Casanova Dipinang Sholeha

Casanova Dipinang Sholeha
Ternyata Luki



Seorang lelaki duduk dengan arogan di private room sebuah klub malam miliknya. Dia duduk bersama anak buahnya. Terlihat mengurus berkas yang ada di atas meja. Ada beberapa foto-foto wanita cantik di atas meja itu. Lelaki berkumis tipis berambut gondrong itu mengambil satu foto.


"Bos itu bukannya foto Deva Kleriza?"


"Iya, aku ingin menjualnya ke luar negeri setelah aku puas memakainya," sahutnya.


"Bukannya dia pacar Bos sekarang?"


"Itu hanya trik, agar dia masuk ke perangkapku," jawabnya.


"Itulah kenapa Bos menyuruhnya menjebloskan Hanan Al Malik ke penjara?"


"Iya, dia harus terpisah dari Hanan, barulah datang padaku, wanita bodoh, diiming-imingi kesengsaraan dia kabur dan ingin jadi Nyonya di rumahku, jangan mimpi," sahutnya.


Lelaki itu tersenyum licik. Dia bernama Jack Pitter pemilik klub malam sekaligus rumah bordil yang melayani secara on line. Dia memiliki kenalan artis yang bekerja ganda, mencari sambilan untuk memenuhi gaya hidupnya yang high class. Jack tersenyum licik. Deva hanyalah boneka yang kapan saja bisa dilempar kemanapun saat bosan.


***


Pagi itu Tuan Matteo sudah rapi mengenakan setelah jas berwarna hitam. Dia tampak gagah. Tersenyum memandangi dirinya di depan cermin. Semenjak cintanya diterima Claudya kini dia sangat bersemangat. Gadis cantik itu sudah mengisi penuh bagian di hatinya.


Baru saja dibayangkan, suara handphone miliknya berdering. Tuan Matteo mengambil handphone di dalam saku jas miliknya. Melihat sebuah pesan WhatsApp dari Claudya.


"[Lelaki mesum jadi tidak makan siang bareng?]" pesan Claudya.


Tuan Matteo mengetik ...


"[Oke, dandan yang cantik gadis kecil]" pesan Tuan Matteo.


Send


Centang biru


Claudya mengetik ...


"[Gak ah, tar tambah mesum]" pesan Claudya.


Tuan Matteo tersenyum membaca pesan dari calon istrinya itu.


"[Mesumnya sama kamu, nikah yuk biar gak mesum lagi]" pesan Tuan Matteo.


Send


Centang biru


"[Mau, halalin aku cepetan!]" pesan Claudya.


Tuan Matteo kembali tersenyum. Dia senang sekali Claudya minta dinikahin.


"[Secepatnya aku datang melamarmu]" pesan Tuan Matteo.


Send


Centang biru


Claudya mengetik ...


"[Ku tunggu]" pesan Claudya.


Tuan Matteo langsung melompat. Saking senangnya. Gadis kecil yang keras kepala itu akhirnya takluk juga.


"Akhirnya aku akan melepas lajang juga, sabar junior kau akan menemukan sarangmu," ujar Tuan Matteo mulai ngeres. Maklum jomblo bertahun-tahun. Udah kebelet nikah cuma belum ada yang sreg. Baru dapet yang sreg pengen cepet-cepet naik pelaminan dan malam pertamaan dari pada berzina yang akan menjadi dosa. Jomblo yang satu ini udah jadi jomblo karatan tingkat akut udah gitu kumisan. Sekali dapet jodoh langsung ke pelaminan.


"Alhamdulillah, aisyahku sudah ku temukan," ucap Tuan Matteo. Saking senangnya, Tuan Matteo lupa meletakkan handphone-nya di atas laci. Dia berjalan ke luar kamarnya. Melihat Luki masih mengenakan pakaian biasa.


"Luki kau tak kerja?" tanya Tuan Matteo.


"Tidak Tuan, badanku kurang sehat," jawab Luki.


"Oke, beristirahatlah!" titah Tuan Matteo.


"Iya Tuan," sahut Luki. Dia menatap Bosnya. Melihat dasi yang dikenakan Bosnya belum pas. Luki mendekat. Merapikan dasi yang dikenakan Tuan Matteo. Setelah itu meraba dada bidangnya. Luka begitu menyukai dada Tuan Matteo.


"Iya Tuan, aku sedang memperhatikan dada Tuan bagus, aku suka," jawab Luki.


"Lebih baik kau menyukai dada wanita yang seksi dan empuk, dari pada dada lelaki yang rata," ujar Tuan Matteo. Dia belum menyadari Luki menyukainya.


"Tapi aku suka melihat dada Tuan," sahut Luki sambil melepas tangannya dari dada Tuan Matteo.


"Aku ada meeting. Nanti kalau kau belum membaik, pergilah ke rumah sakit!" titah Tuan Matteo.


Luki mengangguk.


Tuan Matteo berjalan melewatinya. Dia turun ke lantai bawah. Sedangkan Luki berjalan menuju balkon lantai atas. Dia melihat Tuan Matteo masuk ke mobilnya kemudian pergi meninggalkan rumahan besar itu.


"Tuan, aku tidak ingin kehilanganmu," ujar Luki. Dia kembali masuk ke dalam. Berjalan menuju ke kamar Tuan Matteo. Menciumi semua barang yang tadi dikenakan Tuan Matteo. Dia terobsesi ingin memiliki Tuannya. Menjadi pasangan untuknya. Tak sengaja Luki melihat handphone Tuan Matteo tertinggal. Dia segera mengambil handphone itu.


"Untung aku tahu password-nya," ujar Luki. Dia menyalakan handphone-nya, memasukkan password. Seketika dia bisa mengakses apapun yang ada di handphone Tuan Matreo. Luki membaca chat dari Claudya yang ada di WhatsApp milik Tuan Matteo.


"Aku harus menyingkirkanmu wanita," ucap Luki. Dia menulis chat pada Claudya. Kemudian memasukkan handphone Tuan Matteo ke saku bajunya. Luki berjalan ke luar dari kamar Tuan Matteo. Berjalan menuruni tangga. Ke luar dari rumah, naik mobil pribadi miliknya.


Pukul 10 pagi Tuan Matteo masih berkutat dengan berkas dan laptop di atas meja. Seakan kedua barang itu setia menemaninya. Menjadi rutinitas wajib untuknya. Memberinya segudang pekerjaan dan masalah yang harus dihadapi. Tiba-tiba pintu ruangannya diketuk. Tuan Matteo menyuruhnya masuk. Seorang lelaki dengan mengenakan baju serba hitam masuk ke ruangannya.


"Pagi Bos."


"Pagi," sahut Tuan Matteo.


"Duduklah!" titah Tuan Matteo.


Lelaki itu duduk di kursi yang berada di depan meja Tuan Matteo.


"Ini hasil test DNA-nya." Lelaki itu menyodorkan amplop putih di atas meja.


Tuan Matteo bergegas mengambil amplop putih itu. Membuka dan membaca isinya.


Deg


Jantungnya berdebar. Sesuatu yang dibacanya membuatnya terkejut. Aliran darahnya semakin cepat. Ekspresi di wajahnya berubah dingin. Gurat kekecewaan terlihat jelas. Waktu membuatnya merasa berhenti di tempat. Dia tak percaya seseorang yang selalu jadi tangan kanannya. Ternyata orang yang hampir melukainya.


"Luki," ucap Tuan Matteo. Kepalanya menggeleng. Dia tak percaya Luki yang selama ini bisa diandalkan ternyata seseorang yang bisa melukainya.


"Bos ada tugas lagi untukku?"


"Tidak, nanti ku hubungi saat aku butuh lagi," jawab Tuan Matteo.


"Baiklah, aku undur diri Bos."


Tuan Matteo mengangguk. Lelaki itu segera ke luar dari ruangannya. Hanya Tuan Matteo yang masih mematung. Terdiam.


"Luki kenapa? Kenapa kau seperti itu?" tanya Tuan Matteo pada dirinya.


"Aku harus tanya padanya?" ujar Tuan Matteo.


Seketika Tuan Matteo berdiri. Berjalan ke luar dari ruangannya. Dia naik lift khusus CEO turun ke lantai bawah. Berjalan ke luar dari perusahaannya dengan buru-buru. Mengendarai mobil BMW berwarna hitam miliknya.


Tak butuh waktu lama hanya setengah jam Tuan Matteo sampai di rumah besarnya. Dia bergegas turun dari mobilnya. Masuk ke dalam rumah. Langkah kakinya menapaki tangga naik ke lantai atas. Jantungnya berpacu dengan langkahnya yang semakin dekat dengan pintu kamar Luki. Dia mengetuk pintu kamarnya.


Tok ... tok ... tok ...


Tak ada tanggapan dari dalam meskipun sudah beberapa kali diketuk. Tangan Tuan Matteo coba memutar gagang pintu, ternyata pintu kamar Luki tak dikunci. Segera Tuan Matteo masuk ke dalam. Dia mencari keberadaan Luki. Matanya menyapu seluruh sudut ruangan. Mencari sosok lelaki tampan yang mirip artis Korea itu. Namun tak ada di seluruh ruangan. Tuan Matteo berjalan mendekati lemari kaca yang pecah kemarin. Melihatnya kembali. Tangannya bergerak ke gagang lemari. Membukanya. Di dalam beberapa celana d4lam lama milik Tuan Matteo menumpuk, sebagian belum dicuci dan sebagian yang sudah dicuci.


"Kenapa dia mengumpulkan ini?" ujar Tuan Matteo. Rasa penasarannya memuncak. Tuan Matteo membuka lemari lain. Terdapat patung barbie menyerupai dirinya berdiri tegak di dalam lemari. Barbie itu tak mengenakan sehelai benang pun. Wajahnya begitu mirip dengan Tuan Matteo.


"Untuk apa dia memiliki barbie mirip denganku?" batin Tuan Matteo. Pertanyaan demi pertanyaan silih berganti memenuhi memori otaknya. Menari-nari di pikirannya.


Tuan Matteo kembali mencari sebuah petunjuk yang mungkin menjelaskan semuanya. Dia membuka lemari lain. Mencari sesuatu di antara tumpukan baju yang tertumpuk rapi. Sebuah foto milik Tuan Matteo ada di antara tumpukan baju itu. Tuan Matteo mengambik foto itu. Dia memperhatikan fotonya, membalikkan foto tersebut. Ada tulisan tangan yang ditulis Luki.


"Aku mencintai Tuan Matteo," ucap Tuan Matteo membaca tulisan itu.


Deg


Bagai disambar petir di siang hari. Tuan Matteo terkejut bukan main. Luki yang selama ini dianggap tangan kanan sekaligus adiknya ternyata dia penyimpang.