Casanova Dipinang Sholeha

Casanova Dipinang Sholeha
ENDING



Alex dan Sophia mengantar Pak Yuga dan Ibu Karina ke teras. Begitupun dengan Arfan dan Emily. Mereka terlihat senang dengan kedatangan Pak Yuga dan Ibu Karina.


"Arfan, Papi titip Emily. Jagalah dia, sayangi dia dan didik dia dengan baik! Papi percayakan semuanya padamu," ucap Pak Yuga. Dia sudah merelakan putrinya untuk hidup bersama Arfan. Dia yakin Emily akan bahagia bersamanya.


"Iya Pi, Insya Allah Arfan akan menjaga, menyayangi dan mendidik Emily dengan baik," jawab Arfan. Dia tidak akan mengecewakan Pak Yuga maupun keluarganya. Arfan akan jadi suami dan ayah yang baik untuk keluarganya.


Pak Yuga mengangguk. Dia senang bisa menitipkan Emily pada Arfan. Dia tahu Alex dan keluarganya orang baik. Sangat tepat Emily ada di sekeliling mereka.


"Emily kau harus jaga dirimu baik-baik, jadilah istri yang sholeha dan ibu yang terbaik untuk anak-anakmu," ucap Pak Yuga. Dia juga berpesan pada Emily putri semata wayangnya.


"Iya Pa, Emily akan jadi istri yang sholeha dan ibu yang terbaik untuk anak-anakku nantinya," jawab Emily. Matanya berkaca-kaca melihat ayahnya.


Pak Yuga langsung memeluk Emily begitupun dengan Ibu Karina. Dia juga memeluk Emily. Sekarang Emily kecil dan manja sudah mulai dewasa dan mandiri. Dia tidak lagi seperti hari kemarin.


"Emily pasti rindu Papi dan Mami," ucap Emily sambil memeluk kedua orangtuanya. Dari kecil mereka berdua begitu menyayangi dan memanjakan Emily. Mereka orangtua terbaik bagi Emily, cinta dan kasih sayangnya sangat tulus.


"Papi dan Mami juga akan rindu padamu," kata Pak Yuga dan Ibu Karina. Mereka menangis sambil memeluk Emily. Tidak ada harta yang paling berharga selain anaknya.


"Emily sayang Papi, Mami," ujar Emily. Dia sangat menyayangi kedua orangtuanya.


"Papi dan Mami juga sayang padamu," jawab Pak Yuda dan Ibu Karina. Tidak diragukan lagi mereka begitu menyayangi Emily lebih dari dirinya sendiri. Emily adalah anugerah dari Allah SWT untuk mereka. Sampai mereka menyayangi dan memanjakan Emily.


Arfan mendekat dan memeluk mereka. Keempat orang itu saling memeluk sebagai sebuah keluarga. Mereka begitu menyayangi satu sama lain. Berpelukan sepuasnya dan melepaskannya bersamaan.


"Pak Alex, Bu Sophia, titip Emily, maaf kalau merepotkan," ucap Pak Yuga. Pada Alex dan Sophia sebagai ayah dan ibu baru untuk Emily.


"Iya Pak Yuga," jawab Alex dan Sophia.


"Kami dengan senang hati mendapat amanah ini, Emily anak yang baik dan masih polos. Insya Allah akan mudah mendidik dan mengarahkannya," kata Alex.


"Iya, Emily juga penurut dan mudah mengerti saat dinasehati. Kami senang ada Emily di sini," tambah Sophia.


"Terimakasih," sahut Pak Yuga dan Ibu Karina.


"Kalau begitu kami pamit pulang dulu Pak Alex, Ibu Sophia. Salam untuk Kakek Ferdi dan Nenek Marisa," ucap Pak Yuga. Dia mulai berpamitan.


"Iya Pak Yuga," jawab Alex. Tersenyum pada besannya.


"Assalamu'alaikum," ucap Pak Yuga dan Ibu Karina.


"Wa'alaikumsallam," sahut Alex dan yang lainnya.


Pak Yuga dan Ibu Karina masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah Keluarga Sebastian.


"Pa, Ma, kami ke kamar dulu," kata Arfan. Dia ingin menagih janji Emily padanya. Malam yang sudah lama ditunggu olehnya.


"Mau apa ke kamar Arfan? Aku mau bantu Mama beresin meja makan," sahut Emily. Dia belum paham maksud ucapan Arfan.


Arfan langsung main tarik tangan Emily masuk ke dalam. Emily terlalu polos. Kalau tak segera diamankan tar keburu ngantuk.


Di luar Alex dan Sophia duduk di teras. Mereka mengenang masa lalu dan awal bertemu di restoran. Sophia bersandar di bahu Alex. Meski sudah tua mereka selalu romantis dan harmonis.


"Ma, masih ingat gak saat Mama melamarku?" tanya Alex.


"Masih Pa, waktu itu Papa mesum banget," jawab Sophia sambil tersenyum kecil. Teringat kata-kata mesum Alex.


"Tapi Mama tetap mau tuh nikah sama Papa, pasti karena Papa ganteng dan keren, iyakan?" ujar Alex.


"Itu betul, tapi ada yang lebih penting dari itu," jawab Sophia. Bukan karena tampan dan keren Sophia melamar Alex.


"Janjiku padamu saat kita bertemu pertama kali," jawab Sophia. Janji itu selalu diingat Sophia bahkan tercatat di pikirannya.


"Saat pramuka ya Ma?" tanya Alex.


"Iya, walaupun itu mungkin kata-kata biasa darimu tapi aku selalu mengingatnya dan berusaha akan menepatinya," sahut Sophia.


Alex memegang tangan Sophia dan menciumnya.


"Terimakasih Sophia, sudah menjadi penerang dalam hidupku," ucap Alex. Matanya berkaca-kaca. Teringat masa kelamnya yang berubah saat Sophia hadir dalam hidupnya. Seperti matahari yang terbit setelah kegelapan menghilang.


"Iya Mas, aku juga terimakasi Mas sudah jadi suami, ayah dan pemimpin Keluarga Sebastian. Mas yang terbaik yang ku miliki," sahut Sophia sambil meneteskan air matanya.


Alex memeluk Sophia. Dia begitu mencintai dan menyayangi istrinya. Begitupun dengan Sophia.


"Temani aku sampai ke jannah Sophia," ucap Alex.


"Iya Mas, Insya Allah," jawab Sophia.


Mereka ingin bersama tidak hanya di dunia tapi sampai ke jannahNya Allah SWT. Hidup bahagia dan kekal di sana.


Alex melepas pelukannya. Mencium kening Sophia. Mata emerald itu masih indah seindah pertama kali Alex melihatnya. Meski wajah Sophia sedikit menua tapi kecantikan dari hatinya terpancar membuat wajah itu selalu cantik di mata Alex.


"I Love You Sophia," ucap Alex.


"I Love You To Mas Alex," jawab Sophia.


Mereka berdua saling mendekat dan berciuman. Menikmati kemesraan di malam yang terang di penuhi bintang berkelap-kelip sebagai saksi cinta mereka.


Alex dan Sophia bangun. Menatap langit, malam-malam panjang yang sudah dilalui bersama. Hadirnya Arfan dan Aliza dalam hidup mereka sebagai bukti adanya cinta yang kuat di antara mereka.


Alex membopong Sophia masuk ke dalam rumah. Mata keduanya saling bertautan penuh cinta dan kasih sayang


"Mas gak berat?" tanya Sophia.


"Yang berat cintaku padamu sayang," jawab Alex.


Sophia tersenyum malu-malu. Padahal sudah tua tapi Alex masih suka merayu, menggoda dan berkata mesum padanya.


"Kita mau ke mana?" tanya Sophia.


"Malam pertama lagi sayang," jawab Alex.


"Sudah tua Mas," sahut Sophia. Meski sudah tua Alex tetap Alex sang casanova. Namun cintanya sudah tertanam dan terpenjara dalam hati Sophia.


"Justru makin tua harus makin mesra, mumpung gak ada yang ganggu kaya dulu," sahut Alex.


Sophia tersenyum dan memegang dada bidang Alex. Menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


"Ke mana pun aku ikut, asal bersamamu," ucap Sophia.


"Iya sayang," jawab Alex.


Cinta dan ketulusan mampu merubah kerasnya hati Alex. Kesabaran dan usaha Sophia selama ini membuat Alex jadi suami, ayah dan pemimpin keluarga yang sholeh dan baik. Semua itu karena Sophia selalu percaya akan ada hujan setelah kemarau, matahari setelah bulan, dan suka setelah duka. Allah SWT sudah mengatur semuanya.


Ending ...