Casanova Dipinang Sholeha

Casanova Dipinang Sholeha
Melepas Masa Tua



"Abang, aku tidak sempurna, mungkin tak bisa melayanimu sepenuhnya," ujar Sora. Menatap lelaki tampan di depannya. Meskipun sudah tua tapi masih keren dan maco.


"Aku yang akan melayanimu Neng, kau tak perlu khawatir," sahut Pak Harry. Membelai wajah Sora. Siapa yang gak mau melayani wanita muda yang cantik dan bohay.


"Neng udah gak gadis lagi Bang," ucap Sora. Dia merasa lelaki kaya rata-rata ingin wanita yang masih gadis.


"Kan Abang yang udah mengambil kegadisan Eneng, jadi gak perlu khawatir," sahut Pak Harry.


Sora mengangguk.


Pak Harry mendekati wajah Sora mencium bibir merah delimanya. Awalnya Sora canggung. Sempat mendorong tubuh Pak Harry tapi lama-kelamaan hanyut terbawa air seakan tenggelam dalam lautan dalam. Membiarkan angin-angin meng0yak-0yak tubuhnya. Dan gelombang pasang menerjangnya perlahan. Dari lautan hingga daratan. Burung-burung camar mulai bersahut-sahutan. Terbang dari kanan ke kiri. Dari tempat yang tinggi hingga rendah.


Pak Harry dan Sora menikmati malam pertama yang kedua kalinya untuk mereka. Sang ayam jantan menunjukkan kelasnya. Beradu dalam medan perang. Tajamnya pedang menusuk-nusuk bagian terdalam. Tak menyisakan sedikitpun bagian. Kini baik penyerang dan lawan sama-sama hanyut dalam kemenangan.


Semangat terus membara tak peduli berapa usia. Terus maju pantang mundur. Menerobos pertahanan lawan. Hingga masuk ke dalam istana dan mengambil tahta. Menjadikannya daerah kekuasaan yang dijelajahi dengan kepuasan.


Keringat mulai bercucuran. Namun pengembaraan masih menggebu. Menerjang hutan yang gelap tanpa sinar matahari yang akan menerangi jalan. Masuk ke dalam inti demi inti berselimut kehangatan.


Akhirnya setelah kelelahan sepasang sejoli itu berbaring dibalik selimut tebal. Mereka menikmati kebersamaan yang baru dirajut namun sangat dalam.


"Terimakasih cantik, kini hidupku sempurna. Memiliki seorang istri dan anak," kata Pak Harry. Mencium kening Sora. Dia berjanji akan membahagiakan dan melindungi istri dan anak-anaknya. Yang entah ada berapa anak dari berapa ibu. Selama hidupnya Pak Harry sudah mencoba empat bilik cinta. Hanya saja dia hanya sekali-sekali aja. Semua pasangannya pada ngabur meninggalkannya. Tapi kali ini Pak Harry bisa menunjukkan pada semua orang kalau dia sudah menikah.


"Iya Bang," sahut Sora. Menatap wajah suaminya.


"Mulai malam ini dan seterusnya kita akan terus bersama dan membesarkan anak-anak kita," ujar Pak Harry.


"Memang Abang masih ingin punya anak?" tanya Sora. Dia ingin tahu apakah suaminya masih ingin memiliki anak.


"Sebenarnya anakku sudah empat dari ibu yang berbeda," jawab Pak Harry. Dia berusaha terbuka dengan masa lalunya.


"Empat anak dari ibu yang berbeda?" Sora terperanjat mendengarkan cerita dari Pak Harry.


"Tenang saja cantik, istriku hanya kamu," sahut Pak Harry sambil mencium pipi Sora.


"Apa mereka semua istrimu dan bercerai?" tanya Sora. Dia ingin tahu masa lalu Pak Harry. Agar tidak terjadi kesalahpahaman.


"Dulu aku pernah nikah siri dan punya anak, istriku meninggal saat melahirkan dan anakku hilang. Aku juga pernah tidur dengan Ibu Marisa karena kesalahan satu malam, Alex Sebastian itu anak kami. Aku juga pernah menikah resmi dengan ibunya Humaira dan punya anak cuma satu Humaira, sayangnya dia sudah meninggal. Dan yang terakhir ibunya Ezar yang cantik ini," ujar Pak Harry.


Sora terdiam. Mencerna semua pernyataan Pak Harry.


"Suamiku sudah kepala empat, ya wajar kalau masa lalunya begitu banyak," batin Sora. Dia bukan orang pertama dihidup Pak Harry.


Melihat Sora hanya diam tak memberi tanggapan, Pak Harry khawatir Sora akan marah dan kecewa.


"Cantik, kau marah atau kecewa jadi istriku?" tanya Pak Harry. Dia tahu masa lalunya begitu rumit. Tak mudah dipahami oleh siapapun.


"Iya dong, pasti Abang untuk Eneng seorang," sahut Pak Harry.


Sora langsung memeluk Pak Harry. Tidak masalah masa lalunya rumit. Yang terpenting sekarang Pak Harry miliknya. Orang tidak akan pernah maju jika terus terkurung dalam masa lalu kelamnya. Jadi masa lalu pembelajaran untuk kehidupan yang lebih indah di masa depan.


***


Sore itu Dokter Leon terpaksa naik bus karena ban mobilnya pecah. Dia tidak bisa duduk karena bus dipadati penumpang. Mau tak mau Dokter Leon berdiri berhimpitan dengan banyak orang. Ini pertama kalinya untuknya bisa naik bus.


"Ternyata begini rasanya naik bus. Tidak buruk," ujar Dokter Leon. Dia justru menyukai keadaan itu. Di belakang Dokter Leon ada seorang yang mengenakan cipus di kepalanya. Dari tadi dia selalu bersenggolan dengannya. Dokter Leon tidak tahu dia wanita atau pria. Namun saat jalanan tidak rata, bus bergoyang, punggung Dokter Leon mengenai dadanya dan terasa empuk. Dari situ Dokter Leon merasa yang di belakangnya seorang wanita.


"Astaga, aku menyentuh dadanya, besar juga ya sampai empuk banget," batin Dokter Leon. Selama ini tak pernah berpikir mesum. Dia sudah disumpah sebagai Dokter. Jadi menghindari pikiran mesumnya.


Tak lama wanita itu turun. Begitupun dengan Dokter Leon. Saat sampai di bawah, Dokter Leon baru sadar dompetnya hilang. Dia memeriksa di celananya tapi tak ada. Hanya saja saat dia melihat ke depan. Dompetnya terjatuh dari baju wanita yang mengenakan cipus itu.


"Hei! Itu dompetku!" seru Dokter Leon.


Wanita itu berbalik. Dia menyadari kalau Dokter Leon mengetahui ulahnya. Wanita itu berjongkok mengambil dompet Dokter Leon. Kemudian berlari meninggalkan tempat itu.


"Cewek kembalikan dompetku!" Dokter Leon berteriak kencang. Namun wanita itu terus berlari tanpa arah tujuan yang jelas. Masuk ke dalam gang. Dokter Leon terus mengejarnya. Dia berlari mengejar pencopet cantik itu. Berlari terus menerus tanpa lelah. Wanita cantik itu melompat pagar dengan gesit. Begitupun Dokter Leon.


Sreeek ...


"Astaga celanaku robek." Meski celana sobek di bagian tengah. Semangatnya tak pernah padam. Dia terus berlari.


"Benar-benar wanita sekarang dada empuk cuma buat pancingan." Dokter Leon mengeluh. Nyesel keenakan nyentuh dada empuk ternyata akal bulus copet biar dapet duit. Di saat otak Dokter Leon traveling ke mana-mana wanita itu sengaja mengambil dompet tanpa disadarinya.


Wanita itu melompati sungai irigasi kecil dengan lompatan yang tinggi dan mendarat sempurna di tepi.


Bruuug ...


Wanita cantik itu menoleh ke belakang sambil memberi acungan jempol ke bawah. Melihat itu Dokter Leon tak terima dihina pencopet tengil. Dia pun ikut melompat.


Byuuur ...


Bukannya sampai tepi malah masuk tercebur sungai kecil itu.


"Perasaan dia gampang banget, aku kok apes banget," keluh Dokter Leon. Dia pikir handal dalam lompat melompat ternyata ke cebur juga.


"Ampun si kuning permisi lewat, apa ada yang BAB juga," ujar Dokter Leon menyaksikan si kuning lewat dengan ramah dan meninggalkan jejak harum sebagai kenangan terindah.


"Aku harus mendapatkan wanita itu. Pelanggaran! Masa Dokter dilecehkan seperti ini," ujar Dokter Leon. Dia harus mendapatkan pencopet cantik itu. Tidak tahu bagaimana caranya.