
Nenek Carroline mengantar Dodo sampai TK Annisa. Dia mengantarkan bocah gendut itu sampai masuk ke dalam. Dodo terus memegangi tangan Nenek Carroline berasa memiliki nenek sendiri. Sedangkan Nenek Carroline merasa insecure tangannya dipegang Dodo. Dari semua anak TK, Dodo termasuk anak dengan ukuran big size, botak lagi. Mirip Boboho.
"Gendut lepaskan tanganmu, kita tak sedekat ini," ucap Nenek Carroline.
"Katanya mau pedekate, pertama Nenek harus baik padaku," sahut Dodo.
"Iya sih, tapi kau paling gede di sini, lihat temanmu masih piyik-piyik," ucap Nenek Carroline.
"Tapi Dodo paling ganteng Nek, lihat aja, cuma Dodo yang kepalanya paling mengkilap," sahut Dodo.
"Itu karena hanya kau yang tak punya rambut gendut," sahut Nenek Carroline.
Dodo tertawa. Bener juga dari semua anak didik, cuma Dodo yang botak licin sampai nyamuk aja kalau hinggap kepleset, tahu sendiri kepala Dodo bau gak dikeramas.
"Loh Ndut mana kakekmu?" tanya Nenek Carroline.
"Iya Nek, awas jangan tergoda kakek lain, belum jelas setia, bisa jadi nenek cadangannya," ujar Dodo.
"Kau ini gendut, mana ada yang lebih ganteng dari kakekmu," sahut Nenek Carroline membanggakan Kakek David mantan suaminya.
"Apa benar aku ganteng?" tanya Kakek David yang baru datang.
Nenek Carroline tercengang saat bebep datang. Kucing liar berubah manis manja. Totalitas berubah, apalagi banyak nenek-nenek janda yang mengantar cucunya. Jangan sampai si cinta tergoda.
"David kau baru datang, aku pikir motormu mogok lagi," sahut Nenek Carroline.
"Tumben Nenek manis, takut kakek terpikat janda lainnya ya?" celetuk Dodo.
Nenek Carroline langsung mengusap kepala botak Dodo.
"Diamlah gendut! Atau ku hempaskan kau," batin Nenek Carroline sambil melotot ke arah Dodo.
"Tadi aku beli minum dulu," sahut Kakek David. Sebenarnya Kakek David senang bisa bertemu Nenek Carroline. Ada rasa bersalah di masa lalu yang membuatnya merasa ingin memperbaikinya. Tidak seharusnya dia meninggalkan Carroline saat itu. Apalagi saat mereka saling mencintai.
"Kek, ayo masuk, cuacanya memanas," ujar Dodo.
"Iya, ayo," sahut Kakek David.
"Aku boleh ikut gak?" tanya Nenek Carroline. Takut doi tergoda nenek habring lainnya. Lebih baik dipepet terus. Maklum banyak nenek di TK. Bisa dicomot penggoda kalau dibiarkan. Biasanya makin tua makin jadi. Nenek Carroline harus mengamankan doi.
"Nek, hanya anggota keluarga yang masuk, Nenek masih belum jelas, ikut mengantri dulu sama para janda lainnya," ujar Dodo.
"Gendut, bukannya tadi kita sudah dekat ya, katanya aku ini nenekmu," sahut Carroline.
"Ya udah, kau boleh ikut Carroline," kata Kakek David.
"Makasih David," sahut Nenek Carroline.
"Baiklah, ayo Nek, Dodo jadi punya kakek dan nenek," ucap Dodo senang.
Kakek David dan Nenek Carroline mengantar Dodo masuk ruang pendaftaran. Di dalam mereka duduk bersama di depan guru TK yang mencatat pendaftaran.
"Cucunya gak dibawa ya Kek, Nek, padahal biar kenalan sama teman-temannya," ucap Bu Guru.
"Dibawa Bu Guru, ini cucu saya," ucap Kakek David memperlihatkan Dodo pada Bu Guru.
"Pagi Bu Guru," sapa Dodo tersenyum manis.
"Pagi, ini cucunya Kek?" tanya Bu Guru.
"Iya, ada yang salah Bu Guru?" tanya Kakek David.
"Saya pikir bodyguard Kakek," sahut Bu Guru.
"Kamu sih Ndut, udah tahu gede masuk TK," ucap Nenek Carroline.
Mereka semua tertawa kecil. Untuk anak TK, Dodo memang terhitung besar. Itu sebabnya Bu Guru tidak tahu kalau Dodo yang akan jadi anak didiknya.
"Big size ya Kek, nanti biar kami carikan kursi khusus untuk cucu kakek," ucap Bu Guru.
"Iya Bu Guru, kursinya kecil, takutnya baru duduk udah patah," sahut Dodo.
Mereka kembali tertawa. Untung Dodo anak yang lapang dada. Dia tak pernah sakit hati meskipun orang menilai fisiknya. Dia tetap happy. Itu sebabnya gendut, tak pernah punya banyak pikiran, yang penting makan.
"Iya, Bu guru," sahut keduanya.
"Gak mirip ya, neneknya bule, kakeknya keturunan Korea, cucunya ini keturunan dari mana ya?" tanya Bu Guru.
"Bu guru, Dodo percampuran bule dan Korea, jadi gosong gini," jawab Dodo.
Bu guru menelan ludahnya. Berusaha menghitung penjumlahan antara Bule+Korea \= Gosong. Kok bisa? Apa salah cetakan? Atau adonan kurang? Mungkin terlalu lama dijemur.
"Cucu saya ini cucu angkat," sahut Kakek David.
"Kalau saya cucu baru nemu tadi," sahut Nenek Carroline.
"Jadi kalian bukan kakek dan neneknya?" tanya Bu Guru.
"Bukan," jawab Kakek David dan Nenek Carroline bersamaan.
"Pantas, saya pikir mata saya rabun," sahut Bu Guru.
"Dodo punya kaca mata kuda, Bu guru mau pinjam?" tanya Dodo.
"Tidak-tidak," jawab Bu Guru.
Akhirnya Kakek David menyerahkan semua syarat-syarat yang diperlukan dan Bu Guru mencatat semua keterangan yang dibutuhkan.
Sekarang Dodo sudah diterima sebagai anak didik di TK Annisa.
Setelah selesai mendaftar. Dodo main dengan teman-temannya. Dia begitu asyik bermain. Meskipun temannya tak menikmati permainan dengannya. Naik ayunan gak muat, prosotan nyangkut, naik jungkat-jungkit gak naik-naik sedangkan temannya tetap di atas.
"Tolong-tolong, aku di atas gak bisa turun."
"Eh kamu kenapa di atas terus? Aku kok di bawah terus?" tanya Dodo.
Untung Nenek Carroline datang menghampiri keduanya.
"Itu karena kamu gendut gak seimbang, gak usah main yang ini," ucap Nenek Carroline. Dia bergegas membantu anak yang tidak bisa turun itu. Kemudian mengajak Dodo bermain yang lain.
"Udah, permainan yang cocok buat kamu menyatukan puzzle, jangan main yang lainnya, bisa rusak semua sama kamu Ndut," ujar Nenek Carroline.
"Bener juga, kayanya tiap Dodo main berakhir tragis Nek," sahut Dodo.
"Itu resiko orang gendut, makanya diet," ucap Nenek Carroline.
"Iya Nek," sahut Dodo.
Bel berbunyi, Dodo masuk kelas bersama teman-temannya. Kakek David dan Nenek Carroline berjalan ke luar TK. Mereka berpindah ke balai warga yang ada di seberang TK. Balai warga itu cukup luas, ada lapangan basket di depannya. Dan tempat bermain anak. Kakek David dan Nenek Carroline duduk di emperan balai warga.
"Aku ingin bicara sesuatu padamu Carroline," ucap Kakek David.
"Bicara apa? Bukannya semuanya sudah berakhir," sahut Nenek Carroline.
"Aku minta maaf, dulu aku sudah meninggalkanmu, seharusnya aku tetap berjuang," ujar Kakek David. Dia menyesali kesalahan di masa lalu. Karena kemiskinan, dia menyerah memperjuangkan rumah tangganya bersama Nenek Carroline, padahal wanita yang duduk di sampingnya dulu selalu yakin bisa melewati semuanya asal bersama.
Air mata menetes di pipi Nenek Carroline. Teringat masa lalu. Masa indah dan masa menyakitkan di mana Kakek David meninggalkannya. Di saat dia sangat mencintainya.
"Aku tahu, aku yang salah, aku yang bodoh," ucap Kakek David.
"Kenapa baru sekarang kau katakan itu, kenapa David?" tanya Nenek Carroline.
Kakek David terdiam. Matanya berkaca-kaca. Dia tahu Nenek Carroline pasti sangat terluka atas keputusannya di masa lalu.
"Aku sangat mencintaimu, aku bahkan rela meninggalkan semuanya demi bersamamu, tapi kenapa kau malah meninggalkanku?" keluh Nenek Carroline. Seingatnya dia sudah berjuang semaksimal mungkin agar bisa bersama Kakek David. Dia yang seorang keturunan bangsawan Inggris rela hidup bertani dengan Kakek David. Hidup susah, asal terus bersama. Namun Kakek David yang ketika itu yatim, karena ayahnya meninggalkan ibunya, hidup miskin dan merasa tak mampu menghidupi Nenek Carroline yang keturunan bangsawan. Apalagi tekanan dari ayah Nenek Carroline membuat Kakek David mundur.
"Aku malu bertemu denganmu, bertahun-tahun aku selalu menghindar, aku merasa tak pantas berdiri di depanmu," ujar Kakek David.
"Iya kau pengecut David," sahut Nenek Carroline.
"Maafkan aku," ucap Kakek David.
"Kau tidak bisa sekedar minta maaf, kau harus menebus semuanya David," ujar Nenek David.
"Aku akan menebus kesalahanku, apa yang kau inginkan? Akan ku lakukan?" tanya Kakek David.