
Karena hari ini salah satu tim Vietnam ada yang berulang tahun, mereka mengajak tim Jakarta untuk makan di luar. Pada awalnya Fajrin menolak untuk ikut tapi atas desakan Irvan dan Cahyo akhirnya Fajrin ikut. Quang merayakan ulang tahunnya di sebuah cafe yang tak terlalu jauh dari apartemen tempat tim jakarta tinggal, Quang sudah memesan beberapa menu makanan seafood dan minuman kelapa muda untuk rekan-rekannya. meja mereka menghadap pemandangan pantai pada malam hari, angin malam membuat Fajrin menutup rapat jaket kulit yang dia kenakan.
Quang sengaja memilih menu seafood dan kelapa muda sebagai makan malam karena hanya menu ini yang dapat tim Jakarta makan. Saat mereka asik berbicara dan bergurau entah membahas project atau pun membahas tempat wisata yang masuk cagar biosfer UNESCO, seorang wanita seksi dan cantik lewat di depan mereka seketika tim jakarta Ryan dan Muslim menundukkan kepala hampir bersamaan. Fajrin yang mengerti sekali apa yang membuat mereka berdua jadi tertunduk hanya tersenyum kecil.
“unexpected sustenance again (rezeki tak terduga lagi)?” pertanyaan Fajrin membuat ke empat tim Jakarta mencari rezeki yang Fajrin maksud.
“where is the sustenance sir (mana pak rezekinya)?” tanya Cahyo yang sudah mencari-cari rezeki yang Fajrin maksud.
“already on that way (sudah jalan ke arah sana)" ucap Fajrin sambil menunjuk ke arah belakangnya.
“ooooo..... the living fossils this afternoon (fosil hidup tadi siang)" ucap Irvan meraih minuman kepalanya.
“do you like to see her (kalian suka melihat dia)?” tanya Nguyen tiba-tiba.
“you know who that woman is (kamu tahu siapa wanita itu)?” tanya Ryan semangat.
“She’s one of the Asian supermodels who often shoots in Phu Quoc .... if I’m not mistaken this is the seventh or eighth time she’s been here (dia salah satu supermodel Asia yang sering sekali melakukan pengambilan gambar di Phu Quoc.... kalau tidak salah ini sudah yang ke tujuh atau delapan kali dia kesini).” Jelas Quang.
“if I’m not mistaken her name is Prakash (kalau tidak salah namanya Prakash......)“ ucap Thanh sambil mengingat-ingat sesuatu.
“you know his full name (kamu tahu nama lengkapnya)?” tanya Muslim semangat seperti Ryan.
“he must know it..... because his sister is also a model like that woman but lives in Singapore (dia pasti tahu.....karena adiknya juga model seperti wanita itu tapi tinggal di singapore)” ucap Xuan
“oooo ...... I see (oooo...... begitu)" ucap Muslim dan Ryan bersamaan.
“guys, you are rude ... this is Quang’s time but you guys are talking about supermodels ... (kalian, tidak sopan.... ini acaranya Quang tapi kalian malah membicarakan supermodel.....)” ucapan Fajrin membuat Gultom tertawa terbahak-bahak.
“yes .... if you go out with a supermodel you have to strong in material ..... facial care, body, feet, hands, hair care, the clothes that have to be branded and make up branded (ya.... kalau pacaran dengan supermodel harus kuat materi..... materi perawatan wajah, tubuh, kaki, tangan, rambut belum lagi pakaian yang harus branded dan make up branded).” Ucap Irvan sambil memakan kaki kepiting.
“Have you ever had a girlfriend model (apa kamu pernah punya pacar seorang model)?” tanya Andra yang sedari tadi sibuk dengan menghabiskan cumi dan lobster bakar.
“almost ..... fortunately not yet (hampir..... untung belum).” Cerita Irvan dan sudah mengikuti tangan andra yang menghabiskan cumi bakar.
“it’s dating or muggers (itu pacaran atau perampok)?” tanya Quang.
“it’s better have a girlfriend with natural face but after marriage just polished (kalau aku lebih baik punya pacar yang biasanya saja tapi setelah menikah baru di poles).” Ucap Nguyen.
“you guys listen what Nguyen says, among all of us only him who is married so you have a lot to learn from Nguyen (kalian dengarkan apa yang nguyen ucapkan, di antara kita semua hanya dia yang sudah menikah jadi kalian harus banyak belajar dari nguyen)" ucap Fajrin yang sudah berdiri dari tempat duduk dan berjalan ke sebuah buffet untuk mengambil beberapa potong buah segar.
“Have you known Mr. Fajrin for a long time (kalian sudah lama mengenal pak Fajrin)?” tanya Ryan pada tim Vietnam.
“We have worked with him three times, but this is the first time our big project. Usually only three or five tower of apartment's projects, he is always focused on work and never feels disturbed by personal problems. Even if his younger sibling calls, he only thinks for a while after that back to focus on the project again (kami sudah tiga kali ini bekerjasama dengan beliau, tapi baru kali menangani project besar. Biasanya hanya project tiga atau lima tower apartemen, beliau memang selalu fokus dengan pekerjaan dan tidak pernah merasa terusik dengan masalah pribadi. Bahkan kalau adiknya telepon, beliau hanya berpikir sebentar setelah itu fokus kembali pada project).” jelas Quang sambil melihat Fajrin yang masih melihat-lihat buah apa yang hendak dia ambil.
“he is our role model in terms of work ..... his dedication to work is very high (beliau panutan kami dalam hal pekerjaan..... dedikasi beliau terhadap pekerjaan sangat tinggi).” Ucap Xuan.
“uh see ..... the supermodel walked closer to Mr. Fajrin (eh lihat..... supermodel itu berjalan mendekat ke pak Fajrin)" ucap Muslim sambil menunjuk ke Fajrin.
Seketika mereka semua melihat ke arah yang Muslim tunjuk, mereka mengamati setiap gerak supermodel itu. Malam ini pakaian supermodel itu sedikit lebih sopan, tapi tetap saja masih memperlihatkan bahu kiri dan paha kanannya juga menampilkan seluruh lekuk tubuhnya.
Fajrin sadar posisinya saat ini tidak baik karena seseorang berdiri tepat di sampingnya, Fajrin segera mengambil buah seadanya tanpa melihat apa yang sudah dia ambil dan segera kembali ke meja tempat rekan-rekannya duduk.
“what are you guys looking at (lihat apa kalian)?” tanya Fajrin dengan heran.
“unexpected sustenance sir (rezeki tak terduga pak)" jawab Ryan spontan membuat tim Vietnam menahan tawanya.
“Instead of having a wet dream tonight ... just introducing yourself (dari pada nanti malam mimpi basah...... kenalan saja) ” ucap Gultom sambil menghabiskan air kelapa.
“It’s enough just to see it ... for the better acquaintance with the others. (cukup melihat saja.... kalau untuk berkenalan yang lain saja.....” ucap Ryan yang masih memandangi supermodel itu.
Supermodel itu merasa ada yang memperhatikannya, dia segera mengedarkan pandangannya mencari tahu siapa yang kira kira memperlihatkan dirinya. Seketika mereka menundukkan pandangan sebelum supermodel itu melihat mereka.
“you guys are weird .... she turn to see you, you even get scared (kalian ini aneh.... giliran dia melihat kalian, kalian malah takut.” Ucap Fajrin yang sudah memasukkan sepotong pear ke dalam mulutnya.