Casanova Dipinang Sholeha

Casanova Dipinang Sholeha
Terjerumus Dalam Kesalahan



Sore itu Alex dan Sophia memadu cinta. Menyalurkan semua rasa dalam indahnya hamparan asmara. Menyatukan dua perbedaan dalam satu muara. Bumi dan langit menjadi saksi perpaduan kedua rasa itu. Angin sore yang berhembus seakan iri dengan kedua insan yang sedang bergulat di atas ranjang mengeluarkan seluruh tenaga dalam. Menghasilkan suara merdu bagai alunan-alunan syahdu.


Tetes-tetes keringat seperti mutiara yang berjatuhan. Berharga setiap tetesnya berasal dari kenikmatan duniawi yang tiada dua. Keindahan sang dewi takkan bisa dilihat pujangga lainnya. Hanya sang dewa cinta yang akan melihatnya dan menikmati setiap lekuk keindahan yang tiada tara.


Waktu berputar secepat kereta yang melintasi rel dari satu tempat ke tempat lain. Seakan kedua insan itu baru saja memulai, namun sang dewa tak mungkin membiarkan sang dewi kelelahan. Buah cinta keduanya sedang bersemayam, menjadi harta berharga yang harus dijaga. Alex dan Sophia berbaring dibalik selimut tebal. Mereka mulai mengobrol seperti biasa.


"Mas mukamu kenapa? Kok ada lebamnya?" tanya Sophia sambil menegang pipi Alex.


Alex terdiam sesaat. Memikirkan jawaban yang tepat. Haruskah dia memberitahu Sophia tentang apa yang tadi terjadi di restoran atau sebaliknya.


"Mas," panggil Sophia.


Karena Alex masih saja diam, Sophia mencium pipinya. Tersenyum manis pada Alex. Mengedipkan matanya menggoda sang suami.


"Sayang kau menggodaku lagi, kau tau resikonya? Aku bisa nambah lagi," ucap Alex.


Sophia kembali meraba pipi Alex yang lebam.


"Aku tidak menggoda Mas, tapi apa yang sudah terjadi?" tanya Sophia. Dia ingin tahu apa yang terjadi pada suaminya. Luka lebam di pipi suaminya pasti habis terkena sesuatu. Pukulan ataupun terbentur sesuatu.


"Kau yakin ingin tahu?" tanya Alex balik. Memastikan Sophia siap mendengarkan penjelasannya. Yang mungkin akan membuatnya terkejut bukan main.


Sophia mengangguk.


"Apa yang akan ku katakan akan membuatmu terkejut, jadi siapkan mentalmu," ujar Alex.


"Oke, bismillahirrahmanirrahim aku siap," jawab Sophia.


"Sophia, tadi aku dan Kenan ke restoran untuk makan siang. Kami tak sengaja melihat Hanan dengan ..," ucap Alex ragu. Dia takut Sophia akan terluka jika mengatakan yang sebenarnya. Apalagi Sophia sedang hamil, dia tidak boleh stress.


"Dengan siapa Mas?" tanya Sophia.


Alex mendekat. Mencium bibir Sophia dan mengelus perutnya. Sophia tersenyum setelah Alex menciumnya. Sepertinya Alex memang tidak ingin membuatnya khawatir.


"Katakanlah Mas! Insya Allah aku siap mendengarnya," ucap Sophia.


Alex menarik nafas panjangnya. Menghembuskan dengan leluasa. Dia mempersiapkan kata-kata yang tepat untuk dikatakan pada pemilik mata emerald itu.


"Selingkuhannya," jawab Alex.


Wajah Sophia yang hangat dan ceria berubah dingin. Terkejut. Apa yang dikatakan suaminya membuat jantungnya berdebar kencang. Tubuhnya merinding. Seakan semua itu menakutkan untuknya. Bayangan air mata kakaknya terlintas di matanya. Sophia tak menyangka semua itu benar. Alex tak mungkin berbohong.


"Sayang kau baik-baik saja?" tanya Alex sambil memegang pipi Sophia. Mata emerald itu berkaca-kaca. Mulutnya terkunci rapat.


"Aku tahu kau pasti terkejut. Itu sebabnya tadi aku ragu memberitahumu," ujar Alex.


"Mas siapa wanita yang bersama Bang Hanan?" tanya Sophia. Dia ingin tahu semuanya. Meski itu menyakitkan didengar tapi dia harus tahu agar semua masalah kakaknya bisa diselesaikan.


"Nama yang akan ku sebut akan membuatmu terkejut, jadi kau harus bener-benar yakin untuk mendengarnya," ujar Alex.


Sophia terdiam. Dengan peringatan dari suaminya bisa dipastikan orang itu mungkin seseorang yang dikenalnya.


"Aku yakin," sahut Sophia.


Alex menarik nafas panjangnya. Menghembuskannya dengan leluasa. Kali ini dia harus bisa mengatakan pada Sophia meskipun itu akan membuatnya terkejut kembali.


"Deva," ucap Alex.


Bagai diterjang tsunami dahsyat. Sophia hanyut terbawa arus. Tenggelam tak mampu naik ke permukaan. Gelap, sesak dan sulit untuk bergerak. Mematung.


"Sayang aku minta maaf, seharus- ...," ucap Alex terhenti saat jari telunjuk Sophia menutup mulutnya.


Sophia menggeleng.


"Mas gak salah, untuk apa minta maaf," ujar Sophia.


Alex langsung memeluk Sophia. Mencium bahunya. Memeluknya erat.


"Sayang, sebenarnya aku ragu mengatakannya, kau sedang hamil, aku tidak ingin kau terbebani dengan masalah ini," terang Alex.


"Tidak Mas, justru aku berterimakasih karena Mas sudah memberitahu kebenarannya padaku, tinggal bagaimana kita menyelesaikannya," sahut Sophia.


Alex melepas pelukannya. Mencium kening Sophia.


"Sayangku memang paling bijak, makin cinta deh," ucap Alex sambil tersenyum.


"Aku juga makin cinta sama Mas," sahut Sophia.


Alex dan Sophia tersenyum bersama. Mereka begitu bahagia dengan apa yang dimiliki sekarang. Cinta, kasih sayang, keyakinan dan buah cinta yang akan hadir di antara keduanya. Menjadi sebuah hadiah dari Allah SWT.


***


Hanan kini sangat berbeda, dulu saat belum terjun ke dunia politik, dia sosok suami yang baik dan penyayang. Keluarga dan ibadah nomor satu. Namun waktu membuatnya berubah jadi sosok yang berbeda. Padahal dulu Nadalah yang mendukungnya masuk ke dunia politik. Dan menjadi seorang wakil rakyat.


Nada yang seorang model papan atas membuat Hanan mudah mendapatkan dukungan publik. Nada juga yang membiayai Hanan saat terjun ke dunia politik karena Hanan tak mampu berbisnis. Beberapa kali membuka usaha berujung bangkrut. Pernah bekerja di salah satu perusahaan, gajinya kecil. Dia merasa minder dengan dirinya. Akhirnya Nada yang mensupport-nya baik tenaga dan finansial dalam proses Hanan terjun di dunia politik. Dan bertahap karir Hanan cemerlang.


Usai mengobati luka Hanan, Deva duduk di samping Hanan. Bersandar di bahunya. Meraba dada bidang Hanan.


"Sayang kita tak mungkin begini teruskan?" tanya Deva.


"Iya sayang, aku sedang memikirkan caranya agar kita bisa bersama," jawab Hanan.


"Kenapa kau tak ceraikan saja Nada," saran Deva.


"Ceraikan Nada?" Hanan terkejut.


"Iya, dengan begitu kita bisa bersama selamanya," jawab Deva.


Hanan terdiam. Memikirkan usul Deva.


"Tapi Nada sedang hamil, mana mungkin aku bisa menceraikannya," ujar Hanan.


"Benar juga, kenapa juga wanita sialan itu hamil? Aku sudah kehilangan Alex, takkan ku biarkan Hanan lepas dariku," batin Deva licik.


"Kalau gitu kita tinggal bersama, tinggalkan Nada," ujar Deva.


"Maksudmu aku ke luar dari rumah Keluarga Wijaksana?" tanya Hanan.


"Iya, untuk apa kau harus tinggal di sana, ada akukan sekarang," ucap Deva sambil memasukkan tangannya ke dalam kemeja Hanan. Meraba dadanya. Membuatnya terangsang.


Hanan merasa keenakkan. Saat tangan halus Deva bermain di sekitar dadanya. Dia teringat pertama kali bertemu Deva.


Flash Back


Saat itu Deva ke luar dari apartemen Alex dengan keputusasaannya. Wajahnya sembab. Dia masih mengenakan dress seksi miliknya yang transfaran. Berjalan di lorong apartemen. Dia seperti orang depresi. Tak punya tenaga lagi. Semua cintanya hancur tak bersisa. Alex benar-benar menolaknya. Membuangnya seperti sampah.


Deva berjalan sempoyongan. Dia seperti orang mabuk padahal tidak mabuk. Hanya semangat hidupnya hilang. Tak sengaja menubruk seorang lelaki mengenakan setelan jas rapi.


Bruuug ...


Deva terjatuh. Tak ingin bangun. Membiarkan tubuhnya masih di lantai.


"Maaf Nona, kau tak apa-apa?" tanya Hanan.


Deva masih terdiam. Seperti orang depresi berat. Tatapan matanya kosong. Menatap ke depan. Dia tak punya semangat lagi. Mimpinya hilang bersama kepergiaan Alex dari hidupnya.


"Nona ... Nona ...," panggil Hanan.


Tiba-tiba Deva pingsan. Berbaring di lantai. Bergegas Hanan yang kasihan menolong Deva. Membopong tubuhnya. Membawa Deva ke apartemennya yang kebetulan satu lantai dengan apartemen Alex.


Hanan masuk ke dalam apartemen miliknya. Dia membopong Deva ke kamar. Membaringkannya di ranjang. Mata Hanan tak sengaja melihat tubuh mulus Deva dalam balutan dress transfaran yang mengekspose tubuhnya.


"Seksi sekali, astagfirullah, ucap Hanan.


"Tapi dia memang seksi," batin Hanan.


Untuk membuat Deva sadar, Hanan memberi minyak kayu putih di bawah hidung Deva. Tak lama Deva sadar. Bangun dan memeluk Hanan.


"Jangan tinggalkan aku," ucap Deva.


Hanan terkejut. Deva tiba-tiba memeluknya dan menangis.


"Aku cinta kamu, kenapa kau pergi dariku demi dia," keluh Deva sambil menangis.


"Sepertinya dia patah hati," batin Hanan.


Deva terus memeluk Hanan. Dia menganggap Hanan sebagai Alex. Kemudian Deva melepas pelukannya. Menatap mata Hanan.


"Nona di mana rumahmu? biar ku antar pulang," ujar Hanan.


Dia tak menjawab. Justru mendekati wajah Hanan dan menciumnya. Awalnya Hanan terkejut dicium wanita cantik itu. Namun rasanya manis. Membuatnya terlena. Sayangnya Deva melepas ciuman itu. Hanan seperti kecewa. Ciuman tadi memabukkan.


"Aku tidak ingin pulang, aku butuh ini," ucap Deva kembali mencium Hanan. Mereka berciuman kembali. Lama kelamaan hanyut dalam hasrat membara. Melakukan kenikmatan terlarang itu. Tak peduli dengan siapa Deva melakukan yang penting rasa kecewa terpuaskan. Sedangkan Hanan sudah terbuai dengan ikan yang dihidangkan di atas piring. Kucing mana yang tak mau memakannya.


Satu, dua, tiga jam mereka memporak porandakan ranjang king size menjadi lahan perzinahan setan. Terjerumus dalam lembah dosa. Demi memuaskan nafsu sesaat.


Dari situlah awal keduanya mulai dekat dan berkomunikasi hingga sekarang. Hanan jadi pengganti Alex setelah dia merasa terhempaskan.


Flash Back Off