Casanova Dipinang Sholeha

Casanova Dipinang Sholeha
Anak Rival



Baca episode sebelumnya baru ke bab ini


.


.


"Emily!" ucap Pak Yuga dan Ibu Karina menatap putri kesayangannya sudah berhijab. Menjadi sebuah kebanggaan untuknya. Emily kecilnya kini sudah mengerti yang baik untuknya.


"Papi! Mami!" seru Emily. Dia langsung bangun. Berjalan ke arah ayah dan ibunya yang masih berdiri di tempat tercengang melihat ada putrinya di rumah Keluarga Sebastian.


"Emily kangen," ucap Emily memeluk ayah dan ibunya. Sudah cukup lama tidak bertemu dengan orang tuanya membuat Emily merindukan mereka dan kasih sayang yang selalu dicurahkan padanya.


"Papi juga kangen," sahut Pak Yuga membalas pelukan putri kesayangannya. Putri kecil yang selalu bermanja-manja di gendongannya. Pak Yuga tidak pernah sekalipun marah pada Emily karena dia anugerah yang terindah yang pernah diberikan Allah padanya setelah sekian lama belum memiliki keturunan.


"Mami juga kangen," tambah Ibu Karina. Sama seperti suaminya dia memeluk Emily dengan erat. Sudah beberapa minggu tak bertemu membuat mereka begitu rindu.


Alex dan keluarganya terkejut melihat Emily dipeluk Pak Yuga dan Ibu Karina. Padahal mereka tamu yang baru datang ke rumah Keluarga Sebastian. Bahkan Emily memanggil dua orang itu dengan sebutan Papi dan Mami yang berarti kedua orang tuanya.


"Arfan, Emily kenapa?" tanya Alex. Dia penasaran apa hubungan Emily dengan rivalnya itu. Mereka tampak akrab dan dekat membuat Alex curiga dengan hubungan Emily dan rivalnya itu.


"Mereka kedua orangtua Emily Pa," jawab Arfan. Dia memberitahu tamu yang baru datang ke rumah Keluarga Sebastian itu orangtua Emily.


"Apa? Kau tidak bohongkan?" Alex terperanjat saat Arfan memberi tahu kalau Pak Yuga dan istrinya itu orangtuanya Emily. Padahal dari kemarin Alex sudah bertemu Pak Yuga tapi dia belum sempat menanyakan silsilah keluarganya dan nama mereka.


"Tidak Pa, mereka memang orangtua Emily. Papinya lah yang menjadi wali nikah kami saat di balai warga," jawab Arfan. Dia menjelaskan apa yang sebenarnya pada Alex.


"Jadi Emily anak rivalku?" batin Alex. Dia tidak menyangka Emily anak rivalnya saat SMA. Dunia seakan selebar daun kelor. Menantunya anak dari rivalnya.


"Pa," ucap Sophia. Dia memperhatikan Alex termenung menatap Emily dan kedua orang tuanya.


"Iya Ma," jawab Alex. Dia merasa tidak enak hati pada Pak Yuga tidak memperlakukan anaknya dengan baik.


"Ternyata Emily anak teman Papa, lucu ya," sahut Sophia. Dia tidak menyangka Emily anak teman suaminya. Tamu yang diundang itu orangtua Emily.


Pak Yuga dan Ibu Karina melepas pelukan mereka dari Emily. Mereka tersenyum bahagia bisa bertemu di tempat yang tak terduga.


"Pak Yuga, silahkan duduk!" titah Alex dengan ramah dan sopan pada tamunya.


"Iya Pak Alex," jawab Pak Yuga. Dia mengajak istrinya untuk duduk di sofa sedangkan Emily duduk bersama Arfan.


"Pak Yuga benarkah Emily ini putri anda?" tanya Alex. Dia harus memastikan dari pusatnya langsung.


"Iya Pak Alex. Emily ini putri semata wayang kami, putri kesayangan," sahut Pak Yuga. Dia membenarkan kalau Emily putri dari Keluarga Abimayu.


"Oh, padahal Emily ini menantu saya Pak Yuga," sahut Alex. Entah apa yang akan terjadi kedepannya. Dia sudah terlanjur mengatakan hal yang tidak menyenangkan pada Emily.


"Benarkah? Jadi Pak Alex ayahnya Arfan?" tanya Pak Yuga. Dia mempertanyakan hubungan Alex dan Arfan. Dari awal pernikahan dadakan itu Pak Yuga tidak begitu mengingat nama ayah dari Arfan padahal dia pernah menyebutnya saat ijab qobul.


"Benar, saya ayah kandung Arfan," jawab Alex. Dia jadi kaku berbicara dengan Pak Yuga.


"Pantas kemarin saat bertemu di kafe saya merasa pernah mendengar nama anda sebelumnya. Hanya tidak ingat, ternyata saat ijab qobul, maaf ya Pak Alex," sahut Pak Yuga.


"Tidak apa-apa, saya juga merasa bersalah. Memiliki menantu tapi tidak tahu siapa keluarganya, ternyata teman semasa SMA," jawab Alex. Dia jadi merasa bersalah pada Emily dan keluarganya.


"Iya Nek, untung Alex tak sampai mengusirnya, kalau tidak mau ditaruh di mana mukanya," bisik Pak Ferdi. Dua kakek dan nenek itu menyaksikan kebodohan Alex untuk pertama kalinya.


Di sisi lain Alex masih berbincang-bincang lagi dengan Pak Yuga.


"Oya Pak Yuga, ini istri saya Sophia Thalia, ini Arfan Fahreza Sebastian anak pertama saya, yang ini Aliza Bahira Sebastian anak kedua saya, ini Ferdi Sebastian ayah saya dan ini Marisa Nadia ibu saya," ucap Alex memperkenalkan semua anggota keluarganya yang ada di ruang tamu itu.


"Selamat malam senang bertemu dengan kalian semua," ucap Pak Yuga.


"Malam." Alex dan yang lainnya tersenyum membalas salam dari Pak Yuga.


"Sekarang giliran saya yang akan memperkenalkan diri. Saya sendiri Yuga Abimayu. Ini istri saya Karina Nagita dan anak semata wayang saya Emily Haseena," ujar Pak Yuga.


"Alhamdulillah kita bisa bersilaturahmi dan saling mengenal. Secara tidak sengaja putra dan putri kita bersatu tanpa sepengetahuan kita," ujar Alex.


"Iya, mungkin memang mereka berdua jodoh dan takdir yang mempertemukannya," sahut Pak Yuga.


"Iya," jawab Alex.


"Menurut Pak Alex seperti apa Emily selama jadi menantu di rumah Keluarga Sebastian?" tanya Pak Yuga. Dia khawatir Emily tidak bisa melakukan apapun, manja dan suka mengeluh. Hal itu bisa dimaklumi oleh orangtuanya belum tentu oleh orang lain.


Deg


Alex bingung ingin menjawab apa. Dia sudah menyembur-nyembur Emily karena manja, tidak menutup aurat dan tidak bisa apa-apa. Kalau bilang jujur masa iya. Tapi haruskah berbohong demi hubungan baik ini?


"Emily rajin, mandiri, istri yang sholeha dan kebanggaan keluarga," jawab Alex.


Pak Ferdi dan yang lainnya terperanjat mendengar ucapan Alex yang berbanding terbalik dengan pernyataan hari kemarin.


"Apa Alex lupa ingatan?" bisik Pak Ferdi.


"Mungkin pencitraan," bisik Ibu Marisa.


Sophia dan Aliza hanya tertawa kecil sambil menutup mulut mereka menahan ucapan Alex yang menggelitik.


"Bukannya kemarin Emily tidak menutup aurat, manja dan tidak bisa apa-apa ya Pa?" tanya Emily mempertanyakan perkataan Alex hari kemarin.


Gubrak


Alex tersudutkan saat Emily keceplosan. Jantung Alex tiba-tiba berdebar tak karuan. Panas dingin. Bagaimana dia menanggapi ucapan Emily. Mana ada besannya. Bisa habis sudah citra baiknya selama ini. Beralih jadi mertua yang jahat dan judes.


"Kakek gak ikutan Nek, biarin aja Alex kena semprot besan," bisik Pak Ferdi.


"Iya, kali-kali Alex terkena semburan lahar panas," bisik Ibu Marisa.


Kedua kakek nenek itu bukannya turut membantu membersihkan nama baik anaknya malah menghibah ria.


"Aduh Mas Alex kena batunya," batin Sophia.


"Habis deh Papa," batin Aliza.


Istri dan anak perempuan Alex hanya bisa menyaksikan Alex tersudutkan oleh ucapan Emily. Entah bagaimana tanggapan besan nantinya.