Casanova Dipinang Sholeha

Casanova Dipinang Sholeha
Bonus Chapter



Raiyan duduk di tepi danau bersama Ezar sambil memancing ikan. Sudah lama mereka tak bersantai bersama seperti itu. Biasanya sibuk masing-masing dengan pekerjaan mereka. Raiyan tampak berbeda hari itu lebih banyak diamnya dari biasanya.


"Raiyan kenapa?" tanya Ezar.


"Bang, aku lagi bingung," jawab Raiyan. Ada sesuatu yang mengganjal pikirannya. Tapi dia bingung untuk menceritakannya pada Ezar.


"Bingung kenapa?" Tanya Ezar. Dia ingin tahu apa yang sedang dirasakan ponakannya itu. Mungkin dia ingin berbagi cerita dengannya.


"Gue mau dijodohin, tapi bingung bilang sama Cala," jawab Raiyan. Selama ini dia dan kalah seperti teman dekat dan saudara dari sejak mereka kecil. Namun kalah menganggapnya berbeda. Dia punya perasaan lebih pada Raiyan. Itu yang membuat Raiyan merasa canggung saat bersamanya.


"Oh masalah itu, kirain kenapa?" Ezar sudah tahu rencana Luki dan Humaira yang akan menjodohkan Raiyan dengan anak pemilik pesantren tapi Raiyan tidak enak memberi tahu Cala soal itu.


"Abang kan tahu Cala suka padaku, tapi kami kan saudara, mana mungkin bersama," jawab Raiyan. Dia dan Cala saudara sepupu bersama tapi Raiyan tidak tega jika Cala tahu dia akan dijodohkan. Pasti perasaannya akan hancur dan patah hati.


"Iya sih kau bener, mana mungkin kalian bersama lebih baik mencari jodoh masing-masing," sahut Ezar. Dia tahu Raiyan dan Cala tidak mungkin bersama karena mereka memiliki hubungan darah namun kebersamaannya sejak kecil membuat Cala menyukai Raihan. Itu membuat Raiyan tidak enah hati jika meninggalkan Cala.


Raiyan terdiam. Dia tidak tahu harus berbuat apa untuk menyelesaikan masalahnya. Jika jujur Cala pasti terluka tapi jika tidak mana mungkin mereka akan seperti itu terus.


"Jujur aja sama Cala. Suka tidak suka dia harus menerima kenyataan ini. Belajar hidup tanpamu," usul Ezar. Bukan dia tega tapi semua ini demi kebaikan mereka berdua. Tidak mungkin mereka menikah. Ada ikatan darah yang tidak mungkin dilanggar.


"Abang tahukan tiap hari Cala menempel padaku, bagaimana aku bisa jujur padanya, bahkan untuk dekat wanita lain pun susah," sahut Raiyan. Selama ini dia tidak pernah dekat dengan wanita mana pun karena Cala terus menempel padanya.


"Kalau menurutku kau harus tegas. Masa selamanya kalian seperti ini. Hidupmu harus tetap berjalan. Punya seseorang yang akan menemanimu seumur hidupmu dan keluarga kecilmu," kata Ezar. Tak bisa selamanya Raiyan membiarkan Cala menempel dan bergantung padanya.


"Iya Bang, tapi bagaimana cara menyampaikannya agar Cala gak sakit hati?" tanya Raiyan. Dia takut Cala akan sakit hati dan putus asa atas apa yang disampaikan Raiyan.


"Raiyan, hubunganmu dan Cala itu mulai tidak sehat. Lebih disebut posesif. Padahal kaliankan bukan sepasang kekasih tapi saudara," ujar Ezar mengingatkan. Hubungan Raiyan dan Cala mulai tidak sehat dan menjurus pada pengeklaiman diri masing-masing.


"Iya aku tahu, itu sebabnya aku setuju dijodohkan biar Cala meninggalkanku dan move on," jawab Raiyan. Dia berharap Cala akan mau meninggalkannya dan move on mencari pasangan lain.


"Amin, tapi pasti susah. Secara kalian bersama dari kecil. Kau seperti pengasuh Cala mana mudah untuknya tanpamu," sahut Ezar. Dia tahu seperti apa Cala pada Raiyan. Sudah seperti majikan dan pengasuh.


"Apapun resikonya kau harus bicara pada Cala. Mau dia marah atau kesal padamu tidak masalah. Yang penting kau sudah jujur, dari pada kau harus membohonginya seumur hidup dengan terus di dekatnya," jawab Ezar. Dia ingin Raiyan mengatakan semuanya mesti nanti akan mempengaruhi kedekatannya dengan Cala. Tidak masalah jika Cala marah itu wajar.


Raiyan terdiam. Mampukah dia mengatakan semua itu pada Cala.


"Lebih baik Cala nangis sekarang dari pada nanti. Dia harus membuka matanya kalau kau saudaranya," ujar Ezar.


"Iya kau benar. Lebih baik sakit sekarang dari pada nanti," sahut Raiyan. Dia berpikir nasehat dari Ezar ada benarnya. Dia harus mengatakan pada Cala meski itu menyakitkan sekalipun.


***


Raiyan duduk di ruang keluarga bersama Luki dan Humaira. Adiknya Raiyan bernama Nara Alfanisa sedang kuliah di luar negeri. Tinggal Raiyan yang ada di rumah menemani Luki dan Humaira. Untung Raiyan anak yang baik dan berbakti. Dia selalu ada di rumah dan menemani saat-saat bersama seperti ini.


"Raiyan, Abi pikir kau dan Cala jangan terlalu dekat. Abi khawatir kalian akan jatuh cinta padahal kaliankan saudara," ujar Luki. Dia sudah lama melihat kedekatan Cala dan Raiyan. Dan merasa kedekatan itu tak wajar.


"Iya Umi juga berpikir seperti Abi. Bukan tidak mengizinkanmu dekat dengan Cala tapi sekarang kalian sudah besar. Kau akan menikah begitupun Cala. Kalau kalian bersama terus tidak baik untuk hubungan kalian dan pasangan kalian nantinya," tambah Humaira. Tak hanya Luki, Humaira juga merasa kedekatan Raiyan dan Cala tidak seharusnya terus menerus seperti itu. Raiyan harus punya pasangan begitupun Cala. Kalau mereka masih sedekat itu bagaimana mereka bisa punya pasangan.


"Iya Abi, Umi, Raiyan paham, itu sebabnya Raiyan akan di rumah terus selama beberapa hari biar Cala tidak terus dekat denganku," jawab Raiyan. Dia akan mengurung diri di rumah agar tidak ketemu Cala.


"Abi takut kau dan Cala akan terluka jika diteruskan. Kalian itu saudara tidak mungkin bersama pada akhirnya," ujar Luki. Dia teringat kisah cinta Gavin-Humaira yang kandas karena mereka saudara begitupun dengan Raiyan. Dia tidak ingin anaknya patah hati karena rasanya itu menyakitkan.


"Iya Bi, itu benar. Jika kalian tidak dibiasakan berpisah dari sekarang. Akan semakin sulit nantinya," tambah Humaira. Dia pernah merasakan sendiri rasa sakit hati saat berpisah dari Gavin. Dia juga tidak ingin anaknya mengalami hal yang sama dengannya.


"Iya Abi, Umi," jawab Raiyan.


"Memang akan sakit diawal, tidak nyaman dan rindu. Tapi percayalah ini akan baik untuk kedepannya," ujar Humaira. Dia memberi nasehat pada anaknya.


Raiyan mengangguk. Apa yang dikatakan Humaira benar. Lebih baik sakit diawal dari pada nanti. Sebenarnya Raiyan tidak menyukai Cala tapi lebih tepatnya sayang padanya seperti pada adiknya. Sayangnya Cala salah pengertian.