
"Pa, jangan menilai seseorang terlalu dini. Setiap orang bisa berubah kapanpun. Mungkin sekarang Emily seperti ini. Tapi kita tidak pernah tahu ke depannya," jawab Sophia. Dia yakin Emily bisa berubah lebih baik di masa yang akan datang.
Alex terdiam. Dia malas berdebat dengan Sophia.
"Pa, aku minta maaf. Semua ini salahku. Seharusnya aku memberi tahu Papa dan Mama soal pernikahan dadakan ini," ujar Arfan. Dia tahu hal ini akan terjadi. Apalagi pernikahannya dengan Emily terkesan mendadak.
"Kau memang salah Arfan. Bagaimana bisa kau menikah dengan wanita seperti Emily? Kau digoda olehnya?" tanya Alex. Dia berpikir tak mungkin Arfan menyukai wanita seperti Emily. Selera putranya wanita sholeha dan baik hati seperti Sophia. Arfan pasti sudah digoda dan dijebak Emily agar mau menikahinya.
"Tidak Pa, Emily tidak pernah menggodaku. Kami menikah karena ...." Arfan bingung mengatakan yang sebenarnya. Dia takut ayahnya akan semakin marah.
"Karena apa?" tanya Alex. Dia ingin tahu semuanya.
"Ka-karena kami dituduh mesum Pa," jawab Arfan. Dia menunduk. Merasa tak nyaman memberitahu kalau mereka menikah karena dituduh mesum.
"Apa? Kalian mesum?" Alex terperanjat mendengar pernyataan Arfan sedangkan Sophia hanya beristighfar.
"Ti-tidak Pa," jawab Arfan terbata-bata.
"Itu sebabnya Papa tidak pernah setuju kau tinggal terpisah dari kami. Jadinya beginikan. Kau mesum dengan wanita ini?" ujar Alex. Dia marah besar. Dari dulu tak setuju Arfan meninggalkan rumah. Apalagi saat berujung kejadiaan seperti ini.
"Kami tidak mesum Pa, demi Allah," sahut Arfan. Dia menjelaskan kalau dia dan Emily tidak mesum.
"Jangan bawa-bawa Allah! Hanya untuk menutupi aibmu," kata Alex tambah emosi saat Arfan bersumpah membawa nama Allah.
"Aku tidak bohong Pa," sahut Arfan. Dia tidak tahu cara apa lagi untuk membuat ayahnya percaya padanya.
"Iya Om, kami tidak mesum. Warga hanya salahfaham dan kami terpojokkan," tambah Emily membantu Arfan menjelaskan semuanya.
Alex terdiam. Mengatur nafasnya yang tersengal-sengal karena emosi yang meledak.
"Sabar Mas, jangan terbawa emosi. Kita bicara baik-baik. Biarkan Arfan dan Emily menjelaskan semuanya," ujar Sophia sambil menepuk lengan Alex.
Alex hanya diam menatap tajam kedua orang di depannya.
"Arfan, Emily, coba ceritakan semuanya dari awal!" pinta Sophia agar Arfan dan Emily menceritakan semua yang telah terjadi sampai mereka terpaksa menikah dadakan.
Arfan dan Emily mengangguk. Mereka mulai menceritakan semua kejadian itu dari awal hingga terjadi pernikahan dadakan itu.
"Semua ini hanya salahfaham Ma, percayalah!" ujar Arfan. Berharap Sophia percaya dengan apa yang sudah dikatakan olehnya.
"Iya Mama percaya," jawab Sophia. Dia percaya dengan apa yang dikatakan Arfan dan Emily. Mereka menikah karena salahfaham warga.
"Pa!" panggil Arfan melihat ayahnya masih terdiam membisu.
"Apa Papa percaya padaku?" tanya Arfan. Dia takut ayahnya tidak percaya dengan apa yang sudah diceritakannya.
"Papa percaya, tapi ..." Alex percaya pada perkataan Arfan namun ada yang masih mengganjal di hatinya.
"Tapi kau harus menceraikan Emily. Pernikahan kaliankan hanya pernikahan dadakan karena salahfaham. Berarti kalian bisa bercerai karena Papa yakin kau tidak mencintai Emily-kan?" tanya Alex. Dia yakin putranya terpaksa menikahi Emily karena desakan warga bukan karena keinginannya. Arfan bisa memulai hidup baru begitupun dengan Emily.
"Ee ..." Arfan bingung. Dia harus menjawab apa. Dia sendiri belum bisa memahami perasaannya. Apakah mencintai Emily atau tidak. Mereka juga belum lama bersama.
"Arfan!" Emily memegang lengan Arfan. Dia takut Arfan akan menceraikannya. Ditambah lagi Alex tidak menyukainya.
Arfan menoleh ke samping. Menatap wajah Emily yang terlihat memohon padanya.
"Jangan ceraikan aku!" lirihnya. Agar Arfan tidak menceraikannya.
"Emily," sahut Arfan. Menatap wajah cantik yang sering bermanja-manja padanya seperti anak kecil.
Arfan kembali menatap ke depan. Dia melihat Alex. Keputusan apa yang akan diambilnya. Bertahan dengan sikap manja Emily atau menceraikannya karena Emily manja.
"Pa, aku memang belum mencintai Emily, tapi dia sekarang istriku meski kami menikah dadakan. Kami akan memulai semuanya dari awal. Membiarkan waktu menumbuhkan cinta di antara kami," jawab Arfan. Dia ingin mencoba mengarungi biduk rumah tangga bersama Emily. Apapun resikonya.
"Kau tidak salah? Apa kau bisa hidup bersama wanita seperti Emily? Papa yakin dia tidak bisa apa-apa, manja, dan tidak punya tata krama. Bagaimana kau bisa bertahan dengannya? Lebih baik kau cari wanita lain yang seperti ibumu," sanggah Alex. Dia tidak bisa menerima keputusan Arfan. Semua dilakukannya demi kebahagiaan Arfan. Jika dia memiliki istri seperti Sophia hidupnya akan bahagia.
"Emily memang manja, tidak bisa apa-apa dan tidak punya tata krama. Tapi dia istriku. Aku akan mendidiknya agar dia bisa lebih baik dari sekarang," jawab Arfan. Dia tidak menyalahkan pendapat ayahnya. Emily memang sesuai yang dikatakan Alex. Namun bagaimanapun Emily tetap istrinya. Arfan akan berusaha mendidik Emily agar lebih baik.
"Kau yakin bisa mendidiknya?" tanya Alex.
"Mas, segala sesuatu butuh proses. Tidak semua orang baik dari awalnya. Terkadang butuh waktu untuk belajar dan memperbaiki. Jangan menyamakan setiap orang harus sepertiku. Karena setiap orang memiliki kelebihannya masing-masing. Mungkin di masa depan Emily bisa jauh lebih baik dariku," sahut Sophia. Dia tidak ingin Alex mempersulit hubungan Arfan dan Emily. Dia yakin Emily akan lebih baik darinya asal dia berada di lingkungan yang baik.
Alex terdiam. Dia memikirkan nasehat dari Sophia yang selalu bijak dan menyejukkan hatinya.
"Om, Tante, Emily akan berusaha lebih baik untuk jadi istrinya Arfan. Mohon bimbingannya!" ucap Emily sambil menundukkan kepalanya.
"Emily." Arfan melihat Emily berusaha mempertahankan pernikahan mereka. Arfan tahu Emily pasti akan kesulitan untuk memenuhi kriteria menantu idaman yang diinginkan Alex.
Tangan Emily memegang tangan Arfan. Seketika Arfan menggenggam tangannya dengan erat.
"Baiklah. Papa akan memberi waktu satu bulan. Kalau sampai kau tidak bisa membuat Emily seperti ibumu, segera ceraikan dia!" ancam Alex. Dia memberi persyaratan yang harus dipenuhi Arfan agar membuat Emily seperti Sophia jika tidak Arfan harus menceraikan Emily.
Deg
Arfan terkejut dengan syarat yang diberikan ayahnya. Mampu atau tidak merubah Emily seperti ibunya. Emily sangat manja, tidak bisa apa-apa dan tidak punya tata krama. Bagaimana merubah Emily dalam waktu singkat.
"Kenapa diam? Kau tidak sanggup?" tanya Alex. Dia yakin Arfan akan kesulitan merubah sifat dan sikap Emily. Paling Arfan akan menceraikannya.
"Sanggup Pa," jawab Arfan. Dia menerima tantangan dari ayahnya. Meski dia tidak begitu yakin. Emily bukan wanita yang mudah diarahkan. Tapi dia harus menerima tantangan itu demi hubungan mereka berdua.
Sophia terdiam. Keputusan ini mungkin yang terbaik untuk semua orang. Sebagai ibu mertua dia tidak akan tinggal diam. Dia akan membantu Arfan agar bisa mendidik Emily agar lebih baik lagi. Bukan karena tantangan ayahnya tapi karena kewajiban seorang suami mendidik istrinya.