangannya dilengan papahnya. Ketiganya kembali melanjutkan langkah mereka.
Charles menyerahkan Ara pada Aldre yang disambut lelaki itu dengan senang hati. Tangan Aldre sedikit bergetar karena gugup.
"Tidak perlu segugup itu little boy" goda Charles. Aldre menampilkan cengiran lebarnya.
"Jaga putri papah, Aldre paah menjaganya dengan penuh cinta , maka kau harus melakukan hal yang sama" pesan Revano.
"Aldre berjanji, papah"
Aldre mengambil alih tangan Ara dari Charles, keduanya naik ke atas altar menghadap seorang pastor yang sudah menunggu kedua pengantin sejak tadi. Susunan upacara pernikahan berjalan dengan baik hingga waktunya bagi kedua mempelai mengucapkan janji suci pernikahan.
"Saya Aldre Jeverus Skholvies mengambil engkau Keynara Revano Courtland menjadi istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus."
"Saya Keynara Revano Courtland mengambil engkau Aldre Jeverus Skholvies menjadi suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus."
"Mulai sekarang kalian sah menjadi suami dan istri atas izin tuhan"
"Anda boleh mencium istri anda tuan Aldre"
Aldre membuka veil yaang menutupi wajah Ara, menatap penuh cinta wanita yang kini sah menjadi istrinya, lalu Aldre mencium kening Ara dengan lembut.
"You're so beautiful. I love you"
"I love you too"
.....
T b c?
Bye!
Keynara
Aldre
twins Al