Casanova Dipinang Sholeha

Casanova Dipinang Sholeha
Pelakor Gak Tahu Malu



"Deva!" ucap Alex.


"Lama tak bertemu Alex, apa kabar?" tanya Deva.


"Heh, sangat baik, kau sedang bermain api dengan suami orang?" tanya Alex.


"Alex, ini pacarku," jawab Hanan. Dia sudah tak malu mengakui Deva pacarnya karena dia sudah jatuh cinta berat dengan Deva. Tak peduli status yang ada pada dirinya. Cinta sudah membutakan mata hatinya.


Alex tertawa. Kakak iparnya mengakui mantan pacarnya sebagai pacarnya. Dunia seperti daun kelor. Terasa sempit dan menggelikan.


"Kau tak malu mengakui itu!" pekik Alex lalu melayangkan satu tinjuan pada Hanan. Dia kesal. Seharusnya lelaki di depannya itu menjaga istrinya yang sedang hamil justru bersenang-senang seperti ABG yang baru saja mengenal cinta. Tak punya rasa malu dan sangat berani mengakui perselingkuhannya secara terang-terangan.


Dug ...


"Aw ...," keluh Hanan sambil memegang pipinya.


"Aku mencintai Deva, itu kenyataannya!" tegas Hanan.


Alex emosi. Dia menarik kerah baju Hanan. Membawanya ke luar meja. Beberapa orang di restoran panik. Melihat itu Kenan yang lagi asyik memakan lobster terpaksa meluncur. Menghentikan Bosnya yang kalap menyiduk tersangka perselingkuhan yang dilakukan secara terang-terangan. Setengah tubuh lobster ke ekor masih di mulut Kenan.


Alex memukul Hanan. Dia kesal dengan sikapnya yang seperti lelaki pengecut.


Dug ... dug ... dug ...


Alex memukul Hanan. Tak terima dengan perlakuan Alex, Hanan melawan. Dia berusaha menyerang balik. Menendang Alex yang masih berada dalam tangan Kenan.


Dug ...


Alex terpental bersama Kenan. Mereka jatuh di lantai secara bersamaaan.


Bruuug ...


"Oook ...." Ekor lobster itu masuk ke tenggorokan Kenan, sebagian masih ada di mulutnya. Kenan memegang lehernya gara-gara tersedak lobster.


Alex bangun. Berdiri. Melihat Kenan tersedak.


"Kenan kau masih hidup?" tanya Alex.


"Hmmm .... hmmm ...." Kode yang diberikan Kenan. Dia mengatakan iya Bos.


"Tenanglah di situ! aku lanjut bertarung," ujar Alex.


Tangan Kenan ke udara meminta bantuan. Dia tak bisa mengeluarkan ekor lobster dari mulutnya.


"Aku tahu kau mendukungku, makasih ya Kenan." Alex salah tafsir. Dia mengira Kenan memberi dukungan padahal dia mau minta tolong.


"Hmmm .... hmmm ..." Kenan berusaha memberi tahu Bosnya untuk menolongnya.


"Aku tahu kau emosi juga dengan perselingkuhan Hanan, lelaki itu memang tak tahu malu." Alex masih gak mudeng maksud Kenan. Untuk seseorang datang memberitahu Alex.


"Mas temannya tersedak lobster tuh, udah pucet."


"Emang ya? Ku pikir dia memberiku dukungan," sahut Alex.


"Cepetan tolong Mas! takutnya wassalam duluan."


Kenan melepas satu tangannya yang memegang leher menyilangkan kedua tangannya. Tanda dia memberi tahu kalau dirinya hampir mati.


"Gak usah tuh Mas katanya, udah bertarung lagi aja, lagi seru nih, saya pendukung Mas, hajar peselingkuh itu!"


"Benar juga," sahut Alex.


Kenan segera bangun. Menghampiri Alex dan orang di sampingnya.


"Heeee .... heeee ..." Ucapan yang ke luar dari mulut Kenan.


"Apa makan lobster bisa jadi jombie?"


"Mungkin," jawab Alex.


Kenan langsung memeluk orang di samping Alex.


"Mas tolongin saya mau disantap."


Alex mulai paham Kenan bukan berubah jadi jombie tapi kesedak ekor lobster. Untung saja ekor lobsternya sudah dikupas.


"Tolong nitip sekretaris saya dulu, mungkin dia tersedak, saya harus kembali ke medan perang," ujar Alex.


"Oke, saya dukung Mas, semangat!"


Alex dan Hanan terus melawan satu sama lain. Namun Alex lebih dominan. Sampai membuat Hanan babak belur dan terjatuh ke lantai. Posisinya terduduk.


"Aku tak peduli kau iparku, di mataku kau lelaki brengsek, istrimu hamil kau malah enak-enakan berselingkuh," ujar Alex sambil maju ke depan ingin menambah pukulan. Namun Deva memblokir jalannya. Merentangkan kedua tangannya. Di depan Hanan yang sudah kalah Dia menghalau Alex.


"Jangan Alex! Ku mohon. Kami saling mencintai," ujar Deva.


"Heh, menjijikkan. Kau beralih profesi jadi pelakor?" gumam Alex.


"Memangnya kenapa? Saat aku mengejar cintamu kau tak mau, tapi aku justru menemukan lelaki yang mencintaiku, kau malah mau mengusik hidupku?" tanya Deva.


"Itu karena lelaki yang kau cintai, suami orang!" bentak Alex.


"Huh ..." Para pengunjung restoran bersorak. Mereka senang melihat pertunjukkan live action di depan mereka. Berasa nonton sinetron Istri Yang Terselingkuhi secara langsung.


"Hajar pelakor Mas! kasih borak biar kaku!"


"Udah Mas paketin ke Kutub Selatan biar gak balik!"


"Nikahin aja ma gendruwo biar anteng di alam lain!"


Suara-suara sumbang itu menggema. Mereka sama-sama emosi dan gemas dengan tingkah pelakor yang nekat travel meyomot laki orang. Gak kenal usia hajar ble asal ada kesempatan dalam kolor abang.


"Aku gak peduli, aku mencintainya, kenapa kau harus mengurusi kami, urus saja istrimu!" sahut Deva.


Alex mengeluarkan dompetnya. Semua uang kertas di dalam dompet diambil olehnya. Dia melempar setumpuk uang kertas seratus ribuan pada Deva.


Pluuuk ...


"Ambil uang itu! Apalagi yang lebih berharga dari uang, semua pelakor ingin itukan!" pekik Alex.


Deva terdiam. Dia menatap tajam Alex.


"Kau menganggapku murahan?" tanya Deva.


"Iya, merebut suami orang, apa kalau bukan murahan? kau tak laku untuk lelaki lajang?" jawab Alex.


"Huh ... betul ..." Sorak pengunjung. Semua ikut ngerumpi cantik. Melihat keseruan tontonan di depan mereka.


Hanan bangun. Menghampiri Deva yang berdiri di depannya. Memegang tangannya.


"Kita pergi saja sayang," ucap Hanan.


"Dia merendahkanku sayang," sahut Deva.


"Heh, pasangan tak tahu malu, makan tuh perselingkuhan kalian!" pekik Alex kesal.


Hanan menarik tangan Deva. Mengajaknya ke luar dari restoran. Dia sudah babak belur. Percuma melawan. Alex tentunya akan menang kembali. Dengan rasa malu keduanya ke luar restoran dihujani sorakan pengunjung.


Alex masih berdiri. Emosinya masih bersarang dibenaknya. Suara tepuk tangan dan dukungan menggema. Alex hanya diam.


"Bos hampir aja aku mati, mana dikira jombie," ucap Kenan yang menghampiri Alex.


"Kau masih hidup?" tanya Alex.


"Aku hantu kesedak udang Bos, gentayangan gara-gara mati di saat pertarungan sengit bersama pelakor," jawab Kenan.


Alex tertawa. Dia ingat betul salah sangka pada Kenan, padahal dia tersedak ekor lobster.


Akhirnya Alex memutuskan pulang. Untung saja Manager restoran memotong CCTV pertarungan tadi atas permintaan Alex. Begitupun dengan para pengunjung, Alex meminta mereka menghapus video yang sudah merekam pertarungan sengit tadi. Jika mereka tetap mengupload, Alex akan melaporkan ke polisi. Itu semua agar Nada tak mengetahui apa yang terjadi di restoran tadi. Kondisinya saat ini yang sedang hamil tak mungkin bisa menerima itu dengan baik.


Alex berjalan memasukin kamarnya di rumah keluarga Sophia. Dia terlihat murung. Tak tega jika Nada tahu kelakuan suaminya.


"Assalamu'alaikum," sapa Alex saat masuk.


"Wa'alaikumsallam," sahut Sophia. Dia menghampiri Alex. Mencium tangannya. Sophia masih mengenakan handuk kimono pendek. Baru saja mandi. Rambut panjangnya masih basah. Itu membuat sang pemilik mata emerald itu tampak seksi di mata Alex.


"Kau harum sekali sayang? Bikin semangat aja," ucap Alex.


"Aku baru mandi Mas," ucap Sophia.


Alex langsung membopong Sophia.


"Mas," ucap Sophia.


"Gak papakan mandi lagi nanti," ujar Alex.


Sophia mengangguk. Tersenyum manis.