Casanova Dipinang Sholeha

Casanova Dipinang Sholeha
Promo Novel Tamat




Selasa pagi yang cerah, Leo dan Zara sedang bersiap-siap berangkat sekolah. Mereka menata buku-buku Mapel sesuai jadwal hari itu. Hari itu mereka tidak sarapan lagi karena masih belum memiliki uang. Mereka berangkat kesekolah menelusuri jalan yang ramai. Mereka terlihat bersemangat daripada hari kemarin. Sampai didekat sekolah mereka berpisah seperti biasa.


Lalu mereka menuju kesekolah dan masuk ke kelas mereka


.


Dikelas IPS 1 sudah ramai teman Leo yang sudah datang. Leo masuk ke kelas dan menaruh tasnya dikursi. Saat Leo baru duduk, Andi baru datang.Andi duduk satu bangku dengan Leo. Dari keempat sahabatnya hanya Andi yang satu kelas dengan Leo. Harun dan Beni kelas IPS 2, sementara Kemal kelas IPA 2. Dikelas Leo, teman-temannya sibuk mengerjakan PR sebelum bel jam pelajaran dimulai. Andi belum mengerjakan PR. Andi coba bertanya pada Leo tentang PR geogarafinya.


"Leo kamu nyantai banget memang


PR mu sudah dikerjakan?"tanya Andi


"Sudah dong,gue kan anak rajin"jawab Leo menyombongkan diri.


"Yang bener lo gak lagi kesambet setan kan"ucap Andi yang tidak percaya.


"Gak percaya, liat nih"ucap Leo sambil menunjukkan PRnya.


Selama ini Leo jarang mau mengerjakan PR. Paling banter mengerjakan PR pas pagi hari sebelum bel masuk sekolah itupun nyontek jawaban Budi.


"Wah, beneran udah"ucap Andi kaget liat PR Leo yang sudah dikerjakan.


"Buruan kerjain Ndi, nanti keburu masuk, Pak Josep galak lho"ucap Leo


"Jangan-jangan jawaban lho ngawur semua ya?"ucap Andi masih gak percaya pada jawaban PR Leo.


"Dijamin bener, bakal dapat nilai sempurna"ucap Leo yang sangat percaya diri.


"Percaya diri banget lho bos, Eh..(Memanggil temannya Budi) Budi minta soal jawabanmu dong, gue belum ngerjain PR"ucap Andi memohon pada Budi.


"Nih, balikin kalau udah ya"ucap Budi sambil memberikan Buku PRnya.


"Beres"ucap Andi lega karena PRnya sudah selesai dikerjakan.


Andi menyontek jawaban Budi. Dia tidak yakin dengan PR yang Leo kerjakan, jadi dia tidak mau menyontek jawaban Leo. Setelah selesai mengerjakan PR bel masuk pun berbunyi. Pak Josep masuk kekelas. Pak Josep meminta murid-muridnya mengumpulkan PR yang kemarin. Semua siswa mengumpulkan PR.


Setelah itu Pak Josep mengoreksi.


Semua siswa ditugaskan pak Josep menulis rangkuman dari buku paket. Setelah selesai mengoreksi pak Josep mengembalikan buku PR nya pada siswa kembali. Ini kali pertama Leo mendapatkan nilai sempurna, Andi sampai kaget tidak percaya.


"Tuh kan gue bilang apa, nilai sempurna"ucap Leo menunjukan PRnya.


"Gue gak lagi mimpikan"ucap Andi kaget melihat nilai Leo.


"Mau gue tabok biar bangun"sahut Leo mencoba menyadarkan Andi.


"Lo gak salah minum obat kan bos"ucap Andi yang masih belum percaya juga.


"Sembarangan, gaklah"ucap Leo sedikit kesal.


Guru kembali menerangkan materi. Siswa mendengarkan materi yang guru terangkan. Jam Mapel geografipun usai kini berlanjut pelajaran selanjutnya mapel matematika. Bu Ema masuk kedalam kelas. Hari itu ulangan matematika, Bu Ema membagikan kertas soal. Semua siswa mengerjakan ulangan.


"Aduh, susah banget soalnya pusing gue baru liat soalnya juga"ucap Andi yang kebingungan hanya baca soal ulangan matematika.


".........."(Leo diam hanya fokus mengerjakan soal)


"Apalagi ini, Luas bangunan...luas bangunan rumah gue aja gak hafal"ucap Andi kebingungan dengan soal yan dibacanya.


"Udah kerjain aja"ucap Leo memberi saran.


"Heh, Lo tenang banget Leo emang lo bisa ngerjainnya, paling juga ngitung kancing baju buat jawabannya"ucap Andi menyindir Leo.


Karena selama ini Leo dan Andi hanya mengandalkan jawaban teman-teman dikelasnya. Tak jarang mereka hanya asal jawab sesuai uratan kancing baju atau asal tebak.


"Budi...Budi..bantu jawabannya dong"ucap Andi pelan memanggil Budi.


"Oke"ucap Budi memberikan jawaban


menggunakan isyarat.


"Beres deh, Gak perlu mikir pusing-pusing"ucap Andi senang ulangan Matematikanya sudah selesai.


Waktu yang diberikan Bu Ema untuk ulangan habis, semua siswa mengumpulkan ulangannya. Selama guru mengoreksi siswa ditugaskan membaca materi. Setelah selesai mengoreksi guru membagikan kembali kertas ulangan pada siswa. Andi mendapat nilai 65, dan Leo mendapat nilai 80. Andi kaget melihat nilai Leo. Selama ini Andi dan Leo selalu mengulang kembali ulangannya karena nilainya dibawah rata-rata. Ini pertama kalinya Leo mendapat nilai bagus.


"Lo gak kesamber petir saat berangkat sekolah"ucap Andi kaget melihat nilai ulangan Leo.


"Gaklah, memang kenapa?"tanya Leo


"Ya kali, kaya difilm-film habis disambar petir lho jadi manusia super gitu, tiba-tiba berubah"jawab Andi.


Andi masih belum percaya dengan nilai ulangan Leo biasanya mereka paling tinggi dapat nilai 70 itupun karena nyontek jawaban teman. Mereka bahkan sering mengulang ulangannya.


"Gaklah, semalam gue belajar"ucap Leo menjelaskan pada Andi.


"Apa"ucap Andi yang kaget mendengar ucapan Leo.


"Otak Lo mulai gak beres nih Jangan-jangan Lo kejedok pintu"ucap Andi masih belum percaya kalau Leo belajar.


Selama mengenal Leo dari sejak mereka SMP, Andi tahu betul Leo gak pernah belajar. Malah setiap malam kelayapan bersama sahabatnya (Harun,Beni,dan Andi).


"Andi, Leo jangan mengobrol"ucap Bu Ema menegur Leo dan Andi.


"Baik Bu"ucap Leo dan Andi secara bersamaan.


Jam Mapel matematika usai. Berlanjut mapel yang lainnya. Sementara itu dikelas Zara sedang berlangsung Mapel Fisika. Semua siswa mendengarkan guru sedang menerangkan materi, Zara merasa perut bagian bawahnya sakit. Zara juga tidak nyaman saat duduk, seperti roknya basah. Zara berpikir dia sedang haid. Saat Zara mau berdiri untuk minta izin ke toilet teman perempuan dibelakangnya memberitahu roknya tembus (ada darah haid). Zara langsung memutar roknya menggantinya diposisi samping lalu menutupinya dengan tangannya. Zara langsung meminta izin pada guru untuk ke toilet.


Sampai di toilet Zara mengecek ****** ******** yang sudah penuh flek darah. Zara bingung dia tidak punya pembalut. Dia takut kembali ke kelas nanti pasti tembus lagi. Zara duduk di toilet sambil memikirkan caranya. Leo hendak pergi ke toilet dia melewati kelas Zara. Tapi Leo tidak melihat Zara di mejanya. Kebetulan Zara duduk didekat kaca jadi mudah terlihat dari Luar. Leo berpikir mungkin Zara di toilet.


Leo pergi ke toilet. Saat keluar dia mendapati suara temannya Zara yang menyuruh Zara segera kembali ke kelas. Temannya pergi setelah memberi tahu.Leo penasaran kenapa Zara begitu lama ditoilet. Untung keadaan ditoilet saat itu sepi jadi Leo memberanikan diri masuk toilet perempuan. Leo mengetuk pelan pintu toilet yang tertutup.


"Zara...Zara..."ucap Leo memanggil Zara dengan pelan.


"Siapa?"tanya Zara


"Ini aku Leo (menjawab lalu bertanya kembali) kenapa kamu didalam lama banget, tadi temenmu cariin kamu ya?"


"Leo aku gak berani kembali ke kelas"ucap Zara


"Memang kenapa, ada yang jahat sama kamu?" tanya Leo penasaran.


"Gak kok"jawab Zara


"Lalu kenapa?"tanya Leo kembali.


"Ini"ucap Zara membuka pintu toilet dan menunjukkan pada Leo.


Bagian dari rok Zara berwarna merah.Zara memperlihatkan rok itu pada Leo sambil malu-malu.


"Kamu ketumpahan tinta rokmu"ucap Leo menebak.


"Bukan"ucap Zara menyangkal tebakan Leo.


"Badanmu ada yang terluka"ucap Leo mengira itu darah karena Zara luka.


"Bukan, ini...darah haid".ucap Zara sambil malu-malu memberitahu pada Leo.


"Hah...aku..aku baru tahu".ucap Leo yang gerogi karena mengetahui sisi lain seorang perempuan.


"Gimana aku kembali ke kelas?"tanya Zara kebingungan.


Zara tidak berani kembali ke kelas dengan keadaan rok seperti itu. Dan Zara khawatir darah haid yang akan keluar semakin banyak kalau tidak pakai pembalut.


"Iya ya, rokmu kotor, cuci saja"ucap Leo memberi saran pada Zara.


"Bukan itu masalah besarnya"ucap Zara


"Lalu apa?"Tanya Leo yang tidak tahu isi pikiran Zara.


"Nanti pasti tembus lagi"ucap Zara malu-malu.


"Terus harus gimana?"tanya Leo tidak tau yang harus dilakukan.


"Pembalut seperti apa? nanti aku carikan"ucap Leo


Leo tidak tahu seperti apa pembalut wanita.Ini pertama kalinya Leo harus berurusan dengan namanyapembalut.Kalau bukan demi Zara,Leo pasti malu sekali harus berurusan dengan pembalut.


"Begini...bla...bla....ucap Zara menjelas-


kan tentang pembalut pada Leo.


"Oo...yasudah kamu tunggu disini aku akan segera kembali membawa pembalut"ucap Leo.


"Ya"ucap Zara penuh harap pada Leo.


Leo keluar dari toilet, terus berjalan dengan kebingungan. Leo harus kemana untuk mendapatkan pembalut. Leo mau ke toko disekolah untuk beli pembalut tapi dia tidak punya uang. Leo mau minta teman perempuannya tapi nanti mereka tanya-tanya yang aneh-aneh.


Leo terus berjalan sampai didepan ruang UKS. Leo baru ingat diruang UKS tersedia berbagai barang dan obat-obatan. Leo berpikir di UKS pasti ada pembalut. Tapi tahu di UKS ada perawat penjaganya. Leo bingung nanti pasti ditanya yang aneh-aneh kalau minta secara langsung. Leo harus cari cara untuk mengelabuhi perawat itu.


"Kak maaf, saya sakit"ucap Leo terpaksa berbohong.


"Oya, kamu sakit dek"ucap Ika, perawat di UKS itu.


"Saya gak enak perut"ucap Leo


"Yasudah, berbaring dulu diranjang itu, biar saya ambilkan teh hangat dulu"ucap Ika


"Iya"ucap Leo sambil memegang perutnya.


Ika keluar dari UKS untuk membuatkan teh untuk Leo. Melihat perawat itu keluar Leo langsung turun dari ranjangnya. Leo berjalan menuju lemari stok barang dan obat-obatan. Untung lemarinya tidak dikunci jadi Leo bisa mencari pembalut itu.


"Bagus dia sudah keluar, aku harus bergegas mengambil pembalutnya"ucap Leo berbicara sendiri.


"Yang mana ya pembalut, ini...bukan. ini juga bukan, ini...ya betul sesuai yang diceritakan Zara, ambil satu...eh dua aja...apa tiga...jangan deh


satu aja, nanti perawatnya tau stoknya berkurang lagi"ucap Leo berbicara sendiri.


Leo kembali berbaring, perawat datang memberi teh. Setelah minum teh Leo bilang sudah baikkan pada perawat dan segera kembali ke kelas. Leo berlari menuju toilet. Leo mengkhawatirkan kondisi Zara.


"Zara..aku dapat pembalutnya"ucap Leo girang.


"Oya, mana"ucap Zara membuka pintu toilet.


"Nih"ucap Leo memberikan pembalut pada Zara.


"Makasih Leo"ucap Zara


"Kamu pakai dulu pembalutnya, aku akan mengambil jaketku buat menutup rok mu yang basah"ucap Leo.


"Iya,makasih Leo"


"Ya"


Leo kembali ke kelas mengambil jaket. Dan izin pada guru kembali. Leo alasan sakit perut pada gurunya supaya bisa keluar lagi. Leo membawa jaket dan memberikan pada Zara. Setelah itu Leo kembali ke kelasnya, begitu juga dengan Zara kembali ke kelasnya. Jam pelajaran pun silih berganti.


Bel pulang sekolah berbunyi semua siswa meninggalkan kelas. Leo dan Zara kembali bertemu ditempat yang biasa. Leo berjalan dengan Zara melewati rute yang berbeda dari berangkat. Saat mereka sedang asyik berjalan ada pohon jambu dipinggir jalan. Pohon jambu itu terletak tepat dipinggir jalan jadi tidak ada pemiliknya. Pohon jambu itu berbuah lebat dan besar-besar. Leo dan Zara tergoda melihat jambu yang bergantungan apalagi perut mereka lapar dari pagi belum terisi makanan.


"Zara jambunya besar-besar dan


matang-matang"ucap Leo sambil melihat ke atas buah jambu itu.


"Iya ya"sahut Zara


"Aku akan memanjat untuk memetiknya"ucap Leo


"Jangan Leo, kita gak tau ini pohon jambu milik siapa"ucap Zara memberi komentarnya.


"Kamu lihat ini kebun kosong dan jambu ini berada diatas selokan, berarti bukan milik orang, ini


pohon jambu yang tumbuh liar"ucap Leo menjelaskan.


Pohon jambu itu memang tumbuh diatas selokan. Karena berada di tanah yang kosong dan dijalan yang sepi jarang ada orang yang memetiknya.


"Benar sih, tapi memang kamu bisa memanjatnya?"ucap Zara


"Gampang, aku naik dulu nanti ambilin ya jambunya"ucap Leo penuh keyakinan.


"Oke"ucap Zara


 Leo memanjat pohon jambu itu, dia memilih milih jambu yang matang dan besar. Leo menjatuhkan setiap jambu yang dia pilih. Dibawah Zara mengambil setiap jambu yang jatuh dan memasukkannya kedalam ranselnya.


Setelah dirasa cukup Leo turun dari pohon jambu itu.


Saat mereka selesai mengumpulkan jambu kedalam ransel tiba-tiba suara anjing menggonggong dari dalam kebun kosong itu. Leo langsung meraih tangan Zara dan mengajaknya lari, pergi segera dari tempat itu. Anjing itu terus mengejar mereka. Mereka terus berlari tapi anjing itu terus mengejar. Zara sudah kelelahan, napasnya terdengar ngos-ngosan. Leo kasihan melihat Zara yang sudah kelelahan berlari sementara anjing itu masih terus mengejar.


"Zara kita berpencar, aku akan mengalihkan anjing ini supaya mengejar ku nanti kamu langsung


pulang ya, tunggu aku"ucap Leo memberikan ide.


"Tapi Leo"ucap Zara ragu.


"Gak ada cara lain, lakukan yang aku bilang"ucap Leo dengan penuh harapan.


"Ya"ucap Zara


Zara berlari kearah yang berbeda dengan Leo, Zara berlari menuju kearah kosan mereka. Sementara Leo mengalihkan anjing itu supaya mengejarnya. Saat Zara sampai dikosan dia langsung duduk lemas dilantai. Zara sudah sangat kelelahan dan lapar. Zara beristirahat sejenak dilantai. Tapi dia kepikiran Leo, Zara khawarir terjadi sesuatu pada Leo. Zara menangis memikirkan Leo. Zara tidak tahu harus berbuat apa, Leo berpesan padanya untuk menunggunya.


Sudah satu jam Zara menunggu Leo,


tapi Leo belum kembali. Zara semakin cemas karena hari mulai sore. Zara takut terjadi sesuatu pada Leo. Zara berjalan mondar mandir sambil memegang dadanya dengan satu tangannya menunjukkan tanda kekhawatirannya. Tak lama suara ketukan pintu terdengar dan suara Leo yang terdengar memanggil Zara. Zara langsung membukakan pintu.


"Leo"panggil Zara dengan ceria pada Leo yang baru datang.


"Iya Zara"ucap Leo dengan tubuhnya penuh luka-luka kecil.


"Mukamu, tanganmu"ucap Zara melihat kondisi tubuh Leo.


"Gak papa, ini cuma luka kecil, ayo masuk kedalam"ucap Leo masuk kedalam kosan.


"Biar aku bantu bersihkan lukamu"ucap Zara


"Ya"ucap Leo


Zara pergi ke toilet mengambil air dan sabun. Zara berpikir akan membersihkan luka Leo dengan itu. Mereka tidak memiliki kotak P3K dikosannya.


"Kita tidak ada kotak P3K, jadi aku


bersihkan pakai sabun dan air ya"ucap Zara.


"Ya, aduh...pelan pelan Zara perih"ucap Leo.


"Maaf, aku akan pelan-pelan"ucap Zara.


"Oya, ayo kita makan jambunya, aku lapar"ucap Leo


"Eh iya, aku cuci dulu jambunya"ucap Zara


Zara mengambil jambu yang ada diranselnya. Dia mencuci semua jambu itu. Lalu membawa jambunya kehadapan Leo.


"Wah jambunya besar-besar"ucap Leo


"Iya, ayo makan Leo"ucap Zara mengajak Leo makan bersama.


"em..em..(mengunyah)manisnya"ucap Leo.


"Iya rasanya manis, enak ya"sahut Zara


"Gak sia sia dikejar-kejar anjing"ucap Leo senang.


"Iya ya, dikejar-kejar anjing demi jambu he...he..ucap Zara tertawa lucu.


"he...he..."(Leo tertawa)


Setelah kenyang memakan jambu itu mereka mandi. Selesai mandi mereka belajar seperti biasa. Zara dan Leo mengerjakan PR dan membaca materi untuk besok. Zara mengajari Leo bagian yang sulit dan tidak dimengerti Leo dari materi itu. Setelah belajar mereka tidur.