Casanova Dipinang Sholeha

Casanova Dipinang Sholeha
Golongan Darah Langka



Sophia memegang lengan Alex yang masih terdiam. Terlihat gurat kecemasan di wajahnya. Dia benar-benar memikirkan kondisi Pak Ferdi.


"Mas, masuklah! bicara dengan Dokter," ucap Sophia.


Alex mengambil tangan Sophia di lengannya. Menatap mata Sophia sesaat. Lalu menganggukkan kepalanya. Seakan dia sudah siap dengan apapun yang akan dikatakan Dokter nantinya.


Alex berdiri. Berjalan masuk ke ruang UGD. Dia menghampiri Dokter yang duduk sambil menatap layar laptop di depannya. Beberapa berkas hasil pemeriksaan ada di meja. Dokter terlihat sibuk memeriksa data yang ada dilayar laptopnya.


"Silahkan duduk!" perintah Dokter. Menyuruh Alex duduk di kursi yang berada di depan mejanya.


"Iya Dok," sahut Alex. Kemudian duduk di kursi.


"Begini, ayah anda mengalami patah tulang kaki dan sebagian tulang betisnya remuk. Kami menyarankan untuk operasi segera," ucap Dokter.


"Iya Dok lakukan yang terbaik untuk ayah saya," sahut Alex.


"Dikarenakan ayah anda mengalami pendarahan yang cukup banyak, kita memerlukan donor darah, kebetulan golongan darah ayah anda Rh-null," terang Dokter.


"Rh-null?" Alex bingung. Baru kali ini dia mendengar jenis golongan darah itu. Biasanya golongan darah O, A, B, dan AB lebih familiar didengar olehnya.


"Golongan darah yang tidak mengandung antigen Rh atau protein yang biasa ditemukan pada sel darah merah. Biasa disebut golongan darah emas karena langka, di dunia hanya beberapa yang memiliki golongan darah ini," ujar Dokter menjelaskan.


"Jadi ayah saya memerlukan donor darah golongan Rh-null?" tanya Alex.


"Betul, biasanya anggota keluarga memiliki golongan darah yang sama, jika tidak, sulit sekali mendapatkan golongan darah Rh-null," jawab Dokter.


"Apa di rumah sakit ini tidak memiliki stok darah dengan golongan darah Rh-null?" tanya Alex.


"Jangankan rumah sakit ini, PMI saja tidak memiliki stok darah golongan Rh-null," jelas Dokter.


Alex terdiam. Dia bukan anak Pak Ferdi. Hanya Claudya dan Gavin yang mungkin anak Pak Ferdi. Ada kakek tapi kakek menderita penyakit jantung. Kondisi kesehatannya tidak stabil akhir-akhir ini. Hanya Claudya dan Gavin harapan Alex.


Setelah bicara dengan Dokter, Alex ke luar dari ruang UGD. Dia memikirkan apa yang tadi dikatakan Dokter. Bagaimana ayahnya akan operasi jika belum juga mendapatkan stok darah yang dibutuhkan.


"Aku bukan anak ayah, apa Claudya dan Gavin anak ayah?" batin Alex. Apa yang terjadi padanya membuat Alex meragukan kedua adiknya juga. Begitu rumit hubungan antara ayah dan ibunya. Mereka bukan seperti suami istri pada umumnya. Membuat Alex mulai meragukan banyak hal tentang mereka.


Alex menghampiri keluarganya yang duduk di kursi tunggu tak jauh dari ruang UGD.


"Gimana Lex? Apa yang dikatakan Dokter?" tanya Kakek David.


"Apa Papamu meninggal? Ibu belum sempat membahagiakannya hik hik hik," Ibu Marisa sudah siap berakting. Dia mengira suaminya meninggal. Dengan begitu dia tak perlu repot-repot membagi harta dengannya.


"Marisa, bisa tidak kau diam saja!" tegas Kakek David. Dia kesal dari tadi Ibu Marisa selalu membahas kematian anaknya.


"Iya Pa, habis aku takut terjadi sesuatu sama Mas Ferdi hik hik hik," ucap Ibu Marisa.


"Alex kita bicara di sana," ajak Kakek David. Dia ingin bicara dengan tenang tanpa suara sumbang Ibu Marisa dan tangisan Claudya.


Kakek David dan Alex berjalan ke sudut ruangan dekat UGD. Mereka duduk di kursi yang ada di dekat jendela kaca. Alex menceritakan apa yang tadi dibicarakan Dokter padanya.


"Golongan darah kakek Rh-null, biar kakek yang mendonorkan darah," ucap Kakek David.


"Jangan, kesehatan kakek akhir-akhir ini kurang stabil," tolak Alex.


"Gimana kalau kau? Biasanya anak akan memiliki golongan darah yang sama dengan ayah atau ibunya," sahut Kakek David.


Deg


Jantung Alex berdebar. Kakek belum tahu, kalau Alex bukan anak Pak Ferdi. Bagaimana cara Alex menjelaskan pada kakek? Apalagi situasi sedang begini. Waktunya tidak tepat jika memberi tahu kakek sekarang. Dengan kecelakaan yang terjadi pada ayahnya pasti sudah menjadi beban pikiran untuk kakek, belum lagi urusan perusahaan, tak mungkin Alex memberi tahu sekarang tentang kebenaran itu.


"Aku belum tahu golongan darahku Kek, nanti ku tanya ibu, terakhir cek darah saat aku masih kecil," ujar Alex.


"Kalau begitu kalian bertiga cek darah darah, siapa tahu di antara kalian bertiga ada yang memiliki golongan darah yang sama dengan ayahmu," ucap Kakek David.


"Iya Kek," ucap Alex gugup.


Setelah bicara berdua. Kakek David dan Alex kembali ke depan ruang UGD, tempat Sophia dan yang lainnya menunggu. Alex menceritakan apa yang dikatakan Dokter soal darah Rh-null yang dibutuhkan Pak Ferdi. Ibu Marisa terlihat terkejut. Terdiam. Saat mengetahui golongan darah Pak Ferdi.


"Kenapa golongan darah Ferdi sama dengan Alex? Mereka tidak punya hubungan darah? Apa ini hanya kebetulan?" batin Ibu Marisa. Dia tak menyangka golongan darah Alex sama dengan Ferdi.


"Aku, Claudya, dan Gavin, cek darah dulu ya Kek," pamit Alex.


"Iya, semoga golongan darah kalian ada yang cocok dengan ayahmu," sahut Kakek David.


Sebelum pergi ke laboratorium, Alex menghampiri Sophia. Memegang kedua tangannya. Menatap mata emerald dengan penuh cinta.


"Sayang doain ya, semoga ayah segera mendapat donor darah yang dibutuhkan," ucap Alex.


"Amin, iya," sahut Sophia sambil tersenyum. Membuat Alex bersemangat. Meskipun dia ragu apakah golongan darahnya sama dengan golongan darah Pak Ferdi yang bukan ayah kandungnya.


Alex melepas tangan Sophia. Berjalan bersama Claudya dan Gavin menuju ke laboratorium di rumah sakit itu. Satu per satu dari mereka masuk ke dalam untuk diambil sampel darahnya. Setelah selesai mereka kembali menuju kursi tunggu di depan ruang UGD. Menunggu hasil pemeriksaan darah selesai. Alex kembali duduk di dekat Sophia. Memegang tangannya. Rasanya tenang saat Sophia ada di sisinya meskipun dia gugup. Karena Alex tahu dia pasti tidak bisa mendonorkan darahnya untuk Pak Ferdi.


Di sisi lain Ibu Marisa berjalan meningalkan mereka. Dia terlihat kebingungan sambil berjalan menjauh.


"Kok bisa golongan darah Alex sama dengan Ferdi? Seingatku Ferdi menyentuhku saat Alex berusia tiga tahun, itupun karena dia mabuk," batin Ibu Marisa penuh tanya.


"Golongan darahku A, seharusnya golongan darah Alex sama denganku atau ayah kandungnya?" batin Ibu Marisa. Dia terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


"Masa pemeriksaan darah saat Alex masih kecil itu salah?" batin Ibu Marisa. Dia terus berjalan kebingungan. Dia yakin sekali Alex bukan anak Ferdi. Tapi buah cintanya bersama lelaki yang dicintainya. Ferdi hanya lelaki yang hadir dan bersedia bertanggungjawab demi keuntungan bersama.


"Apa ini mimpi atau aku gila? Ha ha ha," ucap Ibu Marisa kebingungan. Dia tak habis pikir, golongan darah Rh-null langka. Hanya dimiliki beberapa orang. Salah satunya Kakek David, Alex, dan Pak Ferdi.