Casanova Dipinang Sholeha

Casanova Dipinang Sholeha
Bunga Mawar Untuk Claudya



Tuan Matteo sudah rapi dengan setelan jas hitam. Dia merapikan dasi miliknya. Tampak tampan dan keren. Meski usia sudah kepala tiga tapi tetap ganteng abis. Ketampannya di atas rata-rata. Selain tampan dia kaya. Namun hatinya sudah tertambat pada seorang gadis muda yang energik seperti Claudya.


"Hari ini mau fitting baju pengantin sekalian milih undangan," ujar Tuan Matteo. Memandang penampilannya di depan cermin.


"Calon pengantin semakin tampan," puji Luki yang masuk ke kamar Tuan Matteo.


Tuan Matteo menengok ke samping. Luki terlihat berbeda mengenakan koko dan peci. Dia mengernyitkan alisnya. Terkejut dengan penampilan Luki.


"Luki ini kau?" tanya Tuan Matteo terkejut dengan penampilan Luki.


"Alhamdulillah, iya Tuan," jawab Luki.


"Alhamdulillah, Oppa Korea jadi ustad," jawab Tuan Matteo.


Luki mendekat. Membantu Tuan Matteo merapikan dasi. Dia memang tidak pandai memasang dasi. Lukilah yang selalu memasangkan dasinya dari dulu.


"Sepertinya ini terakhir kalinya aku merapikan dasimu Tuan, besok ada istrimu yang akan merapikannya," kata Luki. Tangannya begitu telaten memasang dasi dengan benar.


"Iya kau tahu perjaka tua ini mau karatan," jawab Tuan Matteo.


"Tenang kali ini akan diasah Tuan, dijamin karatannya ilang," sahut Luki. Menyelesaikan dasi itu sampai rapi. Kemudian berdiri di samping Tuan Matteo.


"Luki bagilah tutorial cara menaklukan wanita," pinta Tuan Matteo.


"Lah saya ke sini juga mau tanya ini Tuan, sebelum puasa takut dosa ngomongin begituan," sahut Luki.


Tuan Matteo tepok jidak tadinya mau berguru justru dianggap Suhu. Kirain Luki nyimpen boneka barbie mirip Tuan Matteo paham caranya tapi justru dia tak paham sepertinya.


"Aku tahu spesialis penakluk wanita Tuan, Mamat, udah nikah dua kali," usul Luki.


"Yang benar Mamat tahu caranya? Ayo kita les pada dia dulu, setengah jam cukup," sahut Tuan Matteo.


Luki mengangguk.


Mereka berdua pergi menemui Mamat. Duduk di bawah pohon mendengarkan Mamat bicara bak guru mengajari muridnya. Sedia papan dan buku tulis.


"Mat, tulisanmu sulit dibaca, lebih mirip reruntuhan bangunan," kata Luki.


"Apa ada bakwan dan tahu isi segala?" tanya Tuan Matteo.


"Tuan jika sulit dibaca tolong tulis saja sesuai yang ada di papan, nanti Mamat transfer ilmunya," ujar Mamat.


"Kalau kaya gini, aku nulis kolak pisang dan es campur, mumpung mau puasa," sahut Luki.


"Boleh, kolak pisang dan es campur sama-sama makanan yang tercetus dari keromantisan istri pada suami," jawab Mamat.


"Pasti bakwan dan tahu isi jugakan?" tanya Tuan Matteo.


"Beda, kalau bakwan itu berarti kehidupan berumah tangga akan banyak lika-likunya yang beragam, sedangkan tahu isi mengambarkan isi hati istri yang di luar keras di dalam lembut dan sulit ditebak," jawab Mamat.


"Keren kau seperti pakar Mat, pakar gorengan," kata Tuan Matteo.


"Iya sih, tapi apa hubungannya dengan harga cabai, bawang dan minyak, kenapa disebut pemicu api kemarahan wanita?" tanya Luki.


"Jika ketiga bahan itu langka dan harganya naik, siap-siap istri cemberut, harus ngantri sembako dulu biar istri senang kamarpun aman," jawab Mamat.


"Oh, pantes di televisi ibu-ibu pada baper kalau ketiga bahan itu naik, drakor aja lewat," sahut Luki.


"Nah yang ini kenapa baju suami jarang ganti setelah menikah?" tanya Tuan Matteo.


"Biasanya laki-laki akan cenderung mengalah di saat istri minta ini itu, jadi lebih baik buat nyenengin istri dari pada untuk beli baju sendiri," jawab Mamat.


Tuan Matteo dan Luki mengangguk paham.


"Setelah menikah suami jadi gendut dan sering berbaring di sembarang tempat termasuk kuburan, apa maksudnya?" tanya Luki.


"Istri akan sering memasak setelah menikah, tapi berujung pada berat badan suami naik, biasanya istri suka kalau suami gendut,mengurangi jumlah penggoda di luar sana," jawab Mamat.


"Soal tidur sembarangan sampai di kuburan ini apa?" tanya Tuan Matteo.


"Lelaki cenderung bekerja keras lebih ekstra saat menikah sampai tepar di mana pun. Bisa di punggung abang ojol, di halte bus, di pos ronda, lebih menakutkan lagi di alam kematian," jawab Mamat.


"Mat perasaan dari tadi isinya menakutkan, di mana letak romantis dan cara untuk menaklukannya?" tanya Tuan Matteo.


"Itu gampang, kasih perhatian, cinta dan uang untuk shopping, beres, gak perlu repot mencatat semua itu," ujar Mamat.


"Aku dah nulis berlembar-lembar, tangan sampai pegel gak tahunya kuncinya cuma itu," keluh Luki.


"Bilang dong dari tadi, aku udah mikir pusing bener sampai mikir tidur di kuburan segala loh," protes Tuan Matteo.


"Sorry Tuan itu sepenggal kisah hidupku," jawab Mamat.


Tepok jidat kedua lelaki tampan beda usia itu. Capek berguru pada Suhu gak tahunya dia curhat.


Setelah berguru pada Mamat Tuan Matteo pergi mengendarai mobil BMW berwarna hitam miliknya. Dia mampir di toko bunga. Membeli seikat bunga mawar merah untuk calon istrinya.


"Tadi Mamat bilang setiap pertemuan bawa bunga mawar merah, paling tidak satu tangkai, gak boleh ngutang atau kredit," ujar Tuan Matteo. Dia tersenyum-senyum membayangkan si cantik akan menerima bunga mawar itu. Kemudian kembali mengendarai mobilnya menuju butik tempat mereka janjian.


Claudya sudah menunggu di teras butik yang berada di jalan Pekarsari. Butik Queen langganan ibunya itu menjadi langganan Claudya juga. Tak lama mobil Tuan Matteo datang. Parkir di parkiran yang berada di depan butik. Claudya sudah berbunga-bunga melihat sang tambatan hati datang. Dia masuk ke dalam butik. Biar Tuan Matteo mencarinya.


Tuan Matteo berjalan menuju butik membawa seikat bunga mawar merah. Masuk ke dalam butik. Dia begitu gagah dan maco dengan kumis dan jambang tipisnya. Terlihat lelaki sejati membuat para pengunjung terbelalak menatap lelaki tampan itu.


Di dalam butik Tuan Matteo bertemu mantan gebetannya dulu. Saat kuliah dulu perempuan cantik itu berkali-kali menolaknya karena gembel. Maklum dulu Tuan Matteo tak sekaya seperti sekarang. Dia harus bersusah payah kuliah sambil bekerja. Meski wajahnya tampan tapi dompet kekeringan karena kemarau panjang membuat para gadis kabur tak ada yang meliriknya.


"Itu Matteokan? Ganteng banget sekarang, kaya lagi, jangan-jangan mau mengejar cintaku kaya dulu," batin perempuan yang bernama Soraya Larasati. Gadis seksi dengan dress minim di atas paha. Bagian dada terbuka berambut pendek di atas bahu.


"Eh dia bawa bunga, romantis banget, kalau sekarang nyatain cinta mau aku terima deh, secara aku akan jadi nyonya besar," batin Soraya.


Tuan Matteo tersenyum manis. Membuat jantung Soraya berdebar tak karuan. Dia sampai bingung mau ngapain. Canggung abis. Semakin Tuan Matteo mendekat jantungnya ser-seran. Tuan Matteo bahkan menyapa dengan sebutan gadis kecil. Membuat Soraya berbunga-bunga, berasa digombalin dadakan. Melambung tinggi ke angkasa. Tuan Matteo berjalan mendekat tiga langkah dari Soraya.


"Mat- ...." Soraya mau menyapa Tuan Matteo tapi sayangnya dia melewatinya. Menghampiri gadis muda di sampingnya.


"Gadis kecil kau sembunyi di sini ya," ucap Tuan Matteo.


"Lelaki mesum kau baru datang," jawab Claudya cemberut. Mengerucutkan bibirnya.


Tuan Matteo berlutut. Memberikan seikat bunga untuk gadis pujaan hatinya.


"Bunga untuk gadis kecil tercinta," kata Tuan Matteo.


Claudya tersenyum malu. Menunduk ke bawah sambil nenerima seikat bunga mawar merah itu.


"Makasih lelaki mesum," ucap Claudya.


Tuan Matteo tersenyum. Bangun mendekati Claudya.


"Ayo fitting baju pengantinnya," ajak Tuan Matteo.


Claudya mengangguk. Mereka berdua meninggalkan ruangan itu menuju ruangan fitting baju pengantin.


"Makanya dulu kau jual mahal, malah menghinanya, sekarang dah kaya milih cewek yang lebih cantik dan mudalah," ujar teman Soraya.


"Iya nyesel, kenapa dulu aku menolak dan mempermalukannya," jawab Soraya.


"Apapun juga butuh proses, gak bisa langsung kaya dan mapan sesuai yang kau mau."


"Iya, sekarang dia konglomerat Jakarta, tampan dan kaya," ujar Soraya.


"Udahlah, kau tak selevel sekarang dengannya, lagi pula gadis itu anak Keluarga Sebastian sekevel dengan Matteo."


Soraya cemberut. Nyesel dulu menolak dan menghina Tuan Matteo. Sekarang jadi konlomerat dan bisa milih cewek yang dia suka.


***


Pukul 3 pagi Sophia sudah bangun. Membangunkan Alex untuk sahur. Dia juga sudah memasak bersama Bi Inem, Bi Siti dan Claudya. Alex terlihat segar saat bangun untuk menyambut bulan suci ramadhan. Alex duduk mendekati Sophia. Mencium pipi kemerahannya dan mencium perut Sophia.


"Dede puasa ya hari ini," kata Alex.


"Mas juga puasa, jadi barengan," kata Sophia.


"Iya sayang, senengnya puasa tahun ini udah ada istri dan calon baby. Lengkap sudah," sahut Alex.


"Alhamdulillah," jawab Sophia.


"Ayo sahur sayang," ajak Alex.


Sophia mengangguk. Berjalan mengikuti Alex turun ke lantai bawah. Di ruang makan semua anggota Keluarga Sebastian sudah duduk memutari meja makan. Alex dan Sophia gabung bersama mereka. Duduk bersampingan.


"Alhamdulillah, tahun ini semua anggota keluarga kita menjalankan ibadah puasa dan sahur bersama di hari pertama," ujar Kakek David.


"Amin," sahut semuanya.


"Iya Kek, ini puasa pertama Alex setelah sekian lama tidak puasa," kata Alex.


"Alhamdulillah," sahut semuanya.


"Ini juga puasa pertama Ayah dan Ibu, sudah lama sekali tak pernah puasa, semoga kita bisa istiqomah dan diberi kelancaran," ujar Pak Ferdi.


"Amin," sahut semuanya.


"Ini juga puasa pertama Gavin dan Claudya, dari kecil kami tak pernah puasa. Selalu marah kalau diingetin kakek, maafkan kami Kek," ujar Gavin.


"Iya Kek, maafkan kami," tambah Claudya.


"Iya kakek sudah memaafkan kalian, semoga puasanya lancar dan mendapatkan pahala," kata Kakek David.


"Amin," sahut semuanya.


"Loh Dodo ke mana?" tanya Alex.


"Eh iya, tadi gak ada di kamarnya ku pikir udah turun," jawab Gavin.


"Coba tanya Bi Inem atau Bi Siti," usul Kakek David.


Akhirnya Gavin menyuruh Bi Inem dan Bi Siti mencari Dodo.


Tak lama Bi Inem dan Bi Siti masuk ruang makan.


"Dodo gak ada di manapun Tuan," ujar Bi Siti.


"Iya Tuan, saya dan Siti sudah mencari sampai ke halaman," tambah Bi Inem.


"Dodo ke mana?" tanya semua orang.